Terpaksa Menikahi Pembantu

Terpaksa Menikahi Pembantu
Pak Wandi


__ADS_3

Puas berada di kamar rahasia itu, kini keduanya sedang terlelap. Tyas tidak mau tidur dikamar utama sebelum ranjang itu diganti dengan yang baru berikut sepreinya.


Tyas dan Keanu terlelaphingga waktu ashar. Mereka terbangun karena mendengar suara kepala pelayan di dalam kamar rahasia itu.


Pak Wandi.


Beliau merupakan kepala pelayan dirumah besar dan juga orang dalam kepercayaan ayah Erlangga.


"Maaf Nona Tyas. Tuan Keanu. Saya mengganggu. Sudah masuk waktu ashar bahkan sudah lewat lima belas menit. Bangunlah." Katanya pada kedua manusia yang kini tidur dengan saling berpelukan erat.


Beliau tersenyum melihat itu. Benar kata Ayah Erlangga. Keduanya sangat cocok. Pria dewasa seperti Keanu memang cocok menjadi pendamping Tyas.


"Nona Muda.. Tuan muda.. Ayo bangun! Waktunya untuk makan malam loh.." tegurnya lagi pada dua orang yang bergeming itu.


Mereka berdua sangat nyaman tidur di posisi itu.


Keanu sedikit terusik dengan suara itu. Siap[a pula di dalam kamar rahasia itu pikirnya.


Ia mengerjab dan membuka sedikit matanya. Ia melihat ada seorang lelaki yang tadi menyambut mereka saat baru datang.

__ADS_1


Beliau tersenyum, "Bangunlah Tuan muda. Mandi dan segera bersiap. Makan malam sudah saya siapkan!" katanya lagi yang membuat Keanu bisa melihatnya dengan jelas.


Keanu terkejut.


Pergerakan spontan tubuh Keanu membuat Tyas terusik. Ia pun mengerjab. Pusing melanda dirinya.


Ia bangkit dan duduk bersandar sambil memegangi kepalanya.


Tangan itu ingin melepas hijabnya tetapi terhenti saat tangan Keanu menyentuhnya.


"Kenapa? Gerah atuh!" kata Tyas yang dibalas gelengan oleh Keanu.


Deg!


Tyas menoleh pada asal suara itu. Ia terlonjak kaget sampai kepalanya terbentur ranjang dan meringis. Sama seperti Keanu tadi. Aksi spontannya itu membuat Pak Wandi lagi dan lagi terkekeh.


"Keluarlah Nona.. Tuan. Biarkan saya yang membereskan semua isi kamar ini. Sudah menjadi tugas saya untuk mengurus kebutuhan kalian berdua. Karena saya pelayan pribadi sekaligus orang kepercayaan tuan besar selama nona muda dan juga saudaranya yang lain tidak tinggal disini." Jelasnya yang membuat Tyas mengangguk.


"Iya Pak Wandi, saya tahu. Ayah dulu udah ngomong kok. Maaf, kalau tadi saya agak terkejut. Reflek saja. Hehehe.."

__ADS_1


Keanu terkekeh, demikian juga Pak wandi. "Tak apa nona muda saya maklum kok. Kira-kira.. Ada yang harus diganti tidak?" tanya nya tepat sasaran.


Tyas mengangguk, "Ranjang di dalam kamar utama diganti dengan yang baru Pak Wandi. Saya tidak amu tidur di ranjang bekas percintaan kedua manusia lak nat itu!" ketus Tyas tiba-tiba kesal pada dua manusia yang menumpang dirumahnya itu.


Pak wandi tertawa renyah mendengar aduan Tyas. "Ternyata.. Nona muda sudah tahu ya?"


"Ya iyalah saya tahu! Saya kesal sama mereka berdua! Sudah numpang disini selama bertahun-tahun malah ingin merebut apa yang menjadi hak kami bertiga! Ganti semua pak! Nggak sudi saya tidur di bekas mereka! Sepreinya juga! Tirai jendela dan semuanya! Malam ini harus selesai!" tegas Tyas yang diangguki Pak Wandi dengan tertawa.


Keanu terkekeh melihat wajah merengut Tyas. Gemas, ia pun memeluk Tyas dan memberi ciuman di wajah itu bertubi-tubi hingga membuat Tyas memekik dan tertawa bersamaan.


Pak Wandi terkekeh melihat tingkah keduanya. Ia sibuk membereskan kamar itu setelah Tyas dan Keanu keluar dari kamar itu dan bersiap untuk sholat serta makan malam mereka.


Keanu dan Tyas memilih sholat di musholla rumah itu yang berada di lantai tiga. Disana ternyata sudah ada bang Hamis dan keluarganya, Kak manda dan juga keluarga kecilnya.


Mereka sedikit meledek pengantin baru itu karena sore hari baru bangun dari tidur sejak mereka datang di siang hari setelah dhuhur tadi.


Keanu dan Tyas tersenyum saja. Keduanya mulai melakukan sholat ashar yang tertinggal lama. Kedua saudaranya itu menunggu mereka.


Mereka akan sholat maghrib berjamaah sebentar lagi setelah masuk waktu maghrib.

__ADS_1


__ADS_2