Terpaksa Menikahi,Adik Ipar

Terpaksa Menikahi,Adik Ipar
Delapan


__ADS_3

" Sore..Ma Pa." Sapa Ratu dan jendra ketika masuk kedalam rumah orang tuanya.mereka berdua bergantian menyalami Hari dan Alika mama papa Ratu.


" Ratu?Jendra." Alika tersenyum lebar melihat putri kesayangannya yang datang bersama suami barunya yang datang ke rumah." lhoh kalian bawa apa ini ?banyak banget.?" cerocos wanita berusia empat puluh dua tahun itu.


Jendra hanya tersenyum lalu mengambil kembali beberapa kantong belanjaan masih didepan pintu.dia pun langsung membawa barang belanjaan itu masuk menuju dapur.


" Tuh lihat suami barumu ini perhatian banget ya,padahal masih sodaraan sama robi,tapi sikapnya beuh jauh beda.Robi kalau kesini mana pernah bawain kayak gini.mentok paling cuma bawain bakso doang." Cerocos Mama Alika setengah berbisik di telinga Ratu


Ratu pun menghela nafas dalam dalam sambil memutar bola matanya. " Udeh deh ma nggak usah mulai banding bandingin Jendra sama Robi."


" Ya harus dibandingin lah supaya kamunya bisa sadar dan melek kalau Robi itu bukan suami yang baik, buat kamu.udah playboy kerjanya cuma santai santai doang,lompat sana lompat sini.jarang dirumah,dan nggak bisa ngasih keturunan lagi." Cerocos Alika yang sudah tidak bisa di rem lagi." bener kan pah.?" Sambungnya lagi mencari pembelaan pada suaminya yang juga perlahan menganggukan kepalanya meski sedikit canggung dan tak enak melihat wajah putri kesayangannya yang berubah muram


" Tuh kan papa kamu kali setuju dengan pendapat mama,kamunya aja sih yang ngeyel dibilangin nggak percaya."


" Ya tapi kan nggak harus banding bandingin jendra sama jerobi ma karena memang mereka beda !" Sahut Ratu yang sedikit kesal pada mamanya


" Beda apanya mereka sama sama Laki,lahir juga dari keluarga yang sama,ya memang sudah dari wataknya aja kalau Si robi mantan suami kamu itu tipe orang tidak setia,udah gitu mandul lagi.---"


" Ma ,ma udah kasihan anak kita nggak usah di pojokin terus." Ujar sang papa memperingati


" Iya nih mama ,bikin kesel aja." cetus ratu


" Udah udah,nggak enak nanti kalau didengar sama nak jendra." Tukas papa melerai perdebatan antara anak dan istrinya


" Sudah lah terserah." jawab Ratu pasrah percuma meladeni orang tuanya,terlebih mama pasti nggak akan ada ujungnya jika membahas tentang robi


" Dinasehatin kok malah ngeyel." Cetus mama Alika lalu tersenyum menatap jendra yang susah masuk ke dapur meletakan barang barang belanjaan.membuat Alika bergegas menyusul menantunya itu.


" Jendra,kamu bawa barang belanjaan segini banyaknya untuk apa.?" tanya mama Alika


" Untuk mama dan papa mertua tercinta." jawab jendra tersenyum manis sambil mengeluarkan barang belanjaan dari kantong plastik dan menyusun ke tempat disana yang sesuai dengan kebutuhan.


" Wah mama jadi terharu nih jen,lagian di rumah kan cuma mama sama papa aja kenapa mesti belanja banyak gini sih,siapa entar yang mau makan." sahut Alika


" Kalau diizinkan bolehkah kita menginao disini?sekalian nanti aku akan masakin special untuk mama,papa dan Ratu pastinya." Tanya jendra sambil terus mengulas senyum


" Tentu saja boleh dong,mama sama papa malah senang kalau kaliaj nginap sini.lagian kamu memangnya bisa masak.?"


Jendra pun hanya membalas dengan anggukan kepala." Tapi kenapa mama nggak begitu yakin ya jen."dia pun melirik jendra yang mulai sedang mengeluarkan daging dan sayuran dari kantong plastiknya.


" Ya sudah kalau begitu,izinkan saya untuk meyakinkan mama,kalau masakanku enak,mama harus mengizinkan kami menginap disini."


Alika manggut manggut." Meskipun nanti masakanmu tak enakpun mana mungkin aku melarang anak sendiri menginap disini,justru mama sama papa senang kalau mau menginap disini."


" Makasih ma." Ujar jendra sambil tersenyum


" mau mama bantu masaknya jen.?"


" nggak perlu ma,mama tinggal nyantai nyantai saja di depan sama papa dan ratu,sahut jendra


" beneran nih.?" tanya Alika dengan selidik


Jendra mengangguk pasti." Iya ma."


Alika pun tersenyum lalu menepuk pundak menantunya itu dengan bangga." Oke sukses ya ." Ujarnya lagi lalu melangkah pergi dari dapur dan menyusul ratu dan papanya didepan


" Tuh Lihat suamimu." Ujar Alika sedikit menarik lengan putrinya untuk mengintip menantunya yang sedang berkutat didapurnya." Ayo temani suamimu memasak didapur."


" Mama,udah deh ya please jangan sodor sodorin aku sama Jendra terus.aku menikah sama dia cuma mau dapetin keturunan.setelah itu kami akan bercerai.jadi nggak perlu ngelakuin banyak hal yang hanya bikin sia sia." Sahut Ratu menahan perasaan kesal dan dongkol.

__ADS_1


" Memang susah bilangin kepala batu." celetuk mama alika


" Ma -------" tegur Hari sang papa


Ratu menghela nafas ketika mengambil


ponselnya dari dalak tas,dan ternyata ponyelnya lowbat.


" Pinjek chargernya dong.semalem aku nggak sempat hubungin Robi.aku takut nanti dia khawatir."


" Robi terus robi." Gerutu sang mama lalu mengambil charger dan memberikannya pada Ratu." Memangnya kamu pergi kemana?kenapa gak pulang ke rumah?"


" Jendra ngajak aku semalem nginep dihotel mewah." jawab Ratu seketika air muka Mama alika berubah cerah


" Ya bagus dong kalau gitu." Ujar mama Alika dan langsung menyambar ponsel ratu yang sudah.mati." Udah nggak perlu kamu hubungin Robi.lebih baik kamu bersenang senang saja dengan suami barumu biar supaya kalian cepat cepat punya anak."


" Mama..dengar ya.anak aku nantinya akan jadi anak jerobi juga !,mama tau sendiri dari dulu sampai sekarang aku cintana sama Jerobi ma !" tegas ratu sambil berusaha mengambilnya dari tangan Alika


" Lalu gimana dengan besok.?" tanya Alika dengan senyum menggoda sambil menyembunyikan ponsel ratu dibalik punggungnya.


" maksud mama.?" tanya Ratu sambil mengeryitkan dahi.


" Jendra itu ganteng,gak kalah pokoknya sama si robi itu. meski usianya lebih muda dua tahun dari robi,tapi sikapnya jauh lebih dewasa dan bertanggung jawab,dia udah ajak kamu menginap di kamar hotel mewah,bahkan memberikan banyak barang belanjaan pada mama sebanyak ini,apa kamu terkesan sedikitpun sama pria itu.?"


Ratu kembali menghela nafasnya menatap sang mama." ingat ya ma,pernikahan kami hanya sementara.."


" Tapi mama berharapnya kamu bisa terus selamanya sama jendra,nggak usah balik ke Robi." sang mama tetap.keukeh pada pendirianya


" Mama..nggak usah banding bandingin Robi terus.!" Protes Ratu menahan kesal


" udah udah kenapa mesti berdebat lagi." tegur papa hari menegur anak istrinya lagi terlibat adu mulut membuatnya geleng geleng kepala.


Ratu mengangguk


" Berapa harganya.?" tanya Mama Alika dengan ke kepoanya


" Nggak tahu ma."


" Hah?Coba deh sini mama cek." Alika pun mengambil ponselnya dan memotret kalung yang dikenakan ratu menggunakan Google lens untuk mendeteksi merk dan harga kalung tersebut.


" Apa an sih ma,nggak etis tau kalau dapat hadiah lalu cek harganya." gerutu Ratu menahan kesal.


Mulut Alika menganga lebar melihat kalung yang tertera diponselnya." Wahh ini benar benar kalung berlian asli.harganya saja sampai Lima ratus juta." Cetus Alika dengan air muka yang berbinar binar." ternyata Jendra ini....jauh lebih kaya dari pada si jerobi..ckckckck..." sambungnya lagi dengan tertawa bahagia dan menggeleng gelem dengan rasa kagum


" Dasar mama mata duitan.!" Sembur Ratu menatap kesal pada Alika


" Ehh bukan gitu konsepnya.mama bukannya mata duitan ya,hanya saja mama merasa lega saja kamu berada di tangan pria yang tepat dan mampan,supaya kehidupanmu terjamin bahagia,nggak salah kan mama berpikiran seperti itu,iya kan pa.?" ujar mama sambil meminta persetujuan pada suaminya


Papa Hari mengangguk membuat Ratu tambah kesal." Kali ini papa setuju dengan pendapat mama."


" Tuh kan papa aja setuju." sahut Mama alika tersenyum penuh kemenangan


" ih papa kok gitu sih." )protes Ratun sedangkan sang mama terus dengan tawanya.


" Males ngomong sama mama sama papa,mending aku nemenin jendra masak aja didapur."


" Nah gitu dong kalau itu mama setuju.memulai hubungan yang lebih baik dimulai dapur.yang romantis ya...." Seru Alika sambil tersenyum membayangkan rumah tangga putri semata wayangnya hidup harmonis dengan menantu barunya.rasanya dia sudah tidak sabar pengen segera menimang cucu.


" Prett " Ratu menyodorkan pantatnya ke arah Alika.dan berlari menuju dapur.

__ADS_1


" Dasar anak nakal.udah tua juga nggak punya sopan santun." Umpat Alika dia dan Hari suaminya menggeleng gelengkan kepala.lalu saling memberi kode untuk keluar rumah supaya bisa memberikan ruang bagi ratu dan jendra untuk memberikan ruang.


" Mama ngeselin banget." gerutu Ratu sambil melamgkah perlahan menghampiri Jendra.


Jendre tersenyum." kenapa?berantem lagi sama mama kamu.?"


Ratu menggelengkan kepala." enggak sih cuma ribut ribut rindu aja."


" Ribut ribut rindu.?" jendra mengeryitkan dahi.


Ratu mengangguk." Mama itu rindu sama aku,makanya ngajak ribut.bukannya anak mama begitu.?"


" Oh...I see...Isee.. " jendra memasukan ikan segar yang sudah beri bumbu lalu memasukannya ke dalam wajah berisi minyak panas


" Mau aku bantuin masak nggak.?" tanya ratu


Jendra menggeleng." nggak perlu aku bisa masak sendiri..aw..." Pekik Jendra saat kecipratan minyak panas,dia menatap kemejanya sendiri yang tadi kecipratan minyak.


" Jen.are you okay." tanya Ratu dengan wajah panik lalu buru buru memeriksa tubuh jendra.


" Nggak apa apa kok,cuma mengotorori kemeja saja."


" Terus kenapa nggak pakai apron sih.?"


" Aku nggak tahu apro dimana.lagian aku juga nggak sempat ngambilnya karena tanganku sudah kotor semua." jawab jendra sambil tersenyum kecil


" Huh,dasar kamu ini ya." ratu langsung membuka lemari pantry dan mengeluarkan apron dari dalam,sementara jendra sudah beralih membuat adonan makanan lain,sambil menunggu matang ikan yang sudah digoreng.


" Pakai apron dulu,setelah selesai masak nanti aku cucikan kemejamu." Pinta ratu


Jendra menatap kedua tangannya yang kotor. " pakaikan dong." pintanya membuat ratu menghela nafas dia langsung mengalungkan tangannya ke leher jendra.


jendra tersenyum sambil menatap wajah cantik Ratu yang kini sudah berada didepannya.dia menghirup udara perlahan saat kedua tangan ratu melingkar dipinggangnya untuk mengikat tali apron tersebut. aroma rambut Ratu yang wangi benar benar menggoda dirinya,hingga membuatnya ingin mengecup pipi Ratu yang sangat lembut itu.


" Udah selesai,silahkan lanjutin lagi masaknya." Ujar Ratu sambil mengangkat kepala menatap jendra.membuat dirinya tiba tibq terpaku saat menyadari jika jarak diantara mereka tak lebih dari lima sentimeter dari jarak hidung jendra yang bangir.


Jendra pun ikut tertegun saat menatap manit mata Ratu.pantulan bayangan dirinya bisa terlihat jelas dibola mata wanita itu .jantungnya kini mulai berdenyut tak beraturan,aliran darahnya pun seakan mengalir deras.tanpa dia sadari bibirnya perlahan sudah mendekat kearah bibir milik Ratu.


Bodohnya Ratu malam memejamkan mata, dan memiringkan wajahnya saat jendra menyentuh bibirnya.dia pun mengangkat tumitnya bersamaan dengan gerakan tangannya yang sudah melingkar di leher jendra.


Namun bukannya menghindar dia malah,membalas mengulum bibir jendra. dan membuat napasnya tak terkendali.saat seluruh tubuhnya ikut menegang.minta diperlakukan lebih dari ciuaman belaka.


Tiba tiba saja jendra mengendus tubuh Ratu berubah aroma menjadi bau bakaran dan membuat hidungnya tidak nyaman.dia buru buru melepas tautan bibirnya dan menoleh kearah wajan yang memanas.


" GOSONG " Pekik jendra dan langsung mematikan kompornya


Sementara ratu membalikan tubuhnya menahan rona merah diwajahnya karena malu.


" Rat,aku lanjut masak dulu ya! kita lanjut nanti malam saja." pinta jendra.


Ratu mengangguk canggung sambil menggigit bibir bawahnya." A aku ke kamar sa saja ka kalau gi gitu,da dari pada mengacaukan masakanmu." ujar Ratu setengah gugup.dia pun langsung berlari masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan yang carut cemarut tak karuan.


" Oh...God..What's wrong with me? kenapa dengan jantungku." batin ratu sambil menyandarkan punggungnya ke pintu kamar yang sudah tertutup.dia memegangi dadanya dengan napasnya yang tersengal.adegan didapur tadi benar benar membuat pikirannya kacau.


" Ratu....sadar kamu rat.dia itu cuma suami sementara.harusnya kamu nggak boleh melakukan itu...tapi." Dia menyentuh bibir bawahnya sendiri." dia benar benar manis dan bikin nyaman.gimana caranya aku menolaknya....Oh Tuhan Helpme..." Jeritnya dalam hati antara senang atau harus bersikap seperti apa.


-Bersambung-


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2