
Ratu melirik jam dinding berkali kali.karena jendra masih belum juga pulang ke rumah.meski waktu sudah menunjukan jam sembilan malam.sedangkan diluar kilat kilat kecil sudah menghiasi langit malam dan rintik gerimis mulai turun.
TING
Segera Ratu langsung meraih ponselnya diatas meja.saat push up notification masuk ke dalam ponselnya. dia membaca nama kontak jendra yang mengirimkan sebuah foto.dengan cepat,dia membuka pesan yang dikirimkan oleh suaminya itu.
"Baru selesai meeting, sebentar lagi aku pulang kamu sudah makan?" jendra mengirimkan foto kerja meeting bersama rekan rekannya yang sedang membereskan pekerjaan mereka.
Ratu langaung tersenyum menatap ponselnya.dia membalas pesan dari jendra.dengan mengirimkan foto meja kerjanya.yang sudah penuh dengan draft deseign miliknya lengkap dengan segelas energent hangat miliknya.
" Tenang saja,aku sudah menghabiskan Lima cangkir energent." jawabnya enteng
Langsung saja jendra mengirimkan panggilan video call pada ratu.
" Hallo.?" Sapa Ratu
" Kamu nggak makan ...? nggak masak? kamu bisa order makanan kan.?"
sapa seseorang dari seberang sana yang terlihat cemas memberondong pertanyaan pada istrinya itu,sedangkan ratu membalas dengan terkekeh melihat wajah cemas suaminya.
" Kan kamu nggak dirumah,jadinya aku juga nggak semangat buat makan sendirian." jawab ratu sambil tersenyum.
Jendra tersenyum melihat wajah istrinya yang begitu menggemaskan baginya di balik layar ponselnya. " Mau makan apa?biar aku sekalian nanti belikan untukmu."
" Emm aku pengennya makan kue cubit yang ada di kota lama,belikan ya..."
" Siap nyonya ! ada lagi.?"
Ratu menggeleng." Diluar sana lagi hujan,di mobilmu ada payung nggak.?"
" Ada sayang."
" Ya udah kalau gitu pulangnya hati hati di jalan ya...dan jangan lupa kue cubitnya kalau bisa yang masih hangat." ujar ratu
Jendra mengangguk sambil tersenyum." *Iya sayang."
Pak jendra kami pulang duluan.
Hati hati semua,istirahat yang cukup besok kita masih banyak tugas lagi yang penting.
Siap pak*.
dan begitulah rentetan percakapan jendra dan para karyawannya dibalik layar telepon.Ratu pun tersenyum yang melihat Jendra sedang berbincang sama beberapa staff kantornya.
" Sekarang aku juga akan pulang,sorry tadi pagi banyak Full meeting jadi nggak bisa video call kamu." seru jendra lalu bangkit dari kursi kebesarannya dan meninggalkan ruang kerjanya,tanpa mematikan sambungan telepon dari istrinya.
Ratu tersenyum memandangi wajah jendra juga suasana kantornya yang terlihat asyik,estetik dan nampak terlihat mewah.kantor itu terlalu besar namun dilengkapi dengan furniture mewah dan menggunakan hommy.design yang asyik.yang terletak di salah satu pusat perkantoran dikota surabaya.
__ADS_1
Jendra pun masuk ke dalak mobil lalu menyambungkan ponselnya ke perangkat mobil.sehingga dia bisa leluasa berbicara dengan ratu sambil menyetir.
" Lhoh jen,kok vidcallnya nggak dimati'in.?"
" Nggak usah kok,gini aja udah nyaman."
" Apanya sih yang nyaman.?" tanya ratu sambil terkekeh geli menatap wajah jendra yang tetap fokus menyetir." Oiya kamu tau nggak.-----?"
" Enggak."
" Ih..orang aku belum selesai ngomong juga."protes ratu
Jendra tertawa gemas melihat wajah cemberut istrinya,namun dia tetap fokus menyetir.
" iya sayang kenapa....?"
Blusssssss
wajah ratu langsung merah merona seperti Tomat.
" Gini Lhoh, Menurutku kalau kita kayak gini seperti pasangan yang tengah LDR an tau nggak...?" ucapnya malu malu menahan geli
" Kenyataannya memang kita lagi LDR an kan,kecuali kali lagi di Ranjang,itu namanya nggak LDR." timpal jendra sambil mengulum senyum dan menaikan satu alis tebalnya
" Kamu sekarang udah mulai centil ya...."
Ratu tertawa kecil dan tetap terus mengobrol bersama jendra disepanjang perjalanan pulang jendra ke rumah.hingga tak terasa pria itu pun sudah memarkirkan mobilnya di carport rumah mereka.
" Hai sayang..lama nunggunya." Seru jendra saat tiba di rumah dia langsung mengecup kening istrinya ketika ratu menyambutnya pulang
" Nggak juga kok." jawab ratu sambil tersenyum manis menyambut ke pulangan suaminya.
" Ini aku bawakan kue cubit pesanan kamu,buruan di makan mumpung masih anget." Ujar jendra sambil menyodorkan kantong plastik berisi makanan yang dia bawa pulang untuk istrinya
" Makasih ya.." balas ratu sambil tersenyum manis dan mengecup pipi jendra.
Jendra pun mengangguk sambil melepas jas miliknya dan melonggarkan dasi miliknya sambil duduk di sofa ruang tamu." bagaimana pekerjaanmu hari ini.?"
" Semuanya baik kok." Ujar ratu." Mmm oiya tadi Robi yang dataang kesini." sambungnya lagi dengan hati hati dan duduk disamping jendra
Jendra nampak mengeryitkan dahinya." Oh Ya? ngapain dia kesini.?"
" Katanya kangen sama aku." Jawab ratu dengan santai dan tersenyum manis ke arah jendra
Jendra pun mendengkus kesal dan menatap sinis Ratu." Bahagia banget di kangenin sama mantan suami." Celetuknya dengan nada meledek.
Ratu tertawa kecil lalu berkata." Emm aku udah capek jen sedih terus."
__ADS_1
" Baguslah kalau gitu." seru jendra dengan enteng." Terus ngapain aja dia kesini.?" sambung jendra sambil menatap penuh curiga
" Nggak banyak kok,cuma minta di temenin sarapan sambip ngobrol ngobrol sebentar gitu." jawab ratu dengan santai sambil mencomot kue cubit ke dalam mulutnya.
" Apa dia bahas hubungan kita.?"
Ratu menganggukan kepalanya." Sebenarnya aku masih merasa bersalah sih sama dia.karena awalnya kita menikah kan hanya untuk mendapatkan keturunan. emm jen..." Ratu menatap serius ke arah jendra
" Apa.?"
" Kamu bisa nggak memperlakukanku dengan buruk,jangan semanis ini!.karena sekuat apapun hatiku bertahan,tentu saja aku bisa goya kalau kamu memperlakukanku terlalu manis seperti ini." ucap ratu tanpa sadar menggigit bibir bawahnya
" Semua yang aku lakuin ke kamu itu, bagian dari tanggung jawabku sebagai seorang suami.terlebih lagi juga....karena aku cinta sama kamu rat.lslu mana bisa aku memperlakukanmu dengan buruk.yang ada nanti aku malah kualat dan kena karma."
" Karma apaan sih jen.kan cuma pura pura."
Jendra menatap serius ke arah ratu sambil meraih tangan ratu dan menggenggamnya erat." kita ini sudah berumah tangga rat,dan pernikahan kita ini sah dimata hukum dan jugaa agama. Aku mengucap ijab kabul didepan semua keluarga.dan juga di hadapan Tuhan. kata orang rezeki suami akan lebih baik jika memperlakukan istrinya dengan baik pula.untuk itu aku juga nggak akan pernah memperlakukanmu buruk selama kamu masih jadi istriku."
Setelah berucap seperti itu,Jendra pun bangkit dari sofa lalu menaiki anak tangga menuju kamar mereka.
" Apa susahnya sih jen jadi jahat sama aku.kenapa harus baik banget." Gerutu ratu yang ikut mengekori langkah suaminya dibelakang.
" Oh ya, besok malam ada undangan pesta ulang tahun pernikahan salah satu anggota DPR.kamu temani aku ya..." pinta jendra
" Pesta lagi..kenapa sering banget sih ke pesta." Seru Ratu dalam hati.lalu bergegas menyiapkan baju ganti untuk suaminya yang masih didalam kamar mandi sedang membersihkan tubuhnya.
Drdrtt Drrrtt Drrettt
Tiba tiba saja ponselnya bergetar.dia pun menelan ludah saat melihat nama kontak mamanya yang tengah memanggilnya. dengan berat hati dia mengusap layar ponsel tersebut.untuk menjawab panggilan telepon dari mamanya.
" Hallo ma...?"
" Hallo sayang.gimana kabarmu? Udah hamil belum.?" tanya sang mama dibalik telepon.
" Ma..nggak ada apa pertanyaan lain selain itu?Aku bosen ditanyain hal itu mulu.sekali kali kek tanya aku kapan suksesnya." Cetus ratu menahan kesal
" Yaudah deh..mm kalau gitu kapan nih kamu sukses bikin cucu buat papa dan mama.?"
Sedangkan ratu memutar bola matanya jengah." Udah deh ma itu sih sama aja pertanyaannya." protes ratu sedangkan mertuanya ity terkekeh
" kamu tahu kan rat,usia kami sudah tidak muda lagi. kami ingin sekali menggendong cucu supaya kami berdua merasa ramai dengan kehadiran anak anakmu .hanya kamu rat harapan kami berdua cuma kamu rat,kalau bukan padamu,terus sama siapa lagi kalau kami meminta." ucapnya lembut.
membuat ratu menitikan air mata mendengar ucapan mamanya.karena menurut baginya memberikan keturunan bersama robi tidak mungkin dia penuhi karena Robi sudah divonis mandul oleh dokter.
_bersambung-
happy reading
__ADS_1