
"Segera panggilkan mempelai wanitanya. Sepertinya.. Pengantin pria kita ini sudah tidak tahan untuk melihat istri nya yang sudah menjadi ratu sehari saja??" godanya pada Keanu yang kini terkekeh dengan wajah pucatnya.
Mama Rani segera memberi kode pada Bella, istri Kenan untuk membawa Tyas ke depan. Bella yang memang bertugas dibagian itu segera masuk keruangan lain dan membawa Tyas untuk menuju Keanu yang kini semakin terlihat lemah.
Tyas terkekeh saat melihat wajah memelas Keanu padanya. Ia terus saja tersenyum dan duduk disamping kiri Keanu.
"Berikan mahar yang sudah kamu sebutkan tadi untuk istrimu."
Keanu mengangguk. Walau dengan kepala yang semakin pusing dan juga tubuh yang semakin lemas, ia tetap berusaha memakaikan mahar pemberiannya untuk Tyas.
Mahar yang sama. Pada saat ia menikah tiga bulan yang lalu.
Tyas mengecup tangan Keanu, dan Keanu membalasnya dengan kecupan di kening. Setelahnya ia berdoa sekali lagi untuk istrinya. Doa yang sama pernah Keanu lantunkan kini terdengar lagi yang membuat Hati Tyas menghangat dan semakin mencintai suaminya itu.
Keanu yang sudah tidak tahan dnegan pusing di kepalanya langsung saja merebahkan kepala nya di pundak Tyas.
"Haahhh.. Leganya.. Vitaminku akhirnya kembali lagi.." lirihnya masih terdengar oleh semua tamu yang hadir.
Bahkan Papa Reza dan Kenta terkekeh mendengar ucapan Keanu yang begitu jelas terdengar di seluruh ruangan acara pernikahan itu karena mikrofon kecil yang terselip di baju Keanu kini masihlah terpasang dan belum terlepas.
Tyas terkekeh lagi.
Ia membalas pelukan suaminya itu. Ia mengelus pundaknya dengan lembut. Mama Rani memberi kode untuk melanjutkan pernikahan Kenta dan Dian pula.
Keanu tidak sadar lagi dengan pernikahan saudara kembarnya itu. Tyas yang masih memeluknya membuat Keanu terbuai dalam pelukan damai dan hangat Tyas.
__ADS_1
Keanu sadar saat Tyas mengguncang lembut bahunya untuk bangun dan melanjutkan acara selanjutnya.
Keanu mendapatkan ejekan dan ledekan dari semua saudaranya. Tetapi ia tidak peduli. Baginya Nintyas.
Selesai dengan acara pernikahan ulang, sunkeman, ambil foto terbaik bersama keluarga, kini keduanya sudah berada di kamar mereka.
Untuk beristirahat selam satu jam lebih sebelum acara resepsi di gelar.
Keanu yang sudah tidak bisa menahan rindunya terhadap Tyas segera menerkam istrinya itu hingga Tyas memekik karena terkejut.
Setelahnya ia tertawa jika suaminya begitu merindukannya saat ini. Hampir sepuluh hari keduanya tidak bertemu karena di pingit.
Begitu menurut adat keluarga Tyas. Keanu tidak bisa menolaknya. Ia terpaksa mengikuti semua kemauan orang itu.
Keanu segera menghujami Tyas dengan kecupan-kecupan lembut pada Tyas yang kini terbuai dengan perbuatannya.
Tyas pun tidak menolak. Keduanya larut dalam gelora rindu yang sudah lama tidak tersalurkan. Bella yang berniat ingin mengantarkan makan siang keduanya tidak jadi masuk.
Kenan yang melihat istrinya itu kembali keheranan. "Kenapa kamu kembali Yank?"
Bella terkekeh saat tadi mendengar suara lenguhan keduanya yang begitu kuat terdengar olehnya sebelum pintu kamar itu terkunci dari dalam akibat perbuatan Keanu.
"Ya terus aku harus kemana kalau nggak kembali kesini? Ingin mendengar alunan merdu abang ipar dan kakak ipar??" Bella tergelak melihat wajah kesal Kenan padanya.
"Ck," decaknya sebal memikirkan saudara kembarnya itu.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Bella sambil berjalan masuk keruangan dimana keluarga mereka kini berkumpul.
"Masa iya Abang main kuda sandi siang-siang begini sih? Yang kayak nggak ada malam aja sih?" sungutnya kesal.
Bella tertawa lagi. "Biarain aja Bang. Mereka itu sudah sepuluh hai nggak bertemu. Emang kamu? Satu hari saja berpisah denganku nggak ada kangen-kangenya!" ketus Bella mendadak kesal mengingat Kenan yang tidak mengabari dirinya selama sepekan karena ia pulang ke Medan waktu itu.
Kenan terkekeh. Ia segera mengikuti Bella yang kini merajuk padanya.
Sementara di kamar pengantin Baru sana, keduanya masih saja melepas rindu hingga setengah jam lamanya.
Cukup singkat bagi seorang Keanu karena ia masih waras dan berpikir belum waktu yang tepat.
Tetapi karena sudah sangat rindu, ia terpaksa melepaskannya. Keanu mengecup seluruh wajah Tyas yang kini tertawa padanya.
"Abang kangaen banget sama kamu! Sepuluh hari Yas! Sepuluh hari! Rasanya seperti sepuluh tahun untukku!" gerutunya bersungut-sungut masih dengan memeluk tubuh polos Tyas yang tertutup selimut.
Perut Tyas yang sudah sedikit menonjol membuat Keanu mengelusnya dengan lembut.
"Apa kabar anak kita Yank? Sehat?" tanya Keanu dengan tangan masih mengusap perut Tyas.
Tyas mengangguk dan tersenyum. "Anak kita nggak rewel kok. Hanya saja.. Aku sangat merindukan bau tubuhmu yang baru habis berkeringat seperti ini. Hem.. Wanginya.." ucap Tyas yang membuat Keanu terkekeh.
Inilah yang menjadi kebiasaan Tyas tiap pagi. Ia ingin mencium bau keringat Keanu yang baru saja berolahraga pagi.
Tetapi karena tradisi pingin memingit, akhirnya ia tidak bisa lagi mencium bau keringat itu. Tyas hanya mencium bau baju yang dipintanya pada mama Rani jika Keanu sudah selesai berolahraga pagi.
__ADS_1
Dengan senang hati mama Rani menurutinya. Dan saat ini, ia sudah mendapatkan apa yang ia mau selama sepuluh hari ini.
Tyas sangat menyukainya. Begitu pun Keanu yang sudah bisa melepas rindu dengan istri kecilnya.