
Sementara Tyas yang mengikuti Lutfi dan Bunda Ratna di kejutkan dengan suara isak tangis seseorang dibalik tembok saat ia berjalan meninggalkan Keanu yang saat itu sendang mengambil mobilnya.
Karena penasaran, ia mencari suara orang menangis itu. Keanu yang melihat Tyas berlalu ke samping tembok rumahnya pun mengikuti.
Tiba disana, ia terkejut melihat bunda Ratna yang tersedu sambil berjongkok. Niat hati ingin mengejar Lutfi dan bunda Ratna, malah ketemunya di tepi tembok.
Tapi kenapa?
Itulah yang saat itu menjadi pertanyaan Keanu. Tetapi terjawab sudah saat ini. Semua itu karena Lutfi. Suami cassanovanya itu.
"Bunda mohon Nak.. Jangan hukum Lutfi. Dia sebentar lagi akan menjadi seorang ayah, Nak.." pintanya lagi pada Tyas.
"Sekali tidak tetap tidak Bunda! Bunda tahukan seperti apa Tyas??" tegas Tyas pada Bunda Ratna yang kini semakin tersedu karena tidak bisa menyelamatkan cintanya dari hukuman yang akan menimpanya.
Bunda Ratna kembali tersedu. Ia gagal untuk bisa membujuk Tyas demi menyelematkan Lutfi.
__ADS_1
"Bunda mohon.."
"Tidak bisa Bunda.. Maafkan Tyas! Kali ini Tyas menolak keinginan Bunda untuk menyelamatkannya! Kami harus menghukum keduanya! Dia yang paling bersalah disini. Bukan hanya membuat perusahaan bangkrut, dia dan Bunga sudah menggelapkan uang perusahaan sebanyak lima milyar selama dua bulan ini. Dan bunda tahu kemana uang itu dialirkan??"
Bunda Ratna menggeleng, "Lutfi mengalirkan uang itu ke rekening pribadi miliknya dan juga milik Bunga. Sedang mlik Bunda, ia kuras habis sampai tak bersisa! Itu yang ingin bunda selamatkan saat ini??"
Bunda Ratna tersedu lagi. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Benar, Lutfi sudah menggelapkan uang perusahaan dan uang itu ia alirkan ke rekening pribadinya dan juga istri keduanya.
Sedang ke rekening bunda Ratna ia tidak meninggalkan sedikitpun. Ia menguras habis uang pribadi bunda Ratna hingga rekening itu kosong.
Tyas tahu dari Keanu yang diberitahu oleh orang suruhan papa Reza. Mereka masuk kerumah besar itu sengaja untuk menangkap keduanya yang sudah terbukti bersalah.
Tetapi sayang.
Belum lagi mereka menagkap Lutfi, Lutfi sudah pergi dengan terburu-buru.
__ADS_1
"Dan bunda tahu?? Saat ini kemana Lutfi? Kenapa dia tidak menyusul Bunda?" lanjut Tyas lagi yang semakin membuat hati Bunda rRtna hancur.
"Jangan katakan lagi, Nak. Bunda tahu dia kemana. Dia pasti kerumah istrinya. Bukankah bunda sudah bilang tadi kalau istrinya sedang hamil?? Dan ya, istrinya itu si Bunga kembang tujuh rupa asisten setia ayah kamu pengganti Bunda dulunya.. Hiks.. Hiks.." isaknya lagi semakin menyayat hati.
Tyas menghela nafasnya. "Sebenarnya bunda cinta sama dia karena hati atau karena naf su? Maaf bunda. Bukan maksudku-,"
"Bunda mencintai nya Nak.."
"Jika bunda mencintainya, kenapa bunda tega memulku dulu dan kemarin?"
Deg!
Deg!
Bunda Ratna menoleh pada Tyas yang kini menatapnya dengan datar. "Maafkan Bunda nak.. Bunda cemburu padamu. Karena Lutfi bilang, kalau kamu yang akan menggantikan bunda di hatinya. Bunda tidak terima itu. Bunda merasa tersaingi olehmu. Bunda sakit hati akan hal itu. Maka dari itu bunda memukulmu. Maafkan bunda, Yas.. Maafkan bunda.." lirihnya semakin tersedu.
__ADS_1
Tyas menghela nafas panjang. "Bunda.. Bunda. Lelaki sepertinya tidak layak untuk bunda cintai. Lelaki sepertinya tidak pantas untuk bunda perjuangkan. Lihat sekarang? Bunda ditinggalkan olehnya! Dia lebih memilih pergi dengan istri yang lain daripada mencari bunda!" ucap Tyas yang semakin menambah luka dihati Bunda Ratna.