
Setelah ketiga orang itu sepakat untuk masuk ke rumah besar hari itu juga, saat ini keduanya sedang berada di depan pintu gerbang rumah besar Kediaman Erlangga.
Salah seorang satpam disana menatap mereka berempat dengan terkejut.
"Selamat sore Pak Hakim!" sapa Tyas pada pria paruh baya yang kini mematung melihat keberadaan anak majikan yang sesungguhnya.
"Se-selamat siang nona Muda! Mari silahkan masuk! Tuan, Nona!" jawab Pak Hakim dengan segera menyuruh mereka masuk saat gerbang sudah dibuka dari dalam.
Tyas, Keanu, Hamis dan Manda tersenyum. "Terimakasih Pak!"
"Sama-sama tuan muda.. Nona muda.." balasnya dengan menundukkan sedikit tubuhnya.
Ketiga mobil itu ke pekarangan rumah besar dan berhenti tepat di pintu rumah itu. Tiga mobil terparkir disana.
Ada mobil Keanu, Hamis dan suami Manda. Mereka datang kerumah besar lengkap dengan anggota mereka yang berjumlah lima orang. Tiga dari Hamis dan dua dari Manda.
Sedang Tyas masih on the way.
Salah seorang orang kepercayaan ayah Erlangga menemui mereka dan menyuruh mereka untuk masuk. Kamar mereka di kediaman itu sudah mereka persiapakan.
Terkhusus untuk penagntin baru. Yaitu Tyas dan Keanu. Mereka di berikan kamar utama. Kamar milik Ayah Erlangga dan Bunda mereka.
Kedua orang yang sedang ketar ketir itu bertambah ketakutan ketika mendengar suara mereka berada di kediaman itu.
Mereka tidak keluar. Keduanya mengintip saja dari celah pintu yang sengaja mereka renggangkan.
Rumah kediaman Ayah Erlangga itu sangatlah besar. Rumah itu memiliki tiga lantai. Lantai satu khusus untuk ruang tamu dengan aula yang begitu lebar.
Lantai dua merupakan kamar untuk penghuni rumah itu. Sedang lantai tiga, disana ada kolam renang, tempat berolahraga dan juga tempat berkumpul bersama keluarga jika mereka sedang berlibur.
__ADS_1
Rumah yang dibuat khusus untuk keturunan asli ayah Erlangga dan istrinya.
Dan ya. Keturunana itu ialah Tyas, Hamis dan Manda.
Mereka bertiga merupakan keturunan yang sah ayah Erlangga dan ahli waris dari semua kekayaan beliau yang saat ini di pegang oleh orang kepercayaannya yaitu papa Reza. Papanya Keanu. Mertua nya Tyas.
Mereka dibiarkan untuk istirahat sebelum waktu makan malam tiba. Koki ditrumah itu masak banyak untuk malam ini untuk menyambut kedatangan tuan asli pemilik rumah itu.
Sebagian pelayan di rumah itu bersuka cita akan kedatangan Tuan mereka. Dan sebagian lagi menjadi pendengar setia.
Mereka merupakan orang suruhan Lutfi dan Bu Ratna yang kini masih tidak ingin keluar dari kamar mereka.
Sementara itu di kamar utama, Tyas saat ini sedang duduk di pangkuan Keanu karena Keanu menariknya hingga jatuh terduduk dipangkuannya.
"Kenapa?" tanya Keanu pada Tyas yang kini melamun menatap semua sisi ruangan itu diamana ada figura besar kedua orang tua nya disana.
Tyas masih ingat dua bulan yang lalu, saat Bu Ratna ingin menggeser figura itu dirinya malah terjatuh. Katanya figura itu seperti ada arus listriknya.
Dan saat inilah waktunya ia ingin mencobanya sendiri. Ia tidak menjawab pertanyaan Keanu tetapi segera mendekati Figura yang ada di meja dan juga di kepala ranjang mereka saat ini.
Keanu yang penasaran dengan apa yang Tyas lakukan, mengikutinya. Tyas melihat sekeliling. Tidak terlihat mencurigakan.
Hanya saja, kamar itu seperti memiliki mata yang kini sedang memperhatikan mereka berdua. Percaya atau tidak, Tyas merasakan hal itu.
Ia mencari kesetiap sudut ruangan hingga dirinya duduk di kursi meja kerja sang ayah yang berada dekat ditepi jendela.
Keanu pun ikut duduk di atas meja itu dihadapan Tyas. Saat ingin memeluk tubuh Tyas, tanpa sengaja Keanu menyenggol sesuatu hingga benda itu jatuh kelantai dan pecah.
Plak.
__ADS_1
Pyar!
"Eh? Apaan nih sayang?" ucap Keanu turun dari meja nya dan ingin menyentuh benda pecah itu.
"Janga sentuh Bang!"
Deg!
"Kenapa?" tanya Keanu keheranan.
Tyas tidak menjawab ia hanya menggelengkan tanda jangan menyentuh benda itu. Ia curiga dengan benda itu.
Tak lama benda itu mengeluarkan asap seperti bau mesiu.
Keanu dan Tyas segera menutup mulut keduanya. Mereka segera memakai masker dan penutup wajah agar bau itu tidak terhirup.
Keanu yang tahu segera menyelutuk. "Ini racun sayang. Mesiu ini biasanya digunakan untuk membuat petasan. Ini kenapa ada di dalam benda itu? Bukankah benda itu merupakan kamera pengintai??" bisik Keanu pada Tyas yang diangguki olehnya.
"Maka dari itu. Aku melarang Abang untuk menyentuhnya tadi. Aku yakin. Di setiap sudut ruangan ini pasti ada kamera pengintainya. Sebelum kita berbicara, sebaiknya kita cari dulu semua alat itu. Kemudian kita hancurkan! Aku yakin, ada banyak bang! Ayo kita periksa dengan ini!" tunjuk Tyas pada salah satu benda yang ia ambil dari laci meja kamar sang ayah.
Laci meja yang terkunci dan hanya dirinya yang memiliki kunci itu. Keanu mengangguk patuh.
Mereka berdua terus menyisisr ruangan itu untuk mencari kamera pengintai dan benda lainnya.
Benar.
Sangat banyak mereka berdua temukan. Terakhir, Tyas menemukan kamera pengintai di figura besar milik sang ayah yang kini sedang tersenyum teduh disana.
Mata Tyas berkaca-kaca.
__ADS_1
Saat ia menyentuh figura itu..