
" Mau kemana?kok sudah rapi? " tanya jendra yang sedang sarapan bersama ratu
" Kerja." jawab Ratu sambil menenggak segelas air putih.
" Tapi Rat,kamu kan sedang program hamil,kenapa masih mau bekerja.aku khawatir takutnya nanti bakal kelelahan." protes jendra
Ratu pun mengangguk." pekerjaanku nggak berat kok,kan cuma gambar gambar doang.kalau di rumah terus nanti aku bakal bosen dan stres."
Jendra mengangguk anggukan kepalanya." benar juga sih.tadinya aku pikir akan lebih baik kalau kamu berada dirumah.sedangkan siang hari aku juga harus kerja.takutnya juga akan membosankanmu jika dirumah sendirian.coba kamu desagin ulang rumah ini supaya tak membosankan bagimu.diatas kan ada space luas,bisa kamu gunakan hobi dan pekerjaanmu tanpa harus keluar rumah."
Ratu mengangguk." Boleh deh,tapi untuk saat ini belum ada kepikiran mau dibuat seperti apa.mau seperti ini aja dulu."
Jendra mengangguk setuju." Apa jerobi masih bermitra di butik tempatmu bekerja?" tanya jendra lagi.
Ratu mengangguk sambil mengunyah makanannya." dia kan memang ti. photografernya dan memang sudah terikat kontrak dengan butiknya Arsy.jadi setiap meluncurkan produk baru ya dia yang kerjain."
" Oh begitu." jendra manggut manggut sambil melirik kearah wajah ratu." mm jadi hari ini kamu masih bisa ketemua di butik..?"
Ratu mengangguk."kenapa?apa ada yang salah kalau aku ketemu dia?kami pun masih saling mencintai.jadi nggak ada salahnya kan jika bertemu."
" Saling mencintai?" Ujar jendra sambil manggut manggut.
Ratu langsung menatap tajam kearah jendra."Kami meragukan cinta kami.?"
Jendra langsung menggeleng sambil menahan tawa,dia langsung menghabiskan makanannya dan bersiap mengantarkan Ratu ke tempat butik tempat dia bekerja.
" Rat,apa kamu kepikiran ingin membuka butik sendiri? " tanya jendra saat dia dan ratu sudah berada didalam mobil.
Ratu menggelengkan kepalanya."males malah bikin pusing.enakan jadi tukang gambar."
" Ya kan namanya hidup harusnya mengalami peningkatan.kamu sudah bertahun tahun menjadi designer di butik itu,aku bisa bantu kamu kalau kamu punya butik sendiri."
" Duh jen,kepalaku pusing kalau harus mikirin usaha butik,Lihat Arsy tiap hari aja aku udah pusing.harus manage keuangan,marketing,branding,packaging,customer dan lain lain.kayaknya enakan gambar aja sih aku lebih santai.dulu aku pernah usaha kecil kecilan gitu dan ternyata lebih pusing ngejalaninya kalsu harus di backup sendiri." tutur ratu
" Aku bisa bantu kamu untuk ngurus yang lainya ,gimana?"
__ADS_1
" Maksud kamu kita usaha bareng gitu.?"
Jendra mengangguk sambil tersenyum
" nggak usah aneh aneh deh,kita nikah itu cuma sementara.jadi,nggak usah bikin kepalaku tambah pusing,Oke! aku ingin melakukan hal yang biasa aku lakukan sebelum kita menikah.dan aku udah nyaman seperti ini.!" Cetus ratu
Jendra mengangguk." Oke ,Nevermind.aku cuma kasih saran saja sama kamu.kalau kamu berubah pikiran dan pengen punya usaha sendiri,kamu tinggal bilang saja sama aku."
Ratu mengangguk dan menyandarkan kepalanya,dia menatap jalanan kota yang ramai.dengan hiruk pikuk manusia yang sedang berlomba mencari penghidupan.para pedagang kaki lima,warung warug kecil,bengkel bengkel kecil,semua tak lepas dari pandangan ratu.semua orang terlihat sedang memulai aktivitasnya untuk sekedar menahan hidup.
alangkah jika tidak bersyukurnya dia jika terus saaja mengeluh.dengan apa yang dia dapat saat ini.pergi keluar pun tidak harus kepanasan atau kehujanan.mendapatkan pekerjaan yang santai.dan berada ditengah tengah keluarga kaya raya yang menjamin hidup dan masa depannya.hanya saja keluarga mahardhika terlalu rumit untuk sekedar dibayangkan.dan kini dia harus terjebak didalamnya untuk selama lamanya.
menjadi tumbal keegoisan dan keinginan keluarga mereka untuk mendapatkan generasi penerus.
" udah sampai."
Ratu langsung membuyarkan lamunannya entahlah berapa lama dia sibuk dengan pikirannya sendiri.hingga dia tidaj menyadari jika mobil jendra terpakir dengan baik di depan Sahara modista.butik kelas atas milik Arsy sahara.seniornya saat dia masih menempuh pendidikan disekolah fashion ternama dikota surabaya.
" Ngelamunin apa?Robi.?" tanys jendra
Jendra menahan napas ketika melihat mobil kakaknya itu,perasaannya tiba tibs terusik saat mengetahui kalau ratu akan bertemu dengan robi dalam satu job.
" Aku kerja dulu." Ucap ratu sambil menyodorkan tangannya kearah jendra
jendra tersenyum dan membalas uluran tangan ratu.yang menyalami dan mencium punggung tangannya saat akan pergi bekerja.meski akan bertemu dengan pria yang dicintai.ratu tetap saja ingin berusaha menjadi istri yang berbakti.lalu bagaimana dengan hatinya,saat ini yang menginginkan ratu seutuhnya menjadi miliknya.
Ratu pun langsung keluar dari dalam mobil.dia berlari masuk ke dalam butik saat mengetahui kalau robi berada disana.sudah beberapa hari ini mereka tidak bertemu dan mengobrol bersama.sejak dia tinggal dirumah bersama jendra.dia tidak punya banyak waktu untul bertemu dengan pria itu.
" ****...sial.!" Umpat jendra sambil memukul setir dihadapanya,ia menjambak rambutnya sendiri sembari memikirkan banyak hal yang dilakukan ratu bersams robi.
" Kenapa aku jadi kayak gini." gumam jendra.dia menarik napas dalam dalam."semoga ini hanya perasaan sementara saja.karena pada kenyataannya sekarang atau nanti juga bakalan kehinlangan dia...."
jendra segera memutar setirnya untuk keluar dari halaman parkir butik tersebut.
sementara itu ratu melenggang ceria memasuki butik itu.dia langsung masuk ke ruang kerja dan mendapati robi sedang berbaring disofa panjang yang ada disana sambil memainkan ponselnya.
__ADS_1
" Udah kelar honeymoonya.?" tanya robi begitu melihat ratu masuk kedalam ruang kerjanya.
" Honeymoon apaan sih."sahut ratu lalu duduk di sofa yang di tiduri robi." lagi lihat foto apaan sih?"
Robi mengangangkat kepalanya dan duduk disamping ratu."Aku lagi ngecek hasil photoshoot kemarin.ini desgin terbaru yang bakal rilis,katanya ini juga desgin kamu ya.?"kata robi dan langsung menyodorkan kameranya. DLSR miliknya.
Ratu mencondongkan kepalanya ikut menatap layar kamera milik Robi." iya punyaku,ada masalah?"
" Iya.aku udah coba sesuaikan sama konsep yang diminta arsy,tapi nggak masuk.rasanya ada yang aneh,kamu perhatiin deh apa ya...?!"
Ratu mengeryit sambil memperhatika gambar gambar itu beberapa kali.dia mencoba mencari keanehan yang dimaksud oleh robi.
Robi tersenyum menikmati wajah ratu yang berada didekatnya.dia masih sangat merindukan wanita ini,dan masih ingin menjalani banyak hari bersamanya.tanpa dia sadari dia terus mendekatkan wajahnya ke wajah ratu.
" Bi..what are you doing.?" ratu langsung menarik wajahnya menjahui robi
" Aku kangen kamu rat...kalau hanya cium pipi...boleh kan?aku memang bukan suamimu tapi aku masih biss jadi saudara adik iparmu." ujar robi dengan tatapan memohon.
" Bi tolong hargai aku sebagai istri orang lain.aku nggak mau dinilai sebagai wanita nakal.karena menjalin hubungan dua pria berstatus saudara sekaligus.setelah semuanya selesai.barulah kita bisa kembali seperti dulu lagi."
Robi menghela nafas dan menjatuhkan kepalanya di punggung sofa." kamu udah nggak cinta lagi sama aku,rat.?"
" Aku juga masih cinta sama kamu bi...tapi...kamu sendiri kamu sendiri yang nyodorin aku e jendra.sangking cintanya aku sampai rela nglakui hal gila seperti ini,andai kamu tidak ikut memaksaku menikah dengan jendra,semua nggak akan jadi seperti ini bi."
" Ckk...nggak usah dibahas lagi Rat.aku juga nggak punya piilihan lagi waktu itu.sedangkan ibumu juga terus mendesakku untuk menceraikanmu,dan sekarang dia bisa menerima jendra..dan aku akan semakin tersingkir dari kehidupanmu.kamu dan jendra hanya menikah sementara.bisakah kamu berbagi denganku rat?aku janji tidak akan melewati .." ujar Robi dengan memohon
Ratu menggigit bibirnya menatap robi.dia berpikir sangat lama dan akhirnya dia mengangguk hatinya sendiri tidak bisa lepas dari robi.dan sangat merindukan pria itu.
" Bi,kenapa hubungan kita menjadi berantakan seperti ini?sungguh aku hanya berada disisimu meski hanya berdua saja.kenapa keluarga kita begitu picik dan menuntut keturunan yang sah?" ujar ratu sambil menjatuhkan kepalanya ke pundak robi dan menitikan air mata.
saat ini dia benar benar tidak tau dunia mana yang harus dia tinggali.hati dan jiwanya terombang ambing tak tentu arah.semua pilihan yang dihadapkan pada dirinya,pilihan sulit yang akan tetap menjadi sebuah kesalahan.
bersambung
Happy reading
__ADS_1