Terpaksa Menikahi,Adik Ipar

Terpaksa Menikahi,Adik Ipar
Lima


__ADS_3

" Jen ! kita mau kemana.? " tanya Ratu setelah acara perjamuan selesai. namun jendra malah membawanya naik ke lantai hotel bintang lima tempat perjamuan bisnis itu diadakan.


Jendra hanya tersenyum, lalu mengeluarkan kartu dari dalam saku jas, begitu dia sudah sampai dinomor kamar ysng sempat dia pesan sebelumnya. dia memindai kartu tersebut,lalu membuka pintu. " Ayo masuk. "


" Kita mau nginap disini.? " tanya Ratu sambil menggigit bibir bawahnya.


Jendra pun tersenyum lalu melangkah masuk ke dalam kamar tersebut, sedangkam Ratu mengekorinya dari belakang.


" Aku tadi habis minum alkohol! jadi nggak konsen kalau nyetir. kita istirahat dulu ya disini." ucap jendra,dia pun langsung membuka jas miliknya,lalu melemparkannya begitu saja di atas sofa.lalu bergerak ke sudut ruangan,sambil melonggarkan dasi dan meraih remote yang menempel di sudut ruangan,lalu menekan remote tersebut maka tirai ruangan tersebut terbuka mulai perlahan.


" Woah...kamu pesan glass room semewah ini jen.!" Ratu pun langsung berlari ke arah jendela,dan menikmati indahnya malam hari dikota surabaya dari ketinggian.


Jendra tersenyum melirik ke arah Ratu,dan melepas kancing lengan kemejanya." Gimana,Suka?"


Ratu pun menoleh ke arah jendra,sambil manggut sambil terus tersenyum merekah.


Jendra menyisingkan lengan kemeja dan menyandarkan tubuhnya ke meja,dia lalu menuangkan 'wine ' ke dalam gelas yang sudah tersedia disana,sembari terus menatap ke arah Ratu." kamu bisa menikmati Malammu disini,kalau kamu menyukainya."


Ratu pun menoleh ke arah jendra." Tempat ini terlalu mahal jen,untuk apa harus menghabiskan uangmu?Mending lebih baik disimpan saja untuk masa depanmu." Celetuk Ratu


" Mahal kan untuk orang yang nggak punya uang." Sahut jendra dengan santai,sambil menikmati segelas 'wine' ditangannya.


" Memangnya uangmu banyak jen,?" tanya ratu sambil menyentuh kaca jendela sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh kota.


Jendra hanya tersenyum kecil,sambil menyesap 'wine ' ditangannya.


" Nggak banyak juga !.tapi kalau sekedar buat nyewa kamar ini selama setahun,masih juga lebih."


" Huh sombong !" dengus Ratu,sambil menoleh ke arah jendra.

__ADS_1


Jendra pun tertawa kecil." Bukannya sombong,Hanya ingin memberitahu dan menunjukan padamu kalau aku bisa memberikanmu jaminan hidup yang lebih baik dari apa yang Robi berikan untukmu."


" Maksudmu apa ngomong kayak gitu.?" Tanya Ratu sambil memicingkan Mata bulatnya.


" Nggak ada maksud lain selain hanya untuk membahagiakanmu.!" Jawab jendra sambil melangkah menghampiri Ratu,dan menyodorkan segelas 'wine' ke arah ratu.


" Kamu Lagi berusaha baperin aku jen.?" Tanya Ratu sambil menatap ke wajah jendra.


Jendra hanya tertawa kecil." Kenapa?Kamu takut baper.?" Ia menaikan Alis hitam lebatnya,memberi isyarat pada ratu untuk segera mengambil dari tangannya lalu meminumnya.


Ratu pun menghela nafas,lalu mengambil segelas 'wine' dari tangan jendra." nggak akan mempan buat baperin aku."


" Oh ya..." Jendra langsung memutar tubuh ratu untuk kembali menghadap kearah jendela." baguslah kalau begitu,aku harap kamu juga nggak baper sama aku,aku hanya ingin bertanggung jawab dan bisa memenuhi janjiku pada Robi untuk membahagiakanmu,itu saja." ujar jendra sambip menenggak habis segelas 'wine' ditangannya.lalu meletakan Gelas itu ditepi jendela dan memeluk tubuh Ratu dari belakang,membuat wanita kelimpungan.


" Jen,..kamu...!" Suara Ratu terdengar gugup,perasaannya menjadi tidak karuan,saat jendra memeluk mesra tubuhnya,kemudian mengendus leher jenjang putih belakangnya.


" Ya Tuhan...Aku ini perempuan normal,kenapa jendra semakin lama memperlakukan aku begitu manis,bukankah kita menikah hanya untuk mendapatkan keturunan,bisa bisa semakin lama pria ini akan mengikatku jika aku semakin menuruti alur yang dia inginkan. " Batin Ratu di sela kewarasannya.


" Kamu benar jen,kita harus segera mendapatkan keturunan,supaya hubungan kita tidak berjalan terlalu lama." Lirih Ratu lalu menenggak 'wine' yang ads digenggamanya.menghabiskannya hanya tiga tegukan lalu meletakan gelas itu ke tepi jendela.


Dengan Cepat Ratu sudah mengalungkan lenganya ke leher Jendra,lalu menyambar bibir pria bertubuh tegap itu dengan buas.


Jendra terlihat menyunggingkan bibirnya,dan tersenyum puas.kedua tangannya langsung masuk ke dalam gaun milik ratu dan menanggalkannya dalam waktu singkat.dia menjatuhkan tubuh ratu ke kasur lalu mengukungnya dan mulai bermain main dengan tubuh istrinya itu.


" Apa yang kamu sukai dari jerobi.?" Bisik Jendra sambil menanggalkan pakaiannya sendiri dengan tidak sabar.


" Semuanya jen." Sahut lirih Ratu dengan napas tersengal karena sudah mulai dikuasai gairah meski hanya dengan beberapa sentuhan yang diberikan oleh jendra.


Jendra tersenyum,lalu menangkup wajah Ratu." Kamu tahu,kamarku dan kamar Robi bersebelahan,setiap kalian menginap di rumah keluarga mahardika,aku sering mendengar ******* erotismu ratu,bisakah kamu memberikannya untukku malam ini.?"tanyanya

__ADS_1


Ratu menatap lekat mata jendra yang sudah diselimuti gairah napsu,pria itu sudah tak mengenakan sehelai kain ditubuh atletisnya.sama seperti dirinya.dan hanya dalam beberapa detik tubuh mereka sudah siap untuk penyatuan.


" Jen tapi kamu tahu kalau hubungan kita hanya sebatas pernikahan kontrak.apa kamu tidak bisa menahan untuk meminta lebih dariku.?"


Jendra menggelengkan kepalanya.sepertinya Alkohol yang dia nikmati mulai menguasai pikirannya sehingga dia menginginkan hal lebih yang bisa dilakukan ratu untuk memuaskam hasratnya." Do it for me.." Pintanya lirih sambil mencengkram rahang ratu.


Ratu tertegun saat menatap wajah jendra yang berada diatas wajahnya."Tapi aku nggak bis----" Ucapnya terhenti saat jendra menyambar dan mengulum bibirnya dengan lembut.menghiisapnya begitu dalak hingga membuat dadanya ikut terangkat.


" Mmmmhhh..jen.." Ratu berusaha mendorong tubuh jendra dari atas tubuhnya saat perasaannya mulai tak terkendali oleh permainan jendra,namun sebisa mungkin dia tetap menjaga kewarasannya.


Sedangkan jendra sudah tak ingin berkompromi lagi untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.Ratu yang memberontak membuat gairahnya semakin memuncak lebih cepat.dia langsung menekan pergelangan tangan ratu ke atas kasur.dan langsung memasukan bagian inti tubuhnya kedalam inti milik Ratu.


" Arghhhh....Jendra...!" Pekik Ratu dengan jeritan suara yang terdengar erotis ditelinga Jendra saat dia mengajaknya bermain sedikit kasar.Pria dihadapannya semakin terlihat bergairah saat dia mulai mengularkan erangan suara erotisnya.namun semakin lama suara teriakan kesal Ratu malah berubah menjadi teriakan suara erotis,yang akhirnya membuat mereka melewati permainan lebih dari


" Jen, You're Crazy...." Ratu mulai mengatur napasnya yang tersengal sengal usai permainan yang mereka ciptakan


Jendra puas menatap Wajah ratu yang terbaring lemas disisinya." You're Good Ratuku.."


Ratu pun Menberengut kesal,lalu kemudian dia membenamkan kepalanya ke kasur.dia merasa sudah mulai gila karena meladeni permainan Jendra dan malah ikut menikmatinya.pikirannya tertuju pada Robi yang sudah memberikan kepercayaannya untuk tak melakukan hal lebih selain hanya untuk mendapatkan keturunan.seharusnya dia bermain hanya cukup sekali saja.ini malah sebaliknya,jendra sudah membuatnya tidak berdaya sehingga lupa akan janjinya pada Jerobi.


" Bi...maafkan aku.." Lirih Ratu dalak hati sambil melirik tubuh polos jendra yang berbaring di sampingnya.


Jendra tersenyum sambil menatap wajahnya." Kenapa?kamu nyesel karena sudah memilihku sebagai suami pengganti Jerobi.?" tanya jendra


Ratu menggeleng." Bukan aku ya memilihmu,tapi Robi."


Jendra manggut manggut." benar juga katamu,aku harap suatu saat dia tidak akan pernah menyesali keputusannya.karena kamu terlalu nikmat untuk disia siakan,Ratu."


Ratu Mengerutkan dahi dan tak menanggapi jendra.Dia pun buru buru bangkit dari kasur dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.lalu mengunci pintu dan memasukan tubuhnya ke dalam Bathtub" Oh Tuhan..kenapa hidupku jadi kayak gini.."Gumam Ratu sambil kepalanya ke dalam Air Bathtub yang sudah mulai penuh.

__ADS_1


Tbc


Happy reading


__ADS_2