Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar

Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar
Perbuatan Tak Ber'etika Felishia


__ADS_3

Khadijah melihat ke arah suaminya yang kini sudah bergabung dengan teman-temannya, Khadijah sungguh tidak menyukai pergaulan bebas semacam ini dimana mereka saling memeluk satu sama lain dan juga tak mengenal suatu batasan yang memang semestinya harus mereka jaga. Khadijah memilih menundukkan kepalanya kemudian memutar tasbihnya untuk beristighfar.


Seseorang mengetuk jendela mobil ini, Khadijah melihat ke arah jendela mobil dan nampaklah seorang perempuan cantik yang kini sedang memakai baju minim bahan, perempuan itu menyuruh Khadijah untuk turun dari dalam mobil jika dilihat dari isyarat tangannya.


Khadijah merasa tak asing dengan wajah perempuan cantik itu, Khadijah berpikir keras hingga ia pun mengingat jika perempuan itu adalah orang yang mencium suaminya di depan perusahaan dan perempuan itu juga alasan Khadijah ikut ke tempat ini, Khadijah ingin menjauhkan suaminya dari perbuatan maksiat yang begitu dibenci oleh Allah. Tapi, kenapa perempuan itu ada di sini Sekarang?


“Kenapa kamu ada di sini?” tanya Felishia setelah melihat Khadijah sudah ada di hadapannya saat ini. “Bukankah ini mobil Datta?” tanya Felishia untuk yang kedua kalinya.


“Ini memang mobil Pak Datta,” jawab Khadijah. "Saya di sini menunggu Pak Datta.


Felishia ingin sekali mengumpati perempuan bercadar yang ada di hadapannya sekarang, tetapi sebisa mungkin Felisha mencoba untuk menahan lidahnya dan memutar otaknya untuk mencari rencana lain, Felishia merasa begitu geram sekali ketika ia mengingat jika karena perempuan ini Datta mempermalukannya di depan perusahaan, padahal selama ini Datta tak pernah sekalipun mengabaikannya dalam situasi apapun.


“Aku akan mempermalukan kamu lebih dari apa yang aku rasakan waktu berada di depan perusahaan, bagaimana mungkin aku bisa kalah dengan perempuan jelek seperti kamu,” batin Felishia dengan mengepalkan kedua tangannya, tetapi Felishia tersenyum manis pada Khadijah. Khadijah tak boleh tahu apa rencananya sekarang.


“Datta tadi meminta aku untuk mengajak kamu ke pesta,” ujar Felishia dengan merangkul lengan Khadijah secara tiba-tiba,


Khadijah begitu kaget dengan gerakan spontan perempuan yang ada disampingnya saat ini, namun Kahdijah hanya diam dan tak mencoba untuk menepis tangan Felishia dari lengannya.


Felishia tertegun sejenak ketika ia menghirup aroma parfum perempuan bercadar ini, sungguh Felishia tak menyangka jika aroma parfum perempuan bercadar ini begitu wangi sekali dan aromanya juga begitu kalem tidak menusuk indra penciuman.


“Mbak, saya tidak mau ikut ke pesta,” kata Khadijah mulai menolak.

__ADS_1


“Bukankah kamu menjalin hubungan dengan Datta? Kamu harus menurutinya bukan, jangan membantah dan aku dengar kalian sudah menikah,” kata Felishia. Entah mengapa Felishia ingin perempuan bercadar itu tidak membenarkan ucapannya namun, ketika Felishia melihat ke arah kepala perempuan sok alim ini yang menganggukkan kepalanya pupus sudah harapan Felishia sekarang.


“Kenapa kalian bisa menikah? Datta begitu mencintaiku, ini tak mungkin terjadi begitu saja,” ujar Felishia jujur.


“Lebih baik Mbak, bertanya pada Pak Datta saja secara langsung. Sebaiknya Mbak tinggalkan Pak Datta karena dia sudah menikah dengan saya, kami sah secara hukum dan juga agama," kata Khadijah dengan nada suara lembut namun begitu tegas. Felishia sampai membulatkan kedua matanya karena tak menyangka perempuan kalem seperti ini ternyata begitu berani menyuruhku menjauhi kekasihnya sendiri.


Di tempat lain.


“Reza, aku sudah mencari keberadaan Felishia, tapi dia tak ada dimanapun?” tanya Datta pada Reza.


“Coba cari satu kali lagi sebab Felishia tak akan pergi dari pesta ini,” jawab Reza sembari mengecup perempuan yang ada dalam pelukannya.


Datta yang melihat akan hal itu hanya bisa memutar kedua bola matanya malas kemudian kembali melanjutkan niat awalnya untuk mecari keberadaan kekasihnya.


Beberapa waktu yang lalu Reza pernah menunjukkan foto Felishia yang sedang berciuman dengan lelaki lain dan mereka juga memasuki ruangan kamar yang sama, hal itu tepat ketika malam naas itu terjadi dimana Datta terlihat begitu bejat karena mengambil kesucian seorang gadis remaja polos nan lugu dan karena malam itu juga Datta mulai merasa kasihan pada Khadijah. Dan tanpa disangka rasa kasihan itu berubah menjadi cinta-cinta yang tak pernah Datta pikirkan akan hadir di hidupnya. Ya, Datta menyadari jika ia mencintai Khadijah, hanya saja lelaki itu merasa malu untuk mengatakannya.


Di tempat lain.


“Nama kamu siapa?” tanya Felishia.


“Nama saya Khadijah, Mbak.” Jawab Khadijah dengan kepala yang tertunduk.

__ADS_1


“Ayo ikut aku bertemu dengan Datta,” ajak Felishia sembari mengandeng tangan Khadijah. “Khadijah, cara melepaskan cadar dan juga jilbab sepanjang ini bagaimana? Apakah nggak ribet, aku juga ingin menutup aurat sama seperti kamu,” ujar Felishia mencoba untuk membujuk Khadijah agar menjawab ucapannya dan supaya Khadijah tanpa sadar mengikutinya ke pesta. "Aku akan mengakhiri hubunganku dengan Datta dihadapan banyak orang dan aku ingin kamu mendengarkannya secara langsung," bujuk Felishia lagi.


"Terima kasih karena Mbak, mau melakukannya," jawab Khadijah yang langsung mengucap hamdalah di dalam hati karena secara tidak langsung dia membantu suaminya untuk jauh dari perbuatannya terlarang. “Hanya dengan satu tarikan saja maka cadar, kaca mata dan juga jilbabnya akan terlepas begitu saja,” kata Khadijah jujur dan memperagakan dengan tangannya.


“Kenapa kamu memakai baju warna hitam mirip seperti yang selalu ada di tv,” kata Felishia.


“Saya menggunakan baju hitam karena mencontoh gaya berpakaian Sayyidah Fatimah Az-zahra, beliau adalah panutan saya,” jawab Khadijah jujur.


“Siapa itu? Apakah dia pemain sinetron?” tanya Felishia yang memang tidak begitu mengerti tentang agama.


“Dia adalah putri Nabi Muhammad,” jawab Khadijah jujur.


Felishia hanya manggut-manggut tanpa menjawab ucapan Khadijah. Khadijah menghentikan langkahnya ketika ia hendak sampai di dekat pesta dimana semua orang sedang berkumpul dengan menikmati minuman beralkohol, seakan minuman itu adalah hal yang biasa bagi mereka.


Felishia membujuk Khadijah untuk terus melangkah supaya Khadijah bisa mendengar jika Felishia mengakhiri hubungan mereka di depan umum. Felishia juga meminta Khadijah untuk membawa Datta pulang. Dan Khadijah yang tak pernak berburuk sangka pada orang lain pun langsung mengikuti keinginan Felishia. Felishia adalah perempuan yang pandai merayu dan juga berdusta dan berbanding terbalik dnegan sikap Khadijah.


Semua orang melihat ke arah Felishia yang sedang mengandeng seorang perempuan bercadar di sampingnya. Para pemuda-pemudi pun memperhatikan Felishia dengan wajah nampak heran, bagaimana mungkin Felishia bisa mengajak perempuan muslimah bergabung dengan mereka.


“Baru kali ini aku melihat Felishia berteman dengan perempuan bercadar,” kata seorang lelaki. Dan kebetulan Datta ada disamping lelaki itu, Datta langsung menoleh dan melihat ke arah Felishia yang kini sedang mengandeng istrinya.


“Kalian semua perhatikan ini!” kata Felishia.

__ADS_1


Dengan kejam dan tak beretika Felishia langsung menarik jilbab Khadijah hingga kaca mata dan juga cadar Khadijah terlepas seketika. Inilah alasan Felishia membujuk Khadijah untuk menuju kerumunan dan ini juga alasan Felishia bertanya mengenai cara melepaskan cadar dan juga jilbab Khadijah tadi. Lalu bagaimana dengan ekspresi Khadijah? Apakah Datta akan membantunya atau justru sebaliknya?


__ADS_2