Terpaksa Menikahi,Adik Ipar

Terpaksa Menikahi,Adik Ipar
Delapan belas


__ADS_3

" Jen..maafkan Robi ya." pinta ratu sambil menggulirkan telur rebus ke wajah jendra.yang terlihat luka lebam.


Jendra mengangguk kecil.


" Kamu kan tau sifat Robi,kaya gimanagak seharusnya malah memancing dia."seru Ratu


" Aku nggak tau kalau dia lagi mabok...." Awww pelan pelan rat." sahut jendra menahan nyeri di wajahnya..


"Mabok atau enggak itu sama aja jen.Robi sama saja keras kepala dan suka berantem." tutur Ratu dengan ekpresi wajah yang risau


Jendra menghela napas dan menarik tangan ratu." sebaiknya kita tidak perlu pergi ke rumah itu lagi."


" Tapi jen mereka semua itu keluargamu,keluarga kita.apa kita harus memutuskan silahturahmi pada mereka?..toh pernikahan kita memang cuma sementara kan."Ujar ratu


" Terus kamu mau masuk rumah itu?lalu diperlakukan kayak tadi lagi hmm? dokter kan udah pernah bilang jika kesehatan psikismu itu lebih penting untuk program kehamilanmu rat.kalau kamu terus memasakan diri untuk berada di tengah temgah mereka.kamu bakal semakin stres dan nggak hamil hamil juga.hubungan kita juga semakin lama berakhirnya.kan kamu sendiri yang ingin cepat cepat balik sama robi." Ucap jendra


" Huh.aku yang mau balik sama robi,atau kamu sendiri yang pengen cepet cepet balik sama Tania.?" tanya Ratu dengan wajah selidik dan memajukan bibirya ekspresi cemberutnya.


Jendra balas menatap wajah ratu,kemudian menghela napas."Aku nggak peduli sama tania,karena yang ku peduliin sekarang itu kamu rat." jawannya lirih


Ratu menatap wajah jendra dengan mata yang sudah berkaca kaca." kenapa kamu selalu peduliin aku jen.padahal aku ini bukan siapa siapa buat kamu jen."


" Kamu ini istriku rat !.sudah nggak usah nangis.karena air matamu ini membuat nyeri ulu hatiku rat." pinta Jendra sambil mengusap buliran air mata Ratu.


Ratu menarik kasar hidungya.kemudian ganti menatap wajah jendra." Apa kamu juga merindukan Tania?seperti aku yang juga merindukan jerobi.?" tanya ratu


Jendra hanya diam dan tak menjawab pertanyaan ratu,lalu berdiri dari sofa.


" Jen kamu pasti tahu kan gimana perasaanku? apa aku nggak boleh tau tentang perasaanmu ke tania? kamu ggak putusin dia kan? gimana kalau dia tiba tiba datang dan mengetaui kamu nikah sama aku?" tanya ratu


Jendra pun kembali menatap wajah ratu." Kamu serius masih punya perasaan ke robi?"


Ratu hanya terdiam dan tak bergeming


" Aku memang nggak pernah putusin tania,tapi kami juga jarang berkomunikasi karena kesibukan kami masing masing." ujar jendra sambil menghela nafas kasar." dia sibuk ngurusin bisnisnya,begitupun juga aku,tapi aku juga bisa putusin tania,kalau kau yang menginginkannya." imbuhnya lagi.


Ratu menghela nafas,menahan perasaannya yang tak karuan.dia sendiri tidak tau apa yang harus dilakukan saat ini.mana mungkin dia menyuruh jendra memutuskan tania,sedangkan dia sendiri sadar siapa dia berani meminta hal itu,sedangkan dia hanyalah seorang istri sementara untuk jendra.

__ADS_1


" Sudahlah tidak usah dibahas lagi,lupakan saja." jawabnya,jendra pun menganggukan kepalanya saja.


Ratu mengikuti langkah jendra yang baru saja masuk kamar,dia menghampiri jendra yang terlihat sedang mencari sesuatu di meja hias.


" kamu nyari apa?"


" Itu...apa ya yang biasa dipakai cewek cewek buat nutupin luka memar diwajah?soalnya malam ini aku ada janji buat ketemu sama kolega kolega bisnisku.kalau mukaku kayak gini kan mereka bisa mikir aku yang macam macam." tanya jendra sambil memperhatika botol botol make up satu persatu


" Foundation maksud kamu?" ujar ratu sambil meraih botol mungil yang ada diatas meja.


" Iya ini dia." Ujar jendra dengan mata berbinar." Coba deh tolong olesin ke wajahku,karena aku harus benar benar memastikan bisa menutupi memar di wajah tampanku ini." Ucapnya lagi dengan penuh percaya diri sambil menyodorkan wajahnya ke arah ratu.


" Dihh...pede banget kamu."


" Ya pasti dong." Cetus Jendra sambil menaik turunkan alis tebalnya.membuat Ratu memutar bola matanya dan meneruti permintaan suaminya itu.


kemudiam ratu mulai mengeluarkan cairan foundation itu ke ujung jarinya lalu mengoleskan ke sudut bibir jendra yang memar,namun kini mata nya malah tertuju pada bibir jendra yang terus mengulas senyum kearahnya,membuatnya sedikit salang tingkah.namun sebisa mungkin dia mengendalikan perasaannya.


Dia rasa semakin hari hubungan mereka semakin intim,membuatnya berpikir bagaimana dia bisa lepas dari pria ini.dia pun tidak bisa memungkiri jika perlahan hatinya mulai melupakan sosok robi dari hidupnya.bahkan mungkin kini hatinya mulai terjebak dengan pria ini.


Jendra tersenyum lalu mengecup bibir ratu.


" Jen kamu apa apaan sih." Cetus ratu yang tersentak kaget dengan tindakan jendra,tanpa sadar dia menggigit bibir bawahnya,jantungnya pun seakan berdebar kencang membuat wajahnya memanas.


" Makasih ya.!" Ujar jendra dengan terus mengulas senyum


" Makasih untuk?" tanya ratu


" Iya makasih untuk wajahmu yang memerah kali ini." Bisik jendra yang terdengar lirih namun sensual itu


Dengam gugup ratu langsung membalikan tubuhnya membelakangi jendra,lalu meletakan botol foundation itu ke atas maja." U udah selesai." ucapnya dengan gugup lali melangkah pergi dengan perasaan yang tidak karuan


" Ya Tuhan.....! Apa benar wajahku beneran memerah." batin ratu sambil melangkah masuk ke dalam kamar mandi.untuk memeriksa wajahnya


Sedangkan jendra hanya tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya,lalu dia beralih menatap cermin guna memastikan foundation yang dioleskan ratu ke wajahnya itu sudah tertutup dengan sempurna apa belum dan ternyata sudah.


Sedangkan ratu yang kini berada didepan cermin kamar mandi sedang menepuk nepuk pipinya."Duh kenapa aku bisa kayak gini sih,aku ini udah merid dua kali,masa iya aku harus baper beneran sama jendra." gumamnya sambil terus membasuh wajahnya dengan percikan percikan air supaya bisa menetralkan perasaannya.

__ADS_1


tok tok tok


" Ratu...." panggil jendra dibalik pintu kamar mandi


" Ya jen.!"


" Kamu lagi apa?"


" bentar ya aku lagi pipis,kamu mau pakai kamar mandinya.?" Seru ratu dengan gugup


" Nggak.kamu kalau dandan berapa lama.?" tanya jendra lagi


" nggak lama,dua puluh menit aja cukup."


" Ya udah kalau gitu setengah jam pagi kita berangkat." sahut jendra membuat ratu sedikit terbelalak


" Hah.?!kita?"


" Iya.aku mau makan malam.sama kolega bisnisku,dan tentunya kamu harus ikut dong."


Ratu terdiam sejenak sambil menggigit bibir bawahnya,setelah itu dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi.


ceklek


" Apa aku harus ikut juga.?" tanya Ratu


Jendra menganggukan kepalanya." Hari ini ada pertemuan dengan teman bisnis yang punya perusahaan konveksi terbesar di dunia.siapa tau mereka cocok dengan desaign kamu,kan lumayan kamu bisa dapetin uang lebih."


" Serius kamu jen?" nampak sekali mata indah ratu berbinar binar


Jendra mengangguk kecil." Aku udah diskusi beberapa kali ke dia. dan kamu bisa work from home. design kamu cukup dikirim lewat via email supaya bisa di produksi.meeting juga nggak perlu pergi kemana mana.karena designer merekaa juga berbagai negara dan selalu virtual meeting." Tutur jendra


" Hmmm..kira kira gajinya berapa.?" tanya ratu hati hati


" Kalau soal gaji aku nggak begitu tahu.tapi dari info yang kudapat,pendapatan tetapnya sekitar lima ribu dollar,dan satu design paling murah di hargai dua ribu dollar.bahkan ada yang sampai lima belar ribu dollar." jawab jendra


" Serius bisa sebanyak itu?aku bisa cepet kaya kalau dikasih gaji segitu.sedangkan gajiku di butik saja cuma tujuh jutaan saja." Cetus ratu

__ADS_1


_bersambung_


happy reading


__ADS_2