
Lutfi menyatukan kening keduanya. Air mata bunda Ratna semakin mengalir deras hingga membasahi hijab hitamnya.
Hijab kesukannya yang dulu pernah dibelikan oleh Lutfi saat mereka menikah di KUA.
"Na.. Maafkan aku. Setelah ini, hiduplah dengan baik. Aku sudah mengirimkan keperluan mu pada Tyas dan Keanu. Semua uangmu dan uangku yang ku cari secara halal sudah ku buat dalam bentuk deposito. Dan itu atas nama kamu Na..
Na.. Ku mohon.. Maafkan kesalahan ku. Aku menyesal Na. Sepuas apapun aku diluar sana, kamu lah tempat aku berpualng. Coba kamu pikir. Pernahkah selama ini aku tidak pulang? Aku selalu pulang untuk menemui mu.
Maafkan aku yang khilaf ini Na.. Aku tahu. Kamu tidak semudah itu memaafkan diriku. Kita hidup bersama hampir delapan belas tahun lamanya.
Aku tidak pernah menuntutmu untuk memiliki keturunan. Tetapi karena harta, aku gelap mata. Aku melkaukan kesalahan dengan cara mencicipi sesutu yang tidak seharusnya aku nikmati.
Aku tahu. Aku kotor Na. Mungkin maaf saja tidak cukup untukmu. Tapi percayalah. Hati ini hanya untukmu.
Umur kita terpaut begitu jauh. Tak jadi masalah buatku. Aku tetap mencintai mu. Maafkan suami bodoh mu ini Na..
Maafkan aku..
Hiduplah dengan baik bersama Tyas. Tidak usah menungguku. Aku tidak mungkin kembali. Aku divonis hukuman seumur hidup di penjara Na.
Satu pintaku. Jangan pernah lupakan aku, suamimu. Aku sangat, sangat, sangat mencintaimu Ratna.. Sangat mencintaimu.
__ADS_1
Aku pergi. Jaga diri baik-baik. Selalu tidur tepat waktu, hem?" ujar Lutfi yang diangguki oleh Bunda Ratna dengan wajah basah air mata.
Lutfi mengecup keningnya, kedua matanya, hidung bangirnya, kedua pipinya. Terakhir putik ranum milik Bunda Ratna yang selalu terasa manis untuknya.
"Maafkan aku Na.. Maafkan aku.. Hiduplah lebih baik lagi. Aku pergi.. Cup!" Lagi, Lutfi mengecupnya sekali lagi dengan air mata yang menetes membasahi seluruh wajahnya.
Kecupan itu terasa asin karena air mata keduanya. Lutfi keluar setelah selesai berbicara dengan bunda Ratna yang semakin tersedu hingga ia jatuh pingsan seketika.
Lutfi tidak tahu itu. Karena dirinya sudah masuk ke dalam mobil polisi sebelumnya menitipkan bunda Ratna pada Tyas dan Keanu untuk dijaga. Dan juga ia meminta maaf untuk kesalahannya.
Tyas berlapang dada memaafkannya.
Mereka tidak bisa berbuat apapun saat ini karena inilah yang harus mereka lakukan. Mereka tidak melaporkan bunda Ratna karena Tyas melihat ada keanehan pada bundanya itu.
Maka dari itu, ia meminta keringanan pada Papa Reza dan juga Bang Hamis untuk tidak menangkapnya. Dan inilah waktunya untuk mencari tahu apa yang terjadi pada bunda Ratna sebenarnya.
Setelah mobil yang membawa Lutfi tadi menghilang, Tyas dan Keanu kembali ke mobil mereka. Keduanya sontak saja terkejut saat melihat bunda Ratna pingsan dengan air mata terus bercucuran.
"Waduh! Beneran kan bang, apa yang aku bilang? Bunda pasti nyalah nih!" celutuk Tyas yang ditanggapi dengan kernyitan di dahi Keanu yang kini menatpnya dengan bingung.
"Maksudnya?"
__ADS_1
Tyas menghela nafasnya sambil membenarkan posisi bunda Ratna yang pingsan dengan wajah telungkup di jog mobil.
"Abang seorang dokter, masa nggak paham sih?"
"Eh, apanya? Abang beneran nggak tahu loh.."
"Ishh.. Coba pegang urat nadinya. Pasti terasa berbeda. Detak jantungnya itu terasa lebih cepat. Yang kayak orang positif nggak sih?"
"Heh? Positif? Positif apa maksudmu Yank?"
"Positif..."
...****************...
Stop dulu. Besok lagi ye? Maaf kelamaan updatenya. Othor tumbang hari ini. Dua hari sibuk mengurus persiapan lebaran dan halal bihalal.
Eh nggak tahunya?
Othor tumbang! Kecapekan euyy!
Ck. Ck. Ck.
__ADS_1