Terpaksa Menikahi,Adik Ipar

Terpaksa Menikahi,Adik Ipar
Sebelas


__ADS_3

Ratu mengusap matanya yang jatuh berderai saat dia.sudah duduk ditepi ranjang besar milik jendra.dia terus menangisi nasibnya sendiri yang sudah tidak berdaya.melawan semua keluarga dan orang orang terdekat yang menyakitinya.bahkan dimata pria yang dia cintai.dia terlihat tidak ada harganya.


" Sudah jangan menangis terus!,cantikmu nanti akan tergerus jika kamu terus saja menangis." ucap jendra sambil mengusap air mata ratu perlahan,sambil mendekatkan wajahnya kearah wajah ratu.memastikan tidak ada air mata dipipi wanita itu meski hanya sedikitpun.


" Aku ngerasa jadi boneka dan badut dirumah ini.aku nggak bisa melawan keputusan mereka.semuanya udah aku ikuti dan tetap saja disini aku yang bersalah.bahkan dimata pria yang aku cintai pun terlihat tidak ada harganya." Lirih Ratu sambil terisak.


Jendre menghela napas dalam dalam menatap wajah ratu yang terus saja bersedih." Kamu tidak bahagia didalam rumah ini?"


Ratu membalas dengan tertawa kecil." wanita mana yang tidak bahagia bisa tinggal dirumah semewah ini?rumah ini pun juga sangat ramai,dan aku tidak merasa kesepian.bukankah jadi menantu keluarga kaya,impian setiap wanita?mana mungkin aku tidak bahagia."Ucapnya sambil mengusap air mata dan tersenyum getir.


Jendra tersenyum kecut mendapati ucapan ratu." kamu tidak perlu membohongiku,apalagi membohongi dirimu sendiri.jika kamu mau maka aku akan memberimu kehidupan yang bebas."


Kening ratu mengeryit." maksud kamu?"


Jendra tersenyum menatap wajah ratu."aku sudah membeli rumah untuk kita.kita bisa tinggal disana,dan kamu bisa bebas melakukan apapun dirumah itu.tidak akan papa jimmy yang akan mengintervensi kamu.tidak akan ada mama siska,mama tari,mama karina dan semua orang yang akan mengawasi gerak gerik kamu.tidak akan ada robi yang membuatmu canggung.aku hanya ingin suasana hatimu dalam suasana baik.supaya kamu bisa cepat hamil.sehingga kita bisa segera mengakhiri hubungan rumit ini !"


Ratu pun berpikir sejenak lalu mengangguk anggukan kepala.


" Kemasi semua barang barangmu dan bawa yang penting penting saja.kita pindah kesana sekarang juga.!" seru jendra dengan tegas


" Hah?sekarang?"


Jendra mengangguk." kamu sudah terlalu lama tinggal dirumah ini dan tidak bahagia.lebih cepat lebih baik.kita masih berkunjung setiap weekend." jawab jendra dengan mantap


Ratu tertawa kecil sambil menitikan airmatanya kembali.dia tidak menyangka justru jendra lah yang mengerti keadaanya saat ini.


" Sudah jangan nangis lagi." pinta jendra dengan lembut.sambil mengusap bagian bawah mata ratu yang kembali basah."emm aku punya cerita lucu.kamu mau dengar nggak?" seru Jendra lagi


" Ngaco kamu jen !aku lagi sedih malah kamu nawarin cerita lucu.!" ujar Ratu sambil menyebikan bibirnya


" Aku suka baca cerita abu nawas,kamu suka nggak?dia cerdik dan lucu.lebih lucu dari cerita si kancil.kamu mau dengar yang mana,abu nawas atau sikancil?tanya jendra sambil berjongkok didepan ratu.


Ratu langsung tertawa kecil menatap wajah antusias jendra." yang mana aja yang penting menurutmu bagus."


Jendra pun langsung menceritakan beberapa kisah abu nawas dan sikancil.membuat ratu tertawa terbahak bahak mendengarnya.


" Kamu bayangkan jika seandainya mereka jadi satu.mereka bakal gimana ya.?"tanya jendra sambil tertawa.


" Hahaha.." Ratu pun ikut tertawa geli sambil memegangi perutnya yang semakin kram kerena terlalu banyak tertawa.


" Ceritanya sudah selesai.sekarang yuk kita berkemas." ajak jendra sambil bangkit dari lantai.dia pun mengambil koper yang tersimpan didalam lemari.lalu mengajak ratu untul berkemasb beberapa barang yang akan mereka bawa ke rumah baru kita.


setelah memastikan semua barang dia inginkan sudah terbawa.mereka berdua langsung keluar dari dalam kamar.sambil membawa koper mereka masing masing.


" Lhoh kalian mau kemana?" tanya Tari yang kebetulan sedang melintas dibawah anak tangga." bukannya kalian baru pulang?terus kenapa mau pergi lagi?" sama mama tari mamanya jendra.

__ADS_1


Jendra mengangguk." Iya ma kami sudah belum rumah baru,lengkap dengan fasilitasnya.dan hari ini aku akan ratu untuk pindah kesana."


" Eh..ehh..Kamu tadi bilang apa jen.?"


tiba tiba suara Mama siska langsung melengking ketika tak sengaja mendengar pembicaraan jendra dan mama tari.dia yang kebetulan diruang keluarga langsung melangkah menuju tangga,dengan langkah tergopoh gopoh.


" Kami mau tinggal dirumah baru kita ma."


" Apa?rumah baru.?" Cetus siska dengan keterkejutannya


"Iya ma." jawab jendra


" Nggak bisa gitu dong! kalian ini menikah hanya cuma untuk melahirkan anak,setelah Anak itu lahir kalian akan bercerai dan Ratu akan jadi istri Jerobi lagi.kenapa kalian mesti harus pindah rumah segala,rumah tiga lantai ini apa masih kurang besar hah?"cerocos Siska wanita berusia empat puluh lima tahun itu dengan penuh berapi api.dia tidak akan terima jika jendra begitu saja membawa ratu keluar dari rumah ini.


" Ma,kami butuh privasi.untuk membangun hubungan.setidaknya sampai suasana hati ratu menjadi lebih baik dengan segera cepat hamil." tutur jendra berusaha membujuk mama keduanya itu.


" Hah?membangun hubungan yang bagaimana maksudmu?kalian itu nggak perlu susah buat membangun hubungan.karena Ratu akan tetap menjadi milik jerobi !.dan kamu jangan sekali kali mencoba membawa ratu pergi dari rumah ini !." Tegas mama siska menatap nyalang ke arah putra keduanya itu.


jendra dan Ratu saling melempar pandang.dirumah ini siska lah istri tertua dirumah itu,dan semuanya harus patuh dan mengikuti peraturan pada perempuan itu.dan karena sudah menjadi keputusan selama bertahun tahun,dan tidak ada satu pun yang berani dengan keputusan Siska.


" Mbak,apa yang dikatakan jendra ada benarnya juga ,jika suasana ratu baik pasti akan mempengaruhi proses kehamilan ratu semakin cepat.lebih baik mereka berusaha membangun hubungan,supaya ratu bisa cepat hamil dan keluarga kita bisa segera mempunyai keturunan,mungkin mereka juga butuh privasi." Tutur lestari istri kedua jimmy yang tak lain adalah ibu kandung jendrama.


" Oh jadi kamu mulai belain anakmu.?!" seru Siska sambil menatap lestari dengan wajah garangnya.


" Mbak! jika jendra sudah membuat keputusan pasti dia sudah memikirkannya dengan baik dan matang...ini semua untuk kebaikan kita semua mbak." tutur Lestari mencoba menjelaskan


" Ma,ratu butuh suasana baru untuk menenangkan hatinya,rumah ini terlalu ramai untuk dia." Ujar jendra mencoba jujur.


Siska langsung mengalihkan pandangan pada Ratu." Benar apa yang dikatakan sama dia?kamu nggak suka ramai?kamu nggak suka keluarga ini hah?ayo jawab !." SentaK Siska sambil menatap wajah ratu yang sedikit menunduk karena ketakutan.


Dia tak berani mengangkat kepalanya,hanya menggigit bibir bawahnya.baginya berhadapan dengan satu mertua saja sudah cukup menguras emosi dan pikirannya setiap hari.apalagi dia harus menghadapi ke tiga mertua sekaligus.yang tinggal satu atap.membuatnya kerap merasa salah bicara.satu satunya jalan hanya menuruti permintaan para nyonya nyonya dirumah itu.hingga membuatnya hampir gila setiap hari.


" Ada apa ini.?" tiba tiba saja Robi muncul dan mengamati jendra dan ratu yang menenteng dua koper besar ditangan mereka." mau kemana kalian?honeymoon.?" sambungnya lagi


" Honeymoon apaan,dia aja mau bawa ratu keluar dari rumah ini." Sahut mama siska.


Robi mengangkat alisnya sambil menatap curiga pada jendra." beneran jen?"


Jendra pun mengsngguk


" Memangnya ada masalah apa?" tanya robi sambil mengedarkan pandangannya pada yang lainnya .dan semua orang diam mendengar pertanya robi.


" Kalau tidak ada masalah tapi kenapa ratu mau keluar dari rumah ini?apa ada yang mulai menyinggung dia dirumah ini?"


Semua orang masih tetap diam tanpa mau membuka suara

__ADS_1


" JAWAB !" sentak Robi kesal karena tak ada srorang pun menjawab


" Rob ini semuanya tidak ada hubungannya dengan orang lain.kami memutuskan untuk pindah.karena kami hanya ingin mencari ketenangan." Jendra mulai membuka suara


" Ketenangan?" Robi mengeryit lalu beralih menatap ratu." Apa yang sudah membuat tidaj tenang dirumah ini.?" Tanya robi sedangkan Ratu hanya diam sambil menggigut bibir bawahnya


" RATU, JAWAB.!" sentak robi sambil menatap tajak kearah ratu


" Kasih aku waktu untuk menyendiri dulu bi." ujar Ratu sambil bibirnya getar


Robi tertawa miring mendengar jawabab Ratu."menyendiri katamu?menyendiri atau kamunya aja yang pingin berduaan sama jendra !"


" Rob,tapi ini semua untuk kebaikan Ratu juga,dia lagi promil dan tidak boleh stres.kalau dia masih tetap disini hanya akan membuatnya tambah stres,apalagi menghadapi kamu.!" Tutur jendra dan langsung mendapat tatapan tajam dari jendra.


" Apa aku ini memang seburuk itu buat kamu rat?aku ini masih suami kamu lhoh." ujar robi sambil menatap ratu


"Mantan suami !." Ralat Jendra


" Heh !.kalau saja karena Ratu tidak membutuhkan keturunan,aku nggak akan jadi mantan suami bagi dia.lagian kamu hanya suami semantara kenapa lo sekarang malah ngelunjak.!" ucap robi sambil mendorong dada robi.


" Robi stop! jangan berkelahi sama adikmu sendiri.!" siska langsung menarik lengan robi supaya tak menyerang jendra


" Tapi ma,dia makin hari makn ngelunjak dari perjanjian awal kita gimana? dia cuma boleh tidur sekali saja sama istriku sampai dia hamil.ini malah ngelunjak mintak banyak !"


" ini juga salahmu kenapa dulu membiarkan dia minta pernikahan mereka sah secara hukum dan agama." Ucap Karina mama ketiga jendra dan jerobi.


" Dia yang minta syarat sah nikah." ucap robi lalu beralih menatap jendra dan menunjuk wajah jendra." kamu sengaja kan jen mau jebang aku.!"


" Kamu juga kan yang penuhi syarat ini.terus kenapa kamu mesti marah marah ?"aku juga butuh mengurus banyak hal saat ratu hamil nanti dan kami butuh status.!"


" Wait !....heh jen,kalau soal kehamilan ratu,semua bisa ditanggung sama robi.karena robi bukan pria yang kekurangan finansial.dan setelah aku fikir fikir kenapa aku baru sadar kalau kamu sengaja ingin mengacaukan semua ini.setelah kamu dapetin Ratu secara sah.terus sekarang kamu mau bawa dia pergi dari ini hah!? licik kamu,jen." Ketus siska meradang sambil menunjuk nunjuk wajah Jendra.


" Tapi mbak!.ini semua bukan salah jendra.toh kalian juga kan yang menyuruh jendra untuk menikahi ratu kan.?"kini giliran Tari yang membela putranya.


" kamu belain anak kamu ,hah.!"sentak Siska sambil menatap tajam kearah madunya itu.


" Udah ma,jangan berantem."ujar jendra sambil menarik tubuh mamanya supaya tak diserang oleh istri pertama papanya itu.


" Ma,ma..jangan emosi."kali ini giliran robi yang merengkuh tubuh siska lalu membawanya pergi dara sana.


memang seisi rumah besar tersebut berada dalam kendali ibunya sebagai istri pertama.karena sudah hampir tiga puluh tahun usia dia.melihat papanya hidup dengan tiga istri yang berada dalam satu atap rumah dan baru sekali ini saja mereka terlibat pertengkaran sungguhan.


Sedangkan ratu hanya bisa menghela napasnya dalam dalam melihat robi membawa keluar mamanya.sedangkan mama tari masih berada didekatnya bersama jendra.sungguh perasaannya menjadi semakin tak karuan karena sudah menjadi sumber utama bibit pertengkaran dua orang ibu yang masing masing membela putranya.


Bersambung

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2