
Tiba dirumah besar kediaman Erlangga, Tyas segera menuntun nya menuju ke kamar Bunda Ratna.
"Istirahatlah Bunda. Nanti sore akan datang dokter untuk memeriksa Bunda, Ya?"
Bunda Ratna mengangguk, "Terimakasih Nak. Kamu masih mau mengurus Bunda.."
"Jangan bicara begitu Bunda. Bunda itu bunda kita semua. Istirahatlah. Tyas pun harus istirahat. Besok pagi, Tyas harus masuk kuliah lagi agar bisa menjadi seorang dokter seperti suami Tyas saat ini." Ujarnya sambil tersenyum dan diangguki oleh Bunda Ratna.
"Tentu. Doa bunda selalu menyertaimu. Belajarlah dengan baik. Dan kamu harus buat ayah Erlangga dan Bunda Qomariah Bangga padamu."
"Terimakasih doa nya Bunda. Ya sudah. Tyas keluar ya? Bunda istirahatlah. Kalau butuh sesuatu, panggil saja Pak Wandi melalui interkom."
"Tentu Nak," jawabnya sambil tersenyum tulus pada Tyas.
Ia pun segera berlalu dan meninggalkan Bunda Ratna yang kini sedang beristirahat.
Tiba diluar, Keanu sudah menunggu nya. "Sudah selesai??" tanya nya pada Tyas dengan tersenyum lembut.
Senyum yang memabukkan.
Tyas pun tersenyun dan mengangguk, "Sudah. Ayo kita ke kamar. Aku ingin belajar banyak sama Abang." Ucapnya sambil terus berjalan menuju tangga untuk naik ke lantai dua.
"Tentang?" tanya Keanu dengan segera merangkul pinggang ramping Tyas. Begitu pun dengan Tyas.
Ia pun merangkul pinggang Keanu. Keduanya berjalan beriringan. "Banyak hal. Besok 'kan aku mau masuk kuliah lagi. Tadi udah dapat kabar dari teman. Katanya besok kita ujian. Materinya udah di share ke grup."
"Terus?"
"Ya Abang tahulah. Selama tiga minggu ini aku cuti dan tidak belajar sama sekali."
"Mau Abang bantu?" tanya Keanu pada Tyas dengan cara mendudukkan nya dipangkuan Keanu.
__ADS_1
Tyas mengangguk. "Ajarin ya?"
"Boleh. Tapi sebelum itu. Kita lanjutkan hal yang kamu lakukan saat di mobil tadi."
Blusshh..
Mendadak pipi putih itu merona. Keanu terkekeh. "Yuk, sholat dhuhur dulu. Baru kita lanjut ibadah ini."
Tyas mengangguk.
Keduanya pun mulai berwudhu karena waktu sudah masuk waktu dhuhur. Mereka pun melakukan sholat dhuhur berjamah.
Setelah selesai, dilanjut dengan sholat sunnah sebelum melanjutkan hal yang tertunda. Keduanya memilih dikamar dan tidak turun untuk makan siang.
Pak Wandi tahu itu. Mereka pasangan pengantin Baru. Jadi wajar saja jika tidak turun lagi. Dan beliau pun tidak ingin mengganggu.
Keanu tersenyum saat melihat wajah merona Tyas. Ia mulai mendekatkan dirnya pada wajah Tyas dan membisikkan doa di telinganya yang membuat bulu halus Tyas meremang.
Tyas yang sudah terbiasa semakin mahir saja. Keanu tersenyum di sela aktivitasnya. Tyas yang memang sudah tahu dimana titik sensitif Keanu segera beraksi.
Yang membuat dokter bedah itu melenguh seketika. Begitu pun dengannya, ia pun melenguh saat setiap jengkal tidak luput dari sapuan Keanu.
Keduanya sibuk mereguk manisnya madu pernikahan untuk pertama kalinya.
Tyas yang baru pertama kali merasakan hal itu membuat dirinya melayang ke nirwana. Rasa sakit yang ia rasakan tadi sudah tergantikan dengan lenguhan syahdu dari bibirnya.
Keanu menyukai itu.
Keduanya sibuk dengan aktivitas yang akan membuat keduanya candu dan tidak bisa terlepas lagi.
Tiga minggu menikah, belum sekali pun Keanu menyentuhnya. Inilah pertama kalinya untuk Keanu mengecap nik matnya madu asmara yang kini sedang melambung tinggi membawa keduanya ke puncak nirwana.
__ADS_1
Keduanya tidak sadar. Jika waktu semakin sore saat aktivitas keduanya selesai.
"Cup. Terimakasih sayangku. Abang sangat mencintaimu Ningtyas Purbaningrum.. Sangat mencintaimu.." ucapnya di telinga Tyas yang kini hanya mengangguk saja sebagai jawaban.
Keduanya kelelahan sampai sholat ashar pun terlewat. Mereka tersadar saat pak Wadi menghubungi kamar keduanya melalui interkom.
Keduanya terkejut bukan main. "Ternyata sudah maghrib ya?" Tyas tertawa.
Begitu pun dengan Keanu. "Yuk, mandi besar dulu. Kalau kamu nggak bisa turun, Abang minta Pak Wandi aja kesini untuk mengantar makan malam kita."
"Hem.. Terserah abang ajalah. Bantuin dulu ih ke kamar mandi? Sulit ini jalannya!" gerutu Tyas sedikit kesal karena merasa perih di pusat intinya.
Keanu terkekeh lagi. "Apa ketawa-ketawa Abang! Tanggung jawab nih!" ucapnya jutek.
Namun, tetap mengulurkan tangannya pada Keanu untuk di gendong yang kini masih saja terkekeh melihat kejutekan Tyas padanya.
"Nggak ketawa sayangku. Abang 'kan lagi bertanggung jawab ini?" jawabnya sambil menuju ke kamar mandi.
"Abang sih. Kemaruk sangat saat menyentuhku!" ketusnya pura-pura kesal dengan mengikuti gaya bicara si botak dari negeri malaya itu.
Keanu terkekeh lagi. "Habisnya, kamu nik mat sih. Jangan salahkan Abang dong kalau Abang minta tambah lagi??"
Plak!
Buhahahaa
Keanu tertawa melihat wajah merona Tyas.
Selalu seperti itu jika ia berhasil menggoda Tyas. Keanu tidak sabar menunggu malam lagi. Ia langsung saja membuka segel Tyas di siang harinya.
Dan jadiah siang pertama untuk keduanya. Pengalaman yang tidak pernah terlupakan untuk keduanya.
__ADS_1
Keduanya mandi besar bersama. Setelah selesai, barulah melakukan sholat Maghrib serta sholat ashar dengan cara di jamak.