
Sedikit tentang mereka ye? Karena mereka berhubungan dengan semua kisah Keanu nantinya.
Happy Readyng..
****
Bunda Ratna bersembunyi dibalik tembok kokoh rumah tetangganya saat mendengar suara mobil Lutfi begitu kencang.
Bunda Ratna berjongkok. Ia menangis tersedu seorang diri disana. Ia menangisi takdirnya bersama Lutfi seorang cassanova kelas kakap.
Bohong jika Lutfi mencintainya. Jika memang Lutfi mencintainya, maka ia takkan berpaling dan berbagi ular pytonnya dengan yang lain.
Bunda Ratna tahu semua tentangnya. Ia bertahan, karena ia pikir jika Lutfi akan berbah. Ternyata tidak.
Benar kata Ayah Erlangga. Suaminya itu cassanova kelas kakap sebelum menikah dengannya. Ayah Erlangga pernah mengatakan jika Lutfi tidak cocok dengannya.
Tapi karena bunda Ratna tidak percaya. Ia tega membuat ayah Erlangga dan bunda Qomariah kecelakaan karena dialah yang memutuskan tali rem mobil milik Ayah Erlangga hingga keduanya meninggal di tempat karena penabrak tiang listrik. Bunda Ratna tersedu mengingat kesalahannya.
"Hiks.. Maafkan bunda Yas.. Bunda salah.. Hiks.. Maaf.. Bunda janji akan mempertanggung jawabkan semua ini. Hiks.. Bunda salah Yas.. Maafkan bunda.. Karena bunda membelanya, bunda rela memukulmu. Padahal kamu dan kedua orang tuamu begitu baik sama bunda.. Hiks.. Maafkan bunda Nintyas.. Maafkan bunda.. Hiks.. Hiks.." isaknya begitu pilu seorang diri dibalik tembok rumah tetangga nya itu.
Seseorang yang berdiri tidak jauh berdiri darinya mendekat. Ia berjongkok dihadapan bunda Ratna yang kini sedang berjongkok dan kepalanya ia sembunyikan di kedua lututnya.
"Bunda.."
__ADS_1
Deg!
Deg!
Bunda Ratna terdiam dari menangisnya. Ia mendengar seperti suara Tyas di depannya. Ia mendongak.
Deg!
"Bunda.." panggilnya lagi dengan suara lembutnya yang membuat bunda ratna semakin menagis tersedu dihadapannya.
"Kenapa disini? Tadi aku lihat Lutfi pergi dengan berlari begitu cepat. Kenapa? Terjadi sesuatu?" tanya Tyas pada bunda ratna yng kini masih tersedusambil melihatnya.
Tyas tersenyum, "Ayo kita pulang. Kita bicarakan dirumah, ya?" bujuknya pada bunda Ratna yang kini masih tersedu dihadapannya.
Keanu terharu melihat sikap lembut Tyas pada Bunda Ratna yang sebenarnya bukan siapa-siapa disana.
Wanita tua itu merupakan sahabat sang ayah sedari beliau kuliah dulu. Entah apa yang terjadi pada bunda Ratna sampai-sampai tega membunuh kedua orang tuanya.
mereka mencari jawabban dari pertanyaan itu hingga bertahun-tahun lamanya. Tetapi tak kunjung mereka temukan.
Mungkin saat ini mereka akan emndapatkan jawabannya.
Mungkin.
__ADS_1
Mereka bertiga pulang kerumah ayah Erlangga lagi. Disana sudah menunggu Bang Hamis dan juga Mnada yng kini bersikpa datar apdanya.
Bunda Ratna sadar akan hal itu. Diantara tiga anak sahabat nya itu, hanya Tyas lah yang menganggapnya sebagai ibu. Ibu pengganti bagi dirinya.
Mulia sekali hatimu, Nak. Bunda malu harus kembali lagi kerumah ini.. Batin bunda Ratna semakin merasa malu dengan mereka semua.
Tiba di dalam ruang tamu ruamh itu, Tyas segera mendudukkannya. "Sekarang.. Ceritakan sama Tyas! Kenapa bunda pergi tanpa mendengar panggilan Tyas tadi?'
Bunda ratna menoleh. Ia menatap dalam pada mata Tyas yang kini menatapnya dengan lembut.
"Darimana kamu tahu jika bunda ada disamping tembok itu?" tanyanya pada Tyas yang kini tersenyum tulus padanya.
Manda memutar bola mata malas. "Bukannya menjawab pertanyaan malah balik nanya! Gimana sih!" Ketus Manda masih kesal padanya.
Tyas terkekeh, "jawab dulu pertanyaan Tyas, Bunda. Baru nanti Tyas jawab pertanyaan bunda. Jawab bunda. Kenapa bunda pergi tanpa menghiraukan panggilan Tyas tadi?" tanya Tyas lagi yang membuat mata Bunda Ratna mengembun kembali.
Ia terisak.
Tyas segera memeluknya. Tangisnya pun pecah seketika. "Hukum Bunda Yas.. Bunda yang telah meyebabkan ayah dan bunda mu tewas karena ulah bunda.. Hukum bunda, Yas.. Bunda sangat merasa bersalah.. Bawa bunda ke kantor polisi sekarang juga Yas.. Biar bunda mendekam dan mati disana. Daripada hidup tetapi dipermainkan. Bunda nggak kuat Yas.. Bawa bunda pergi ke kantor polisi Yas.. Hukuman penjara lebih baik daripada harus hidup dalam rasa bersalah dan juga dipermainkan seperti ini.. Hiks.." isak Bunda Ratna dipelukan Tyas.
Mereka yang mendengarnya menghela nafas panjang. Pengakuan Bunda Ratna ini merupakan jawaban dari satu masalah mereka yang selama ini mereka cari dan saat ini terungkap sudah.
"Kenapa begitu? Kenapa harus dipenjara? Masih ada tempat lain yang bisa bunda datangi selain kantor polisi."
__ADS_1
Bunda ratna menggeleng. "Nggak Yas.. Ini lebih baik daripada harus bertahan tetapi selalu dipermainkan seperti ini. Bunda lelah Yas.. Bunda sudah tua. Sudah waktunya untuk bunda mengakui semuanya dan bunda ingin bertaubat. Bantu bunda Tyas.. Bantu Bunda.." pintanya sangat memohon pada Tyas.