Terpaksa Menikahi,Adik Ipar

Terpaksa Menikahi,Adik Ipar
Dua


__ADS_3

Matahari sudah mulai menyongsong suasana di pagi hari.tepat jam tujuh pagi semua keluarga besar mahardhika sudah berkumpul dimeja makan.seperti biasa suasana selalu ramai karena Jimmy Mahardhika mempunya tiga orang istri,yang tinggal dalam satu atap rumah.


Siska Mariana adalah istri pertama Jimmy Mahardhika sekaligus ibu kandung Jerobi,dia hanya memiliki satu orang putra saja setelah rahimnya diangkat,pasca melahirkan putra semata wayangnya.karena diduga mengalami komplikasi persalinan,saat melahirkan beliau mengalami pendarahan hebat,dan dokter menyarankan untuk segera melakukan Histerektomi atau pengangkatan rahim,karena jika kondisi ini tidak segera dilakukan maka akan mengancam jiwa pasien.


setelah rahimnya diangkat dia pun rela berbagi suami dengan dua wanita sekaligus dan tinggal satu atap.meski seperti itu dia tetap menyayangi istri istri jimmy seperti saudara nya sendiri.


Kemudian istri kedua Jimmy bernama Lestari Ambarwati.dia adalah ibu kandung dari jendrama mahardhika,dan adiknya Jerryko mahardhika.Jeryko atau biasa disapa Jerry itu masih duduk dibangku SMA.


Kemudian istri ketiga bernama Karina Anindita.wanita muda yang nyaris sama usianya dengan anak pertama jimmy,yaitu jerobi Mahardhika.dan baru dikaruniai seorang anak perempuan yang usianya baru 4 tahun.


Maka tak terlalu heran jika suasana dimeja makan keluarga mahardhika selalu ramai.karena setiap harinya memang seperti itu.


Bagi Ratu,suasana dikeluarga mahardhika sudah tidak asing lagi.karena dia sudah tujuh tahun menjadi menantu di keluarga mahardhika.Baginya seperti burung yang terkurung dalam istana yang terbilang cukup aneh dan gila.dan kini sepertinya dia juga sudah mulai gila karena sudahi menikahi adik sedarah Robi,yaitu Jendrama Mahardhika.


Statusnya menjadi menantu dikeluarga mahardhika pun tak berubah.hanya saja,statusnya menjadi seorang istri sudah bergeser.dari istri Jerobi Mahardhika,tiba tiba sudah berubah status menjadi istri Jendrama mahardhika.


" Sayang,udah jam tujuh aku antar kamu berangkat kerja ya." Ujar robi sambil bangkit dari kursinya setelah menyelesaikan sarapannya.semua orang nampak sedikit tercengang mendengar ucapan robi yang memanggil ratu dengan kata 'sayang'.tak terkecuali jendra yang terus menatap tajam robi.namun robi sepertinya lupa karena tiba tiba langsung saja merangkul pundak ratu seperti biasanya.


" Eh anu bi---" Ratu sedikit kaget saat robi merangkul pundaknya


" Mulai sekarang aku yang antar dia ke butik." sahut jendra,sambil menyambar lengan Ratu dan menahannya supaya tidak pergi bersama robi.


" Ck..." Robi berdecak kesal pada jendra." Heh kamu itu Nikah sama dia cuma sekedar status saja,bukan nikah beneran.!" sungutnya


" Pernikahan kami sah secara hukum agama dan negara,dan mulai saat ini dia istriku Rob!"


" Kau...."Pekik Robi sambil menunjuk kesal kearah jendra."Kau lupa perjanjian awal kita gimana hah?Kau jadi suami ratu cuma sampai dia berhasil melahirkan seorang anak!,setelah bayinya lahir maka aku akan kembali menjadi suaminya,dan kau harus menceraikannya,jadi kau jangan ngelunjak Jen.!"sambung Robi sambil menonyor pelan dada bidang milik Jendra.


Semua Orang disana masih bungkam melihat perseteruan dua bersaudara itu,termasuk sang papa jimmy yang masih belum juga angkat bicara melihat kedua putranya beradu argumen.karena keduanya memang saudara tertua dikeluarga itu dan sama sama memiliki sifat keras kepala.


" Selama kami belum bercerai,maka status kami masih suami istri.maka dari itu izinkan aku menjalani peranku sebagai suami,meski hanya dalam kurun waktu setahun saja." sahut jendra sambil melirik kearah Ratu yang hanya bisa menggigit bibir bawahnya saja.


" Kau ini!.....Huh.!" Robi menunjuk kesal ke wajah Jendra yang terlihat lebih tenang darinya.dia pun mengepalkan tangan lalu meninju angin,kemudian bergegas pergi meninggalkan ruang makan tersebut.

__ADS_1


Ratu akhirnya bisa sedikit bisa bernafas,sepeninggal Robi pergi,tadi dia sempat nyaris tak bisa bernapas selama beberapa detik dari perseteruan kakak beradik itu.sejak dulu,keluarga itu memang selalu dipenuhi dengan drama dan keributan.Namun baginya saat ini,kini dia jauh merasa lebih menyesakan karena dia menjadi sumber keributan itu.


" Jen,kenapa kamu tadi harus bikin kakakmu marah sih." Tanya mama tari sambil menatap wajah putranya." padahal udah tau juga watak kakaknya keras kepala gitu." sambungnya lagi


" Iya ni kamu jen,apa salahnya sih kakakmu antar ratu ke tempat kerja." Sahut mama siska." Biasanya juga begitu."


" Itu dulu saat Ratu masih sah jadi istrinya Robi.Sekarang dia istriku,jadi akulah yang lebih berhak dan punya hak penuh atas istriku sendiri.!" Sahut Jendra dengan pelan namun terdengar tegas.


Sontak saja membuat mama siska langsung bangkit dari kursinya,dan menatap tajam kearah Jendra." mama ingatkan kamu lagi ya,kamu menikahi Ratu hanya untuk memberikan keturunan,supaya keluarga kita ini nggak kemana mana,bukannya malah ingin menguasai dia.Karena pada akhirnya dia akan tetap menjadi istri Robi,Ingat itu.!" Seru mama siska dengan kesal sambil memukul meja makan yang ada didepannya.


" Mbak tolong jangan marahin jendra." pinta mama tari sambil menghampiri mama siska lalu merangkul pundaknya." tenang mbak tenang." sambungnya lagi


" bagaimana aku bisa tenang!,anakmu ini sudah mulai ngelunjak.harusnya nggak kayak gini kan!,kita semua sudah sepakat kalau jendra hanya akan memberikan keturunan saja pada Ratu."saut Mama siska dengan nafas memburu karena kesal.


" Ma,dengarkan aku dulu,mama jangan salah paham!,disini aku cuma menjalankan peranku sebagai seorang suami,karena kami terikat


pernikahan secara hukum.bukan nikah siri atau nikah main main.!" Sahut Jendra


" Ratu,apa tadi malam kamu udah kasih dia keenakan?sampai lupa sama janjinya di awal hah?" Tanya Mama siska sambil menggeram kesal ke arah Ratu.


Ratu pun menggelengkan kepalanya pelan,sambil terus menunduk.dan terus memainkan buku buku jarinya.


" Sudah ya,mending kalian sekarang berangkat pergi kerja saja,udah mau jam delapan nanti kamu juga bisa telat ngantornya jen.!" pinta mama tari menengahi perdebatan antara madunya dan putranya.Dia pun memberi isyarat supaya putranya segera pergi membawa Ratu dari hadapan mereka.


Jendra pun mengangguk paham,lalu menarik lengan ratu dan membawa wanita itu masuk kedalam mobilnya.dia pun tak menghiraukan Robi yang masih menatap kesal dibalik mobilnya.


Ratu pun terdiam dan menatap balik wajah Robi dibalik kaca mobil.biasanya dia akan duduk berada disamping pria itu saat akan bekerja.namum semuanya sudah berubah dan itu semua juga karena dorongan dari suami dan juga keluarga.


" Nggak usah dilihatin terus!"Pinta jendra sambil menyalakan mesin mobilnya membuyarkan lamunan ratu,dan setelah itu bergegas menjalankan mobilnya perlahan keluar dari halaman Rumah.


" Jen,kamu tau jelas kan kalau kami saling mencintai,dan hubungan kita ini.....----"


" Aku tau Rat,aku juga nggak buta!.aku tau semuanya.dari status kakak ipar lalu menjadi istri.aku pun juga sudah kenal kamu sebelumnya dan hubungan kalian,karena sangat mencintaimu,dia pun rela memberikan istrinya untuk orang lain,begitu kan maksudnya..." tutur jendra sambil tersenyum miring sambil tetap fokus menyetir.

__ADS_1


Ratu pun menghela nafas,dia tidak menampik ucapan jendra,karena memang benar adanya.dia pun sebenarnya kecewa pada Robi,namun rasa cinta dihatinya untuk robi mengalahkan semuanya.dia pun menyenderkan kepalanya ke kursi ,sambil memejamkan mata.lalu selang beberapa detik air matanya pun mulai turun membasahi pipinya dan mulai terisak dengan tangisannya.


" Kenapa suami dan keluargaku,memperlakukanku begitu kejam hanya untuk sebuah keturunan keluarga!..hiks hiks hiks..kenapa..."isaknya


" sudahlah semuanya sudah terjadi.menangis seharian pun juga tidak akan merubahan semuanya kan,lebih baik kita jalani saja peran kita sebagai suami istri,sampai kamu bisa melahirkan seorang anak." tutur jendra sambil tetap fokus mengemudi.


Ratu pun menganggukan kepalannya pelan,lalu membuang nafas kasar.benar kata jendra menangisi keadaan dan meratapinya tidak akan merubah semuanya.dia rela berkorban demi suami dan keluarga.dan semuanya sudah berlalu kini statusnya sudah berubah menjadi istri jendrama adik dari mantan suaminya sendiri.


Tak lama kemudian mobil jendra sudah terparkir dihalama butik tempat Ratu bekerja.


" Makasih ya." Ucap Ratu sambil melepas safety belt,sambil merapikan rambut panjangnya yang dia sanggul asal sehingga menampilkan leher putih jenjang miliknya.lalu memeriksa wajahnya dengan baik,sebelum akhirnya benar benar keluar dari mobil itu.


Jendra pun tersenyum samar,menatap wajah cantik ratu yang masih tetap terlihat begitu segar meski usai menangis tadi." Oh ya aku punya sesuatu untukmu." Ucapnya sambil mengeluarkan kartu dari saku jasnya lalu memberikannya ke tangan Ratu." Ambilah siapa tau kamu membutuhkan sesuatu."


" Eh..apa ini jen." Tanya Ratu sambil menatap kartu kredit yang ada ditangannya." kita menikah hanya sementara jen,jadi kamu nggak perlu kayak gini." dia langsung memberikan kartu pada jendra namun lelaki itu menahannya.


" Selamu kamu masih berstatus istriku,aku akan tetap menafkahimu sesuai ketentuan hukum agama dan negara yang berlaku.untuk itu ambillah!,karena aku tidak ingin melanggar sumpah pernikahanku sendiri." Pinta jendra tak bisa diganggu gugat.


Akhirnya Ratu pun pasrah lalu mengangguk dan tersenyum kecil." baiklah kalau kamu memaksa,maka aku akan menyimpannya,semoga saja aku tidak akan menggunakannya."Ratu pun menyimpan kartu itu kedalam tasnya,setelah itu dia pum segera bergegas keluar dari dalam mobil


" Apa seperti ini caramu berpamitan pada suami yang mengantarkanmu ke tempat kerja." tanya Jendra


Sesaat Ratu terdiam,dia pun kembali memasukan tubuhnya kedalam mobil lalu mengulurkannya kearah jendra."Aku pamit kerja dulu.!" Ujar ratu sambil menyalami pria itu lalu mengecup punggung tangan jendra.


Jendra pun tersenyum dia pun mengusap lembut rambut Ratu,lalu beralih mengecup kening wanita itu.membuat ratu sedikit tertegun."Hati hati kalau kerja!,kalau ada masalah jangan sungkan untuk berbagi denganku!, besok malam ada perjamuan bisnis,kamu temani aku."


Ratu pun mengangguk dan tersenyum,lalu segera bergegas keluar dari mobil tersebut.lalu kembali menutup pintu mobil dengan baik dan menunggu Jendra benar benar pergi dari sana.tak lama akhirnya mobil jendra pun pergi.dia pun kembali menghela nafasnya saat kini mulai menyadari perubahan hidupnya yang drastis hanya dalam waktu satu hari saja.


" Jika dia memperlakukanku dengan begitu baik,bisa bisa nanti aku jatuh cinta beneran sama dia." Gumammya sambil menggelengkan pikirannya." duh kamu mikir apa sih rat,kerja kerja kerja." Ujarnya yang menyadari pikirannya yang sudah mulai tak sejalan dengan otaknya.dia pun segera bergegas melangkah tak semangat memasuki butiknya.


TBC


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2