Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar

Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar
Maukah Kamu Menerimaku Khadijah


__ADS_3

Khadijah mulai memijat kepala Datta sekarang. Datta bisa merasakan dengan begitu jelas jika kini tangan istrinya gemetar ketika menyentuh kepalanya. Datta membuka matanya melihat wajah Khadijah namun tak ada yang bisa Datta lihat selain kain yang menutupi sekujur tubuh istrinya.


Khadijah memijat kepala Datta dengan kedua mata yang terpejam, ia merasa canggung ketika di lihat seperti ini oleh sang suami. Jantung Khadijah juga semakin berdetak tidak karuan.


Datta memejamkan matanya mencoba untuk menikmati sentuhan tangan istrinya di kepala Datta. Datta tak pernah menduga jika ternyata istrinya pandai juga memijit, bahkan kepala Datta mulai terlihat rileks sekarang dan kepala Datta yang tadinya sempat pusing mulai sembuh dengan mendadak.


"Dia begitu tampan sekali jika diam seperti ini," batin Khadijah mengamati wajah tampan suaminya yang kini sedang memejamkan matanya. Khadijah membulatkan kedua matanya di balik kaca mata ketika menyadari jika seseorang yang sedang ia pandang membuka kedua pelupuk matanya.

__ADS_1


"Sayang," panggil Datta pada Khadijah-istrinya.


"Ya, Mas," jawab Khadijah mencoba tetap terlihat tenang padahal kini kedua pipinya sudah merona merah mirip seperti tomat yang hampir busuk.


"Bolehkah jika aku buka kaca mata kamu? Aku sungguh ingin melihat kamu tanpa mengenakan kaca mata," kata Datta pada Khadijah dengan memberikan tatapan memohon.


Ucapan Datta terdengar begitu lembut sekali hingga membuat Khadijah tak bisa menolak kata-katanya. Lelaki ini adalah suaminya, asalkan permintaan sang suami masih terlampau masuk akal maka Khadijah tak boleh menolaknya.

__ADS_1


"Bolehkah jika aku saja yang membukanya?" tanya Datta pada sang istri. Datta melihat Khadijah menggganggukkan kepalanya kemudian tangan lelaki itu mulai terulur untuk membuka mata mata sang istri.


Sumpah demi apapun itu, Datta merasa begitu gemetar sekali ketika ia menyentuh kaca mata istrinya padahal ini bukan kali pertama untuknya, namun Datta merasa gemetar ketika menyentuhnya istrinya sendiri, hal ini juga menunjukkan jika Khadijah jauh lebih istimewa dari Perempuan-perempuan yang selama ini silih berganti datang dan pergi di kehidupannya.


Khadijah menutup matanya dan sesaat ketika kaca mata itu sudah terlepas dengan begitu sempurna. Ia langsung barulah perempuan itu membuka kedua pelupuk matanya perlahan.


Datta mengamati bulu mata lentik sang istri. Dan sialnya lagi sang junior justru bangkit tanpa di minta, padahal hanya melihat kedua netra indah sang istri, tapi ternyata itu sudah memancing gelombang hasrat yang begitu besar.

__ADS_1


"Mas, jangan menatapku seperti itu. Khadijah malu," kata Khadijah kemudian membuang wajahnya ke arah lain. Khadijah seakan bisa mendengarkan suara detak jantungnya sendiri sekarang.


"Sayang, aku begitu mencintai kamu dan maafkan semua kebodohan serta kesalahanku. Jikalau aku bisa memilih maka, aku ingin bertemu dengan mu jauh lebih awal supaya aku tak terjerumus kedalam lembah dosa yang begitu indah tapi penuh dengan muslihat dunia," ujar Datta tulis dari lubuk hatinya yang terdalam. "Aku pun meminta maaf karena telah membuat kamu trauma, dan aku juga merenggut kesucian kamu dengan paksa. Tapi percayalah jika aku ingin memulai semuanya dari awal lagi bersama dengan kamu, mau kah kamu menerima aku?" tanya Datta panjang lebar pada Khadijah.


__ADS_2