
Sehabis acara Wisudawan -wisudawati Perguruan tinggi Fathin aku terus pulang. Perasaanku sangat galau.
Kok bisa-bisanya Aku terjebak dalam urusan orang lain yang sedang bermasalah. What happened with me?
Menurut keyakinanku, aku sama sekali tidak harus memainkan-mainkan urusan sakral dalam hal perjodohan. Bagaimanapun tujuan perjodohan adalah untuk menciptakan rasa bahagia. Sakinah mawadah dan warahmah.
Jika masalahku adalah urusan perkawinan, yang belum kelar-kelar!
So, jangan sampai aku terlalu banyak mempertimbangkan kesana kemari...
Sudah seharusnya menyimak urusan perkawinan persoalan saling memberi kasih sayang serta perasaan aman satu sama lain.
Menikah membuat kita mendapatkan sahabat atau pendamping hidup, yang di dalamnya dipenuhi oleh kasih sayang dan perasaan cinta, Hatiku galau.
Aku telepon Boim.
"Brow, ngapain sih lo jorokin gue jadi pendamping Fatin, apa nggak ada yang lain?
"Gue khawatir lo kan sayang sama nyokap lo, nyokap lu kan masih ultimatum bahwa dan waktu dekat ini harus sudah nyetor calon mantu nyokap lo... Nggak ada salahnya kita cari terobosan Nah gua punya sesuatu yang lo bisa buktiin mimpi lo nyokap lo..."ucap Boim serius.
Biasanya aku nggak pernah melihat dia seserius itu!!
Biasanya Boim orangnya nyantai, Pasti ada sesuatu yang tersembunyi di balik semua itu, yang aku pahami kenapa sampai seserius itu?
"Ya, tapi yang bener aja, masa gue jadi joki lakinya, nggak begitu juga kali? Masih ada upaya lain mestinya lo kerjain semisal cariin perempuan yang mau sama gue di mana kek, mau di kampung kek, mau di kota kek, asal jangan l**** gitu.
"Gue yakin lo orangnya pinter cariin perempuan, perempuan yang gimana aja deh, mau jelek kayak mau cantik terserah yang jelas masuk kriteria nyokap gue...!"ucapku sedikit protes.
"Iya tapi sampai kapan? makanya gua 'kan cari solusi kebetulan ada yang lagi butuh, Fatin orangnya.
Dia--aku pikir-- nggak jelek-jelek amat dia orang terpelajar, dia orang karir Terus kalau dia nggak butuh lakinya gimana? Gue coba deketin lu sama dia, ternyata dia nyambung dia demen sama lo, lo orangnya sabar, kalem, tenang
__ADS_1
Sampai sekarang gue melihat perempuan itu justru tipe elo banget Brow, makanya gue coba perkenalkan ke lo... gitu brow Jadi jangan sampai salah faham gue lakuin ini sesuatu yang terbaik untuk lo!
"Ya, udahlah yang terpenting gue jalanan aja dulu, betul juga loh yang penting gue bisa merealisasikan semua keinginan nyokap gue.
Bahwa nyokap kepingin gue segera bawa calon mantunya dan gue nggak mikirin Fatin cocok apa enggak yang jelas aku bisa realisasikan semua yang nyokap inginkan.
Aku menutup handphone-ku, aku segera berbenah diri.
Hari ini ada pertemuan lanjutan dengan Fatin.
Usai acara wisudawan dengan perempuan itu aku betul-betul harus menyiapkan diri untuk menentukan segala sesuatunya.
Udah berapa kali saat melakukan prosesi wisudawan wisudawati Fatin terlihat banyak memperhatikan aku biar nampaknya suka padaku harus bagaimana aku? Haruskah aku berlari dari kenyataan bahwa sebenarnya aku belum menemukan perempuan yang sesungguhnya cocok bagiku
Tapi aku tidak pernah sesuai dengan keinginan nyokap yang selalu meminta aku untuk segera bawa calonku ke hadapannya.
Dan apakah dengan cara itu aku membohongi diri bahwa sebenarnya aku masih belum menemukan perempuan yang cocok dengan aku.
Aku benar-benar menelan saliva semangat ibuku makin hari makin menjadi-jadi
Aku nggak tahu juga tapi biarlah nanti waktu yang berjalan.Apakah dia benar-benar jodohku atau sesuatu yang lewat saja dalam cerita sejarah panjang cintaku.
Aku nggak tahu juga tapi kayaknya mau telah memberikan kurikulum vitae-nya bahwa dia adalah wanita baik-baik dari keluarga baik-baik!tapi kadang-kadang berbenturan juga dengan keinginan aku.
Apakah aku bisa menerima dia apa adanya kok nggak tahu juga yang terpenting adalah sekarang ini aku harus menghadapkan semua pada ibuku ibu akan bahagia ketika aku dalam waktu yang reposisi singkat-singkatnya bisa membawa perempuan ke hadapannya untuk jadikan sebagai calon mantunya.
***
Aku mengeluarkan kendaraan yang biasa sehari-hari aku pakai nggak mahal memang tapi cukup bisa dikenal oleh masyarakat luas.
Honda Civic dikenal sebagai mobil yang sporty, mewah dan memiliki performa tinggi.
__ADS_1
Memang sih enak di bawah lari meski tidak mahal tapi bagiku memang ini kendaraan cocok sekali untuk mengejar wanita yang belum aku temukan hingga saat ini.
Dan biasa mobil ini suka dipakai nongkrong bersama Boim cukup seperti dan memang cukup bisa menarik perhatian publik hanya sayang belum ada satupun yang nempel di hati aku.
Saat di perempatan jalan tiba-tiba lampu traffic light menyala berwarna merah. Aku kesel bukan main mana kendaraan menyebut konsentrasi di sana.
Boim teriak-teriak,
"Calon manten lo keburu lari kalau lu nggak bisa segera ngegas mobil lo.. buruan cepat men mobil itu bukan mobil Doyok loh bukan mobil yang biasa digunakan ungkapan di pedesaan come on!"
Boim terus berteriak-teriak di handphoneku aku biarkan aja handphoneku untuk semua Aku terjebak di topik lain bisa aku injak gas bisa-bisa hancur mobil aku dan hancur mobil-mobil yang dihadapanku.
Aku dilanda keputus-asaan karena memang hitungan di traffic Light masih hitungan nomor besar tertulis 83 berarti aku harus menunggu angka 87, 86 dan seterusnya, berapa lama aku harus menunggu sampai hitungan ke angka kecil 1 dan kemudian nyala hijau.
Tiba-tiba ada sosok badut kecil yang nyelonong masuk ke tengah-tengah padatnya lalu lintas, aku menggerutu mau ngapain lagi tuh orang, sudah macet kayak gini muncul badut, makin semrawut lalu lintas saja, bertambah sumpek nih nafasku, pikirku.
Namun aku segera mengubah cara pandangku, aku pikir dia telah berusaha untuk mempertahankan hidup. Aku jangan egois, aku harus hargai mereka aku tidak boleh menyia-nyiakan usaha mereka yang tengah berjuang mempertahankan hidup.
segera aku refleks menurunkan kaca mobilku serta merta marogoh sakuku dan mengeluarkan uang Rp10.000 dan aku kasihkan kepada Sang Badut itu.
Melihat kaca mobil diturunkan, sang badut langsung menghampiri mobil sebelah kiri bagian depan, sebelum ia menerima Ia membuka sedikit topeng yang menutupi wajahnya, dan tersenyum kepadaku.
Seketika aku terperanjat, aku mengucap subhanallah Maha Besar Allah, Maha Sempurna Allah atas kuasa-Nya!!
Ternyata di balik topeng tersebut, tampak sosok seorang gadis belia yang berparas cantik.
Aku mempergokki wajah bening itu walau sekilas seiring kepergian sang badut tersebut.
Rasanya aku hendak tancap gas untuk mengikuti laju sang Badut tersebut yang langsung bergerak menuju kendaraan lainnya. Tapi apa daya mobilku terhalang ratusan kendaraan di perempatan tersebut.
Aku hanya bisa pasrah melepas kepergian perempuan itu menepi dari satu mobil ke mobil yang lain, sebelum akhirnya hilang dibalik kerumunan mobil yang bergerak saat lampu sudah kembali menyala hijau.
__ADS_1
Dan aku tidak melihat lagi kemana gadis cantik yang berbalut topeng badut tersebut?
Bersambung***