Terpaksa Menikahi,Adik Ipar

Terpaksa Menikahi,Adik Ipar
Tiga


__ADS_3

Hari ini Ratu sudah stanbay di meja kerjanya kurang lebih dua puluh menit, lalu tiba tiba saja Robi datang dan menghampirinya.


" Pagi Cantik. " sapa robi sambil meletakan tas ransel yang berisi peralatan photography miliknya diatas meja kerjanya.


" Pagi juga bi. " Balas Ratu sambil tersenyum manis kearah Robi. " Hari ini kamu ada jadwal Pemotretan? " tanya Ratu


Jerobi pun mengangguk sambil tersenyum manis pada ratu, lalu mengulurkan paper bag berisi makanan dan minuman untuk Ratu. " Nih cemilan kesukaanmu, biar semangat kerjanya buat cari ide ide baru. " ujar Robi


Ratu pun tersenyum lebar sambil membuka paper bag dengan gambar ilustrasi seorang anak berpakaian ala chef. didalamnya ada tiga buah roti masih hangat kesukaannya plus jus Alpukat favoritenya yang benar benar menggugah seleranya. " Thanks, ya bi.! "


Robi pun mengangguk. " Hari ini kamu sibuk nggak.? "


Ratu pun menggeleng sambil menggigit roti kesukaannya itu. " Kenapa? "


" Sebenarnya aku pengen ajak kamu jalan jalan sih sehabis pulang kerja, tapi kayaknya jadwal fotoku belum tau kelarnya jam berapa....mm atau gini aja,gimana kalau besok malam kita pergi dinner keluar, tapi berdua aja nggak usah ajak jendra. " Seru Robi dengan penuh semangat


Ratu menggelengkan kepala sambil tertawa kecil. " Kamu itu masih saja posesif bi... "


" Ayolah aku sudah merelakanmu menikah dengan adikku sendiri, tapi kamu masih bilang aku posesif.?" seru robi dengan tatapan sendunya. " Aku harap kamu segera cepat hamil dan melahirkan rat, aku benar benar tidak tahan lihat kamu lama lama disamping jendra,sehari saja nya rasanya kepalaku mau pecah, apalagi kalau sampai setahun. bisa gila aku. " Cetusnya lagi


Ratu pun tertawa kecil menghadapi sikap Jerobi saat ini. " Pernikahanku sama Jendra hanya status saja bi, Tapi Hatiku sampai kapanpun tetap untukmu, jadi kamu nggak perlu khawatir!"


" Aku khawatir Rat, kenapa Jendra tiba tiba berubah pikiran.ini sudah diluar perjanjian awal kita lho rat, kesannya dia ingin ambil kamu dari aku. " Seru Robi


Ratu tersenyum kecut mendengar ucapan Robi. " Kamu lupa kalau kamu yang udah nyerahin aku ke dia.? "


Hening, Jerobi terdiam mendengar ucapan Ratu, dia pun menghela nafas dalam. " Huh, Udalah Rat nggak perlu dibahas lagi, yang lalu biarlah berlalu, yang terpenting sekarang apa rencanamu sama dia.? "


Bibir ratu mencebik mendengar penuturan Robi. " Belum ada rencana apapun, selain cuma bikin anak doang sama dia. " Jawab Ratu asal dan sekenanya. membuat Jerobi tergelak.


" Hahahaha sialan kamu Rat !,Tapi kamu nggak kasih dia service yang terlalu bagus sehingga membuat dia tergila gila sama kamu kan.?" tanya Robi dengan penuh curiga dan rasa penasaran.


Ratu menggeleng. " Nggak tuh biasa aja. "


" Buat kamu mungkin biasa aja, tapi buat dia siapa tau luar biasa?" Cetus Robi " Aku nggak mau kalau kamu terlalu memanjakan dia lalu akhirnya bikin dia nggak bisa lepas dari kamu rat, karena cewek cantik itu sangat berpotensi bikin pria tergila gila, apalagi kalau dapat itunya bakalan susah lepasnya... "


" Mmm maksudnya itunya apa nih.? " tanya Ratu menahan tawa


" Ya kamu tau sendiri kan maksudku. udah ah nggak usah dibahas nanti bikin kesel. " Cetus Robi lalu mulai meraih punggung tangan Ratu untuk digenggamnya. " pokoknya minggu ini kamu luangin waktu buat aku ya rat, aku mau ajak kamu liburan. " sambungnya lagi sambil menatap Ratu penuh harap


" Tapi Rob,Aku itu udah nikah sama jendra,jadi tetap harus minta izin dia dulu kalau mau pergi sama kamu, biar gimanapun sekarang aku istri sah dia. "

__ADS_1


" Oke kalau gitu aku yang ngomong langsung ke dia,aku hanya mau minta jatah waktu seminggu sekali sama kamu, sesuai isi perjanjian kita rat, masak nggak kamu kasih?"


ucap Robi dengan tatapan memohon


" Aku tau kamu orangnya kayak gimana rob,memangnya apa kamu kamu bisa menahan diri jika hanya berdua sama aku.?" Tebak Ratu


" Hehehehe " Robi menggaruk kepalanya yang tak gatal. " Memangnya kamu tega nyuruh aku puasa setahun? "


Ratu menghela nafas dan menatap serius kearah Robi, karena mengerti apa yang ada dipikiran mantan suaminya itu. " Bi, kamu harus ingat, kamulah yang buat keputusan seperti ini! ,kamu juga yang mendorongku supaya menikah dengan Jendra, sekarang malah kamu juga yang uring uringan, seharusnya kalau kamu sudah memutuskan seperti ini kamu juga harus siap dengan semua konsekuensinya bi,dan jangan menjerumuskan aku untuk bertindak melakukan hal diluar batas. "


" Hmm iya iya bawel." ujar Robi sambil menggaruk kepalanya dan terlihat gugup dan gusar.


" Ingat jangan jajan sembarangan diluar kayak dulu lagi, kalau kamu memang sudah tidak kuat ,lebih baik kamu cari satu wanita untuk kamu nikahi." Seru Ratu sambil membuka sketchbook miliknya, dan semua pensil warna yang biasa dia gunakan untuk mendesign.


Robi pun manggut manggut, dia pun beringsut kebelakang dan memperhatikan wanitanya itu sedang menggambar design seperti biasa.


" Lhoh Bi, bukannya kamu sekarang ada jadwal foto? terus kenapa masih disini? " tanya Ratu sambil menengadahkan kepalanya menatap robi yang berada diatasnya.


" Masih dua jam lagi kok, please aku masih kepengen disini dulu sama kamu. " Rengek Robi dengan manja


Ratu pun tersenyum sambil mengusap lembut wajah Robi, yang bersandar dipundaknya.


" Saat ini mama lagi kerja, please jangan diganggu ya. " Pinta Ratu karena Robi selama ini bertingkah layaknya anak kecil.


" Kamu tau nggak, semalaman aku nggak bisa tidur membayangkan kamu bersama adikku didalam satu kamar rat, sekarang biarin aku tidur didekatmu walau hanya sebentar. " pinta Robi


Ratu pun menggangguk dan tersenyum. " Tidurlah! "


Robi pun tersenyum sejenak kearah ratu kemudian memejamkan matanya. " Tolong bangunkan aku jam Sembilan, tepat jam Sepuluh aku harus sudah berada di Sutos. "


" Siap pak bos. " ujar Ratu sambil tersenyum kearah Jerobi lalu melanjutkan pekerjaannya membuat design dan mengatur pattern untuk produk di butiknya. karena hampir setiap harinya Ratu melakukan pekerjaannya sebagai fashion designer.


begitupun juga dengan Pria yang biasa disapa Robi.hampir setiap hari pria itu pun juga turut menemaninya di butik. selain menjadi fotographer gratis untuk butik tersebut. Robi juga menjadikan ruang kerja Ratu sebagai tempat istirahat sambil menunggu kliennya untuk melakukan pemotretan atau hanya sekedar mengecek berita. selain berprofesi sebagai photographer,Jerobi juga seorang editor disalah satu media berita nasional.dua pekerjaan tersebut membuatnya sangat sibuk juga sekaligus sangat santai.


******


Keesokan Harinya,semua orang sibuk menjalani rutinitasnya seperti biasa hingga sore hari.


Tepat jam Lima sore Ratu keluar dari butik tempatnya bekerja,karena jam kerjanya sudah usai. baru saja dia keluar beberapa langkah, dia pun menghentikan langkah kakinya. sebab didepannya kini sudah ada dua mobil yang tak asing baginya berhenti didepan butik.


Jendra dan Jerobi keluar bersama dari masing masing mobilnya untuk menjemput Ratu.

__ADS_1


GLEK


Ratu tercengang serta bersusah payah menelan salivanya saat ada dua pria tampan yang berjalan menghampirinya. " Duh kayak gini ya rasanya punya dua pria,yang satu suami yang satunya lagi mantan suami, duh aku harus gimana ya. " Gumam Ratu


Robi pun melangkah lebih cepat dan langsung menyambar tangan Ratu saat sampai didepannya. " Ayo pulang sama aku rat, kita udah janji buat makan malam bareng kan.? " Seru Robi membuat Ratu tertegun


" Ratu, kamu lupa kalau malam ini harus menemaniku ke perjamuan bisnis.? " tanya Jendra sambil menatap punggung Ratu yang lebih ditarik dulu Oleh Jerobi


Akhirnya Ratu dan Robi menoleh bersamaan menatap Jendra.


" Jen, pernikahan kalian itu hanya sementara, apa pentingnya harus bawa Ratu ke perjamuan bisnis.? " tanya Robi dengan tatapan tak suka. " Lebih baik Ratu pergi bersamaku. " sambung Robi sambil menatap kesal kearah jendra


Jendra pun tersenyum kecil. " Saat ini akulah suami sah dia, jadi aku lebih berhak mengatur dia, bukan kamu! "


" Sialan kamu.." Jerobi mengepalkan tangannya dan bersiap untuk menghujamkan ke wajah jendra yang semakin hari membuatnya kesal


" Tahan bi. " Pinta Ratu sambil menahan tubuh Robi. " Jendra benar, saat ini memang aku istri sah dia,dan harusnya aku nurut sama suami. " Ucap Ratu sambil menggigit bibir bawahnya.


" Tapi kan Rat,, kita sudah janji buat makan malam hari ini. " Protes Robi


" Perjamuan bisnis ini lebih penting, dan tak bisa di tunda. Lagian acara makan malam kalian bisa di ganti hari berikutnya kan. " tutur jendra membuat Jerobi dan Ratu terdiam sejenak.


Ratu pun menghela nafas dan perlahan melepaskan tangannya dari tubuh Robi. " Makan malamnya kita tunda dulu ya bi, lain kali aja ya makan malamnya, aku harus temani jendra. " dia pun melangkah pelan menghampiri jendra dengan berat hati.


Robi pun termangu melihat Ratu memilih masuk kedalam jendra dari pada bersamanya. dia tak menyangka jika akan menghamili serumit ini.seharusnya jendra tak melakukan hal apapun selain memberi mereka seorang anak. sayangnya syarat pernikahan legal yang diajukaj jendra membuar robi tak bisa berkutik. dan hanya bisa merelakan istrinya dibawa oleh adiknya terus menerus.


Jendra tersenyum penuh arti kearah Robi, setelah dia berhasil membawa ratu masuk kedalam mobilnya. dia pun segera ikut menyusul masuk mobil dan duduk di kursi kemudi.


" ini aku udah siapin gaun buat kamu, acara malam begitu sangat penting,jadi kamu harus bantu aku untuk mendapatkan impresi baik dari kolagen bisnisku. " pinta jendra, dia pun meraih box yang dia letakan ke kursi belakang mobilnya dan memberikannya di pangkuan Ratu.


Ratu pun tersenyum lalu perlahan membuka kotak box tersebut. " Jen. " panggilnya


" Hmm.? "


" Seharusnya kamu itu nggak perlu nyiapin gaun mahal seperti ini. " Ucap Ratu, sepertinya dia sudah bisa menebak harga gaun tersebut dilihat dari merknya.


" Aku tahu kamu bisa bikin gaun sendiri, tapi aku nggak bisa memberikannya untukmu. anggap saja ini suatu hadiah untuk pernikahan kita. semoga saja kamu suka dan bisa membawa keberuntungan untuk masa depan kita. " Tutur Jendra dengan lembut membuat kedua mata bulat Ratu tak berkedip.jendra pun tersenyum lalu menarik safety belt yang ada disamping tubuh Ratu, lalu membantu wanita itu untuk mengenakannya.


setelah itu dia pun ganti mengenakan safety belt ke tubuhnya, lalu menutup kaca mobilnya yang masih terbuka.setelah itu dia pun perlahan menjalankan mobilnya. meninggalkan Robi yang masih terpaku ditempatnya sambil melihat kepergian mereka.


" Tadi apa yang dikatakan jendra?... Kita?" batin Ratu sambil mengerutkan dahi dengan kebingungannya.

__ADS_1


Tbc


Happy reading


__ADS_2