
" Sore ma.." Sapa jendra dan Ratu begitu mereka masuk ke dalam rumah keluarga mahardhika.
" Sore sayang...gimana kabar kamu? Siska langsung menyambut ratu dengan hangat." udah seminggu lhoh kita nggak ketemu,pasti kalau nggak ada arisan keluarga kamu tidak akan kesini kan.?"
Ratu tersenyum menanggapi pertanyaan Siska." iih mama kenapa ngomong kayak gitu...Ratu pasti kesini kalau libur kerja mah."
Siska tersenyum sambil menatap wajah ratu." ayo duduk."
Ratu mengangguk.dia juga menghampiri lestari yang juga duduk disana lalu menyalaminya." Sore..ma.gimana kabar mama? baik kan.?" sapanya
" Baik baik.gimana hubungan kalian setelah nempatin rumah baru?nggak berantem kan?" tanya Lestari
" Paling juga berantemnya di ranjang." Goda Karina.
" Mama Karin bisa aja.." sahut Jendra sambil tertawa kecil." Syilla mana mah?" tanyanya.
" Lagi di supermarket beli es cream sama papa Jimmy." jawab karina
" Oh.kalau Robi mana?" tanyanya lagi
" Ada dikamarnya." sahut mama siska.
Jendra mengangguk anggukan kepalanya,lalu berjongkok dihadapan Lestari."aku punya hadiah untuk mama." ucap jendra lalu menyodorkn paper bag kecil ke hadapan mamanya.
" Wah..makasih ya nak,udah repot repot belikan mama hadiah." ujar lestari dengan mata berbinar
" Nggak pernah ada kata repot untuk mama,semoga mama suka dengan hadiahnya." sahut jendra sambil tersenyum manis.
" Mama akan selalu suka dengan hadiah pemberianmu nak." ujar lestari
" Terus hadiah buat mama siska mana?cuma mama tari nih yang dikasih?" sahut siska
Jendra tertawa kecil .ia langsung membagikan satu persatu paper bag pada tiga wanita yang menjadi mamanya itu.papanya memang berpoligami dan tiga orang istrinya itu hidup berdamai dalam satu rumah.tidak perlu dibayangkan betapa rumitnya kehidupan rumah tangga ini.asal semuanya duduk berdamai dan saling support maka semuanya akan berjalan dengan baik dan lancar.
" Hmmm....jendra lagi bagi bagi rezeki nih.pasti habis dapat proyek baru ya..." Goda Karina." sering sering kasih hadiah untuk kami ya.." sambungnya lagi
Jendra tersenyum dan mengangguk anggukan kepala." Doain saja bisnisku selalu lancar ma."
" Amin.." Jawab ketiga istri jimmy itu dengan kompak.
Ratu ikut tersenyum melihat kebahagiaan para mama tersebut.jendra juga terlihat sangat menyayangi pada semua wanita yang menjadi istri ayahnya itu.meskipun hadiah yang diberikan ada yang sedikit berbeda namun mereka masing masinh tetap mendapatkannya.dan mereka semua juga terlihat nampak bahagia menerimanya.
Sedangkan Lestari hanya tersenyum dan tidak membuka hadiahnya jika tidak didalam kamarnya.dia khawatir jika siska dan karin akan iri jika hadiah yang diberikan jendra tidak sama dengaj hadiah miliknya.
" oiya katanya kalian udah periksa kedokter?gimana hasilnya?ratu udaj hamil atau belum? mama udah nggak sabar nih pengen nimang cucu." Seru siska sambil menatap jendra dan ratu.
Terlihat jendra dan ratu saling bertukar pandang,sebelum akhirnya berkata."masih negatif ma." jawab Ratu dengan wajah lesu
" Lhoh,kalian ini sudah hampir dua bulan lhoh menikah,masa beluk hamil juga?udah periksa ke dokter belum.?" Sahut Siska
__ADS_1
" Sudah ma,kata dokter kondisi psikis ratu yang mempengaruhi kehamilannya." jawab jendra.
Mama siska menghela nafas,lalu menatap menantu kesayangannya itu dengan sendu." Kamu stres?stres kenapa?cerita dong sama mama,siapa tau mama bisa bantu."
Ratu tersenyum kecut sambil melirik jendra,mana mungkin dia mengatakan jika masalah yang membuatnya gila adalah kerumitam rumah tangga keluarga ini.
" Ma,Perempuan mana yang nggak stres kalau punya dua suami."sahut jendra
Siska langsung mendengkus kesal dan menyeringai menatap putra keduanya itu." Sembarangan kalau ngomong !.Seharusnya Ratu senang dong punya suami dan yang sangat sayang dan perhatian sama dia. iya kan..?" Cetus Siska lalu menatap ratu dengan senyum penuh bangga.
Sedangkan ratu memaksaka bibirnya untuk tersenyum lebar,sambil menganggukan kepalanya.
" Halah papamu aja juga bahagia punya tiga istri,Asal si Ratu berlaku adil saja,kan nggak masalah punya dua suami." sahut Karin
Ratu meringis menatap wajah mama karin.jika saja mentalnya nggak kuat,dia pasti sudah gila menghadapi keluarga yang absurd ini.
" Iya benar yang dikatakan mama karin,drupadi saja juga punya lima suami tapi nggak masalah tuh.terus kemarin mama juga pernah lihat ditelevisi kalau pegawai negeri sipil juga punya suami dua.mereka baik baik aja tuh,lah kan kalau memang suka dua duanya, ya nggak apa apa dinikahin dua duanya,daripada selingkuh,iya kan..?" Sahut Siska yang terdengar benar benar absurd ditelinga Ratu
" Iya juga ya,aku denger di afrika juga udah melegalkan poliandri,kalau kamu masih cinta sama jerobi,mending menikah saja disana.gimana?" Usul Mama karin sambil menatap wajah ratu yang sudah mulai mengucurkan keringat dingin.
"Eh ya nggak bisa begitu lah." Sahut Lestari yang mulai ikut buka suara." Status Ratu sekarang kan istri sahnya jendra,dia kalau mau nikah lagi ya harus izin dulu sama suaminya.baru bisa legal." imbuhnya lagi
" Heh! dengar ya,jendra sama ratu nikah itu untuk sementara,setelah mereka punya anak,jendra harus segera mencerakan ratu.dan robi bisa rujuk lagi sama istrinya.Lalu kenapa juga kamu dukung anakmu ini minta nikah secara sah,jangan jangan kalian ini sudah mengincar menantu kesayanganku ini sejak awal ya." Tanya Siska dengan tatapan menyelidik.
" Mbak siska jangan asal bicara ya.! kan kalian sendiri yang ngemiis ngemis minta jendra nikahin ratu ,dari pada ratu nikah sama sama lain dan bibitnya dapat orang luar. lagian jendra juga sudah punya tunangan yang cantik,pintar dan sama sama pebisnis lagi.dan juga clara sekarang masih di luar negeri kalau sampai dia tahu kalau jendra menikahi kakak iparnya sendiri,buat nurutin kemauan gila kalian berdua.?" sahut Lestari yang ikut kesal dan nggak terima dengan perkataan siska yang malah menyalahkan dirinya dan juga puteranya.
" Ma udahlah,kalian nggak perlu berdebat lagi kayak gini.semua juga udah lewat dan nggak bisa diulang lagi.lagian jalani aja dulu.apapu. ke depannya aku akan tetap bertanggung jawab." Sela jendra menengahi perdebatan mama mamanya.
" Kamunya cepet dong hamilin ratu jen !.biar kalian berdua cepat bercerai. pokoknya jangan sampai Tania tahu tentang hubungan kalian ini ya." Mama lestari mengingatkan."mama nggak tahu jelasin kayak gimana nanti sama dia." imbuhnya lagi
" Kamu nggak mandul juga kan Jen?!" Tanya Mama Siska dengan tatapan menyelidik.
" Enggak ma,aku normal.kan tadi aku udah bilang kalau ratu nggak bisa stres,kalau kalian terus berdebat kayak gini,justru ratu akan semakin stres mendengarnya." Cetus Jendra
" Ada apa ini kok pada ribut ribut.?" tanya robi sambil menuruni anak tangga.
dia langsung mempercepat langkahnya begitu melihat ratu juga ada disana
" Akhirnya istriku nongol juga,gimana kabarmu sayang?" Ujar Robi sambil merentangkan kedua tangannya yang siap memeluk ayahnya.
Jendra yang duduk disamping ratu,langsung berdiri dan menahan dada robi supaya tak mendekati istrinya itu.
" Ckkk...apaan sih Lho jen.!" tanya robi sambil menatap kesal kearah jendra.
" Dia istriku Rob ! bisa nggak kamu hargai statusnya sekarang ini.!" tegas jendra
" Ckkk.." Robi berdecak kesal lalu melanjutkan kata katanya."aku tau jen,tapi dia ini kan juga istriku jen.bahkan kami masih sangat saling mencintai,meski tidakk terikat pernikahan yang sah.emangnya nggak boleh cuma meluk doang.?anggap saja kalau aku ini kelurga dari iparnya." tutur robi sambil menaikan kedua alisnya
" Nggak bisa.!" Tegas jendra." selama dia jadi istriku,maka nggak ada satu orang pun yang bisa sentu dia,termasuk kamu.!"
__ADS_1
Robi mendengkus kesal menatap adiknya itu lalu..
BUG
Kepalan tangan robi sudah cepat mendarat di wajah jendra. " HEH !.TAU DIRI YA LO ANJI*NG !." Bentak Jerobi dengan emosi yang meletup letup
Jendra menatap kesal kearah jerobi sambil mengusap cairan merah yang keluar dari hidung mancungnya.
Ratu langsung menghampiri jendra dan menahan lengan pria itu agar tidak membalas apa yang dilakukan robi." Udah Jen,jangan pukul Robi jen.!" Pintanya lirih.
Robi menatap Ratu yang tengah memeluk lengan jendra.Hatinya merasa sakit melihat wanita yang masih dicintainya kini berada di sisi pria lain.
" Robi....kamu gila ya.dia ini adikmu sendiri Rob !." Seru mama siska sambil menarik tubuh Robi.karena ini pertama kalinya dia melihat robi memukul adiknya sendiri.karena biasanya robi selalu sabar menghadapi kenakalan adik adiknya.
Namun jerobi berusaha melepaskan diri dari tangan siska karena masih ingin menyerang Jendra.
" Robi..Stop !." Sentak siska sambil menatap wajah Robi." nggak semua masalah bisa diselesaikan dengan kekerasan.malah sebaliknya bikin masalah baru." Seru siska.
" Aku nggak peduli ma,karena dia sendiri yang udah melanggar ucapannya sendiri."Seru robi sambil menatap Jendra dengan mata memerah
Siska mengendus aroma mulut robi yang ada didepannya.lalu menghela napas." Kamu mabok?!minum Alkohohl lagi.?"
Robi menggelengkan kepalanya.
Siska langsung menjewer kuping robi dan menarik pria itu supaya pergi dari sana." Jen kakakmu ini lagi mabuk,kamu nggak usah masukin ke hati ya." pinta siska sebelum dia benar benar membawa robi dari semua orang
" Tapi ma,Aku nggak mabok.!" protes robi sambil memajukan kepala nya.mengikuti irama tangan siska yang membawanya pergi.
" Lalu kenapa mulutmu bau alkohol.?" tanya siska sambil menatap dengan tajam
" Aku memang habis minum tapi nggak mabok." jawab robi dengan santai.
" Sama aja.! kamu sadar nggak apa yang kamu lakuin tadi barusan han?! kamu pukul adikmu sendiri Rob.!" geram siska
Robi terdiam sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.
" Kalau kamu kayak gini terus,Ratu bisa bisa perlahan menjauhimu dan benar benar ditelan habis saja sama jendra."
" Terus aku harus gimana ma.?" tanya robi dengan tatapan mata sayu.
" Mama akan pikirkan caranya.pokoknya kamu itu harus jadi pria keren dimata Ratu.jangan emosian kayak gini.! berlapang dada lah sama adik sendiri.toh kita juga sudah sepakat seperti itu sejak awal." tutur mama siska
Bima mengangguk anggukan kepala nya tanda mengerti." Oke ma, Do something for me and her.!" pintanya.
Siska mengangguk dan meminta robi untuk tidak menghawatirkan semuanya.ia akan membantu putranya itu untuk mendapatkan apa yang dia minta.itupun selama tak melanggar batasan di negeri ini.
Bersambung
Happy reading
__ADS_1