Terpaksa Menikahi,Adik Ipar

Terpaksa Menikahi,Adik Ipar
Sepuluh


__ADS_3

" Kalian dari mana saja?sudah tiga hari tiga malak nggak pulang !" tanya Robi saat melihat Ratu dan juga Jendra masuk ke rumah keluarga Mahardhika dengan pakaian santai.padahal saat mereka keluar,mereka mengenakan pakaian formal.untuk menghadiri perjamuan bisnis.


" Nginap dirumah mama Alika." Jawab Ratu


Robi menaikan Alisnya dan memicing penuh curiga." Nginap dirumah mama Alika sampai tiga hari?"


Ratu mengangguk tersenyum,sambil menuju ke arah anak tangga.


" Kenapa memangnya?kamu nggak pernah nginap disana sampai tiga hari?" tanya jendra sambil tersenyum menatap robi.


Robi pun mendengus kecil dan tersenyum sinis.kemudian berbalik mengikuti langkah ratu." Rat gimana kabarnya mama Alika dan papa hari?kenapa nggak ajak aku saja yang pergi ke sana?" tanyanya sambil mengikuti langkah ratu menaiki tangga


Ratu hanya bisa menghela nafas,lalu menghentikan langkahnya sejenak."Kamu mau berantem sama papa dan mamaku lagi?"tanya ratu lalu melanjutkan langkahnya kembali


" kenapa harus berantem?aku kan udah penuhin keinginan mereka untuk menceraikan kamu.bahkan,aku juga sudah pilihkan kamu suami yang bagus.harusnya mereka senang dong dan berterimakasih padaku kan?"


Ratu pun berhenti lalu menatap balik Robi yang berada dibelakangnya serta menarik napas dalam dalam dan mendengus kesal kearah Robi." aku benar benar tidak habis fikir sama kamu...nyodorin istrimu sendiri ke pria lain tanpa ada rasa bersalah pun sedikitpun.mana ada coba suami yang mau istrinya sama orang lain.kamu ini sudah benar benar tidak waras ya !,istrimu nikah sama pria lain,tapi kamu dengan bangga banget mengakuinya seolah olah tidak jadi masalah buatmu !." Sembur Ratu hatinya benar benar terluka saat ini


" Rat,dengerin aku dulu.kamu nikah kan sama adikku sendiri.itupun karena masih sedarah sama aku.semua akan berjalan baik baik saja.dan kita bisa kembali seperti dulu setelah kamu punya anak.aku pun akan menyayangi anak kamu seperti anakku sendiri." tutur robi panjang kali lebar yang justru membuat Ratu semakin kesal


Ratu mendengus kesal dengan penuturan Robi yang menurutnya seenak jidadnya saja.sungguh Sebenarnya Ratu juga tidak ingin disodorin dengan pria manapun meski tujuannya baik demi masa depan keluarga.andai Robi tidak memilih keputusan gila ini,dia pun tidak akan mungkin menikahi jendra untuk mendapatkan keturunan.


" Ratu,jangan bilang kamu sudah mulai pakai hati berhubungan dengan jendra?" seru Robi sambil menyambar lengan ratu,saat menyadari raut wajah wanita itu mulai berbeda ketika berhadapan dengannya.


Ratu menghela napas berkali kali." Nggak bi! kita berdua sudah bersepakat untuk tidak melakukan apapapun selain hanya untuk mendapatkan keturunan.udah deh kamu jangan nanyak yang aneh aneh !kepalaku lagi pusing !"


Robi langsung menghadang tubuh ratu supaya tak masuk ke kamar jendra." Masuk ke kamar ku sekarang !" Pintanya

__ADS_1


" Buat apa?jangan gila kamu,sekarang aku istro jendra.!"


" Aku nggak peduli saat ini kamu istri siapa,yang jelas aku masih sangat cinta sama kamu.dan kita masing saling mencintai.hanya terhalang status saja kan.bisa nggak kalau kamu nggak berubah jadi dingin sama aku,dan kita masih tetap mesra seperti dulu lagi.?" Ujar Robi sambil menatap lekat manik mata ratu dengan memohon.


Ratu langsung membuang pandangannya,tak berani menatap mata robi meski hanya sejenak.


" Look at me !... lihat aku rat !" pinta Robi sambil menangkup wajah Ratu,sedangkan ratu tetap saja menghindar dan sedikit memberontak namun tenaga pria itu terlalu kuat


" Bi Aku...Lepas.!"


Tanpa pikir panjang,robi pun langsung menarik tengkuk ratu lalu mengulum lembut bibir wanita itu.


Kedua kelopak matanya membulat,dia pun menahan nafas lalu memejamkan matanya.dia langsung mematung saat robi menciumnya secara tiba tiba.dia tidak bisa membalas perlakuan mantan suaminya itu.rasa yang dulu begitu hangat.ceria dan penuh kebahagiaan.kini tak bisa lagi dia rasakan dari sentuhan robi.


Mungkinhkah hatinya kini sudah berubah dalam waktu sekejap saja?dia tidak ingin menghianati cintanya pada robi.lalu apa yang harus dia lakukan saat ini?otaknya benar benar sudah dibuat hampa oleh kedua kakak beradik ini.yang kini telah mengobrak abrik hati dan pikirannya.


Robi tersenyum sinis sambil terus melumati bibir ratu dengan sensual.sementara kedua matanya tertuju pada sosok jendra yang berdiri tak jauh dibelakang ratu.dia benar benar kesal karena jendra telah membawa ratu begitu lama.hingga wanita ini berubah menjadi dingin terhadapnya.dia hanya ingin memberi tahu jendra,jika wanita ini hanya akan tetap menjadi miliknya.dan adiknya itu harus tahu batasan sesuai kesepakatan pertama.


jendra yang berdiri dibelakan ratu kini tersenyum puas mendengar ucapan wanita itu.dia berdiri santai sambil mengedikan bahu saat mata robi menatap tajam kearahnya.


Ratu memutar tubuhnya ketika menyadari jika tatapaan robi bukan lagi tertuju ke wajahnya.dia langsung menangkap sosok jendra yang sudah berdiri dibelakangnya entah sejak kapan.


Jendra menghampiri ratu sambil tersenyum dan merangkulnya." Dia kini istriku Rob. jadi kamu yang harus tahu batasannya !"


Jerobi menatap tajam kearah Jendra,rahangnya mengeras dan tangannya mengepal kuat.dia tidak menyangka jika adiknya itu justru menghianatinya dan berusaha mengambil ratu seutuhnya.


Jendra melirik tangan robi yang mengepal kuat dan tersenyum sinis." nggak usah pakai kekerasan Rob! kita ini saudara.sudah biasa berbagi banyak hal.kamu sendiri yang memintaku menjadi suami ratu.maka dari itu biarkan aku menjalankan peranku dengan baik."

__ADS_1


Jerobi langsung menarik kerah baju jendra.lalu melayangkan kepalan diwajah jendra.


Jendra hanya menaikan sebelah alisnya,dan tersenyum santai melirik kepalan tangan Robi.yang sudah berada diujung hidung mancungnya.karena dia tahu kakaknya itu tidak akan sungguh sungguh melukainya.


" Bi, Jangan Lukai jendra !" Pinta Ratu sambil menarik lengan jerobi,agar pria itu tak melukai adiknya sendiri


" Kamu belain dia rat?jelas jelas dia sudah melanggar perjanjian kita?harusnya tugas dia cuma bikin kamu hamil.bukan nyenengin kamu sampai kamu lupa aku yang selalu nunggu kamu pulang.!" Sahut Robi dengan penuh berapi api


" Bi, kamu yang udah nyuruh aku untuk nikah sama pria lain !.terus sekarang kamu nyalahin keadaan ini?sekarang aku ini istri sahnya jendra.seharusnya kamu bisa sabar sampai kami punya anak dan bercerai.jangan bersikap kekanak kanakan seperti ini bi !"Seru Ratu


Robi manggut manggut mendengar ucapan ratu,dan perlahan mulai mengendurkan kepalan tangannya." kamu bilang aku yang kekanak kanakan?" ujar Robi tersenyum miring."tiga hari tiga malam aku tidak bisa tidur nyenyak karena mikirin kamu dan khawatirin kamu rat,kamu malah bilang aku kekanak kanakan?dimana rasa pedulimu ke aku.bahkan ngasih kabar pun enggak!." Sambung Robi


Ratu hanya bisa menghela napas kecil.dia benar benar tak habis pikir dengan sikap jerobi.sejak pria itu memintanya menikah dengan pria lain.sejak itu pula perasaannya pada pria itu mulai terkikis.


" Aku kecewa sama kamu rat,aku pikir kamu nggak akan tergoda sama adikku sendiri!


kenyataanya kamu malah milih bareng dia setiap hari dari pada sama aku.mana janjimu untuk tetap berada disampingku hah?!"ucap Robi,matanya memanas menatap wajah ratu


Tanpa sadar ratu langsung menitikan air mata mendengar suara robi yang begitu nyaring.dia pun sendiri tidak tahu apa yang harus dia lakukan.dia sendiri merasa menjadi badut di rumah keluarga mahardhika.dia suda menuruti permintaan Robi menikahi adiknya saja sudah membuat kepalanya pusing.tapi setelah dijalani...tetap saja dia disalahkan.


Tetap setia disisi jerobi adalah sebuah kesalahan.namun berpaling juga darinya juga tetap dirinyalah yang bersalah.otaknya benar benar kacau dibuat kerumitan keluarga ini.rasanya dia pingin pergi jauh.menghindari semua orang yang sudah membuat hatinya tak karuan.terutama jerobi sang suami tercinta yang menyuruhnya menikahi pria lain.


" Rob kamu jangan buat perasaan Ratu memburuk!,seharusnya kamu suport dia.supaya dia cepat hamil,dan hubungan kami berakhir."Pinta jendra,dia mendorong dada jerobi perlahan dan menarik Ratu masuk ke dalam kamarnya.


" Sial...!" Umpat robi sambil menendang dinding dihadapannya.dia benar benar tidak menyangka jika sang adik akan menusuknya dari belakang.dan membuat ratu semakin jauh darinya secara perlahan.


" Aku nggak akan biarin Ratu jatuh ditanganmu Bangsadt!...she is mine !"

__ADS_1


Bersambung


Happy ready


__ADS_2