Terpaksa Menikahi Pembantu

Terpaksa Menikahi Pembantu
Malu


__ADS_3

"Benarkah?" tanya Tyas sambil menatap lekat pada Keanu yang kini juga sedang menatap lekat padanya.


Keanu mengangguk. "Perlu bukti?"


Tyas mengangguk dengan polosnya. Keanu tersenyum lagi. Ia mendekatkan wajahnya pada Tyas dan menatap pada putik merah jambu yang belum pernah sama sekali ia rasakan setelah tiga minggu pernikahan mereka.


Cup.


Untuk pertama kalinya Keanu mengecup putik ranum yang selama ini sudah sah menjadi miliknya.


Tyas membeku di tempat saat merasakan benda basah dan kenyal kini sedang mengecup putik ranum miliknya.


Tubuh itu terpaku ditempat. Tyas menatap wajah Keanu yang kini begitu dekat nya saat ini.


Deg, deg, deg..


Jantung keduanya berdegup seirama. Keanu terus mengikuti nalurinya. Mengecup dan memaguut putik ranum yang begitu terasa lembut untuk ia nikmati. Ia memejamkan kedua matanya dengan tangan kiri sudah menyentuh tengkuk Tyas dan juga tangan kanan menyentuh pinggang ramping Tyas.


Tyas terbuai.


Tanpa sadar, ia pun menikmati rasa yang baru pertama kali ia rasakan setelah dua minggu pernikahan mereka.


Selama dua minggu pernikahan mereka, Keanu hanya berani menyentuh tangan, pipi, mencium kening dan juga memeluk saja.

__ADS_1


Selebihnya tidak ia lakukan karena saat itu ia berpikir keduanya butuh waktu untuk perkenalan dan menjalin kedekatan satu sama lainnya.


Dan ya, selama dua minggu ini keduanya sedang menjalin kedekatan. Dengan kata lain sedang pacaran. Pacaran sehat dan islami.


Kenapa demikian?


Mereka pacaran setelah menikah. Dan itu sah sah saja. Toh, keduanya kan sudah halal? Sepasang suami istri?


Jadi tidak ada yang salah jika keduanya melakukan hal itu bukan?


Keduanya larut dalam gelora cinta untuk pertama kalinya. Rasa yang belum pernah mereka rasakan berdua.


Tanpa sadar, Keanu sudah mengangkat tubuh ramping Tyas untuk duduk dipangkuannya. Keduanya masih saja larut dalam rasa yang baru pertama kali mereka rasakan.


Keanu melepaskannya. Ia menyatukan kening keduanya dengan nafas memburu. Tyas dapat merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah sana.


Ia jadi malu sendiri. Wajah itu merona lagi. Keanu terkekeh, ia kembali memeluk pinggang Tyas dengan erat.


"Kenapa? Kamu merasakan sesuatu yang aneh?" tanya Keanu yang membuat Tyas semakin malu.


Lagi, Keanu terkekeh.


"Inilah yang seharusnya kita lakukan. Disini aja yuk?"

__ADS_1


"Eh? Apa? Apa yang disini?" tanya Tyas dengan wajah yang semakin merona karena malu.


Keanu tertawa. Tyas menepuk kembali dada bidangnya. Tyas memeluk erat leher Keanu dengan erat dan menyembunyikan wajahnya disana.


Keanu masih saja tertawa. Ia sangat senang menggoda Tyas sampai sang istri malu padanya.


"Sayang? Beneran nih nggak mau turun dari pangkuan Abang? Kita lanjutin ajalah kalau begitu."


Tyas spontan saja merosotkan tubuhnya dan melototkan matanya pada Keanu yang kini kembali tertawa melihat wajah merah merona Tyas pada nya.


"Hahahaha.. Ayolah sayang.. Jangan marah dong. Kita jadi jalan kan ya?"


"Terserah!" jawabnya ketus dan segera berlalu keluar setelah ia membuka pintu mobil nya.


"Hahahaha... Istriku lagi ngambek! Hahaha.." Keanu tertawa lagi saat mendengar jawaban dari sang istri padanya.


Keanu pun ikut turun dan mengikuti Tyas yang sudah terlebih dahulu keluar menuju sebuah pondok dimana mereka akan makan siang bersama.


Keanu mengikuti Tyas yang sudah lebih dulu masuk ke dalam sawung itu. Sambil berjalan, bibirnya tidak berhenti untuk menyunggingkan senyum manis.


Ia terus terkekeh mengingat kelakuan Tyas padanya. Namun, senyum dan kekehan itu surut seketika saat melihat jika sang istri kini sedang ditarik paksa oleh dua orang yang Keanu tidak kenal.


Plak!

__ADS_1


Deg!


__ADS_2