Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar

Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar
Kedatangan Felishia Di Perusahaan


__ADS_3

Saat ini Khadijah dan juga Pak Datta sedang duduk di salah satu restoran langanan Pak Datta. Sudah sekitar 5 menit yang lalu Khadijah membaca harga yang tertera di daftar menu makanan di dalam restoran ini dan benar apa yang semua orang pernah katakan, jika pemilik perusahaan ini kalau makan di restoran yang memiliki harga begitu fantastis sekali. Masa harga makanan di dalam restoran ini sekitar 7 hari gaji Khadijah kerja di perusahaan. Jika di hitung secara rinci maka harga makanan ini bisa untuk Khadijah makan sekitar 4 minggu. Mahal sekali.


Datta yang tak memiliki begitu banyak kesabaran pun langsung membuka suara. “Hidangkan semua makanan yang tak pedas sekarang juga!” perintah Datta sembari merebut buku daftar menu dari tangan Khadijah.


“Saya nggak jadi makan,” jawab Kahdijah. Khadijah begitu serius membaca harga yang tertera di daftar menu sehingga perempuan itu tidak mendengarkan apa yang Datta katakan tadi.


“Saya ulangi sekali lagi pesanan Pak Datta. Pak Datta memesan semua hidangan yang tidak pedas di restoran ini,” kata Waiters tersebut mengulagi apa yang Datta katakan sebelumnya. Setelah Datta mengganggukkan kepalanya waiters itu langsung melangkah meningalkan meja ini.


Khadijah mengedarkan pandangannya ke sekitar dan tak ada tanda-tanda jika ada orang lain yang akan bergabung dengan mereka hingga Khadijah yang merasa penasaran pun langsung membuka suara.


“Pak Datta bukannya suka pedas? Tapi kenapa malah memesan semua makanan yang tidak pedas? Apakah Pak Datta akan mengadakan meeting di restoran ini?” tanya Khadijah dengan polos. “Saya nggak memesan makanan sebab harganya mahal,” kata Khadijah jujur.


“Astaga, dia ini pintar mengaji tapi ternyata kalau masalah seperti ini bodoh,” batin Datta di dalam hatinya. “Aku adalah suami kamu, jadi sudah sewajarnya jika aku yang membayar makanan ini dan aku juga tidak megadakan meeting dengan siapapun. Aku memesan makanan itu untuk kamu,” kata Datta jujur dengan nada suara yang setengah tertahan di tenggorokannya.


“Sesekali Bapak yang kasih saya makan,” kata Khadijah dengan terkekeh. “tapi tetap saja kita tak akan bisa menghabiskan semuanya,” tegur Khadijah yang memang paling anti jika melihat ada orang yang suka membuang-buang makanan.

__ADS_1


“Apakah kamu mencoba untuk mengatakan jika saya tak memberikan uang belanja selama ini,” kata Datta menolak lupa jika semenjak menikah lelaki itu bahkan tak pernah memberikan uang belanja dan paling tepatnya di awal menikah saja.


“Pak Datta hanya mengisi kulkas awal pertama kita menikah, tapi setelahnya saya yang mencukupi semuanya, mana gaji saya juga nggak seberapa di perusahaan namun, Alhamdulillah saya masih memiliki penghasilan,” kata Khadijah pada suaminya. Khadijah menegur suaminya dan juga bersyukur pada Allah yang masih memberinya rejeki.


Hancur sudah harga diri Datta sebagai seorang lelaki. “Kenapa kamu nggak bilang sama saya?” tanya Datta yang seakan malah menyalahkan Khadijah dalam hal ini sebab istrinya itu tidak mengingatkan dirinya perihal uang belanja.


“Kenapa harus di ingatkan,” jawab Khadijah cuek. “Saya mampu kok ngasih makan Pak Datta,” ujar Kahdijah menyindir telak suaminya. Khadijah pun mulai ingat suatu hal. “Pak Datta adalah pemilik perusahaan berarti selama ini pak Datta tahu jika saya bekerja di sini?” tanya Khadijah dan Datta langsung menggganggukkan kepalanya.


Khadijah mulai ingat ucapan Mama Aiza waktu itu yang mengatakan jika dia sudah mengijinkan Khadijah. Kenapa Khadijah tidak merasa curiga akan hal itu sejak dari awal.


Khadijah masuk ke dalam ruangan kerjanya dan hampir semua perempuan melihatnya dengan berbisik-bisik. Khadijah berucap istighfar di dalam hati dan mencoba untuk tak memperdulikan mereka sebab selama ini semua perempuan juga sering membicarakan dirinya secara terang-terangan namun, tak sedikitpun Khadijah memiliki niat untuk membalas ucapan mereka semua, Khadijah tak mau membuang tenaga dengan melakukan dosa lisan dan lebih memilih mengunakan lisannya untuk hal posifit contohnya dengan bersholawat pada rosul.


Setelah seharian berada di kantor, akhirnya jam kerja selesai juga. Khadijah melangkah keluar dari ruangan kerjanya dan ada Adam yang sudah menunggunya di luar ruangan seperti biasa. Khadijah tahu jika Adam pasti merasa penasaran tentang hubungan antara Khadijah dan juga Pak Datta setelah melihat apa yang terjadi tadi, bahkan bukan hanya Adam saja dan sepertinya semua perempuan yang ada di perusahaan ini pun memikirkan hal yang sama sebab para perempuan lajang pada mengincar Pak Datta untuk dijadikan kekasih.


“Adam aku tahu kamu pasti merasa penasaran mengenai hubungan aku dengan Pak Datta, tetapi aku tak bisa menceritakan semuanya,” ujar Khadijah mendahjului Adam untuk membuka suara.

__ADS_1


Di tempat lain.


“Kamu kenapa kesini sekarang? Jika kedua orangtua aku menaruh pengawalnya di perusahaan, maka hubungannya kita akan ketahuan nanti,” jelas Datta pada kekasihnya. Ya, Felisia tiba-tiba menghubunginya dan mengatakan jika perempuan itu sudah ada di depan perusahaan.


Felishia melihat kesekitarnya dan para perempuan sedang memperhatikan ke arah mereka. Felishia langsung mencium Datta di hadapan semua perempuan seakan ingin menunjukkan jika dirinya adalah kekasih sang pemilik perusahana-Felishia suka pamer.


Disaat yang bersamaan Khadijah dan juga Adam melangkah keluar dari perusahaan ini. Tubuh Khadijah langsung membeku seketika saat melihat jika ada seorang perempuan yang mencium suaminya, tapi Khadijah juga sadar posisi keduanya yang menikah secara terpaksa.


Datta terkejut sekali melihat Khadijah keluar dari pintu utama perusahaan dan perempuan itu melihatnya sekarang! Apa yang sedang Khadijah pikirkan setelah melihat akan hal ini? Apakah perempuan itu merasa kecewa dan juga sedih? Tapi untuk apa Khadijah merasa sedih sedangkan perempuan itu tidak mencintainya. Kira-kira begitulah pemikiran yang sekarang sedang berkelebatan liar di dalam pikiran Pak Datta.


“Khadijah bolehkan jika aku ikut ke rumah sakit bersama dengan kamu?” tanya Adam sembari berjalan di samping Khadijah dan kini keduanya sedang melewati Pak Datta.


“Sayang, kenapa kamu mengabaikan aku? Apakah kamu tak merindukan aku?” tanya Felishia dengan manja dan perempuan itu bergelayut manja di lengan kekasihnya tanpa perduli dengan kondisi perusahaan yang sedang ramai orang sebab ini adalah jam pulang kerja.


Felishia melihat ke arah Datta yang justru tak merespon ucapannya bahkan lelaki itu juga seakan tak perduli padanya dan perubahan sikap Datta ini membuat Felishia merasa terganggu dan tak menyukai perubahan pada diri Datta. Lelaki ini hanya miliknya saja dan selamanya akan begitu.

__ADS_1


“Enak saja dia mau pergi bersama dengan lelaki lain,” geram Datta di dalam hati sembari mengepalkan kedua tangannya tak terima jika melihat istrinya dekat dengan lelaki lain. Datta seakan tak berkaca pada dirinya sendiri yang justru malah memiliki seorang kekasih. Apa yang akan Datta lakukan ya?


__ADS_2