
Hari-hari yang Tyas dan Keanu lewati kini semakin sibuk saja. Tetapi keduanya tidak pernah terpisahkan.
Keanu dan Tyas direktur baru yang diletakkan di dalam satu ruangan yang sama dengan pekerjaan itu mereka bagi dua.
Jika Keanu mengani masalah tentang perusahan yang ingin bekerja sama. Tyas malah mendapat bagian mengerjakan angka dan nominal yang akan mereka terbitkan di dalam kerja sama itu.
Jangan tanyakan bagaimana reaksi papa Reza. Beliau begitu takjub dengan kerja kedua orang itu. Baru satu minggu sudah banyak perusahaan yang mengajukan penawaran kerja kepada mereka karena angka limit yang Tyas buatkan sangat rinci dan mendetail.
Manda dan Hamis bangga melihat adik bungsunya itu.
"Maka dari itua Tuan Reza. Kenapa ayah kami lebih percaya kepada Tyas dibanding kami. Karena sedari kecil, Tyas sudah terlihat memiliki bakat dalam menghitung dan memainkan angka hingga ayah mengatakan sama kami, jika Tyas menuruni kepintaran darinya!" Hamis tertawa saat melihat wajah malas Tyas padanya.
"Yang kayak Abang nggak pintar aja sih?" balas Tyas sembari memutar bola mata malas karena merasa kesal terus di puji.
Tyas tidak menyukai itu. Dan Keanu tahu itu.
Saat ini mereka sedang berada diluar kantor. Mereka sedang makan siang bersama. Tyas yang memang sedari akhir minggu-minggu ini, ia selalu ingin makan dan lapar, begitu melihat makanan enak, ia langsung menyantapnya saja.
Keanu sampai heran dibuatnya.
"Sabar sayang. Nggak akan ada yang rebut kok makanan kamu. Pelan aja makannya. Ini yang kayak orang kelaparan aja sih?" kesal Keanu pada Tyas yang makan begitu lahapnya.
Papa Reza dan mama Rani terkekeh. Bang Hamis dan kak Manda pun terkekeh kecil.
"Barangkali istri kamu hamil Bang!"
Deg!
"Uhuk.. Uhuk.." Tyas tersedak makanan. Keanu menepuk lembut punggungnya. Tyas yang terbauk-batuk.
__ADS_1
"Pelan-pelan sayang.." tegur Keanu pada Tyas yang kini sedang minum dan mengangguk.
Tyas baru mengingat jika dirinya belum kedatangan tamu setelah keduanya bersatu. Ia melirik Keanu yang kini masih terlihat khawatir padanya.
"Masih pedas? Minum lagi." Kata Keanu pada Tyas.
Tyas menggeleng. Ia hanya tersenyum untuk menanggapi ucapan Keanu.
"Ya sudah. Di lanjut lagi makannya." Ucap mama Rani menengahi.
Mereka pun kembali lanjut makan bersama. Sebelum mereka berenam kembali ke kantor dan Tyas harus ke kampus.
Mereka sudah menjalani hari-hari nya dengan bahagia. Sebelum acara resepsi pernikahan keduanya di selenggarakan satu bulan lagi.
Segala persiapan pun sudah disiapkan. Hanya menunggu finishing saja.
*
*
*
Dua minggu sejak pertemuan makan siang itu, kini Keanu yang sedikit bermasalah. Yang mana ia sering kali pusing dan jatuh pingsan disaat bekerja di kantor.
Tyas dibuat panik bukan main karena ulah Keanu ini. Ia sempat menghubungi papa Reza dan Mama Rani yang langsung terbang ke Bandung saat itu juga.
Kedua orang tua itu terkekeh saat melihat Tyas menangis tersedu melihat wajah Keanu pucat bagai mayat hidup.
"Papa.. Mama.. Hiks.. Kamu nggak usah bekerja lagi ya? Kasihan Abang kalau begini. Mana acara pernikahan kami sudah dekat pula. Kan nggak lucu pengantinnya sakit dan pingsan di hari pernikahan ulangnya?? Hiks.." isak Tyas sembari memijit kepala keanu yang kini berada di perutnya. Keanu hanya bisa tenang dan tidak pusing lagi kala menghirup bau tubuh Tyas yang menenangkan pikirannya.
__ADS_1
Ibarat aroma terapi untuknya. Mama Rani yang paham mengusap kepala Tyas dan Keanu bersamaan.
"Tak apa Nak. Ini sudah biasa bagi orang yang sedang mengalami Couvade syndrom atau hamil simpatik!"
Deg!
Deg!
Keanu tersentak mendengarnya. Ia menoleh pada Mama Rani dan papa Reza yang kini terkekeh padanya.
"Maksudnya? Tyas sedang hamil? Apa iya? Sayang??" tanya Keanu pada Tyas yang kini tertegun dengan ucapan mama Rani.
Apa iya aku hamil? Tapi.. Eh astaghfirullah! Aku udah telat dua bulan euuyy!
Batin Tyas tanpa sadar membulatkan matanya yang disambut gelak tawa kedua orang tua itu.
"Sayang. Nintyas!"
"Hah? Eh iya! Aku udah telat dua bulan sejak terakhir kali kamu menyentuhku bang Keanu! Eh?" ucapnya sedikit tinggi.
Setelahnya mulut itu terkatup rapat seketika kala menyadari jika suaranya terlalu tinggi dihadapan suami dan juga kedua mertuanya.
"Hah?" Keanu menganga. Keanu baru mengingatnya.
Selama dua bulan ini ia selalu menggempur Tyas dan tidak pernah berhalangan kedatangan tamu yang membuatnya puasa.
Keanu bangkit dari posisi nyamannya. Bibir itu melengkungkan senyum manis. "Beneran Yank? Kamu hamil?"
"Hah?"
__ADS_1