
Jendra mengangguk sambil memainkan alisnya." aku juga udah diskusi sama bos kamu,supaya kamu bisa kerja dirumah.dan besok aku akan ajak ketemu sama designer interior.karena lantai dua ini masih banyak space yang masih bisa kamu pakai,untuk studio kamu.dan aku juga bisa taruh kerja mejaku bersamaan.jadi.meski dunia kerja kita berbeda, kita bisa menjalaninya bersamaan." tutur jendra sambil tersenyum
" Ka kamu kapan temuin Sasa?" tanya ratu dengan terbata bata
" Kami sama sama pebisnis,dan dunia kami ya ketemu orang orang itu saja." Jawab jendra dengan entengnya.sambil memainkan alisnya
" Lalu apa bener dia bolehin aku kerja dirumah ?" tanya ratu dengan penasaran.
Jendra mengangguk sambil tersenyum." kalU nggak percaya,tanya aja dia langsung."
" Awas ya kalau aku tanya dia dan ternyata dia nggak ngebolehin."
" Iya cantik..." sahut jendra sambil mencolek dagu lancip Ratu
" Dih gombal."dengus ratu lalu melangkah pergi menuju lemari pakaiannya.." Mmm bagusnya aku pakai gaun yang mana ya?" tanya ratu sambil memilah melihat beberapa potong gaun drees yang ada digantungan dalam lemari
" menuruku semuanya bagus.kan kamu designer pasti kamu tahu mana yang bagus dan cocok juga pas dibadan kamu." jawab jendra sambil menghampiri ratu lalu menarik kemeja yang tergantung disana
" terkadang kita butuh penilaian dari orang lain.karena setiap orang punya selera dan prespektif yang berbeda bukan.?" ujar ratu sambil menarik sebuah gaun untuknya
jendra pun mengangguk" sepertinya kita punya sudut pandang yang sama,lebih senang membahagiakan orang lain dibanding diri semdiri."
Ratu tersenyum menatap jendra." Oh...ya?memangnya kamu tahu aku seperti itu juga?"
Jendra mengangguk sambil menatap intens wajah ratu." menurutmu,bagiamana jika hal itu kita lakukan pada hubungan kita?" tanyanya sambil menatap lekat manik mata ratu.
Sejenak ratu terdiam sesaat mendengar ucapan jendra yang begitu membius dirinya." apa dia bilang?hubungan kita...?" batinya.
__ADS_1
Jendra tersenyum manis lalu mengecup bibir Ratu yang sedari tadi melamun.
Cup
" Tolong gantikan pakaianku." pintanya sambil menyodorkan kemejanya pada ratu,lalu merentangkan tangannya.memberi isyarat pada ratu untuk melepas kancing kemeja yang dia gunakan satu persatu,lalu menggantinya dengan kemeja yang baru.
Ratu menghela napas,namun tetap mengerjakan apa yang diperintah oleh suaminya itu.hingga berdua nampak seperti pasangan yang sempurna.sebelum mereka pergi ke perjamuan makan malam bersama rekan rekan bisnis jendra
******
Tepat jam delapan malam, jendra merangkul ratu masuk ke dalam,salah satu private room yang ada di sky bar restoo.
" Hai jen..akhirnya Lo datang juga.kirain nggak jadi kesini,kita udah mulai mau makan nih." sapa salah seorang pria,yang mengenakan jas biru dongker dengan kancing kemeja yang terbuka dibagian atas namun sangat santai."
" Sorry...dijalan macet makanya agak lama datengnya." balas jendra sambil menghampiri meja,dia menarik kursi yang masih kosong dan mempersilahkan ratu untuk duduk.
" Hmm macet atau macet.?" goda pria lain sambil memainkan alisnya ke arah ratu.
" Lupa cek update tan NTMC polri kali.udah ada panggilan baru." balas pria lain lagi sambil menatap tubuh ratu dari atas sampai bawah.
Ratu tersenyum kecut melihat para pria yang ada disana,dia pikir ini pertemuan resmi,ternyata mereka semua terlihat sangat santai.dan tidak sedang membicarakan soal bisnis.semua terlihat sedang menikmati party kecil diruangan itu.
" kalian ini....bisa bisanya menggoda cewek cantik sampai bikin dia canggung seperti ini.kenalin ini Ratu prameswari.yang pernah aku ceritakan ke kalian waktu itu." ujar jendra memperkenalkan istrinya.
Ratu langsung menunduk sopan dan tersenyum manis." Hai semuanya..salam kenal ya." ucapnya sambil melambaikan tangannya.
" Sini duduk dulu." pinta jendra sambil menarik punggung ratu supaya duduk di kursi yang telah dia sediakan." aku kenalin temen bisnis bisnisku." bisik jendra sambil berdiri dibelakang ratu.
__ADS_1
Ratu mengangguk dan tersenyum kecil.
" Ya pakai jas biru ini namanya Andika, dia salah satu silent investor.kerjanya hanya bersantai setiap hari." tutur jendra sambil menunjuk pria berambut coklat yang ada di sana.
Andika langsung tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah ratu." namaku andika,kalau siang dipanggil andi,kalau malam dipanggil ika."
membuat ratu tergelak dengan ucapan konyok teman suaminya itu.sambil membalas uluran tangan andika.
" Lhoh Lo mangkalnya tengah malam dik" goda salah seorang pria berambut cepak
" iya..soalnya om om berduit kan keluarnya juga tengau malam." sahut andika sambil meragakan gaya wanita centil.
Ratu terlihat tertawa melihat tingkah andika." kamu beneran suka mangkal.?" tanya ratu
andika langsung merubah raut wajahnya hingga serius."Gue becanda doang."
" Oh gitu." ratu manggut manggut sambil menahan tawa,
" Nggak usah heran,si dika ini memang rada' gila."bisik jendra di telinga ratu." emm kebanyakan nganggur soalnya." lanjut jendra
Semua orang tertaewa mendengar ucapan jendra.
" Eh..aku bisa memperkenalkan diriku juga?" tanya pria yang berambut cepak tadi.
" kenalin sendiri dong." dia menyemprotkan hanzanitizer ke telapak tangan dan menggosok tangannya sendiri." kenalan sama cewek cantik harus bersih dong."pria itu langsung mengulurkan tangannya kearah ratu." kenalin namaku boy,pengusaha dan investor juga.."
" Namaku Ratu,salam kenal semuanya."balas ratu
__ADS_1
_bersambung-
happy reading