Terpaksa Menikahi,Adik Ipar

Terpaksa Menikahi,Adik Ipar
Lima belas


__ADS_3

" Rat,kamu belum hamil juga.?" tanya robi sambil menatap wajah ratu,sementara dia berbaring dan meletakan kepalanya diatas pangkuan wanita itu


" Aku belum test lagi sih,doain aja bulan ini aku nggak datang bulan." Ujar ratu


" Amin !. aku udah nggak sabar buat jadi ayah dari anakmu.eh bentar deh si jendra itu nggak mandul juga kayak aku kan.?" tanyanya lagi


" Nggaklah kan kita udah test bareng sebelum merit."


" Huh!.kamu tiap malem pasti main sama dia ya...?" Dengus robi


" Iihh..nggak segitunya kali." ujar ratu dengan wajah yang memanas.


" Halah..kita itu udah nikah selama lima tahun,emang betah kamu nggak main gituan?" sahut Robi sambil tersenyum kecut


" Seharusnya aku yang tanya ke kamu soal begituan.kamu sendiri nggak jajan sembarangan diluar sana kan.?" tanya ratu setengah menggerutu


" Nggak lah sayang.aku sekarang udah tobat,dan setia untukmu." jawab robi tersenyum manis sambil mengusap lembut pipi milik ratu


Ratu menghela napas kasar." Aku sadar aku nggak bisa memikirkan kepentingan diriku sendiri bi,kita sama sama dewasa dan kebutuhan biologismu juga harus dipenuhi.kalau kamu nggak bisa nahan,mending lebih baik kamu menikah saja untuk sementara.aku yakin satu tahun ini pasti ada wanita yang mau menikah denganmu,asal kamu beri nafkah cukup." tutur ratu


" Aku nggak mau rat,kamu nikah sama adikku saja,kepalaku pusing mikirin itu.kalau aku nikah lagi pasti hubungan kita akan semakin rumit.terus kalau aku sampai jatuh cinta ke wanita itu gimana?" tanya robi


" Ya mungkin saja jodoh kita hanya sampai disini bi." ujar Ratu dengan sorot matanya lurus ke depan.


" Kenapa kamu enteng sekali ngomong kayak gitu.?" tanya robi sambil menatap wajah ratu yang berada diatasnya.


Ratu mendesah pelan." Jodoh itu misteri rob.ada orang yang diciptakan tak punya pasangan seumur hidupnya.ada yang diciptakan banyak pasangan dihidupnya.Tuhan tidak menciptakan satu wanita untuk satu pria.begitu juga sebliknya.apa yang sudah terjadi dikehidupan kita sudah menjadi bagian dari rencana Tuhan."


Jerobi terdiam mendengar ucapan Ratu,kemudian dia mengangkat kepalanya dari pangkuan Ratu.dan duduk disamping wanita itu." Ada benernya juga apa yang kamu bilang,jodoh itu kan maknanya luas bukan sekedar pernikahan.bertemu dengan oramg baru pun sudah disebut jodoh."


Ratu mengangguk sambil tersenyum." jadi mana yang lebih baik,jodoh atau cinta sejati.?"


" Cinta sejati dong,jodoh kan masih ada jodoh kedua,ketiga dan seterusnya.tapi kalau yang namanya cinta sejati akan dibawa sampek mati.!" Sahut Robi dengan mantap.


Ratu pun mengangguk anggukan kepalanya." Jadi kita ini apa?"

__ADS_1


Robi diam sejenak.kemudian menghela napas kasar."Rumit."


Ratu tertawa kecil.bukan tawa bahagia melainkan tawa kesedihan menghadapi jalan hidup yang begitu rumit.andai dia boleh memilih ia ingin dilahirkan menjadi manusia ysng memiliki kebahagiaan utuh.punya cinta yang tak tergantikan,serta hidup dalam keluarga yang harmonis.


 


Usai makan malam bersama jendra.ratu melakukan test kehamilan kembali,untuk memastikan usahanya sudah berhasil atau belum.dia sengaja menggunakan banyak testpeck dari yang paling murah hingga yang paling mahal.dan hasilnya masih tetap sama,hasilnya masih saja zonk.garis satu.


Ratu melangkah keluar dari kamar mandi dengan tak bersemangat.lalu melemparkan testpack ditangannya keatas ranjang hingga berserakan begitu saja.dia duduk lemas disisi ranjang.ini sudah menginjak bulan ke dua dari pernikahannya tapib masih belum juga hamil.


" Gimana ini,kontrak pernikahanku sama jendra,akan semakin panjang jika aku belum juga hamil.gimana ini arggggh...!"


" Kenapa Ratu.?" tanya jendra yang langsung menerobos masuk ke dalam kamar,saat mendengar jeritan ratu dari dalam kamar,pandangannya teralihkan pada ranjang tempat tidur dan disana sudah ada banyak testpeck yang berserakan.


Jendra meraih tespeck tersebut dan memeriksa satu persatu.dia ikut mendesah kecewa saat mengetahui alat test kehamilan itu masih menunjukan tanda negative.


" Jen,kenapa sampai sekarang aku belun juga hamil.?"Seru Ratu sambil mendesah kecewa." Kamu nggak mandul juga kayak jerobi kan?" tanya Ratu


" Enggak rat,kan sebelumnya kita sudah periksa kedokter dan semuanya normal,apa kita perlu ke dokter lagi.?" tanya jendra


jendra menatap pilu keaeah ratu." kenapa bisa bicara seperti hemm.?" tanya jendra dengan lembut


" Apa aja yang semua aku lakukan semuanya salah,bahkan sepertinya bernapas pun juga salah." jawab ratu sambil menitikan air mata.dan menundukan wajahnya disela sela isak tangisnya.


" Rat,sudah jangan nangis." pinta jendra sambil berusaha membuka telapak tangan ratu." Keadaan ini semuanya bukan salah kamu."


Ratu menghela napas dalam dalam.dan mengusap cairan yang keluar dari mata dan hidungnya." kamu mau hibur aku doang.?"


jendra mengangguk." Aku paling nggak bisa melihat perempuan menangis,apalagi kamu istriku,kalau kamu sedih sebisa mungkin aku akan berusaha menghiburmu."


" jujur banget jadi orang." seru ratu sambil menatap wajah jendra dengan mata berkaca kaca.


" Aku tidak punya alasan buat membohongimu rat,bagiku kamu terlalu baik dimataku.aku nggak tega lihat kamu seperti ini sekarang.kamu maunya aku ngelakuin apa supaya bisa membuatmu bahagia setiap hari?" tanyw jendra dengan tersenyum lembut pada ratu


" Sekarang..em aku mau mati aja.!"

__ADS_1


Jendra menghela napas panjang." jangan berpikiran picik seperti itu rat,aku percaya kalau kamu itu wanita kuat.kalau kamu butuh sandaran.aku siao jadi sandaran abadi untukmu."


" Jen,kamu bisa nggak berhenti bermulut manis,dihadapanku.aku capek denger kamu kayak gini terus,aku ngerasa bersalah sama Robi,sama kamu.sama keluarga dan semuanya."seru ratu lalu kembali menitikan air matanya


" Lalu aku harus bagaimana?apa aku harua bermulut pedas supaya kamu tidak bersedih lagi.?" tanya jedra.


Ratu mengangguk." seperti itu lebih baik jen!.kamu nggak perlu bersikap manis ke aku.nggak perlu peduliin aku.nggak perlu bikin aku baper.dan jatuh cinta sama kamu."


" Tapi Rat,aku sudah jatuh cinta sama kamu,aku harus gimana.?"


Deg


Ratu terdiam dengan mata membulat sempurna. Ka kamu tadi bi bilang Apa?" tanya ratu dengan terbata bata


" Aku sudah jatuh cinta sama kamu rat,dan aku tidak bisa memperlakukanmu dengan buruk,seperti apa yang kamu inginkan.aku juga nggak mau ini semua terjadi.tapi Argghh." jendra menarik rambutnya sendiri dan terus memukukl mukul kepalanya.


perasaanya kini tak karuan.bagaimana bisa dia mencintai wanita yang harusnya menjadi istri kakaknya.


Ratu terdiam,lalu segera berdiri dan menghampiri jendra.yang sedang mengutuk dirinya sendiri sambil terus memukul kepalanya." Stop jen!, Stop kataku.!" pintanya sambil menarik lengan jendra.


jendra langsung menghentikan gerakan tangannya dan menoleh kearah ratu yang berdiri dibelakangnya.


Ratu langsung terisak dan memeluk tubuh jendra dari belakang." Akulah sumber kekacauan rasa sakit ini jen,aku memang sakit tapi aku lebih sakit lagi melihat orang lain sakit karenaku.hati manusia memang bisa berubah dan aku pun tak bisa melarangmu jatuh cinta ke aku.dan...begitu juga sebaliknya..." bisik ratu lirih disela sela isak tangisnya kembali.


jendra memijat pangkal hidungnya sambil memejamkan mata.menahan rasa perih dimatanya." Sejak kamu jadi istri kakakku,aku sudah mengagumi sosokmu,saat pertama kali kamu masuk dikeluarga mahardhika.aku juga nggak nyangka jika akhirnya aku bisa menjadi bagian dari kehidupanmu.sejak pertama bertemu.kamu adalah wanita impianku yang harus ku kubur dalam dalam dari khayalanku,karena Kamu milik Jerobi."


Ratu terus sesenggukan sambil memeluk jendra."saat ini Ku nggak tau harus berbuat apa jen.hari hariku dipenuhi rasa bersalah.aku diliputi rasa bersalah pada robi ketika kita hanya sedang berduaan dan menjalani banyak hal indah dan kemesraan.namun aku juga merasa bersalah padamu,ketika robi menghampiriku terus bermanja manja seperti dulu.sekarang ini aku apa.?"


Jendra memutar kepalanya.dan mengusap lembut air mats mata wanita itu."Kamu istriku Rat,meski hanya sementara.aku akan bertanggung jawab dan membuatmu bahagia.juga melindungimu dari hal hal yang menyakitimu.meski aku sudah melanggar perjanjian dan berakhir mencintaimu.aku tidak akan melanggar perjanjian saat tiba waktu melepaskanmu.asal kamu bahagia dengan robi.aku akan iklas melepasmu."


Ratu tediam dan menatap lekat wajah jendra.saat ini hatinya terombang ambing.diantara dua cinta yang tak bisa dia tegaskan.namun sejak robi menyuruhnya dengan pria lain.cintanya ikut terdorong keluar dari hati pria itu .sehingga membuatnya tak bisa memastikan apakah hatinya masih mencintai robi atau hanya rasa kasihan saja.


bersambung


happy reading

__ADS_1


__ADS_2