Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar

Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar
Kecantikan Tersembunyi Dibalik Cadar


__ADS_3

Tubuh Khadijah gemetar seketika tatkala mengetahui jika Felishia melepaskan jilbab dan juga cadar yang ia kenakan. Kini wajah cantik dengan manik mata indah itu bisa dilihat oleh semua orang. Semua orang yang melihat kecantikan tersembunyi dibalik cadar itu langsung melongo dengan kedua mata yang sudah membulat penuh dan terutama kaum adam.


Khadijah tak pernah melepaskan cadarnya meskipun berada di rumah dan hal ini tentu saja membuatnya nampak malu-malu hingga ia segera menundukkan kepalanya, Khadijah hendak berlari menjauh namun Felishia tentu tak membiarkan hal itu sampai terjadi, Felishia merasa cemburu sekali ketika ia mengetahui jika wajah Khadijah begitu cantik-cantik meskipun perempuan itu tak menggunakan riasan sama sekali, bulu mata Khadijah nampak lentik dan juga panjang dan hal itu membuat semua kaum hawa yang melihatnya nampak terpesona dan juga memuji kecantikan alami tersebut.


Hati Felishia nampak meradang, karena awalnya ia ingin menunjukkan wajah jelek Khadijah pada semua orang, namun kini yang terjadi justru sebaliknya. Semua orang nampak terpesona dengan kecantikan Khadijah dan Felishia pun merasakan hal yang sama.


“Mbak, lepaskan saya,” jerit Khadijah dengan suara yang bergetar bahkan kini air matanya sudah meleleh dikedua pipi putihnya.


Datta langsung berlari mendekati istrinya sembari melepaskan jaket yang ia kenakan kemudian lelaki itu langsung mendorong tubuh Felishia hingga jatuh, Datta segera menutupi wajah serta juga rambut panjang istrinya dan lelaki itu memeluk Khadijah dengan begitu erat.


Reza yang tadinya terpesona dengan wajah cantik dari istri sahabatnya itu pun mulai tersadar dari lamunannya, Reza berlari mendekati Datta kemudian mengambil jilbab Khadijah yang ada di aspal kemudian memberikan pada Datta.


“Reza, aku pulang dulu, usahakan tak ada satupun orang yang menyimpan foto istriku ataupun kejadian sekarang,” ujar Datta dengan wajah memohon pada Reza.


“Aku akan memastikannya sendiri,” ujar Reza.


“Datta, kamu tak bisa melakukan ini padaku! Kamu mencintai aku,” teriak Felishia sembari beranjak berdiri. Felishia tentu tak terima di dipermalukan seperti ini dihadapan banyak orang mau ditaruh dimana harga dirinya sekarang! Felishia hanya memikirkan tentang harga dirinya sendiri tanpa mau memikirkan tentang harga diri Khadijah yang telah ia lukai.

__ADS_1


Tangan Datta masih memeluk tubuh Khadijah yang gemetar dan istrinya juga masih belum berhenti menangis sekarang. Datta tahu hal ini pasti begitu mengejutkan istrinya bahkan ketika ada di dalam rumah saja Datta tak pernah bisa melihat wajah istrinya meskipun ia begitu menginginkannya, tapi sekarang ia bisa melihat wajah istrinya kembali namun dengan cara yang menyedihkan seperti ini.


“Felishia, aku sudah menikah dan aku kemari ingin mengakhiri hubungan kita! Tapi kamu malah melakukan hal memalukan dan begitu rendah seperti ini pada istriku,” bentak Datta pada Felishia.


Semua orang mulai menatap ke arah Felishia dengan penuh kebencian, mereka semua mungkin memang orang-orang yang jauh dari ketaatan agama, tapi mereka semua tak pernah mengusik seseorang yang sedang menjalankan ketaatan pada agamanya, perbuatan Felishia sungguh begitu kejam sekali.


“Pak Datta kemari ingin mengakhiri hubungannya,” batin Khadijah kemudian perempuan itu mendongakkan kepalanya melihat ke arah suaminya.


Datta menundukkan pandangannya dan melihat ke arah Khadijah, perempuan itu menangis sampai alis dan juga hidungnya memerah, bulu mata lentik itu basah karena air mata dan entah mengapa membuat Datta merasa jika istrinya semakin terlihat cantik.


“Datta, Sayang, kamu tidak mencintainya, kamu mencintai aku. Aku tak masalah jika menjadi istri kedua kamu,” ujar Felishia. Sesungguhnya Felishia mengatakan semua ini bukan karena ia begitu mencintai Datta, hanya saja lelaki itu terlalu kaya-raya untuk ia lepaskan begitu saja.


“Hubungan kita sudah berakhir dan jangan coba-coba untuk menemui aku lagi!” ujar Datta dengan penuh akan kebencian yang nampak jelas dari air mukanya sekarang. “Reza, tunjukkan rekaman video di ponsel kamu padanya, bagaimana mungkin aku bisa terkecoh dengannya selama ini dan aku pun baru menyadari jika selama ini aku tak pernah mencintainya, aku hanya tertarik dengan kecantikannya-ralat, dia tidak cantik karena semua itu adalah hasil operasi.” Setelah bicara Datta langsung membawa Khadijah menjauhi kerumunan orang itu.


“Datta, kamu akan menyesal karena memilih perempuan itu,” teriak Felishia geram.


“Ternyata semuanya hasil operasi, pantas saja aku selalu merasa jika ia begitu sempurna sekali,” bisik-bisik para perempuan yang ada di kerumunan itu.

__ADS_1


***


Setelah sampai di rumah, Khadijah langsung berjalan masuk menuju ke ruangan kamarnya, ketika ia hendak menutup pintu tak di sangka Pak Datta menghalangi dengan kakinya. Khadijah kembali membuka pintu ruangan ini dan tidak di sangka Pak Datta langsung menerobos masuk ke dalam kamar Khadijah hingga membuat perempuan itu begitu terkejut sekali sebab selama mereka menikah Pak Datta tak pernah melakukan hal ini padanya.


“Ke-kenapa Pak Datta masuk? Apakah ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan saya?” tanya Khadijah dengan suara yang masih sesenggukan. Khadijah masih belum bisa berhenti menangis bahkan ia juga masih mengingat hal memalukan, bagaimana mungkin dirinya bisa dilihat oleh banyak orang tanpa mengunakan cadar, itu memang bukan kesalahan Khadijah, tetapi ia merasa begitu berdosa karena tak bisa menjaga dirinya.


“Khadijah, kamu tidak bersalah dan jangan menyalahkan diri kamu sendiri atas apa yang terjadi tadi, andaikan saja tadi aku tak mengajak kamu, maka semua ini tak akan terjadi,” ujar Datta yang begitu merasa bersalah pada sang istri.


“Pak Datta tidak salah, sayalah yang salah,” ujar Khadijah dengan kepala yang tertunduk.


Datta tak tahan melihat kesedihan istrinya hingga ia pun melangkah mendekati Khadijah kemudian langsung memeluknya. “Aku ingin kita memulai semuanya sejak dari awal, aku ingin kamu bersama denganku Khadijah,” kata Datta sembari memeluk tubuh istrinya. Datta ingin melindungi Khadijah dan juga menjaganya.


Khadijah melepaskan pelukan suaminya sesaat kemudian berkata, “Saya tak bisa memberikan jawaban itu sekarang, karena semua kejadian ini begitu tiba-tiba hingga membuat saya tak bisa berpikir dengan jernih,” tegas Khadijah yang tidak langsung terlena dengan ucapan suaminya. “Tunggulah sampai aku memastikan jika akibat perbuatan dosa waktu itu tak terdapat janin di rahimku.”


“Aku akan menunggu kamu,” jawab Datta kemudian keluar dari ruangan kamar istrinya.


Khadijah jatuh terduduk di lantai setelah pintu ruangan ini tertutup. Tubuh Khadijah gemetar dengan begitu hebat sekali. Khadijah tak bisa mengambil keputusan secepat itu, bisa saja Pak Datta tak benar-benar serius dengan kata-katanya dan perempuan itu begitu jahat sekali karena mempermalukannya di depan umum seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2