Terpaksa Menikahi,Adik Ipar

Terpaksa Menikahi,Adik Ipar
Enam


__ADS_3

Ratu mulai memicingkan mata,kala hangatnya mentari mulai menerpa wajahnya lewat celah tirai yang sedikit terbuka.dia membuka matanya perlahan dan menoleh ke sisi tempat tidurnya.jendra sudah tidak ada disana.sedangkan dia masih terlena didalam selimut tanpa mengenakan pakaian.l


" Jam berapa ini." gumam ratu sambil bangkit perlahan dan mengambil ponselnya di atas nakas." Hah,jam sepuluh." pekiknya dengan mata terbelalak.


" Gimana,tidurnya nyenyak.?" Tanya jendra sambil melangkah menghampiri ratu,pria itu sudah terlihat segar dan berpakaian rapi.


Dengan cepat ratu langsung menaikan selimut dan menutupi dadanya." Ka kamu sudah rapi?bangun jam berapa? " tanya Ratu dengan gugup


" Jam Tujuh Aku ada meeting di kantor."


" Terus kamu nggak pergi kesana?kenapa masih disini?" Tanya ratu dengan bingung


" Udah selesai meetingnya.Aku kesini mau lihat keadaanmu,aku juga sudah siapkan sarapan untukmu sejak jam tujuh pagi tadi.sekarang makanannya udah dingin,lebih baik sekarang kamu mandi dan kita makan diluar..." Jawab jendra sambil memperhatikan Nasi goreng seafood lengkap dengan jus Alpukat yang dia siapkan sejak tadi pagi diatas meja kamar tersebut.


" Jen.." panggil Ratu


" Hmm."


" Kenapa kamu begitu peduli dan berlaku semanis ini sama aku?kita menikah hanya sementara,seharusnya kamu tidak perlu melakukan hal hal seperti ini sama aku." ujar Ratu


" Justru karena hanya sementara,aku akan meninggalkan kesan baik untukmu.aku hanya punya waktu sebentar saja disisimu.sedangkan kamu akan menjalani harimu kedepanya dengan kakakku.


mana bisa perhatian perhatian ini dibandingkan dengan perhatian apa yang telah Robi berikan lima tahun belakangan ini untukmu." Tutur jendra sembari menatap lekat manik mata kecokelatan milik Ratu.


" Sebenarnya aku dan robi hanya manis saja di awal.sejak dia divonis tak bisa memiliki keturunan,rumah tangga kami tidak lagi harmonis.setiap hari hanya bertengkar,karena mama dan papaku tidak terlalu menyukai dia.karena mereka tahu kalau aku tidak akan pernah punya keturunan dari Robi.sejak itu mama dan papa terus menyinggung Robi sehingga membuatnya marah padaku." tutur ratu sambil menekuk kakinya,dan menjatuhkan dagunya ke atas lutut dia sendiri.


Jendra tersenyum dan mendekati tubuh Ratu." Setidaknya pernah manis,nggak perlu di ingat lagi pahitnya." Tutur Jendra lembut sambil mengangkat dagu Ratu


Ratu mengangkat wajahnya menatap jendra yang tengah tersenyum kearahnya.Pria itu jelas masih muda,tampan,kaya raya dan sangat perhatian.selalu memperlakukannya dengan lembut dan penuh perhatian.bagaimana ini,kini hatinya sudah mulai berkecamuk dan tidak karuan setiap kali jendra tersenyum manis kepadanya.


Jendra terus tersenyum sambil mengelus lembut pipi ratu." Mandilah ! aku sudah siapkan baju baru untukmu,aku akan carika pengganjal isi perut sambil menunggumu selesai mandi.setelah ini kita main ke rumah orang tuamu ,kita makan siang di sana." Ujar Jendra dengan lembut


" Kamu serius jen.?" Raut wajah Ratu langsung berubah ceria ketika jendra menyebut orang tuanya.baginya rumah mama papanya adalah tempat paling ternyaman dalam hidupnya.meski tak semewah mension milik keluarga Mahardika.tapi disanalah dia tumbuh besar,dengan banyak kisah yang tak mungkin dia lupakan.

__ADS_1


Jendra pun mengangguk sambil tersenyum,lalu menyibaka selimut yang menutupi tubuh polos ratu.


" Eh kamu mau apa jen.!" Pekik Ratu dengan Waspada." ini udah siang lhoh,kamu udah dapat jatah banyak semalam,jangan aneh aneh deh." Seru Ratu sambil menyilangkan kedua tangannya ke dadanya.namun tetap saja tubuh bawahnya terekspos,membuatnya sedikit kelimpungan mana dulu yang harus dia tutupi.


Jendra hanya tersenyum kecil,lalu menarik tubuh Ratu lalu menggendongnya,membuat Ratu sedikit memekik karena kaget namun jendra tak menanggapinya,dia terus menggendong Ratu lalu membawanya masuk ke dalam kamar mandi,dan meletakanya ke bathtub.


" Mandilah! aku akan pergi memanggil pelayan hotel untuk membantu membersihkan tubuhmu." ucap jendra yang langsung berdiri tegap lalu melangkah keluar dari kamar mandi tersebut.


Ratu melongo sambil menatap jendra yang mulai pergi dan menghilang dibalik pintu.dia pun menghela napas lalu menyandarkan kepalanya. " Huh dipikir aku bayi.." Dengusnya pelan." Ya sudahlah nikmati aja pelayanan dan kemewahan ini.toh ini juga impian semua wanita.tapi kalau kayak gini terus bisa bisa mati klepek klepek aku gara gara jendra.kenapa dia baperin aku terus sih.mau ngerjain aku atau gimana coba,udah tahu pernikahan ini hanya sementara,kenapa perhatian dia malah melebihi suamiku beneran sih." Cetus Ratu


Tak berselang lama,Ratu pun menoleh ke arah pintu kamar mandi yang terbuka.dua orang wanita berseragam khas dengan brand spa hotel tersebut.melangkah masuk dengan membawa beberapa barang untuk perawatan tubuh.


" Kalian siapa.?" tanya ratu


" Tuan jendra meminta kami melayani dan memanjakan nyonya,sebelum jam makan siang tiba nyonya." jawab salah satu pelayan tersebut dengan senyum dan ramah


Ratu mengangkat alisnya." ternyata dia benar benar menghabiskan banyak uang untuk pernikahan yang hanya sementara ini,Royal banget dia.hmm apa jangan jangan...dia juga sudah sering memperlakukan wanita seperti ini." Gumam ratu


" Nyonya bisa keluar sebentar dari bathtub?supaya kami bisa siapkan air untuk berendam.mau menggunakan aroa apa?bunga atau buah buahan?" tanya pelayan satunya dengan ramah


 


Tepat jam dua belas siang,jendra kembali masuk kamar untuk menjemput ratu.namun dia malah mendapati Ratu yang tengah tertidur nyenyak diatas kasur dan hanya mengenakan bathrobe.seorang pelayan menghampiri ratu dan mengulurkan tangannya untuk membangunkan ratu,tapi jendra menahannya.


" Ssttt...." jendra melambaikan tangannya.memberi isyarat pada pelayan untuk tak menganggu tidur istrinya.


pelayan itu mengangguk paham sambil tersenyum.


" Siapkan makan siang untuk kami,lalu bawa kesini saja." perintah jendra pada pelayan itu.


" Baik tuan." dua pelayang tersebut bergegas keluar membawa barang barang mereka dan keluar dari kamar itu.


Jendra tersenyum menatap wajah cantik natural milik ratu.dia menyentuh lembut pipi

__ADS_1


ratu yang putih mulus dan kenyal,bak telur rebus yang baru saja diangkat dari panci." So pretty...."batinnya


Jendra pun melepas sepatunya.merangkak perlahan menaiki ranjang tersebut.dan berbaring disamping ratu.dia menikmati wajah cantik ratu yang tertidur pulas.memang sejak dulu dia memang mengagumi wajah cantik kakak iparnya itu.dia tidak menyangka jika sekarang dia bisa mendapatkannya dengan mudah.bahkan suaminya sendiri yang menyodorkan wanita ini padanya dia tak peduli seperti apa masalalu ratu.tidak peduli juga dengan waktu yang singkat bersama wanita ini.sesingkat apapun meski hanya dalam waktu sedetik saja,dia hanya ingin memberikan yang terbaik juga meninggalkan kesan yang mendalam dihati ratu.


 


Sedangkan di kediaman rumah mahardika,jerobi nampak uring uringan tidak jelas,karena Ratu dan jendra tidak pulang ke rumah sejak semalam.bahkan hingga jam makan siang pun tiba mereka juga tidak muncul.hal itu membuatnya semakin kesal.


" Rob,kamu nggak kerja hari ini.?"tanya papa jimmy ketika dia baru saja masuk kedalam rumah.lalu melepaskan jasnya,seketika itu pula dua orang istri sudah menyambutnya dengan hangat.


" Libur. lagi nggak ada job." jawab robi sambil menghempaskan tubuhnya diatas sofa.


" Kalau begitu mending kamu bantu papa urus perusahaan ,gimana.?" tanya sang papa


" Ogah pah,mending Nulis berita atau ambil job foto aja." jawab robi membuat sang papa memberengut kesal


" Mas. Robi itu nggak bisa dipaksa,seperti jendra. dia kan lebih suka bebas,sehingga tak perlu memusingkan urusan perusahaan.toh performance eraning dia kan juga udah banyak." ujar mama siska yang selalu membela sang anak.


Jimmy menatap Robi putranya sambil menggeleng gelengkan kepalanya." Kamu itu itu rob,kebanyakan bersantai santai." cetus jimmy


" Ckkk..udah lah pah,papa nggak usah deh urusin hidupku !.mending urus saja ketiga istri papa itu." sahut Jerobi dengan wajah kesal karena pikirannya sedang kalut memikirkan Ratu dan jendra.


" Oh tentu jelas dong,mereka yang urus papa " ujar jimmy dengan penuh rasa bangga sambil melepaa kancing lengan kemejanya.


" Udah udah kalian ini kenapa mesti berdebat." ujar lestari istri kedua jimmy." Aku udah siapin makas siang,lebih baik kita makan siang bareng aja." sambungnya lagi,memang istri ke dua jimmy itu selalu menjadi andalan soal urusan dapur dan perut.


Jimmy pun mengangguk." Ayo Makan rob ! kasihan mamamu udah capek capek menyiapkan makanan untuk kita semua."


" Duluan aja pa." sahut Robi.dia terus menatap sang papa yang selalu disambut mesra oleh kedua istri tuanya itu. dia pun sebenarnya heran apa yang sudah dilakukan papanya itu sehingga bisa mempunyai istri tiga sekaligus.dan tiga tiganya bisa tinggal satu atap dan saling suport satu sama lain.


Dia mulai berandai andai,jika saja ratu bisa berbagi suami seperti papanya.dia tidak perlu uring uringan seperti ini.karena tidak tau apa yang sudah dilakukan wanita itu sekarang bersama dengan suaminya saat ini.


Bersambung

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2