
Usai makan siang bersama dihotel.jendra langsung membawa ratu keluar dari hotel tersebut.
" Sekarang kita mau kemana lagi.,?" tanya Ratu
" Ke rumah mama papa kamu." ujar Jendhra." Mereka suka apa?" sambungnya lagi sambil menoleh ke arah Ratu
" Apa aja sih mereka suka,kecuali Jerobi."Cetus Ratu
" Hahahaha." jendra tergelak ketika mendengar jawaban ratu
" Dih.bahagia sekali ya kamu,lihat kakakmu sendiri dibenci mertuanya."
Jendra pun menghentikan tawanya,sambil menatap Ratu." Apa yang buat papa sama mama kamu bisa benci sama Robi.?"
Ratu pun mengerdikan bahunya." Entahlah mereka kalau ketemu kakakmu itu bawaanya senewen aja kayak orang lagi kesurupan."
" Hahaha udah Lima tahun nikah,ternyata masih belum juga bisa menaklukan hati mertuanya." sahut jendra sambil terus tertawa kecil
Ratu pun terdiam.jendra benar jika dipikir pikir sudah hampir lima tahun lebih dia menikah dengan robi.tapi kenapa robi masih tidak bisa menaklukan hati kedua orang tuanya.terlebih mamanya ,setiap mereka bertemu pasti selalu saja berdebat dan berakhir dengan perang mulut.mereka tidak pernah akur.
Tak lama kemudian,jendra pun menghentikan mobilnya didepan pasar modern.dia pun langsung keluar dari dalam mobil.
" Mau ikut belanja nggak?atau didalam mobil saja.?" tanya jendra sambil membuka pintu mobil untuk ratu.
" ikut aja deh." Ratu pun langsung keluar dari dalam mobil.
Jendra pun tersenyum lalu mengulurkan tangannya ke hadapan ratu.begitu pun Ratu membalas dengan tersenyum sambil menyambut uluran tangan jendra.dan mereka berdua pun langsung melangkah masuk kedalam pasar sambil terus menggenggam satu sama lain.
" Aduh si ganteng mas jendra..nyari apa.?" sapa seorang wanita paruh baya yang menjual aneka ragam sayuran disana.
Ratu pun sedikit terkejut dan langsung menoleh ke arah Jendra." Kamu sering kesini jen.?"
Jendra hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Ratu,lalu mengambil seikat kacang panjang dan juga seikat kangkung." Yang ini berapa buk harganya?"
" Sepuluh ribu mas ." jawab pedagang itu sambil terus tersenyum kearah ratu." mbak cantik ini pacarnya mas.?" akhirnya berani bertanya
Jendra pun tersenyum menanggapi pertanyaan ibu ibu itu." Cantik nggak.?"
" Cuantik buanget mas.cocok puool sama mas jendra yang ganteng bingit ini." jawab itu sambil tersenyum manis
Jendra hanya tertawa kecil.lalu lanjut mengambil beberap sayuran dan di tumpuk didepan pedagang itu untuk dibayar.
" Udah bu.berapa semua totalnya?" tanya jendra
" Total semuanya,dua ratus tujuh puluh lima ribus mas." ujar pedangan wanita itu sambil memasukan bahan sayuran yang tadi sudah dipilih oleh jendra.
" Tumben kok kesini sore sore gini mas.?" tanya si pemjual sayur
__ADS_1
" Iya lagi nikmatin udara sore bu." ujar jendra
" Wah sekalian Pacaran ya mas." celetuk ibu penjual sayur sambil mengatupkan tangannya dibibir lalu kembali tersenyum meringis.
" Iya bu pacaran setelah nikah maksudnya." ujar jendra sambil tersenyum menaikan aliasnya
" Hah?gimana gimana mas.?" tanya ibu penjual sayur dengan segala ke kepoanya.
" Kami ini pengantin baru lhoh bu,nggak dikasih diskonan nih.?" Goda jendra yang niat hanya untuk bercanda.
" Wah jadi mbak cantik ini istrinya mas jendra toh?kapan nikahnya mas.?" tanya penjual sayur tersebut
" Sudah sebulan lalu bu." ujar jendra
" Wah kalau begitu ya mas jendra,ibu doakam semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek."
" Amin amin.makasih bu doanya." sahut jendra dan langsung mengangkat dua kantong besar berisi sayuran tadi,lalu berpamitan dan mengajak ratu pergi.
" mau masak apa sih jen,kok beli bahan banyak segini.?" tanya ratu disela sela mereka berjalan
" Ada deh.Oiya habis ini kita cari daging sama ikan ikanan ya,aku taruh ini di mobil dulu kamu tunggu disini ya." Ucap Jendra dan Ratu pun mengangguk tanda mengerti
" jangan kemana mana ya,tunggu sini bentar."
" Siap bos." Jawab Ratu sambil bercandaan memberi hormat pada jendra yang sedang melangkah cepat keluar dari pasar tersebut untu menyimpan barang belanjaan didalm mobil.
sehinggs bisa membawakan barang belanjaannya.namun pria itu memilih untuk membawanya sendiri.
Tak berselang lama,jendra pun akhirnya kembali menghampiri ratu,dan mengajak ratu keliling kembali untuk mencari bahan makanan yang berupa daging dan ikan ikanan.
" jen,kamu sering ya ke pasar kayak gini?bukannya kamu punya banyak uang?kan kamu bisa nyuruh orang kan?" Cerocos Ratu sambil menahan nyeri dikakinya karena berjalan cukup lama hingga membuat salah satu kakinya lecet.
" Lebih puas semuanya ngerjain sendiri." jawab jendra sambil tersenyum.dua tangannya sudah membawa kantong plastik berisi daging,ikan dan lain lainnya.dia pun melangkah santai didepan ratu.
Ratu menghentikan langkahnya sambil memperhatikan kelingking kakinya yang lecet.ternyata berkeliling pasar menggunakan high heels benar benar menyiksa kakinya.
saat bersamaan Jendra memutar tubuhnya menatap ." Kakimu lecet.?" tanyanya dengan khawatir
Ratu pun mengangguk." Aku nggak tau kalau mau keliling pasar.jadi aku pakai high heels."
Jendra pun mengedarkan pandangannya." sebentar kamu duduk disini dulu." pintanya sambil mengajak ratu duduk dibirai yang berada didekatnya.
Ratu langsung duduk dan melepas high heelsnya." Tolong belikan plester ."
Jendra mengangguk." Kamu tunggu disini,aku akan segera kembali." ujarnya lalu dia segera melangkah cepat untuk menyimpan belanjaannya ke dalam mobil lalu pergi mencari plester untuk Ratu.
Ratu pun menghela napas sambil menatap kakinya yang lecet.dia tidak habis pikir jika jendra yang memberikan banyak kemewahan untuknya,tiba tiba saja membawanya masuk ke dalam pasar.benar benar membuat perasaannya campur aduk.ingin marah tapi tidak bisa.
__ADS_1
Tak lama kemudian jendra pun sudah kembali membawa plester ditangannya.pria itu langsung menghampiri wanita itu langsung berjongkok didepan wanita itu.dia melepas sempurna dua high heels yang digunakan Ratu.
" Jen,aku bisa lepas sendiri." ujar ratu canggung dan menarik kakinya perlahan
Namun jendra tak mengindahkan ucapannya dan langsung menyambar pergelangan kaki ratu,dan meletakan diatas pahanya.dia langsung memasang plestee dikaki Ratu yang lecet." Sorry aku gak memperhatikan alas kakimu sejak tadi.ini aku sudah belikan sandal untukmu.pakailah." ujar jendra sambil memasangkaj sandal baru untuk ratu kemudian dia kembali menegapkan tubuhnya
sambil menenteng high heels Ratu.
Ratu pun tersenyum menatap sandal yang diberikan jendra.sederhana tapi sangat nyaman dipakai.
" Ya udah yuk kita pulang." ajak jendra
Ratu pun mengangguk lalu berdiri." biar aku aja jen yang bawa high heels itu." pintanya sambil menyambar high heelsnya dari tangan jendra.
Jendra langsung menjauhkan tangannya." Sudahlah biar aku saja yang bawa."
" Kamu nggak malu bawa sepatu perempuan kayak gini.?"tanya ratu sambil menyusul langkah jendra
Jendra menoleh kearahnya lalu menggeleng." enggak,kenapa harus malu ?"
Ratu tertawa kecil." Lucu aja sih."
Jendra pun ikut tertawa lalu merangkul tubuh Ratu,sambil sesekali menoel hidung mancung ratu." Kamu juga lucu."
" bagian mananya yang lucu.?"
" Yang ini." Ujar Jendra tersenyum sambil mengecup pipi kanan Ratu
Sontak membuat Ratu melebarkan kelopak matanya,lalu memegang pipinya." jen kamu nyium aku.?"
Jendra menggeleng sambil mengulum senyumnya." Hayo nggak boleh baper."godanya
" Ih aku nggak baper kok." Bohong sekali jika ratu berucap seperti itu karena tak sesuai kenyataan hatinya
" Ya udah santai aja !,toh diranjang kita malah
bisa lebih mesra dan hangat dari ini kan." Tutur jendra saling tersenyum penuh kemenangan.
Sedangkan Ratu hanya bisa diam.dia tidak bisa berkata kata lagi atau memprotes yang dilakukan jendra padanya.
karena memang jendra memang meminta pernikahan yang sah secara hukum negara dan agama.saat itu dia pun dia tak bisa berfikir jernih.dan kini dia merasa menyesal karena mulai merasa tak bisa lepas dari jerat pria itu.
bukankah sebagai seorang istri dia harus berbakti dan melayani suaminya dengan baik.Dan bagaimana jika akhirnya dia mulai merasa nyaman berada disisi jenar.apakah dia akan melupakan perasaanya pada Jerobi begitu saja?sungguh Ratu benar benar dilema dengan perasaannya.
_Bersambung_
Happy reading
__ADS_1