
Tepat jam tujuh malam.meja makan di rumah Alika sudah dipenuhi dengan masakan olahan dari sang menantunya.si jendra.
" wahh ini semua hasil masakan kamu.?" tanya Alika
Jendra pun mengangguk sambil tersenyum." mama dan papa bisa cobin."
" Kamu nggak ikut makan bersama kami.?" tanya Alika melihat jendra yang masih berdiri di depan meja makan
" Badanku bau asap,boleh nggak saya numpang mandi terlebih dahulu.?" tanya jendra sambil mengendus tubuhnya sendiri.
" Ya boleh dong,kalau begitu mandi sana dikamar Ratu." sahut Alika sambil tersenyum lebar,lalu menoleh kearah ratu yang duduk dihadapannya." Sana bantu suamimu bersihin tubuhnya."
" Tapi Ma......" Ratu menatap kearah kesal pada mamanya
" Kamu ini istrinya lhoh.meskipun hanya sementara tapi saja hukumnya wajib berbakti sama suami ! tapi syukur syukur kalau kalian jadi pasangan suami istri sampai tua dan maut memisahkan.mama dan papa akan berada digaris terdepan buat mengaminkan kalian..." cerocos Alika lalu menatap kearah suaminya." Iya kan pah....?"
" Setuju." seru sang papa membuat Ratu memutar bola matanya malas,sedangkan Jendra mengulas senyum tipisnya
mereka berdua pun akhirnya pergi meninggalkan para orang tua yang masih senyum senyum di ruang meja makan,lalu mereka berdua masuk ke dalam kamar milik ratu.
" Jen apa kamu nggak keberatan pakai baju Robi.?" tanya Ratu sambil membuka lemari pakaiannya
" Nggak masalah juga.waktu kecil hingga sekarang pun kami masih terbiasa bertukar pakaian." jawab Jendra sambil melepas kancing kemejanya
" Bahkan istrinya pun sekarang ku pakai." Balas Jendra hanya dalak hati dan tersenyum penuh kemenangan karena menahan tawa.
Ratu pun mengambil handuk yang masih tertata rapi untuk dia berika pada jendra.namun saat membalikan tubuhnya menghadap jendra.dia dibuat melongo menatap tubuh atlentis jendra yang sudah terpampang jelas dihadapannya.bersamaan dengan jendra yang menyodorkan kemeja kotornya padanya.
jendra menaikan alis tebalnya lalu menundukan kepala menatap perutnya yang berotot seperti roti sobek karena sering fitnes." Kamu udah berkali kali melihatnya tapi masih tetap juga terpesona.?"
" Eh !" Ratu tersentak lalu mendongakan kepalanya." Dih kepedean deh."dengusnya sambil melempar handuk yang ada di tangannya tepat di dada bidang milik
Jendra tertawa kecil melihat wajah Ratu yang terlihat pucat pasi itu.
" Udah cepetan mandi sana,jangan lama lama karena aku udah laper banget nih." Seru Ratu sambil mendorong kecil tubuh tegap milik Jendra
" Mau mandiin nggak.?" Goda Jendra
" Dihh Apaan sih." Sahut Ratu reflek membalikan tubuhnya tak ingin menatap suaminya itu karena tiba tiba saja pipinya menghangat.
Jendra tersenyum dengan bibir bawahnya yang tergigit sambil memainkan alis tebalnya.kemudian dia melangkah santai masuk kedalam kamar mandi sambil bersenandung ria.
Beberapa menit kemudian jendra sudah keluar dari kamar mandi,lalu meraih pakaian yang tadi sudah disiapkan ratu diatas ranjang tempat tidur." Kamu beneran nih masih nungguin aku makan?" tanyanya pada ratu yang sedang duduk didepan meja rias.
" He.em." Ratu mengangguk sambil menyisir rambut panjang hitam nan lebat miliknya lalu dia ikat bagai ekor kuda.
Jendra pun tersenyum sambil memakai celana pendek dan kaos oblong mirip Robi.kemudian melangkah menghampiri Ratu." sini pinjam sisirmu." dia langsung menyambar sisir dari tangan Wanita lalu berdiri dibelakang wanita itu.dia menyisir rambutnya sambil menatap bayangan dirinya lewat pantulan cermin itu.
Ratu menata jendra yang berdiri dibelakangnya kini dia bisa menatap dan melihat jelas wajah tampan dan segar yang terpantul di cermin yang ada dihadapannya.
" Dari tadi ngelihatin aku terus,kamu nggak takut nanti jatuh cinta..?" Goda Jendra sambil menahan tawa melihat wajah Ratu yang terlihat salting dan gugup
" Idih kepedean !"
__ADS_1
Jendra pun membungkukan tubuhnya.dia pun mendekatkan bibirnya ke telinga Ratu." Awas !... nanti beneran jatuh cinta lalu sulit kembali ke mantan suamimu yang paling kamu sayangi itu." bisiknya
Ratu hanya terdiam mendengar bisikan dari jendra,dan terus menatap jendra
Jendra pun tersenyum menatap wajah Ratu." kalau aku...aku tidak akan pernah takut untuk jatuh cinta sama kamu.meskipun aku punya tunangan.aku bisa saja meninggalkan dia dan tetap menikah sama kamu,karena aku sama sekali tidak menginginkan masalaluku kembali." Bisik jendra lagi,sambil memainkan jemarinya di pipi Ratu yang masih bergeming diposisinya." Berbeda sama kamu....." sambungnya lagi.
Ratu menarik nafas dalam dalam sambil memejamkan matanya.jendra benar benar menyebalkan karena pria itu pun tak melarangnya memikirkan dan melarangnya dengan Robi.tetapi secara perlahan menarik hatinya dan membuatnya kesulitan untuk terlepas dari jerat hubungan dari jendra yang dia hadirkan untuknya.
" Ayo makan tubuhmu harus banyak nutrisi,supaya kamu cepat hamil dan hubungan kita bisa cepat berakhir seperti apa yang kamu inginkan."ucap jendra menghela napas pelan lalu keluar dari kamar ratu.
Ratu pun ikut keluar dan kembali ke meja makan.namun mereka sudah tak mendapati mama papanya disana." lhoh papa dan mama kemana?mereka sudah selesai makan.?" gumamnya sambil celingukan.
" Sepertinya aku yang terlalu lama dikamar mandi." Ujar jendra sambil duduk dikursi meja makan tersebut lalu mengambip nasi untuk dimasukan kedalam piring Ratu.
" Stop jen !. kamu nggak perlu melayaniku seperti ini." ucap Ratu
" Ya sudah kalau begitu kamu saja yang melayaniku." ujar jendra sambil menyodorkan piringnya.
Ratu terdiam sambil menaikan alisnya nampak sedang berfikir.
" Aku ini suami sah kamu lho rat.melayani suami itu pahalanya banyak.dan bisa mendatangkan rezeki yang baik."tutur jendra sambil memainkan alis tebalnya
Ratu pun langsung tersenyum menatap wajah jendra,lalu mengambil nasi untuk jendra.beserta lauk pauk kedalam piring pria itu." Aku udah melayanimu dengan baik,doain supaya aku cepat kaya raya ya,nggak perlu kerja tapi banyak uang.haha." Ujar Ratu diiringi tawa renyahnya.
Jendra pun mengulae senyum sambil mengangguk anggukan kepala." Dirumah ada 'wine nggak.?" bisiknya.
" Papa jarang minum setelah di diagnosis kena penyakit jantung,untuk itu mama selalu menjaga pola makan papa..emm mau aku pesenin.?" tutur ratu sambil mencari ponselnya namun dia baru ingat jika ponselnya sudah disita sang mama,wajahnya pun kini di tekuk.
" Kenapa?nyari ponsel kamu.?" tanya jendra
" Disita?kayak anak kecil saja." ujar jendra sambil menahan tawa." Yasudah kamu pakai ponselku saja." sambungnya lagi
" Dimana?"
" Dikamarmu."
Cepat cepat ratu langsung bangkit dari tempat duduknya.dia langsung mengambil ponsel jendra dikamarnya,tak lama kemudian dia pun kembali menghampiri pria itu." hape kamu di pasword."
Jendra langsung meraih ponselnya." biar aku sendiri yang pesan.kamu bisa masukin alamat rumahmu."
Ratu mengangguk dan langsung memasukan alamat lengkap rumahnya untuk mempermudah pengiriman.
Jendra pun tersenyum dan langsung memesan wine tempat biasa dia pesan.lalu kembali mengotak atik ponseln pintarnya.
" Nih pindai sidik jarimu supaya kamu bisa bebas menggunakan ponselku." ujar jendra sambil menyodorkan ponselnya kembali Ratu
" Nggak etis lah jen,aku kan bukan siapa siapa kamu." cetus Ratu
" Kamu istriku !"
Deg
Entah kenapa jantung Ratu tiba tiba berdegub tak karuan sedangkan pria itu malah terkesan santai sambil tersenyum kearahnya.
__ADS_1
" Jen." lirih Ratu
" Ya kenapa?" jawab jendra sambil membalas tatapan lekat dari ratu
" Kamu jangan terlalu menarikku ke dalam hubungan yang lebih dari apa yang telah kita janjikan.karena hubungan kita cum----"
" Ambil.kamu bisa pakai ponsel itu untuk menghubungi robi." potong jendra membuat Ratu tertegun.
Sebenarnya dia ingin menolak karena tidak mau masuk lebih dalam dikehidupan jendra,namun mengingat jendra adalah suami sahnya saat ini ,dia merasa tak mungkin menolak perintah jendra.akhirnya dia memutuskan mengambil ponsel itu dari tangan jendra karena mendapat akses penuh dari jendra.
" Sebenarnya ada sesuatu yang ingin ku tunjukan ke kamu." Tutur jendra sambil meraih ponselnya kembali sambil memainkannya.
" Apa itu.?" tanya Ratu dengan wajah antusias
" Mau tau.?" tanya jendra sambil tersenyum penuh arti
Ratu pun menghela nafas."Nggak usah ngasih tau sekalian deh,kalau niatnya cuma mau goda aku." Cetusnya sambil menyebikan bibirnya
" Hahahaha serius aku mau kasih tau kamu hal penting,tapi sebelum itu...."
" Apa.?"
Jendra yang kini mengulas senyum arti itu menyodorkan pipinya." Cium dulu.!"
" Dih...ogah.Nggak usah kasih tau.aku juga nggak mau tau.!" Ucap Ratu memberengut kesal
Jendra tertawa melihat wajah Ratu yang terlihat lucu ketika sedang marah.dia pun menunjukan ponselnya pada ratu.menunjukan potret rumah mewah dilayar ponselnya.
" Kamu suka yang mana.?"
Ratu langsung memperhatikan layar ponsel jendra." suka dua duanya,bagus semua." jawabnya santai
" Apa yang aku pilih memang bagus,yang aku tanyakan disini,kamu suka yang mana.?"
tanya jendra lagi
" Mmm." ratu memperhatika kembali demgan seksama gambar dua rumah tersebut yang ada dilayar ponsel jendra." dua duanya bagus sih.tapi yang di bawah lebih dinamis dan adem designnya.enak aja di lihat dalam jangka waktu lama.emm ini proyek baru kamu.?"
Jendra mengangguk sambil terus menatap lekat Ratu." Proyek untuk kita."
" Maksudnya.?
" Aku mau beli rumah ini untuk kita berdua.aku sengaja pilih yang enggak terlalu besar. jadi,kita bisa melakukan banyak hal berdua.tanpa menggunakan pelayan.dan kita pun bisa lebih nyaman bergerak jika punya rumah sendiri.bisa membicarakan banyak hal dengan leluasa.kalau pun kita bertengkar tidak perlu didengar orang lain.gimana.?"
" Jen,kita menikah itu hanya untuk sementara.apa harus seperti ini?kita kan masih bisa sewa rumah saja atau tinggal di apartemen selama setahun.sampai aku berhasil melahirkan seorang anak."
" Rumah ini pun bisa tetap aku tinggali,meskipum nanti sudah tidak bersama.aku ingin di waktu singkat kita bisa mengukir kenangan indah bersamamu.meski hanya satu bulan aku hanya ingin rumah ini menjadi tempat untuk menyimpan kenangan kita.kalau kita sudah berpisah dan aku rindu,aku bisa mengingat keberadaanmu disetiap sudut rumah ini.tidak akan ada orang yang mengusiknya." Tutur jendra Lirih namun terdengar tegas tak mau diganggu gugat.
" Jen..kamu.!" Ratu tertegun dengan usaha jendra dalam membangun hubungan baik mereka,dia sampai kehabisan kata kata untuk menanggapi penuturan jendra.meski pernikahan mereka tak lama,tapi jendra benar benar menunjukan ingin menjadi suami yang baik.dia pun sebenarnya takut tidak akan rela melepaskan jendra saat masa hubungan mereka sudah habis dan harus berpisah.
Kini jendra terus tersenyum menikmati wajah ratu.berawal dari kekaguman yang muncul dimatanya,kini berubah menjadi getaran cinta yang menyesakan dada.rasanya,belum lega jika dia belum mengukir senyuman bahagia dibibir wanita itu.
Bersambung
__ADS_1
Happy reading