Terpaksa Menikahi Pembantu

Terpaksa Menikahi Pembantu
Makan malam


__ADS_3

Sehabis sholat isya, barulah mereka sekeluarga turun ke lantai satu dan menemui Pak Wandi yang kini menyambut kedatangan mereka bersama istrinya.


"Mari tuan, nona! Makan malamnya sudah siap!"


Tyas tersenyum, begitupun dengan yang lainnya.


"Terimakasih Pak Wandi." Ucap Tyas


"Sama-sama Nona muda,"


"Heleh, baru datang saja sudah sok sokan jadi pemilik!" Sindir bunda Ratna


Tyas menoleh padanya. "Lah.. Kan memang saya pemilik sah dari rumah ini? Dari pada kalian?" sindirnya balik yang membuat Bunda Ratna murka.


"Dasar anak sialan!" umpatnya geram melihat tingkah Tyas.


"Kau yang tua bangka sialan!!" balas Manda pula karena tidak suka adiknya dikatai sialan.


"Cih!" Bunda Ratna mencibirnya, "Pantas saja Erlangga mengusirmu. Karena mulutmu itu tidak pernah di ajarkan sopan santun!"


"Kau yang tidak pernah diajarkan sopan santun! Sudah numpang selama bertahun-tahun! Makan enak tanpa bayar! Sok sokan berkuasa dirumah orang! Nggak tahu malu! Ingat status kamu itu apa! Istri bukan! ibu kami apalagi! Tinggal disini kalian yang mengatur rumah ini sedang adikku kalian usir! Kalian mengambil harta ayah kami dan berfoya-foya tanpa seizin kami! Apa itu namanya kalau bukan pengeruk? Cih!" balas Manda lagi masih ingin berdebat dengan wanita ular itu.


"Kau..!"


"Sudah! Ada waktunya untuk mendebatkan hal ini. Lebih kita makan dulu! Tidak baik bertengkar di hadapan rezeki!" lerai Hamis pada Mnada.

__ADS_1


Manda mencebik.


"Halah.. Bela terus adik kamu itu! Mulutnya itu tidak pernah dijaga kalau ngomong! Asal ceplos aja!"


"Kamu pun begitu tua bangka tidak tahu diri!" ketus Manda semakin kesal padanya.


Tyas terkekeh, bang Hamis menghela nafas panjang. Beginilah jika mereka sudah berkumpul disana.


Masih teringat olehnya saat ayah Erlangga mengundang mereka untuk makan malam yang berakhir kisruh dan adu mulut dengan wanita tua yang bukan siapa-siapa itu.


"Sebaiknya kita makan dulu Kak. Nanti aja kita perangnya! Untuk perang adu mulut pun butuh tenaga!" sindir Tyas lagi sambil tersenyum mengejek pada bunda Ratna yang membuat wanita tua itu semakin murka.


Ia mengabil mangkup sup yang masih panas ingin ia lemparkan kepada Tyas.


Deg!


Deg!


Bunda Ratna terkesiap melihat pemuda yang kemarin itu menamparnya. Ia menurunkan kembali mangkuk sup itu.


Tyas tertawa.


Manda terkikik geli.


Bang Hamis tersenyum tipis.

__ADS_1


"Kita makan! Bagi yang tidak ingin makan dan berkepentingan silahkan keluar!" tegas Keanu lagi yang membuat kedua orang itu terdiam membisu.


Bunda Ratna menyenggol kaki Lutfi suaminya yang kini terdiam membisu. Yang disenggol bergeming tidak memberikan respon sama sekali.


Bunda Ratna menelan ludahnya saat melihat wajah datar Keanu yang kini sedang menatapnya dengan datar dan sangat dingin. Rasanya tatapan menghunus itu langsung menusuk jantungnya.


Bunda Ratna tidak melihat Keanu yang duduk disamping Tyas. Karena tertutup tubuh Tyas dan Manda. Ia kira Keanu tidak datang. Ternyata dokter muda itu ada disana.


Akhirnya makan malam itu berjalan dengan lancar setelah suara dingin Keanu menggetarkan jantung kedua orang itu hingga tidak berani berbicara lagi.


Keanu menyuapi sup panas itu pada tyas yang kini sednag menyuir daging untuknya.


Keanu tidak bisa makan daging ayam jika tidak disuir dulu. Itulah kebiasan Keanu selama Tyas menikah dengannya.


Manda dan Hamis tersenyum melihat kemesraan keduanya yang membuat dua orang itu kepanasan sendiri.


Lutfi calon tunangan Tyas yang ternyata suami Bunda Ratna itu terdiam sambil menunduk. Ia makan dalam diam. Tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya.


Nyalinya mendadak ciut saat tahu siapa lawannya saat ini.


Mati aku! Aku akan mati jika berhadapan dengan keturunan tuan Reza! duh! Aku harus apa? Mana harta tua bangka Erlangga itu belum lagi kami dapatkan? Ck. Mana wanita tua ini lagi nggak bisa juga mebobol berangkasnya! Mana Bunga udah hamil lagi saat ini! Aku harus apa untuk mendapatkan semua harta mereka? Sudah banyak cara aku lakukan, tetap saja tidak berhasil. Dan kali ini lawanku sangat sulit. Belum lagi kamar utama dimana berangkas tua bangka itu belum terbuka lagi! Aduh.. Gimana ini?? Batin Lutfi ketar ketir memikirkan kehidupannya dna juga Bunga istri mudanya yang saat ini sedang hamil.


Setelah kejadian itu Bunga dinyatakan hamil dua minngu. Bunga meminta Lutfi untuk menikahinya tanpa sepengetahuan bunda Ratna.


Mereka sudah menikah. Dan saat ini Bunga sednag hamil anaknya. Anak diluar nikah. Perbuatan haram mereka itu akhirnya membuahkan hasil.

__ADS_1


__ADS_2