
Datta menepis tangan Felishia begitu saja hingga perempuan itu nampak begitu terkejut sekali ketika mengetahui jika Datta mengabaikannya dihadapan semua orang. Felishia melihat ke arah Datta yang justru melangkah menghampiri seorang perempuan bercadar. Felishia yang merasa tak percaya dengan apa yang dirinya lihat sekarang pun sampai mengucek kedua matanya, tetapi bayangan yang sama masih terlihat nyata di netranya.
“Sudah aku katakan jangan dekat dengan lelaki lain,” ujar Datta sembari menarik tangan Khadijah hingga perempuan itu berdiri di dekatnya sekarang.
“Pak Datta, ada apa dengan Anda?” tanya Khadijah mencoba untuk melepaskan genggaman tangan suaminya. Khadijah tak ingin semua orang mengetahui tentang hubungan mereka karena jika sampai Pak Datta menceraikannya maka hal itu akan membuat Khadijah merasa tidak nyaman kalau ia masih bekerja di perusahaan ini.
Adam yang melihat sikap kasar Pak Datta begitu terkejut sekali, lelaki ini memang nampak arogan namun, tak satu kalipun menyakiti orang lain secara fisik dan terutama perempuan, tapi semua pemikiran itu melebur ketika Adam melihat Pak Datta dengan santai dan juga bebas menyentuh Khadijah yang selama ini selalu mengaja sikap dan juga dirinya dari semua orang dan terutama dari kaum lelaki.
“Pak Datta, tolong jangan menyentuhnya dan lepaskan Khadijah sekarang,” pinta Adam dengan nada suara yang terdengan sopan sebab Adam masih ingat jika seseorang lelaki yang ada di hadapannya ini adalah atasannya.
“Kamu itu orang lain dan kamu tak berhak ikut campur urusan kami,” bentak Datta pada Adam kemudian lelaki itu melihat ke arah Kahdijah. “Pulang bersama denganku.” Tanpa menunggu sahutan dari Khadijah Pak Datta langsung membimbing istrinya masuk ke dalam mobil.
Adam hendak menghentikan apa yang bosnya itu lakukan pada Khadijah, namun Khadijah mengatakan hal yang membuat Adam membeku dan tak bisa berkutik lagi ‘Adam, aku telah halal untuknya dan jangan katakan pada siapapun’ itulah ucapan yang terlontar dari bibir Khadijah. Perempuan itu seakan ingin mengatakan jika mereka sudah menikah.
“Bagaimana mungkin dia bisa meninggalkan aku begitu saja dan malah pergi dengan perempuan itu,” gerutu Felishia ketika berjalan di samping Adam. Felishia tentu merasa malu sekali ketika diperlakukan seperti ini apalagi dirinya adalah model papan atas yang pasti semua orang akan mengenalinya hanya dengan satu kali lihat saja.
Di dalam mobil.
__ADS_1
“Bukankah aku sudah mengatakan jika kamu tak boleh dekat dengan lelaki lain! Kamu itu begitu tahu hukum agama, tetapi kenapa malah mengabaikan perintah suami,” ujar Datta mencoba meluapkan kekesalan di hatinya dengan tak berhenti mengocehi sang istri.
Khadijah merasakan jika darahnya berdesir dengan sangat cepat sekali hingga mengalirkan gelombang emosi yang langsung naik ke puncak ubun-ubunnya saat ini. Khadijah pun melihat ke arah Pak Datta kemudian mulai berkata,
“Kenapa saya tak boleh dekat dengan lelaki lain sedangkan Pak Datta malah berciuman di depan perusahaan? Perbuatan mana yang lebih tak terpuji? Sedangkan saya pun menjaga jarak dengan Adam dan saya juga tak mengiyakan permintaan Adam yang ingin mengunjungi Umi di rumah sakit,” ujar Khadijah yang tak bisa diam lagi ketika diperlakukan seenaknya oleh sang suami, ya Khadijah perlu berontak sekarang.
Datta yang begitu terkejut ketika Khadijah berbicara sepertti itu padanya pun langsung menepikan mobilnya ke sisi jalan dengan spontan hingga para pengendara jalan lain membunyikan klaksoon tanda protes pada sang empunya sebab apa yang Datta lakukan begitu berbahaya sekali bagi pengguna jalan lainnya.
“Astagfirullah,” jerit Khadijah kaget. “Kenapa membelokkan mobil secara tiba-tiba,” oceh Khadijah.
“Kenapa harus memikirkan untuk menikah lagi dan bukan bercerai? Bukankah sebentar lagi adalah genap 1 bulan sejak kita menikah dan setelah itu kita akan tahu jika saya hamil atau tidak, kemudian Anda tahu jawabannya, kan?” tanya Khadijah pada Datta. Khadijah mati-matian menahan rasa nyeri dibagian dadanya karena menyebutkan kata perceraian itu membuatnya seakan hancur. Khadijah tahu Allah begitu membenci perceraian namun, Khadijah juga ingat jika Allat juga tak melarang hambanya untuk bercerai.
“Berhentilah mengatakan kata perceraian atau kamu akan menyesalinya.” Setelah bicara Datta langsung melanjutkan perjalanannya lagi dengan wajah yang sudah merah padam menahan emosi.
Suasana di dalam mobil ini berubah menjadi hening hingga Khadijah mulai membuka suara.
“Saya turun di depan masjid yang ada di depan,” pinta Kahdijah dengan kepala yang tertunduk.
__ADS_1
Datta tak mengehentikan mobilnya dan malah melajukan kendaraanya semakin kencang hal itu tentu saja membuat Khadijah merasa geram sekali dan perempuan itu kembali membuka suaranya.
“Bukankah saya meminta Pak Datta untuk berhenti, lah kok malah berjalan terus sih,” kata Khadijah pada Datta untuk yang kedua kali.
Datta menoleh ke arah Khadijah sekilas kemudian berkata, “Apakah kamu ingin bertemu dengan lelaki itu dan kalian pergi bersama,” tuduh Datta.
“Astaghfirullah, kenapa Pak Datta malah bicara seperti itu! Mana mungkin saya memikirkan hal begitu, saya meminta Anda untuk berhenti di depan masjid besar tadi sebab saya tidak ingin terlambat melakukan sholat magrib,” ujar Khadijah memberikan alasannya.
Emosi yang sudah hampir meledak dari puncak ubun-ubun Datta mulai sirna setelah mendengarkan penjelasan sang istri. Dan perasaan hangat mulai menyelimuti hati Datta sekarang hingga mengubah wajah sedatar bongkahan es batu itu mulai mencair perlahan.
“Sholat di rumah saja, nanti aku yang jadi imam,” ujar Datta. Kemudian setelah bicara lelaki itu hanya diam saja tak membuka suara lagi.
“Apa barusan ini aku salah dengar?” tanya Khadijah pada dirinya sendiri. Karena merasa tidak yakin dengan apa yang barusan Khadijah dengar, perempuan itu pun mulai mengusap kedua telinganya dan hal itu berhasil memancing perhatian Datta.
Datta melirik ke arah Khadijah kemudian menghela nafas pelan melihat sikap sang istri yang menurutnya begitu menggemaskan sekali. “Kamu tidak salah dengar, karena aku memang mengatakan jika nanti di rumah kita akan sholat bersama, lalu aku yang jadi imamnya,” ujar Datta berbisik di dekat telinga Khadijah.
Khadijah yang begitu terkejut langsung menjauh ke jendela dengan posisi wajah menghadap ke arah Datta. Tanpa di sangka Datta justru mengusap perlahan wajah Khadijah yang tertutup oleh cadar, hal itu berhasil membuat sekujur tubuh Khadijah membeku seketika. Kaget susah pasti.
__ADS_1