
Setelah melewati perdebatan panjang dan alot.akhirnya ratu dan jendra di izinkan keluar dari rumah besar keluarga Mahardhika ini.meski dengan sangat berat hati,Jimmy mahardhika dan semua keluarganya harus melepas jendra untuk keluar dari rumah yang sudah menaunginya selama bertahun tahun ini.dan tentu saja mereka bisa keluar dari rumah ini bukan tanpa syarat.
Setelah mereka berpamitan dengan keluarga mahardhika,jendra dan ratu pun sudah masuk kedalam mobil alpard berwarna putih,setelah itu Jendra pun melesatkan kendaraan mobil miliknya menuju tempat tujuan.
Disebuah kawasan perumahan elite,kini Mobil jendra sudah berhenti disana.Dia pun mengajak sang istri masuk kedalam rumah dua lantai tersebut.
" Jen,tadi kamu bilang rumahnya kecil saja,kenapa sebesar ini.?" tanya ratu saat berada didepan pintu utama rumah baru mereka
" Benarkah?apa ini besar.?" tanya jendra."tapi hanya ada satu kamar yang aku siapkan disini.satu kamar tidur,kamar mandi,dapur dan ruang tamu."sambungnya lagi
" Serius kamu.?!"
Jendra mengangguk sambil menyodorkan kunci rumah itu pada ratu." Its' yours."
Ratu terdiam sejenak sambil menaikan alisnya." tapi jen ini kan rumahmu bukah rumahku."ucapnya sambil menatap kunci yang disodorin jendra untuknya
Jendra tersenyum menatap wajah ratu." Tapi aku beli rumah ini atas namamu."
Kedua mata Ratu terbelalak mendengar ucapan ratu." Apa? aku nggak salah denger kan?"
Jendra menggeleng sambil tersenyum." Enggak kok,emang aku beli rumah ini atas namamu,kenapa?kamu terharu?awas nggak boleh baper.?" goda jendra
Ratu mengerutkan hidungnya lalu menyambar kunci dari tangan jendra." Huh nggak akanlah terharu apalagi baper,cuma rumah doang." Cetusnya yang sebenarnya sangat bertolak belakangan dari hatinya.
Jendra tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya ketika melihat Ratu mendekati pintu rumah tersebut.dia pun mengikuti langkah ratu dari belakang sambil membawa dua koper.
Ratu menghela napas sambil menatap pintu rumah tersebut.bagaimana dia bisa menerima barsng semahal ini jendra.bukankah pernikahan mereka hanya sementara?tapi kenapa jendra membelikannya rumah.
Ratu membalikan tubuhnya dan tiba tiba saja jendra sudah berada dibelakangnya.reflek dia memundurkan tubuhnya hingga tubuhnya menempel ke daun pintu rumah tersebut.
" Kenapa?"tanya jendra sambil menaikan kedua alisnya
" kamu beneran jen beli rumah ini atas namaku.?" tanya ratu dan jendra menganggukan kepalanya.
__ADS_1
" Rumah semahal ini?memangnya uangmu sangat banyak ya,sehingga hambur hamburin buat aku?kita itu nikah hanya sementara,jen.kamu nggak takut duitmu ku kuras habis.?"
Jendra tersenyum sambil meletakan telapak tangannya di daun pintu,tepat disisi wajah ratu.kemudian dia tersenyum manis menatap wanita itu." kuras saja uangku kalau kamu bisa."
"Oh..gitu..jadi kamu nantangi aku?Oke..kamu pikir aku nggak bisa nguras duitmu?Gampang.!" ucap Ratu tak kalah menantang.
Jendra tersenyum miring menatap wajah istrinya itu."Aku bakal kasih semua uangku,asal kamu mau melayaniku dengan baik juga memuaskanku!,giman hemm?" Ucapnya sambil menyolek dagu Ratu
" Kamu pikir aku perempuan apa'an !."sungutnya sambil menyebikan bibir tipisnya.
" Tentunya kamu My wife.dan itu sudah menjadi tugasmu sebagai seorang istri.dan aku akan berikan semua hal yang kamu mau.rumah ini harganya cuma delapan ratus jutaan.buatku sangat receh.aku bisa membelikan mansion seharga lima milyar kalau kamu mau..mmm ralat bukan lima milyar.karena kemarin aku ditawarin dengan harga sepuluh milyar.kamu mau?" ucap jendra sambil tersenyum
Ratu langsung menggelengkan kepala." Enggak perlu!,lagian buat apa beli rumah mahal mahal."
" Buat menunjukan ke mantan suamimu kalau hidupmu jauh lebih baik,setelah dia mencampakanmu." jawab jendra sambil terus tersenyum
" Dia nggak mencampakan aku ya." sahut ratu tak terima sambil mendelik dan menyodorkan wajahnya ke wajah jendra.
Jendra berulang kali menelan salivanya saat ujung hidung ratu hanya berjarak lima centi dari bibirnya.
Sedangkan jendra tersenyum miring sembari menggigit bibir bawahnya.dia sangat menyukai sikap ratu yang menurutnya ini menggemaskan.
Saat pintu rumah terbuka,ratu tertegun melihat ruang tamu yang di design sangat luas.dan tidak banyak furniture didalamnya." Ini ruang tamu apa futsal,kok nggak ada apa apanya sih." Gumamnya dalam hati.
Jendra ikut melangkah dan membawa koper mereka menuju anak tangga.
" Apa nggak ada kamar dilantai bawah?" tanya ratu.
Jendra menggelengkan kepala." rumah ini memang didesign untuk pasangan dua orang saja.dilantai bawah hanya ada dapur,ruang
makan dan ruang tamu.aku memang sengaja tidak membuat kamar diruang tamu,supaya lebih kelihatan luas dan leluasa jika kamu ingin mengadakan party bersama teman temanmu." ucap jendra.
Ratu mengangkat kedua alisnya sambil mengikuti langkah jendra."ternyata kamu cukup pandai untuk memikirkan cara bersenang senang." celetuknya.
__ADS_1
Jendra tersenyum kecil sambil meletakan dua koper tepat didepan pintu kamarnya.sedangkan ratu kembali mengedarkan pandangannya.
"lantai seluas ini,beneran cuma ada kamar satu?kalau memang ingin bebas berduan kenapa gak beli rumah satu lantai saja,atau bi rumah sepetak sekalian biar tidur nggak ada jarak."
Jendra tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.lalu memasukan koper kedalam koper setelah pintu kamar terbuka."lantai dua ini privasi.tamu nggak akan bisa bebas naik naik kesini kalau cuma ada satu kamar tidur saja.kalau kamu mau kamu bisa menambahkan apa yang kamu inginkan,karena ini rumahmu.!"
Ratu mengangguk anggukan kepalanya." jadi kamu biarin ruangan ini kosong,supaya aku bisa menambahkan sesuka hatiku?"
Jendra mengangguk dan membaringkan tubuhnya ke ranjang kingsize.setelah ia tadi bersusah payah menaikan dua kopet besar milik mereka
" Kalau kita bercerai dan aku kembali menikah dengan jerobi,apa rumah ini akan tetap jadi rumahku.?" tanya ratu dengan tatapan menyelidik.
jendra mengangguk." tentu! kalau kamu masih menginginkannya,gunakanlah.karena aku tidak akan mengambil kembali apa yang sudah ku berikan untukmu."
Ratu melangkah perlahan sambil menghampiri jendra dan duduk sisi pria itu."kita ini hanya menjadi pasangan suami istri sementara jen,kenapa kamu bersikap seperti ini?apa kamu sengaja ingin membuatku terikat?"
Jendra langsung menoleh kearah ratu dan tertawa kecil." kenapa memangnya?kamu udah mulai baper hmm?katanya kamu nggak bakalan gampang tergoda sama aku?"
Terlihat ratu menggigit bibir bawahnya.sebagai wanita normal,hatinya pasti tersentuh.jika diperlakukan seistimewa seperti ini oleh seorang pria.jika terus terusan seperti ini bisa bisa dia jatuh cinta beneran sama jendra." Ya Tuhan..kenapa jadi begini." batinya dalam hati sambil menatap lekat lekat wajah jendra.
Jendra tersenyum manis menatap wajah ratu."aku hanya ingin membuat suasana hatimu membaik supaya kamu cepat hamil.aku memang punya uang lebih,kamu nggak perlu canggung!bersikaplah seperti biasa,sama seperti saat kamu masih menjadi istri Robi.dulu kamu sering menyapaku dengan ceria.dan meminta tolong banyak hal sama aku.kenapa sekarang canggung seperti ini?"
" Gimana nggak canggung kalau sekarang tiba tiba jadi suamiku,jen.meski kita memang sudah terbiasa tinggal satu rumah.tapi...?"
Jendra langsung menarik ratu kedalam pelukannya."kamu nggak perlu canggung,karena sekarang sudah jadi suamimu.anggap saja aku adalah robi,dan kamu bisa bebas melakukan apapun dihadapanku."lirih jendra sambil mengecup ujung kepala ratu dengan lembut.
Ratu menghela napas." mana bisa begitu,melakukannya tak semudah bicara,jen." dia menjatuhkan kepalanya didada jendra."andai saja robi tak memintaku menikah dengan orang lain.aku pasti lebih bahagia dan hubungan kita tidak akan serumit ini,jen."
" Buatku nggak rumit juga,sederhanakan saja dengan cara menikmatinya dan bersenang senang."sahut jendra sambil menatap langit langit kamarnya.sementara,tangannya sudah melinggar dipunggung Ratu.memeluk wanita itu dengan penuh kesadaran.
" Betul katamu,memang tidak ada pilihan lain saat ini selain menikmatinya."lirih ratu sambil memutar kepalnya menatap jendra
Dan seketika wajah mereka saling bertemu.dan terlarut dalam romansa ranjang yang saling menghangatkan satu sama lain.membuat hati mereka semakin terperosok semakin dalam.ke tempat yang tidak semestinya.
__ADS_1
Bersambung
Happy reading