
Tyas dan Keanu terkejut melihat baju yang dipersiapakn oleh Mama Rani untuk keduanya.
"Ini nggak salah kan Bang? Kita pakai baju beginian? Yang kayaka Ibu direktur aja sih?" ucap Tyas dengan tangan terus bergerak membuka bajunya.
Keanu segera mengendarai mobil miliknya mengikuti rombongan yang sudah lebih dulu. Ia tidka ingin terburu-buru takut riasan Tyas nanti kurang pas ataupun ada yang tidak bagus.
Tyas yang sudah bersiap kembali mmebetulakn hijabnya. Pemberian mama rani yang begitu cocok saat ia kenakan.
Gamis putih tulang, hijab senada dengan blezer berwarna biru muda. Serta aksesoris untuk hijab Tyas yang membuat Keanu pangling seketika kala melihat Tyas.
"Udah, tepikan dulu mobilnya. Kita gantian. Biar aku yang nyetir!" ucapnya sambil turun mengitari lursi kemudi dimana Keanu amsih tertegun melihat istrinya yang begitu cantik dan sangat manis terlihat olehnya.
Rias wajah yang natural sangat pas dengan baju yang ia kenakan saat ini.
"Turun suamiku Keanu Putera Ar Reza!"
"Hah? Eh? Iya. Abang turun. Tapi tunggu dulu!"cegatnya pada Tyas yang sudah ingin masuk sednag Keanu amsih melihatnya.
"Apa lagi? Mau tanya apa? Nnati aja deh. Nnati semua keluarag kita nunggu loh.. Lihat tuh mobil mereka nunggu kita! Udah ah!" Tyas segera menarik Keanu dna masuk ke kursii kemudi.
Tyas mulai menyalakan mesin mobilnya kembali dna Keanu yang terkejut pun segra masuk ke kursi belakang, dimana Tyas tadi berganti pakaian.
Cukup sebentar saja keanu sudah siap. Tyas tersenyum melihat ketampanan Keanu yang terlihat sangat memikat dimatanya.
"Sangat tampan! Abang cocoknya jadi direktur kalau beghini. Bukan dokter bedah!" seloroh Tyas yang disambut gelak tawa oleh Tyas.
Keduanya tertawa bersama saat mengakui jika pakain keduanya memanglah seperti seorang direktur sebuah perkantoran.
__ADS_1
Padahal memang iya. Inilah yang akan emnajdi kejutan untuk keduanya. Mereka kembali mengikuti rombongan yang sudh lebih dulu tiba dikantor Ayah Erlangga.
Tak lama mobil yamg di kemudikan oleh Tyas pun masuk ke lobi perusahaan. Dimanan papa Reza dan kedua saudaranmya sudah menunggu keduanya.
Dengan banyak karyawan berbaris menghadap kepada mereka berdua. Tyas dna Keanu dibuat tertegun. Keduanya saling pandnag tetapi tetap turun dari mobil.
Tyas turun lebih dulu. Di susul Keanu. Semua karyawan mereka tertegun sekaligus takjub melihat direktur mereka yang baru.
Salah satu dari mereka datang mendektai Tyas dna Keanu.
"Selamat datang Bos besar! Tuan Keanu dan Nyonya Nintyas!" serunya sambil mengalungkan karanagn bunga dari bunga melati dna mawar itu.
Harumnya segar sekali. Tetapi keduanay mersa merinding. Tyas merapatkan dirinya pada Keanu karena mersa aneh dnegan tatapan ereka semua yang kini tersenyum dan menunduk padanya.
"mereka kenapa bang? Tadi apa katanaya? Bos besar? Emang siapa bang? Kita kah?" bisik Tyas di telinga Keanu yang masih terdengar oleh seorang karyawan yang saat ini berada di depan mereka.
Semua karyawan itu berdiri berbaris di sisi kanan dan kiri menunduk hormat pada keduanya. Tyas merasa anaeh.
Ia masih mengingat dulu ketika Ayah Erlangga dna Bunda Qomariah datang pastilah mereka seperti ini.
Tyas baru paham kala melihat spanduk yang terlihat diluar sana serta karangan bunag ada namanaya dan Keanu.
Keduanya di tuntun menuju ruangan direktur utama di perusahaan itu. Papa Reza yamh lebih dulu memebuka pintu aula dimana seluruh karyawan sednag menunggu mereka semua.
Tyas dan Keanu bertamabah terkejut saat melihat mama Rani dan Dimas sudah ada disana. Termasuk papa Rian.
Mereka semua bersal;ama dnegan Tyas dan Keanu.
__ADS_1
Acara penyambutan dna serah terima jabatan pun dimulai. Dimana Papa reza yang mendapat amanha jika Tyas dan Keanu sudah menikah, maka mereka berdua berhak menempati kursi ayah Erlangga yang sudah dibagi dua itu.
Semuanya menyambut direktur baru mereka. Setelah beberapa tahun ini hanya ada sekretaris sednag direkturnya tiodak terlihat smaa sekali.
"sekarang, inilah tugas kalian berdua. Untuk Keanu, kamu harus bisa membagi waktu mu. Karena ini adalah amanah dari almarhum ayah mertuamu yang harus kamu jalanankan.
Dan untuk Ningtyas.. Papa menyerahkan tampuk kekuasaan milik Ayah Erlangga padamu. Sebagaiamanan janji dan permintaannya dulu Papa tunaiakn hari ini ketika aklain berdua sudah emniakh.
Dan ya, setelah ini. Kami akan mengadakan resepsi pernikahan kalian berdua bersamaan dengan Kenrta yang juga akan menikah. Kalian berdua akan emnikah ulang dna melakukan resepsi bersamaan.
Papa percaya, kalau kalian berdua bisa menjaga manah ini. Tyas sekolah bisa sambil mengurus perusahaan. Papa sudah mengatur jadwalnya. Untuk Keanu, dia bisa mengatir sendiri. Lagipun papa sudah bilang kan kemarin? Untuk seegra risign? Tapi kamunya tidka mau!
Ya.. Sekarang kamu tanggunh sendiri resikonya. Harus berbagi dnegan waktu!" ucapnya sambail berlalu yang membuat keanu menganga.
Mereka yang mendengarnya tertawa.
"Enak aja papa! Sejaka kapan papa nawarin Abang untuk risign?! Yang ada tuh ya. Papa nyuruh aku cari kerja lagi!" ketus keanu sedikit kesal kepada papanya yang sednag terkekeh itu.
Tyas menatap haru semua berkas yang ada di tangannya kini. Ia menatap Hamis dan manda.
Keduanya mendekati tyas dna memeluknya.
"Itu hak mu Dek. Kami sudah mendapatkan hak yang sama seperti oleh ayah dan Bunda. Tetapi kamulah sekarang Bos kami!" seloroh manda yang ditertawakan oleh Hamis.
"Benar sekali! Jaga amanah ayah ya? Abang yakin. Kamu dan suami mu bisa menangani perusahaan ini bila bersama. Percaya sama Abang. Kamu memiliki bakat itu disini."
Tyas mengangguk. Ia tidak menyangka jika dirinya dan Keanu sudah menajdi direktur baru disana. Demi menjalankan amanah sang ayah yang telah diwasiatkan padanya..
__ADS_1