
" Jen makasih ya untuk malam ini." Seru ratu sambil melangkahkan kaki bersama jendra.menikmati suasana indahnya malam ini.
Jendra mengangguk sambil tersenyum.dia melirik tangan ratu yamg berjalan di sebelahnya.merapatkan tubuhnya lebih dekat dengan wanita itu.dan menyentuh jemari tangannya perlahan
Ratu menahan senyumnya saat jemari tangan jendra,perlahan menggenggam jemari tangannya.dia pun tidak bisa memungkiri jika semakin hari,semakin nyaman berada disisi pria itu.
" Ratu..."
" Iya."
" Andai aku dulu yang lebih mengenalmu,apa kamu akan mencintaiku seperti kamu mencintai Jerobi.?" tanya jendra.
Ratu langsung melepas genggaman tangan jendra.begitu dia mendengar nama Robi.karena merasa nyaman didekat pria itu adalah sebuah kesalahan.harusnya dia tetap setia mencintai robi.meski kini dia sedang bersama pria lain.
bagaimana hatinya bisa tergerak begitu mudah.hanya dengan kata kata manis dari mulut jendra.Oh.tidak.bukan hanya mulutnya yang manis,tapi sikap dan perilakunya juga sama.wanita mana yang tidak tergerak hatinya jika disuguhi oleh pria yang tampan,kaya raya dan memberikan apapun yang dia butuhkan.tak hanya sikapnya yang manis.jendra juga tidak pernah perhitungan memberinya hadiah.dan memberinya sebuah pengakuan status dihadapan teman teman baiknya.
jika seperti ini terus lama lama ratu tidak akan bisa menahan dirinya lagi.
Jendra menghentikan langkahnya,dan menatap wajah ratu." Rat,apa yang ku lakukan selama dua bulan ini..tetap tidak bisa membuatmu menyukaiku.?"
Ratu menahan napas mendengar pertanyaan jendra." Jen,kamu tau kan kalau kita menikah hanya sementara.Aku....."
" I Know. kamu nggak perlu mengatakan ini didepanku ribuan kali Rat,aku hanya ingin tahu isi hatimu sesungguhnya.bukan status pernikahan kita." sahut jendra sebelum Ratu meneruskan ucapannya.
Ratu kembali menghela napas." untuk saat ini aku nggak bisa kasih jawaban pertanyaanmu itu jen.hatiku masih terombang ambing.ingin tinggal rasanya sakit,ingin pergi rasanya jauh lebih sakit. jangan menanyakan sesuatu yang membuat dadaku sesak." Ucap ratu dengan lirih.
Jendra menganggukan kepala nya sambil tersenyum." Maaf kalau pertanyaanku membuat suasana hatimu kembali memburuk."ucap jendra sambil membalikan tubuhnya. menikmati indahnya malam tapi membuat suasana hatinya malah kelam.dia tahu sebesar apapun dia berusaha.Ratu akan tetap mencintai Robi.
Jendra kembali menarik napasnya dalam dalam sambil menahan perih di matanya.karena dia telah kehilangan banyak hal.untul bisa memenuhi keinginan kakak kandungnya.dia juga telah melepaskan seoramg wanita yang juga telah menemani perjalanan hidupnya. selama bertahun tahun demi menikahi ratu.
Nyatanya dia tetap tidak bisa menjadi pria yang dicintai ratu.meski dia sudah berusaha keras membuat wanita itu terkesan dengannya.
Ratu menutup hidup hidung menggunakan punggung tangannya.dia pun menahan perih dimatanya saat melihat wajah jendra yang begitu menderita.betapa jahatnya dia karena sudah mengabaikan semua yang telah jendra berikan untuknya.
__ADS_1
Ratu mengusap sudut sudut matanya yang basah.perlahan dia mendekatkan tubuhnya ke tubuh jendra.mengikis jarak diantara mereka berdua.dan melingkarkan kedua lengan dipinggang pria itu.
perlahan pula kepalanya menempel dipunggung pria itu.sambil menitikan air mata yang sejak tadi terbendung.
" Jen..." panggilnya dengan suara lirih
" Hmm..?"
" Kalau seandainya aku bilang...kalau aku juga menyukaimu.apa itu artinya aku sudah menghianati janji cintaku pada robi.?tapi jika aku bilang kalau aku juga masih mencintai robi apa itu juga akan menyakitimu.?" tanya ratu dengan suara lirih
Jendra menarik napas kasar,hingga cairan di hidungnya yang tertahan.bisa terdengar jelas oleh ratu.meski hatinya sakit.namun dia tetap tidak ingin menangis didepan seorang wanita.
" Hiks hiks hiks..."Ratu sesenggukan sambil mengeratkan pelukannya.air matanya mengalir deras karena saat ini berada di posisi yang salah.bolehkah dia memilih untuk tidak mengenal keduanya?tidak pernah mengenal Ratu atau jendra?namun apakah takdir bisa mengubah hidupnya lebih baik dari ini.
" nggak usah nangis rat,aku juga nggak perasaan ini tumbuh dihatiku.kalau boleh milih,aku ingin tetap jadi dulu.awalnya aku pikir pernikahan ini akan sangat mudah.nyatanya sulit...sulit untuk tidak jatuh cinta ke kamu." tutur jendra sambil menahan rasa sesak di dadanya.
Ratu semakin terisak mendengar ucapan jendra.dia benar benar tidak menyangka jika jendra sungguh menyukainya,lalu apa yang harus dia lakukan saat ini? apa harus melepaskan robi begitu saja,sementara dia telah berjanji untuk terus bersama pria itu.
" Apa kamu sudah lupa sama janji janji kita dulu ratu." Batin Robi" bukankah kita sudah sepakat akan kembali bersama setelah mendapat keturunan?aku tidak bisa memberikanmu keturunan saja hatiku sudah hancur rat.ditambah lagi aku harus menerima kenyataan kalau kamu...sudah pergi dari hatiku." Sambungnya lagi
Robi membalikan tubuhnya,melangkah tak bersemangat meninggalkan cintanya yang kini telah dimiliki pria lain.meski dia tau semua berawal dari kesalahannya.dia yang mendorong ratu pada adiknya.dan kini yang ada hanya penyesalah hidupnya yang semakin dalam.
" mbak ada ciu?" tanya robi saat dirinya baru masuk ke dalam warung yang ada di tepi jalan
" Ada mas."
" minta dua ya mbk." ujar robi sambil mengeluarkan lima lembar seratus ribuan dan meletakan begitu saja di atas meja.ia meraih botol bir tersebut dan membawanya duduk di pagar jembatan yang ada disana.
lalu menenggak perlahan bir yang ada ditangannya sambil bersandar ke pagar pembatas jalan.
" Ratu....kenapa hubungan kita jadi seperti ini,aku pikir jendra tidak akan pernah membawamu sejauh ini.akankah ada kesempatan yang membuat kita kembali Rat." ucapnya lirih sambil menitikan air mata
" Jika jendra yang menghianatiku maka aku akan dengan mudah membuat perhituangan dengannya.lalu bagaimana denganmu?kenapa justru kamu yang menghianatiku rat?kenapa?apa semudah itu kamu memberikan hatimu untuk jendra?" Seru robi sambil menenggak bir yang ada ditangannya."Arghhhhhh...." teriaknya
__ADS_1
Pranggg..
Robi langsung melempar botol bir yang sudah habis dia tenggak." aku udah berbulan bulan mengejar cintamu namun kamu tetap terus cuek rat !.aku akui aku ini dulu memang brengsek,bajingan,biadab ! tapi aku beneran tulus sayang sama kamu rat.kenapa Tuhan harus menghukumku dengan cara seperti ini.apakah tidak ada hukuman lain yang lebih berat selain harus kehilangan kamu hah?!" Teriak Robi
Robi kembali menenggak botol bir berikutnya hingga habis.dia kembali melempar botol bir itu dengan kesal karena tidak ada satu hal pun yang bersahabat dengannya.bahkan bir yang diajaknya jadi teman,malah membuatnya jadi kesal karena cepat habis
Prangg...
Robi kembali melempar botol bir itu asal asalan,lalu dia pun bangkit dan menoleh kearah kumpulan beberapa pria yang sedang pesta miras." mas, bisa minta satu ciunya.?" tanyanya
" Minta minta !.bayar.!" sahut salah satu pria disana
" Heh !.aku punya banyak uang ! mau berapa hah?!" tanya robi sambil mengeluarkan uang dari dalam dompetnya,namun dia tak menemukan uang sepeser pun." hah habis." Gumamnya
" Hahahaha.miskin aja belagu Lo." seru salah sa
" Heh.Lo bilang apa tadi.?!" Sentaknya sambil menarik kerah baju pria yang mengatainya miskin dia tidak terima diremehkan orang lain begitu saja.
" Terus Lo berani sama kita hah.?!" seru pria lain yang ada disana.
BUG
salah satu dari pria tersebut langsung memukul wajah robi.
Robi pun tidak terima dan berusaha melawan ke empat pria bertubuuh kekar yang ada disana.Namun dalam sekejap saja dia hanya dalam sekejap saja dia berhasi dilumpuhkan karena lawan yang tak sebanding.
Sedangkan perasaannya kini buruk membuatnya terus diam dipukuli begitu saja.dia harap bisa berhenti melihat hari esok karena dia sudah tidak ada alasan untuk tinggal di dunia ini.
" Aku pergi ratu...selamat tinggal." Ucapnya lirih dengan mata terpejam
Bersambung
Happy reading
__ADS_1