Terpaksa Menikahi Pembantu

Terpaksa Menikahi Pembantu
Keturunan Lutfi


__ADS_3

"Waduh! Beneran kan bang, apa yang aku bilang? Bunda pasti nyalah nih!" celutuk Tyas yang ditanggapi dengan kernyitan di dahi Keanu yang kini menatapnya dengan bingung.


"Maksudnya?"


Tyas menghela nafasnya sambil membenarkan posisi bunda Ratna yang pingsan dengan wajah telungkup di jog mobil.


Tyas merengut sebal pada Keanu yang membuat Keanu tidak tahu di mana letak kesalahannya.


"Abang seorang dokter, masa nggak paham sih?" sungut Tyas sambil masuk ke dalam mobil mereka berdua setelah membenarkan posisi bunda Ratna.


"Eh, apanya? Abang beneran nggak tahu loh.." jawab Keanu masih kebingungan dengan ucapan Tyas padanya.


Tyas melirik Keanu dengan kesal. "Ishh.. Coba pegang urat nadinya. Pasti terasa berbeda. Detak jantungnya itu terasa lebih cepat. Yang kayak orang positif nggak sih?"


"Heh? Positif? Positif apa maksudmu Yang?"


"Lihat aja tubuh bunda saat ini. Dari saat ia makan dan juga perbuatannya aku melihatnya sedikit aneh. Yang kayak orang lagi ngidam, Abang!"


"Hah?" Keanu menganga. "Darimana kamu tahu?" tanya Keanu lagi.


Tyas berdecak sebal. "Abang lupa kalau istrimu ini seorang dokter juga??"


"Terus? Apa hubungannya dengan kamu yang juga seorang dokter?" tanya Keanu lagi masih kebingungan.

__ADS_1


Mendadak lemot pemikirannya saat ini. Tyas yang semakin kesal berpindah duduk dipangkuan Keanu.


Cup!


Keanu membulatkan matanya. Tyas tersenyum. "Mau aku praktekan kenapa bunda bisa nyalah seperti itu? Hem?" bisik Tyas di telinga Keanu yang kini mendadak meremang mendengar ucapan Tyas.


"Eumm.."


"Kita praktekkan disini? Atau dirumah saja? Kita 'kan belum pernah mencobanya?" bisik Tyas lagi sengaja memancing sesuatu di dalam diri Keanu hingga terbakar seketika.


"Sayang?" Tyas mengangguk dan tersenyum.


"Sudah paham?" tanya naya pada Keanu yang kini menatapnya dengan sayu.


Tyas mengangguk. "Yup benar! Bunda Positif! Positif hamil anaknya Lutfi!"


"Hah?" Lagi, Keanu menganga. "Tapi bagaimana mungkin di usia bunda yang hampir lima puluh tahun begini, ia bisa hamil?"


"Ya bisalah Abang! Jika dalam ilmu kedokteran nggak bisa dan mustahil. Tapi tidak bagi Allah! Apa yang mustahil bagi kita tapi tidak pada Nya!"


Keanu termenung. "Iya sih. Tapi kasihan bunda loh.. Disaat umurnya nggak lagi muda, beliau baru diberikan amanah seperti ini. Disaat suaminya mendapatkan masalah, mereka malah diberikan kepercayaan untuk bisa memiliki keturunan."


Tyas tersenyum, "Itulah yang dinamakan rahasia Allah. Ingat saja tentang istri nabi Ibrahim 'alaihiissalam? Bukankah istri beliau juga hamil disaat umurnya sudah senja?"

__ADS_1


Keanu mengangguk. "Kamu benar. Lantas, apa yang harus kita lakukan saat ini dengan bunda? Apakah harus kita ungsikan kerumah kita?"


Tyas menghela nafas panjang dan menggeleng. "Kayaknya nggak deh Bang. Biarkan Bunda sama kita saja. Jika disana nanti, akan sulit untuk bisa memantaunya. Mana aku kuliah, Abang bekerja. Sedang kak Manda mengajar. Bang Hamis harus ke kantor dimulai besok pagi. Lebih baik tinggal bersama kita dirumah besar. Disana akan banyak pelayan yang mengawasinya. Dan kita tidak perlu khawatir kalau misalnya kita sedang melaksanakan tugas."


Keanu tersenyum, "Baiklah. Jika itu yang menjadi keputusanmu. Dan.. Untuk kita. Kapan bisa Abang buka tanggul? Udah karatan ini nunggu kamunya!" Keanu tergelak saat melihat wajah Tyas merona.


Bunda Ratna yang sudah sadar sedari tadi tersenyum melihat kedekatan kedua anak muda yang sedang di mabuk cinta itu.


Ia sangat bersyukur karena di pertemukan dengan Tyas kembali. Putri sahabatnya yang selalu ia marahi dan ia pukul begitu memikirkan nasibnya saat ini.


Ia baru sadar, jika dirinya sudah telat dua bulan dari sejak Lutfi menyentuhnya terakhir kali sewaktu di hotel itu.


Dimana mereka saat itu sedang bertengkar karena ketahuan Lutfi sengaja menipunya dengan mengatakan jika dirinya lembur sampai pagi padahal Lutfi sedang bersenang-senang dengan Bunga.


Cinta.


Karena cinta, akal logika kita mendadak bodoh seketika. Begitu juga dengan bunda Ratna. Saking cintanya ia pada Lutfi, ia di tipu berulang kali tapi masih mau bersama Lutfi.


Ck. Cinta sulit di tebak. Jika cinta, tidak perlu menyakiti bukan?


Bunda Ratna kembali menangis lagi. Ia menangis dalam diam. Sebelah tangannya mengusap perutnya yang sedikit menonjol.


Ia tersenyum haru. Ternyata, penantiannya saat ini tidaklah sia-sia. Kesabaran berbuah manis. Inilah yang terjadi padanya saat ini.

__ADS_1


Ia melirik Tyas dan Keanu yang kini terus bergurau dengan mobil yang terus berjalan meninggalkan kantor polisi dimana Lutfi tadi terakhir kali menemuinya.


__ADS_2