Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar

Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar
Jadikan Dia Jodohku


__ADS_3

Khadijah kini duduk di sofa, setelah selesai sholat sampai sekarang jantung Khadijah tak juga berhenti bergetar dengan begitu cepat sekali dan getaran ini tak seperti biasanya. Semua ini berawal ketika Pak Datta menjadi imam sholat magrib sampai isyak, telinga Khadijah bahkan di manjakan dengan suara lantunan ayat suci al-quran yang keluar dari bibir suaminya. Ya, Khadijah tak pernah menyangka jika ternyata Pak Datta begitu pandai sekali mengaji dan suaranya itu begitu membuat Khadijah candu. Semua lamunan Kahdijah mulai buyar ketika ia mendengarkan suara seseorang yang sejak dari tadi memenuhi isi pikirannya.


“Kenapa kamu hanya diam saja sejak dari tadi?” tanya Pak Datta sembari menghempaskan tubuhnya di sofa yang sama dengan Khadijah.


Khadijah begitu terkejut sekali ketika mengetahui jika suaminya masih berada di dalam kamarnya. “Ke-kenapa Pak Datta masih ada di sini?” tanya Khadijah mulai merasa tak nyaman. Khadijah melirik ke arah suaminya yang sekarang sedang menggunakan sarung dengan baju koko dan juga peci di atas kepalanya, sungguh Pak Datta terlihat begitu tampan sekali jika seperti ini dan jantung Khadijah kembali berdebar menatap makhluk ciptaan Allah yang telah halal untuknya. Menatap suami sendiri boleh, ya.


“Ini adalah ruangan kamar istriku, suka-suka aku mau di manapun, bahkan tidur di sini juga boleh,” kata Datta sembari menunjukkan tangannya ke arah ranjang yang biasanya Khadijah tiduri.


Khadijah hanya diam dengan kedua tangan yang saling menggenggam satu sama lain. Datta hendak membuka suara untuk menjelaskan jika ia hanya menggoda sang istri saja meskipun di dalam hati Datta begitu ingin melihat wajah istrinya lagi, istrinya begitu cantik namun, selalu ada jarak diantara keduanya dan mungkin Datta lah yang menjadi orang pertama pembuat jarak itu semakin menjauh.


Khadijah merasakan jika ada sesuatu yang bergetar di samping sofa yang ia duduki pun perempuan itu langsung mengambilnya dan ternyata itu adalah ponsel dan Khadijah tanpa sengaja membaca nama yang tertera di ponsel itu ‘Sayangku memanggil’ ya itu ponsel bukan miliknya dan milik sang suami. Hati Khadijah seakan mencelos tanpa sebab yang jelas kemudian ia pun melirik ke arah Datta menatap ke arah ponsel yang sedang Khadijah genggaman sekarang.


“Ponsel Anda,” kata Khadijah kemudian menaruh ponsel itu di sampingnya dan Pak Datta langsung mengambilnya. “Tolong, jauhi perempuan itu setidaknya sampai kita bercerai. Karena aku akan menghalangi kalian bersama sebab aku tak ingin suamiku terjerumus kedalam dosa yang besar.” Tanpa menunggu sahutan dari Datta, Khadijah langsung melangkah keluar dari ruangan kamarnya. Setelah menutup pintu ruangan kamarnya Khadijah langsung menyandarkan punggungnya di pintu dengan bulir air mata yang sudah mulai berjatuhan di kedua pipinya hingga membuat cadarnya basah.


“Ya, Allah hati hamba merasa begitu sakit sekali ketika melihat suami hamba menjalani hubungan dengan perempuan lain, ya Allah jika memang Pak Datta adalah jodoh saya, maka dekatkanlah kami dan jika memang Pak Datta bukan jodoh saya, maka jadikanlah dia jodoh saya, Amin.” Khadijah mengusap air matanya kemudian duduk di sofa yang ada di dalam ruangan tamu.

__ADS_1


Beberapa detik setelah Khadijah mendudukkan tubuhnya terlihat Pak Datta berjalan keluar dari kamarnya. Lelaki itu melangkah menuju ke kamarnya kemudian keluar lagi setelah berganti baju. Khadijah hanya menatap lurus ke depan seakan berpura tak melihat kehadiran Pak Datta di dalam ruangan ini hingga suaminya itu mulai membuka suara.


“Aku keluar sebentar,” kata Pak Datta pada Khadijah.


“Mau kemana?” tanya Khadijah seraya bangkit berdiri.


“Itu bukan urusan kamu!” ujar Pak Datta.


Ucapan suaminya bagaikan busur panah yang mengenai telak pada jantungnya hingga menimbulkan rasa sakit tak berdarah. “Ini tentu urusan saya sebab, kita masih sah menjadi pasangan suami-istri,” kata Khadijah tak mau kalah. Rasa takut Khadijah mulai melebur sekarang dan ia harus menjaga suaminya agar tak melakukan perbuatan maksiat.


Beberapa waktu kemudian.


Khadijah baru saja turun dari dalam mobil dan alangkah terkejutnya ia ketika mengetahui jika di halaman rumah ini nampak ramai sekali dan ada banyak kursi serta terdengar musik yang mengalun dengan begitu kencang. Khadijah langsung menundukkan kepalanya ketika ia melihat seorang perempuan dan juga lelaki berciuman dengan santai seakan hal itu sudah menjadi hal biasa untuk mereka pertontonkan di hadapan banyak orang. Khadijah mulai menyadari ada bau aneh dan ia pun bisa menebak jika ini adalah bau alkohol.


“Datta, akhirnya kamu datang juga,” kata Reza sembari melangkah menghampiri sahabatnya itu. Ini adalah pesta ulang tahun Reza dan sahabatnya itu tak menyangka jika Datta mengajak istrinya sekarang.

__ADS_1


“Aku tidak membawa kado,” kata Datta santai dengan memeluk istrinya.


“Lupakan soal kado itu tidak penting, kenapa kamu mengajak perempuan muslimah-maksudku istri kamu ke sini? Dia pasti merasa tidak nyaman sekarang,” kata Reza sembari melirik ke arah Khadijah. “Jika di lihat dari gesturnya, dia pasti tinggi dan pasti cantik seperti apa yang kamu katakan,” ujar Reza menelisik bentuk tubuh Khadijah dibalik baju yang sedang perempuan itu kenakan.


Datta yang mendengarkan ucapan sahabatnya pun langsung marah kemudian memukul kepala Reza dan berkata, “Jaga pandangan kamu atau, aku keluarkan kedua kelereng ini,” kata Datta sembari menunjuk ke arah kedua bola mata Reza dengan tatapan datar.


“Waktu itu kamu tak marah aku membicarakannya, tapi kenapa sekarang kamu marah? Kamu sudah mengakui jika jatuh cinta padanya,” ujar Reza. Dan perbincangan keduanya pun terhenti ketika Khadijah bergabung dengan mereka.


“Kita pulang saja,” pinta Khadijah pada Datta.


“Tunggulah sebentar di dalam mobil, aku tak akan lama,” kata Datta pada Khadijah. Datta mengedarkan pandangannya ke sekitar tempat ini dan ia melihat jika semua orang sedang memperhatikan istrinya sekarang, hal itu tentu saja membuat Datta merasa tidak nyaman. “Jangan keluar dari dalam mobil, aku akan menemui seseorang sebentar saja,” sambung Datta kemudian lelaki itu menggandeng tangan Khadijah dan meminta istrinya untuk duduk di dalam mobil.


“Tadi Felishia menghubungi aku dan ia mengatakan jika sudah ada di pesta ini,” kata Datta pada Reza setelah Khadijah duduk di dalam mobil.


“Dia sedang ke toilet? Kenapa?” tanya Reza dengan tatapan penuh intimidasi. “Jika kamu tak menyukai perempuan muslimah itu, maka setelah kalian resmi bercerai aku akan mengejarnya, perempuan cantik sudah begitu banyak di dunia ini stoknya namun, yang begitu taat agama dan juga pandai menutup auratnya itu sudah mulai bisa di hitung hanya dengan jemari tangan saja,” kata reza sembari mengubah air mukanya menjadi serius.

__ADS_1


“Jaga ucapan kamu, dia itu istriku dan tak akan aku ceraikan.” Datta berbicara dengan melangkah menuju ke sahabatnya yang lain dan tanpa lelaki itu sadari jika kini Felishia mendengarkan percakapan keduanya sebab Felishia ternyata berjalan dibelakang Datta dan hendak mengagetkan kekasihnya namun, Felishia mengurungkan niatnya itu ketika ia mendengarkan percakapan kedua sahabat tersebut.


__ADS_2