Terpaksa Menikahi,Adik Ipar

Terpaksa Menikahi,Adik Ipar
enam belas


__ADS_3

Ratu kembali melangkah lemas,saat keluar dari rumah sakit.pemeriksaan dokter menyatakan kalau semuanya normal.dia hanya diminta untuk bersabar dan membanguun hubungan lebih baik lagi.kondisi psikologis akan sangat mempengaruhi proses kehamilannya.dan dia minta keras untuk menata hatinya.menerima semua kekurangan dan hal buruk yang terjadi pada dirinya untuk berlapang dada.


" Katakan apa saja yang sudah mengganggu pikiranmu saat ini rat?aku akan berusaha membantumu melakukan banyak hal yang bisa mengalihkan perhatianmu dan membuatmu bahagia.hmm?" tanya jendra saat dia sudah masuk kedalam mobil bersama Ratu.


" Status kita !." Jawab ratu singkat dan dingin.


" I know.tapi ini juga bukan maunya kita rat,kita tidak bisa melangkah mundur.bagaimana kalau kita hadapi semua kedepannya dengan jalan bahagia hmm?" Tanya Jendra dengan menatap lekat wajah ayu milik Ratu


Ratu terdiam dan menggigit bibir bawahnya dan berpikir.


" Meratapi apa yang sudah terjadi,tidak akan ada gunanya Rat,hanya akan membuat kita kesulitan untuk menghadapi masa depan.lebih baik kita saling membahagiakan.bagaimana?" tanya jendra sambil ersenyum hangat


Ratu mengangguk sambil tersenyum menatap wajah jendra.


" Nah gitu dong,Manis kalau tersenyum."Ucap jendra sambil menatap wajah ratu.lalu menyalakan mesin mobilnya.dan melaju kencang keluar dari rumah sakit tersebut.


Beberapa menit kemudian jendra memberhentikan mobilnya Di Tunjungan Plaza mall terbesang di surabaya.dia mengajak Ratu belanja dengan puas dan mengajaknya bersenang senanh di Mall tersebut


" Kita nikmati saja waktu kita berdua ini, saling membahagiakan diri sendiri.hari ini kamu tidak perlu melakukan hal lain.selain dirimu sendiri.hmm." Ujar jendra sambil meraih jemari Ratu menggenggamnya erat,mengecupnya singkat dan membawanya melenggang masuk ke dalam pintu mall menikmati suasana indah yang suguhkan ditempat tersebut.


Ratu mengangguk setuju,jendra benar.dia memang harus membahagiakan dirinya sendiri.sebab terus menerus membahagiakan orang lain itu sangat lelah.


" Ratu, kamu mau beli apa.?" tanya jendra sambil melenggang santai menyusuri tempat itu


" Hmmm...apa ya..?" Ratu mengetuk ngetuk dagunya sambil berpikir sesuatu.


" Gimana kalau kita beli barang saja untuk para mama,bukankah hari ini ada arisan keluarga.?" Tawar jendra


Ratu mengangguk setuju dengan ide Jendra."Boleh juga."


" Kamu udah hafal kan kesukaan mereka?" tanya jendra sambil masuk ke sebuah Toko Perhiasan terbesar didalam mall tersebut.


" Kamu mau belikan perhiasan untuk mereka semua?" tanya ratu


Jendra mengangguk." Ini yang paling simple dan mudah dibawanya.nggak perlu bawa banyak kantong belanja yang merepotkan."


" Jadi ini alasanya kamu memilih memberi hadiah perhiasan dari pada pakaian atau tas?" tanya Ratu


Jendra mengangguk sambil tersenyum." simple kan?"


Ratu mengangguk." Simple si iya.tapi nyari duitnya yang nggak simple,untung aja kita nggak nikah beneran.jadi aku nggak akan khawatir melihatmu menghambur hamburkan Uang."


" Hahaha." Jendra tergelak sambil mengusap pucuk kepala Ratu,lalu memperhatikan jewelry yang tersusun rapi di rak rak kaca.

__ADS_1


" Selamat siang mas jendra..! sudah lama nih nggak mampir kesini." sapa seorang salah satu wanita yang ada dibalik etalase toko tersebut dari nametage yang digunakan semua orang bisa mengetahui jika dia adalah manager toko.


Jendra hanya tersenyum menanggapi sapaan wanita itu.


" Mau cari hadiah buat ibunya?kami ada produk baru yang cocok khusus untuk para wanita berkelas atas."tutur manager toko itu sambil tersenyum manis." mau lihat?"


Jendra pun langsung mengangguk.dan manager tersebut langsung mengambil barang yang dia maksud lalu menyodorkannya kehadapan jendra.


Dua set perhiasan dengan gaya berbeda sudah terpajang indah dihadapan mereka.


Ratu terperangah dan tertegun melihat dua set perhiasan mewah yang ada dihadapannya.meski mereka berdua bersaudara jendra dan jerobi memilik sifat tolak belakang yang berbeda.Jerobi tidak pernah seroyal ini membelikan perhiasan untuk orang lain,sekalipun itu mama mama mereka.berbeda dengan jendra yang kali ini dia melihatnya sendiri.karena memang kemampuan mereka berdua.


Jendra memang sudah menjadi bisnisman sejak pria itu masih duduk dibangku kuliah.dan dia pun sudah memegang jabatan penting dikeluarganya.


Sedangkan Robi hanyalah seorang photographer dan jurnalis di kepolisian.Robi lebih suka dengan pekerjaan santai.meski tak banyak uang tapi kehidupan rumah tangga mereka tetap bahagia dan saling melengkapi.


Namun kini Ratu disuguhkan kemewahan oleh jendra secara berlebihan.bagaimana nantinya dia menjadi candu?ini sama saja halnya menenggelamkan dirinya ke dalam dunia terlarang kedalam hubungan rumit ini.


Perempuan mana yang tidak merasa bahagia jika,dimanjakan dengan kasih sayang,perhatian dan barang barang mewah.


" Gimana Rat,menurutmu bagus yang mana?"


Suara jendra mampu membuyarkan lamunan Ratu,Dia langsung menatap dua set perhiasan yang akan diberikan untuk ibunya.dia menunjuk satu set perhiasan yang bisa memancarkan warna lembayung disetiap sudut mata berliannya.dia tidak habis fikir teknologi apa yang digunakan hingga membuatnya bisa membius mats bagi saja yang melihatnya.


" Seleramu lumayan juga."Ujar jendra sambil meraih gelang yang ada didalam kotak perhiasan tersebut.


Jendra tersenyum lalu tangan kirinya meraih pergelengan tangan milik ratu agar mengulur kearahnya serta memakaikan gelang tersebut."Aku sudah memberimu kalung,jadi aku berikan gelang ini untukmu,dan kalungnya akan ku berikan untuk mama lestari." Tutur pria itu membuat Ratu tercengang mendengarnya.


" Tapi jen...ini.?" Ratu tertegun melihat gelang berlian sudah melingkar di tangannya.dia tidak menyangka jika jendra lagi lagi menghadiahkan baranh mewah untuknya.


Jendra mengalihkan pandangannya pada manager toko."Aku ambil yang ini,harganya berapa.?" tanya jendra sambil mengeluarkan dompet dari saku celananya.


" Ini murah cuma dua ratus tujuh dolar saja." ucap manager toko sambil tersenyum manis kearah jendra.dia selalu memberi pelayanan yang ramah dan manis agar pelanggannya mau membeli produknya tanpa berpikir berkali kali.


Jendra tersenyum sambil manggut manggut.dia mengeluarkan Amex card yang ada didompetnya dan menyodorkannya pada manager toko tersebut.


Sementara itu Ratu dengan susah payah menelan salivanya,mendengar harga yang disebutkan oleh manager toko tersebut.otaknya pun otomatis langsung bekerja seperti kalkulator tanpa diperintah.


" Cums tujuh ratus tujuh puluh lima ribu?tapi dollar?" Gumamnya pelan." Ini jendra beneran masih warah?uangnya sebanyak apa sih?penghasilanku sama robi saja jika digabungkan selama setahu pun tidak akan sebanyak ini." Lanjutnya lagi membatin dalam hatinya.


" Karena mas jendra membeli satu set perhiasan ini....dapat bonus perhiasan senilai tiga puluh juta didalam rak sana."ujar manager toko tersebut sambil menunjuk kearah rak toko yang ada disudut ruangan.


Jendra mengangkat alisnya dan tersenyum." Serius?"

__ADS_1


Manager toko itu mengangguk dan tersenyum.


" Ayo rat kamu mau yang mana.?" tanyanya lalu menarik tangan ratu dan memperhatikan rak kecil yang terpajang si sudut ruangan tersebut.


" Barang barang inu nilainya sampai tiga puluh juta.?" tanya ratu sambil memperhatikan perhiasan yang ada disana.


" Iya kamu ambil saja mana yang kamu suka,mumpung gratis,aku sering banget beli perhiasan ini dan baru kali ini saja dapat hadiah." tutur jendra.


Ratu tersenyum lebar." Nah kalau gratis aku mau banget,setidaknya aku tidak terlalu merasa bersalah karena ikut berperan menguras isi dompetmu."


Jendra tertawa kecil sambil tertawa dan menggelengkan kepala melihat tingkah ratu yang terlihat menggemaskan dimatanya itu.


" Oke kalau gitu bayar saja kalau kamu merasa bersalah." Ucap jendra menggoda Ratu.


"Hah? jadi kamu nggak ikhlas nih kasih gelang ini ke aku.?" Tanya ratu sambil menyodorkan tangannya.


" Ikhlas dong.! kan aku bilangnya kalau kamu merasa bersalah,kalau nggak pakai saja sesukamu." sahut Jendra sambil tersenyum manis.


" Kamu ini terlalu bermurah hati jen,apa kamu memperlakukan ini sama mantan tunanganmu?" tanya Ratu sambil memperhatikan perhiasan dihadapannya satu persatu.matanya langsung tertuju pada penjepit dasi yang ada disana


" Mbak ! aku mau yang ini saja." pinta ratu pada staff yang berjaga disana.


Wanita muda itu tersenyum ramah dan memberikan barang yang dimaksud ratu.


Jendra tersenyum sinis." buat apa ngambil hadiah barang begitu?buat Robi.?" tanyanya dengan ketus.


Ratu tersenyum manis lalu menarik kedua kerah jas jendra,supaya pria itu mendekat kearahnya.


Jendra terkejut saat ratu menarik tubuhnya.indera penciumannya langsung menghirup aroma rambut ratu.yang khas dan menyejukan.dia menghisap aroma itu dalam dalam sambil memejamkan mata.


Ratu tersenyun sambil memasangkan penjepit itu ke dasi jendra."Kamu membelikan hadiah orang lain,seharusnya juga memikirkan dirimu juga." ucap ratu sambil menepuk dada bidang jendra yang terbalut kemeja warna maroon tersebut.


Jendra langsung menarik pinggang ramping ratu agar merapat ke tubuhnya.


" Jen..." Ratu memekik dan mengangkat wajahnya dan menatap jendra,dan seketika pandangan mereka saling bertemu dan mengikis jarak di antara mereka secara perlahan.


Jendra sudah tidak mampu menahan diri.kini hasratnya menarik diri kedalam celah terlarang yang seharusnya tidak pernah dia sentuh.Ya dimata Ratu nampak jelas bayangan dirinya disana.membuatnya menginginkan potret dirinya tersemat abadi dimata indah milik wanita itu.


Sebaliknya ratu juga tak berkedip menatap mata jendra.Aroma maskulin pria itu benar benar sudah menarik dirinya.


Bodohnya dia tidak bisa menolak didekapan pria itu.dan merasa sangat nyaman,ketika bibir mereka saling bersentuhan.


" jalani saja semua ini dengan manis,sebab kita tidak akan bisa lagi untuk melangkah mundur." Bisiknya dalam hati sambil menikmati alur cinta yang tersuguh indah tanpa mereka minta

__ADS_1


bersambung


Happy reading


__ADS_2