Terpaksa Menikahi,Adik Ipar

Terpaksa Menikahi,Adik Ipar
Dua puluh dua


__ADS_3

" Jen..makasih ya bua studio ini." seru ratu sambil merangkul tubuh jendra dari belakang.saat pria itu mewujudkan studio kecil impiannya.


Jendra tersenyum kecil sambil menatap studio kecil dan juga ruang kerja yang sudah selesai dia design khusus untuk ratu,agar istrinya itu bisa beraktivitas dirumah dengan santai." Makasih doang nih critanya...?" tanyanya sambil mengulum tawa.


" iih..memangnya mau makasih pakek apa coba.?" tanya ratu sambil mengintip wajah jendra dari belakang punggung pria itu.


" Hmmm...sesuatu yang harganya sama yang ku berikan untukmu."jawab jendra sambil tersenyum.


Ratu mengeryitkan dahinya." Jadi kamu mau kasih tagihan ke aku.?" Seru ratu


Jendra tertawa kecil dan mengangguk." tapi bukan dalam bentuk uang,karena aku sudah punya.emm aku ingin sesuatu yang belum aku punya." jawabnya sambil memutar tubuhnya menatap ratu.


Ratu mengetuk ngetuk dagu sambil berpikir."memangnya apa yang nggak kamu punya?kalau harus menghadiahkan dunia ini untukmu,sorry aja aku nggak akan mampu melakukannya."


Jendra tersenyum kecil menatap wajah ratu." emm baiklah,kalau begitu hadiahkan saja duniamu untukku." pintanya lembut


Seketika membuat pipi ratu memerah,saat bibirnya tak sadar menyuggingkan senyuman." pandai sekali menggombal." celetuknya.


" Aku nggak ngegombal rat,ini sungguh sungguh permintaanku.apa kamu nggak bisa melakukannya.?" tanya jendra dengan lirih sambil menatap lekat lekat manik mata ratu


Ratu menggigit bibir bawahnya sambil berfikir.otaknya dibuat kacau oleh pria ini.dua pria kakak beradik ini tinggal bersama di pikirannya. dan membuat hatinya kembali terombang ambing.


" Huft.! Kenapa aku terus memikirkan yang tidak tidak,bukankah jendra sudah berusaha keras membuat suasana hatiku membaik.melakukan banyak hal untukku.dia suamiku.aku harus tetap menghormati dan menghargai keberadaannya.selama pernikahan kami tetap terus berjalan bukan." Gumam ratu dalam hati.


Jendra menatap lekat wajah ratu." Rat..." panggilnya lirih saat mendapati wanitanya itu malah tengah melamun di hadapannya." kenapa bengong hem.?" tanyanya lembut dan mendapat gelengan kepala dari ratu." Anggap saja Aku bercanda.aku tahu,kalau duniamu hanya untuk robi."


Ratu tersenyum lebar sambil mengalungkan lengannya ke leher jendra.dia mengecup kilat bibir itu."apa ini cukup untuk membayarmu..?"


Jendra menggelengkan kepala sambil tertawa kecil." Hanya kecupan kilat?nggak akan bisa membayar semua yang aku berikan ke kamu.kamu sungguh tidak tau diri."


Ratu tertawa kecil." baiklah,asal itu bisa melunasi hutang budiku ke kamu aku akan penuhi semua yang kamu inginkan."


" Termasuk duniamu.?" tanya jendra dan Ratu menganggukan kepala nya.


" Hatimu.?"


"Ambillah.!"


"Tubuhmu?"


"Pakailah.!"


" Baiklah kalau gitu dengan senang hati." ucap jendra sambil tersenyum lebar,lalu menggendong tubuh ratu,mengulum lembut bibir wanita itu sambil masuk ke dalam kamar dan membaringkannya ke tempat tidur.

__ADS_1


" Tunggu jen,kamu nggak niat buat tutup pintu kamar terlebih dulu?" tanya ratu


" Nggak perlu !di rumah ini hanya ada kita berdua." jawab jendra sambil menjalarkan tangannya menguasai tubuh ratu.


Hanya dalam sekejap,ratu sudah di kuasai oleh gairah yang tak terkendali.dia melakukannya dengan tenang dan bahagia.berharap dia akan segera mendapatkan seorang anak.jika dia bisa berhenti memikirkan hal yang buruk dan fokus memikirkan keluarga kecilnya dengan baik.


Ke esokan harinya,ratu mengantarkan jendra pergi ke kantor sampai ke depan pintu rumah mereka.


" Hari ini sudah bisa mulai kerja di rumah kan.?" tanya jendra sambil menatap wajah ratu.


Ratu mengangguk sambil tersenyum manis.


" Jangan terlalu kelelahan ya.kalau mau makan,mending kamu pesen grabfood aja." tutur jendra


" Siap bos.kalau soal makanan kamu nggak perlu khawatir." sahut ratu sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi gigi ratanya.


" biasanya seniman sepertimu bisa lupa waktu,kalau sudah asyik menggambar." celetuk jendra." Aku hari ini kerjanya sampai malam karena harus evaluasi kerja tahunan.kamu nggak apa apa kan,dirumah sendiri?" sambungnya lagi


" Kira kira sampai jam berapa?sampai tengah malak nggak?" tanya ratu.


" nggak.mungkin sampai jam delapan atau sembilanan gitu.kasian karyawanku kalau lembur terlalu malam.mereka juga butuh waktu istirahat dan membagi waktu buat keluarganya."-


" so sweet,kamu pengertian banget sih.." seru ratu


" Oh begitu." Ratu manggut manggut karena dia tidak begitu paham apa yang dimaksud jendra.


Jendra tersenyum manis menatap wajah ratu." kalau begitu aku pergi dulu." Dia mengecup lembut bibir istrinya itu lalu segera masuk ke dalam mobil.


Hanya dalam waktu hitungan detik mobil jendra sudah menghilang dari pandangan ratu.


Sedangkan diseberang jalan,sepasang mata robi terus mengawasi mobil jendra pergi,dia melihat dengan jelas bagaimana ratu dan jendra terlihat sangat mesra dan juga sangat intim.


Setelah memastikan mobil jendra tak terlihat lagi,robi langsung melepas helm yang dia kenakan dan turun dari motor gede nya.dia meraih kantong makanan yang tergantung di sepeda motor tersebut.dan melangkah perlahan menuju rumah Ratu.


" Pagi.....!" Sapa Robi saat Ratu akan masuk ke dalam rumah.


Ratu langsung memutar kepalanya,namun betapa terkejutnya saat mendapati sosok yang kini tengah berdiri dihadapannya.


" Robi...." Ratu tersenyum lebar sambil menghampiri


Robi balas tersenyum menatap wajah mantan istrinya itu.


" Robi...kenapa pagi pagi datang kesini.?"

__ADS_1


" Kamu nggak suka aku datang kesini?" tanya robi sambil terus tersenyum.


Ratu tertawa kecil mendengar pertanyaan Robi." Suka dong.cuma tumben aja gitu pagi pagi udah nongol kesini.terus mobil kamu mana?"


" Lagi diservis.aku kesini pakai motor punya temen." jawab jendra dengan santai


" bukannya kamu punya motor sendiri.?" tanya ratu


" Males pakek motor sendiri,nanti jadi makin kangen sama kamu." jawab robi


Ratu tertawa kecil." Gombal.!"dengusnya sambil menyebikan bibirnya


" Tapi kamu suka kan digombalin..." goda robi


" Gombalan penulis nggak akan bisa buat aku baper.!"


" Eh aku nggak pernah nulis gombal gombalan ya,aku nulisnya berita kriminal."Protes robi


" hahaha gimana kabar teman teman kepolisianmu.?"


" Baik.semua bekerja dengan baik.apa aku harus buat laporan khusus untukmu?" tanya robi


" Ini aku bawakan martabak mini kesukaanmu." ucap robi sambil menyodorkan kantong makanan ke arah ratu.


" Hmm makasih ya..baik banget.udah sarapan?" seru ratu


Robi menggeleng." Aku kangen sarapan sama kamu,aku boleh masuk.?"


Ratu berpikir sejenak lalu berkata." Mmm boleh."


Robi tersenyuk kecil lalu melangkah masuk ke dalam rumah itu untuk pertama kalinya.dia langsung mengedarkan pandangannya di ruang tamu,disana sangat besar namun tidak ada satu pun kamar disana,hanya ada satu pantry dan kamar mandi dibelakangnya.


" Rob.tadi aku sudah sarapan sama jendra,tapi aku masih bisa kok temenin kamu makan martabak mini ini."tutur ratu sambil memindahkan martabak mini tersebut ke atas piring.dan menghidangkannya di bar table yang ada dipantry tersbut.


Robi tersenyum sambil duduk dikursi yang ada disana." Rumah ini kok nggak ada apa apanya?kamu nggak bosen disini.?"


Ratu menggeleng pelan." Jendra buatin aku studio diatas,jadi mulai sekarang aku sudah bisa mulai kerja dirumah." sambungnya lagi dengan wajah kikuk


" Lhoh emangnya sekarang kerja dari rumah?" tanya robi sambil mengeeyitkan dahinya."pantesan kamu akhir akhir ini jarang ke butik."


" Jendra yang memintaku krja dari rumah.supaya bisa istirahat dengan baik lalu aku akan segera hamil. dia juga yang mengajarkanku untuk menerima kenyataan dan menikmati takdirku yang kacau ini.setidaknya aku bisa segera cepat hamil,sehingga kami bisa segera bercerai buukan?" jawab ratu sambil menatap wajah jendra.


_bersambung

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2