
Bukannya menjawab pertanyaan Tyas tadi, bunda ratna malah mengakui hal lain. Ia sudah lelah hidup tertekan seperti itu.
Ditipu, di bodohi dan dipermainakn oleh Lutfi sangat membuatnya terluka. Ia pikir Lutfi berbeda. Ternyata semua lelaki itu sama. Tidak ada yang tulus.
Pikir Bunda Ratna.
"Bawa pergi Bunda, Yas.. Hukum bunda.. Bunda sudah tidak tahan hidup dengannya. Lebih baik dipenjara daripada harus setiap hari melihatnya selalu membodohi bunda.. Ayo. Bunda akan bertanggung jawab atas kematian ayah mu dulu. Biarlah bunda dihukum. Itu lebih baik!" lanjutnya lagi begitu mantap.
Tyas tersenyum padanya. "Nggak. Aku nggak hukum bunda sampai masuk ke penjara. Dengan bunda mengakuinya saja itu sudah cukup untukku. Itu artinya, bunda sudah berubah dan ingin bertaubat." Ucap Tyas memang benar adanya.
Bunda Ratna menggeleng, "Lebih baik bunda di hukum Yas biar hati ini tenang!"
Tyas terkekeh, ia mengusap air mata bunda Ratna dan menangkup pipi tua wanita itu.
"Dengarkan Tyas, Bunda. Bunda memang bersalah dan pantas dihukum!" Bunda Ratna mengangguk mantap. "Tetapi hukuman bunda itu tidak di dalam penjara." Lanjut Tyas yang membuat wanita tua itu terkejut.
"Maksudnya?" tanya bunda Ratna kebingungan.
__ADS_1
Tyas terkekeh, ia melirik Keanu yang kini juga terkekeh. "Bunda kami hukum dengan cara kami ungsikan dari rumah ini untuk sementara!"
Deg!
"Hah?" Bunda Ratna menganga
"Iya bundaku.. Bunda kami ungsikan dari rumah ini dan akan tinggal dirumah kami. Sampai masalah perusahaan selesai, maka sampai itu juga bunda disana. Bunda tidak boleh keluar rumah. Bunda harus tetap berada dirumah itu sampi tugas kami selesai."
"Tapi.."
Deg, deg, deg..
Jantung bunda ratna berdegup kencang ketika mendengar kata menghukumnya yang berarti itu ditujukan untuk Lutfi. Beliau menggeleng dan tidak bisa menerima itu.
"Nggak Nak. Jangan hukum Lutfi. Lutfi tidak salah apapun. Dia hanya mencoba untuk-,"
"Tapi dia bersalah bunda. Karena dia perusahaan bangkrut!" potong Tyas yang membuat Bunda Ratna bungkam seketika.
__ADS_1
Ia menangis lagi. "Hukum bunda saja Yas.. Semua ide itu bunda yang berikan. Kasihani dirinya. Saat ini istrinya yang lain sedang hamil. Apakah kamu tega menghukumnya Nak?"
Deg!
Tyas memejamkan matanya. "Nggak bisa bunda. Keadilan harus ditetapkan. Bunda kami hukum dengan cara kami kurung. Sedang Lutfi kami tahan karena kasus yang ia perbuat. Kami harap bunda mengerti. Jika dia mengakuinya, maka kami akan melepaskan dan meringankan hukumannya. Tetapi jika tidak, maka hukuman berat menantinya!" Tegas Tyas tak terbantahkan.
Bunda Ratna tersedu lagi. Tyas menghela nafasnya. Masih teringat olehnya tadi saat melihat Bunda Ratna pergi dengan raut wajah datar tetapi sendu.
Tyas mencoba memanggilnya. Tetapi beliau tidak menyahutinya. Beliau tetap berlalu. Tak lama setelahnya Lutfi pun keluar dengan tergesa seperti mengejar bunda Ratna.
Manda dan Hamis yang takut jika Ratna dan Lutfi kabur. Mereka menyuruh Keanu dan Tyas untuk mengikuti mereka berdua sementara keduanya mauk ke kamar bunda Ratna dan mencari sesuatu disana.
Setelah mereka dapatkan, kedua orang itu tertegun. Mereka menunggu Tyas terlebih dahulu.
Tapi dasar Manda yang tidak sabaran, ia segera menghubungi Keanu dan mengatakan jika mereka menemukan satu bukti tentang kasus bangkrutnya perusahaan Erlangga Group yang merupakan ulah Lutfi.
Dan mereka berniat ingin menghukum keduanya. Tetapi sebelum itu, mereka ingin mendengar pengakuan langsung dari bunda Ratna.
__ADS_1