
" Hallo ratu,kamu masih di situ kan.?"
" Eh iya ma kenapa.?"
Suara panggilan dari sang mama,sukses membuyarkan lamunan ratu.
" Kenapa diam saja..?"
" Udah ya ma,ini sudah malam dan aku ngantuk ma.aku tutup ya telponnya.mama juga istirahat jangan terlalu tidur terlalu malam,sampaikan salamku untuk papa." jawab ratu memberi alasan.lalu langsung mematikan telponnya tanpa mendapat jawaban terlebih dulu dari sang mama
Tuttttttt
Dia lantas menarik napas dalam dalam sambil menahan sesak di dadanya.lalu menengadahkan kepalanya menatap langit langit kamarnya.
Ceklek.
suara pintu kamar mandi terbuka,menampilkan sosok suaminya yang hanya menutupi tubuhnya dengan handuk yang melingkar di pinggang dan menutupi sampai lututnya.memperlihatkan bahu kokoh dan dada yang bidang disana.serta wajah jendra yang terlihat sangat segar dengan rambut basahnya.
" Jen.." Panggil Ratu dengan suara lirih.
" Apa?hmm.?" sahut jendra yang kini sudah berada didepan lemari untuk meraih kaos berwarna abu abu yang ada di gantungan.
Ratu pun mendekat ke arah pria itu,lalu langsung melingkarkan lengannya ke perut rata pria itu.memeluknya dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung jendra.
Jendra menahan napas sambil menatap lengan ratu, yang menempel di perutnya yang kekar.dia menarik napas dalam dalam saat jemari ratu bergerak perlahan diatas perutnya.terasa sangat lembut hingga membuat aliran darahnya mengalir lebih cepat.
" Rat, what are you doing..?" tanya jendra sambil membalikan tubuhnya menatap ratu.
" Give me a baby in my womb.!" pinta ratu dengan suara lirih dan menatap wajah jendra.
Jendra tersenyum menatap ratu.tangan kanannya menarik tengkuk wanita itu dan menghisap bibir ratu,sangat dalam.dan hanya dalam hitungan detik.mereka berdua sudah di kuasai gairah.hingga berakhir saling memuaskan di ranjang satu sama lain.dan tanpa mereka sadari,hubungan mereka bukan hanya sekedar untuk mendapaatkan seorang bayi saja.tapi saling menuntut untuk memuaskan diri masing masing.membuat ikatan diantara mereka terjalin saling kuat.
Ratu menarik napas dalam dalam sambil melangkahkan kakinya.memasuki ballroom hotel tempat perjamuan perayaan pernikahan salah satu anggota dewan diadakan.dia yang masuk menggandeng jendra.langsung menjadi pusat perhatian banyak orang.
" Jen.Apa penampilanku terlihat aneh.?" tanya ratu
Jendra menoleh ke arah ratu.Gaun warna putih bertabur lukisan kelopak bunga cherry blossom itu membuat ratu terlihat tampil lebih muda jauh dari usianya.rambut yang di jepit rapi ke belakang.dan aksesoris seadanya.membuat penampilannya terlihat sempurna.
" Menurutku nggak ada yang aneh sedikit pun." jawab jendra dengan santai.
" Yakin..?" tanya ratu memastikan sambil melebarkan senyumannya.menyapa semua orang yang mereka lewati.
__ADS_1
Jendra langsung melangkahkan kakinya menghampiri,sepasang suami istri yang sedang merayakan.hari pernikahan mereka yang ke 35.semua orang bisa mengetahuinya hanya dengan melihat kue tart yang besar terpajang tinggi di ruangan tersebut.
" Hallo mas jendra...Apa kabar.?!"akhirnya ke pesta bawa gandengan juga...Calon istrinya ya...?" Sapa seorang pria paruh baya yang menjadi tuan rumah tersebut.
Jendra hanya tersenyum menanggapi ucapan pria itu."Perkenalkan ini Ratu maheswari, salah satu designer muda yang ada dikota ini."
" Wah..ternyata designer.pantas saja gaunmu indah sekali..saya mau dong di rancangkan gaun yang bagus seperti ini."seru wanita paruh baya yang ada dihadapan ratu.
Ratu tersenyum manis." saya akan merasa terhormat jika bisa membuatkan design untuk nyonya."
" Ah kamu bisa saja.justru saya yang harusnya senang bisa mengenal designer muda sepertimu." timpal wanita paruh baya itu.
Jendra dan ratu saling melempar tersenyum manis.
" Rat.kenalin ini Pak Barata dan ini Bu barata.beliau adalah ketua DPRD di kota ini."Tutur jendra memperkenal ratu dengan dua orang yang pentinh di kota ini
Ratu tersenyum manis lalu dia segera menyalami,dua orang yang ada dihadapannya itu.
" Senang sekali bisa berkenalan dengan anak muda berbakat seperti kalian.langsung saja nikmati pesta ini.kami akan menyambut tamu yang lain." pinta bu barata.
Jendra dan ratu mengangguk bersamaan.lalu ratu menghela napas lega saat pak barata dan istrinya sudah beranjak dari hadapannya.
" Aku nggak nyangka jen, ternyata kenalanmu pejabat semua.apa kamu berniat untuk berpolitik.?"
harus pandai menjaga hubungan dengan mereka kalau bisnis kita mau berjalan lancar."
Ratu menaikan kedua alisnya.?" haruskah seperti itu.?" nggak rawan kena kasus rompi orange kan..?" bisik ratu
Jendra menggeleng sambil tersenyum kecil."Aman.! sesuai jalurnya kok." dia mengedipkan mata lalu mengajak ratu menghampiri andika.yang juga ada di pesta perjamuan tersebut.
" Hai jen..." Sapa andika yang langsung merangkul tubuh jendra begitu berhadapan dengan pria itu.
" Lo sendirian Dik.?" tanya jendra
" Sendirian lah.lebih bebas kalau nggak bawa cewek pergi ke perjamuan kayak gini.pusing gue kalau bawa cewek.ribet ini itu.belum dandannya yang lama." Sahut andika dengan santai.
Jendra menanggapi dengan tertawa kecil" kalau Lo nggak nyoba mencintai keribetan perempuan yang ada Lo bakal jadi jomblo seumur hidup."
Andika memutar bola matanya." Gue maunya cari cewek yang mandiri dan nggak ribet.setidaknya kalau janjian pergi ke pesta.nggak mesti nungguin dia dandan dulu."
Jendra tertawa kecil sambip melirik ratu yang berdiri di sampingnya.dia malah menyukai saat menunggu ratu berdandan.memandangi ratu cara memoleskan bedak dan lipstik.membuatnya bisa menikmati setiap detail wajah ratu hingga puas.
__ADS_1
" Eh gue denger Lo mau luncurin dua aplikasi sekaligus?beneran nggak sih.?" tanya andika sambil meraih segelas wine.yang dibawa oleh pelayan yang menghampirinya.
Jendra mengangguk dan ikut meraih segelas wine disana.
" Lo nggak minum rat.?" tanya andika sambil menatap ratu.
Ratu menggeleng." Aku lagi promil jadi nggak minum alkohol."
" Oh.." Andika manggut manggut." I see."
Ratu tersenyum sambil menoleh kearah meja prasmanan." Jen.aku haus.aku ambil jus disana dulu ya.kalian lanjut aja ngobrolnya."
Jendra mengangguk dan kembali melanjutkan obrolan bisnisnya bersama andika.
Ratu perlahan melangkah mendekati meja prasmanan.dan meraih segelas orange jus yang sudah disediakan disana.dia menyesap minuman itu perlahan sambil mengamati bamyak orang.yang sedang sibuk berbincang.sementara dia tidak mengenal siapa pun selain jendra.iapun juga lebih berharap tak adaa yang mengenalnya.sehingga tak menyinggung statusnya yang kini sudah berubah.
Tiba tiba saja ratu melongo,kedua matanya terbuka lebar saat melihat sosok wanita cantik.dengan stelan balero warna merah masuk kedalam ballroom tersebut.wajahnya pun berubah tegang.dan gelas yang dia pegang pun meluncur ke lantai begitu saja.
Prangg...Pyarrr....
Semua mata langsung tertuju pada ratu.ratu buru buru membungkukan tubuhnya.umtuk meraih pecahan gelas itu meski tatapannya masih kosong.
" Nona biar kami saja yang membersihkan." pinta dua orang pelayan yang langsung menghampiri ratu.
Ratu mengangguk." Maaf ya mas." pintanya dengan penyesalan
" Nggak apa apa nona ini sudah jadi tugas kami."
Ratu mengangkat tubuhnya kembali. sambil menatap wanita yang baru datang itu.wanita itu adalah TANIA CAROLINE MANDHALIKA.wanita berdarah indo-eropa yang menjadi rekan bisnis.sekaligus tunangan jendra.melihat tania yang muncul tiba tiba membuat perasaannya kacau.
Sedangkan jendra yang baru saja melangkah ingin menghampiri ratu.tiba tiba dikejutkan oleh tania yang tiba tiba saja sudah merangkulnya.
" Suprise sayang..." Ucap tania sambil terssnyum manis ke arah jendra.
Jendra menoleh kearah ratu dengan kedua mata yang terbelalak,lalu tertegun beberapa saat.dia berpikir bagaimana bisa tunangannya itu bisa muncul di pesta perjamuan ini.bukankah tunangannya itu masih berada diluar negeri. dan seharusnya belum berada di indonesia bukan
" Hei kenapa ngelamun kayak gitu?kaget lihat aku.?" tanya tania sambil menjentikan jari lentiknya dan tersenyum manis di hadapan jendra
" Tania.." Gumam jendra sambil melirik kearah ratu yang berdiri cukup jauh darinya.membuat perasaanya tak karuan saat tatapannya bertemu dengan tatapan mata ratu.
" Ratu..please jangan salah paham." batinnya sambil menyugar rambutnya ke belakang.
__ADS_1
Bersambung
Happy reading