
"Hiks.. Ayah.." lirih Tyas sambil menyentuh figura itu hingga hal mengejutkan pun terjadi.
Sreekk..
Pintu salah satu lemari terbuka.
Keanu dan Tyas menoleh pada lemari itu. Keduanya saling pandang. Keanu mendekati pintu lemari itu.
Ia tertegun disana.
Tyas membulatkan matanya saat mengingat jika dulu Bu Ratna pernah menipunya dengan mengatakn jika disana ada arus listrik.
Tyas berlari menuju Keanu dan memeluknya dengan erat. Membuat Keanu terkejut.Tyas lantas berbisik lirih.
"Kita hancurkan dulu cctv itu, baru setelah ini kita masuk ke kamar itu. Akan aku katakan sesuatu sama abang!" bisiknya
Keanu mengangguk. Dengan cepat pemuda itu menyingkirkan semua cctv itu ke dalam sebuah kresek hitam kemudian ia masukkan ke dalam lemarin baju keduanya.
Tyas menghela nafas lega. Keanu pun demikian. Ia mendekati Tyas yang kini tersenyum dengan gigi gingsulnya terlihat.
__ADS_1
Keanu mendekatinya dan memeluk pinggang ramping itu. "Katakan!"
Tyas mengangguk, "Dulu Bunda Ratna pernah menipuku dengan mengatakan jikadi figura besar itu ada arus listriknya saat beliau masuk ke kamar ayah, tapi aku memergokinya." Tunjuk Tyas pada figura ayah dan bunda nya.
"Oh Ya?"
"He'em, beliau bilang ketika ia berusaha menyentuh figura itu dirinya tersengat hingga jatuh terpental. Tetapi sama aku kok tidak? Abang lihat sendiri kan?"
Keanu mengangguk. "Itu artinya figura itu hanya mendeteksi sidik jari kamu saja, sayang. Selain dari itu alaram keamanan akan berbunyi pertanda bahaya. Makanya ketika Bunda Ratna yang menyentuhnya figura itu ada arus listriknya. Coba abang yang sentuh, kira-kira akan sama nggak ya sama Bunda Ratna??" Ucap Keanu dengan segera mendekati figura itu dan menyentuhnya.
Sreeekk..
Keanu tersenyum. "Berarti hanya kita berdua sayang yang bisa menyentuh figura ini. Ayah dan Bunda sudah mempersiapkan semuanya. Ayo kita lihat, apa yang ada di dalam kamar rahasia ini?"
Tyas mengangguk. Ia pun mengikuti Keanu. Tetapi sebelum ia masuk ke kamar rahasia itu, ia menekan tombol tersembunyi dibalik laci lemari kerja sang ayah. Ia tersenyum, kemudian berlari kecil mengikuti Keanu yang sudah lebih dulu masuk ke kamar itu.
Tap.
Tap.
__ADS_1
Tap.
Saklar lampu Keanu tekan hingga menunjukkan semua isi ruangan itu. Keanu dan tyas tertegun melihatnya.
"I-ini.. Ini abang kan ya? Kok bisa ada disini? Dari mana ayah dapat figura ini. Ini saat abang bertugas ke London dulunya? Dan ini juga. Saat abang melakukan operasi seorang pria yang terkena luka tembak. Dan ini.." lidah Keanu terasa kelu saat melihat figura dirinya seorang diri di dalam ruangan kerjanya dan disebelahnya itu ada Tyas yang masih sangat muda. Masih berusia delapan belas tahun.
Tyas pun sama seperti Keanu. Ia pun tertegun melihat isi kamar rahasia itu.
Tyas mendekati ranjang bermotif hello Kitty kesukaan Tyas. Keanu mengikuti Tyas dan duduk disana.
Ia menyentuh figura dirnya bersama sang ayah yang dulu pernah pergi berlibur ke pantai bersama Bunda Qomariah dan juga kedua saudaranya.
Tyas mengusap figura itu.
"Ternyata.. Inilah yang ayah katakan dulu padaku. Bahwa ada salah satu kamar rahasia yang dibuat khusus untukku dan calon suamiku kelak. Pintu itu akan terbuka jika sidik jari kita disana yang tertera.. Ayah sudah menyipakan ini sejak lama. Sejak pertama kali Bunda Ratna masuk ke dalam rumah ini dan menghancurkan rumah tangga ayah dan bunda.." lirih Tyas yang segera di peluk Keanu
"Semua ini memnag suda ayah tentukan sayang. Karena ia tahu jika kedua manusia itu merupakan ular yang akan membelit dirinya hingga tiada.. Dan juga.. Kamar ini merupakan salah satu bentuk perlindungan untuk kita berdua dari ayah. Ayah sudah menyiapakan semuanya sayang.." lirih Keanu semakin erat memeluk Tyas yang kini terisak di pelukannya.
Seseorang di dapur sana tersenyum senang. Tangan itu tidak berhenti untuk bergerak mengolah makanan kesukaan sang majikannya yang sudah lama pergi lantaran dua ular licik yang bersarang dirumah itu tanpa tahu malu.
__ADS_1
"Alhamdulillah jika kamu sudah tahu tentang kamar itu Nak.. Tuan besar benar. Pemuda itu keberuntungan untukmu. kamu sangat beruntung nak menikahi salah satu dari seorang pengusaha terkemuka di bandung ini. Yang sepak terjanng nya itu tdak diragukan lagi. Maka dari itu tuan besar senagaj bersahabat dengannya. Dan inilah tujuannya. Tujuannya itu demi melindungi ketiga ankanya dan juga semua asetnya. Semoga kalian bertiga bisa melawan musuh dirumah ini. Bapaka yang akan menjadi mata-mata untuk aklian berdua.." Batinnya dengan malam untuk ketiga majikan barunya itu.