Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar

Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar
Tidur Sekamar


__ADS_3

Jangan lupa mampir juga baca novel saya yang berjudul "Menikahi Pangeran Sekolah."


Datta melihat ke arah Khadijah yang masih saja diam tanpa membuka suara. Perempuan itu menundukkan kepalanya membuat Datta tak bisa menebak apa yang sekarang sedang istrinya itu pikirkan. Suasana di dalam ruangan kamar ini terasa begitu hening sekali, membuat jantung Datta berdetak dengan begitu kencang.


Setiap detik yang berjalan terasa begitu lama sekali bagi Datta, seakan waktu berhenti mendadak. Khadijah mulai mengangkat pandangannya dan membuat netra indah itu melihat ke arah Datta dengan sorot mata yang teduh, begitu menenangkan hati siapa saja yang menatapnya, entah mengapa Datta merasa sangat bersyukur sekali sebab keindahan netra itu selama ini tersembunyi di balik kaca mata yang selalu Khadijah kenakan.


“Saya tidak yakin dengan jawaban ini, tapi saya akan mencobanya dan semoga saja Pak Datta tak akan ingar janji dan melakukan hal terlarang bersama dengan perempuan lain.” Dengan tegas dan juga mantap Khadijah menjawab. Ia harus memperjelas semuanya, supaya sang suami juga mengerti jika ia bukan lah tipe perempuan muslimah yang akan diam saja ketika melihat ada perbuatan terlarang yang akan di langgar oleh suaminya.


“Sayang, aku mencintai kamu dan aku beruntung karena memiliki bidadari bumi seperti kamu, semoga Allah menyelipkan cinta di hati kamu untukku,” ujar Datta seraya menarik Khadijah dalam pelukan hangatnya.


“Amin.” Khadijah diam membeku ketika ia menyadari jika kini jarak mereka berdua mulai terkikis sekarang.


Datta melepaskan pelukannya dari Khadijah kemudian lelaki itu segera mendudukkan tubuhnya dan berkata, “Karena kita sudah memutuskan untuk memulai semuanya sejak dari awal maka panggil aku dengan sebutan Sayang,” pinta Datta pada istrinya. Datta melihat sang istri yang kini melebarkan kedua matanya merasa shock setelah mendengarkan ucapannya barusan.


“Khadijah tak mau,” ujar Khadijah yang kini sudah mulai memanas kedua pipinya. Tanpa melihat ke arah Cermin sekalipun maka Khadijah sudah tahu jika kini kedua pipinya pasti sudah bersemu merah.


“Sayangku, menolak keinginan suami adalah dosa besar, apalagi yang aku minta tak menyalahi aturan agama,” jelas Datta memanfaatkan ketaatan sang istri pada agamanya. Datta curang selalu membawa dalih agama agar Khadijah menuruti permintaannya.

__ADS_1


“Tapi, aku malu,” jawab Khadijah dengan kepala yang tertunduk. Melihat sikap sang suami yang nampak begitu lembut sekali padanya itu membuat Khadijah merasa begitu bahagia. Khadijah tak pernah menyangka jika akan melihat perubahan sikap Pak Datta. Sepertinya Allah mengabulkan doa Khadijah waktu itu, apakah kalian masih ingat jika waktu itu Khadijah pernah berdoa jika Datta bukan jodohnya maka semoga Allah menjodohkan mereka.


“Kenapa harus malu? Dan kamu juga harus ingat jika membahagiakan hati suami itu memiliki pahala yang begitu besar sekali.” Lagi dan lagi Datta mulai membawa dalih agama supaya Khadijah menuruti keinginannya.


Khadijah terdiam untuk beberapa saat dan kemudian ia menundukkan kepala dengan kedua tangan saling menggenggam satu sama lain. Mungkin bagi kebanyakan perempuan panggilan seperti ini sudah biasa untuk mereka semua namun, berbeda dengan Khadijah jadi jangan disamakan, ya!


“Sa-sayang,” panggil Khadijah dengan ucapan yang begitu lirih sekali. Datta mengulas senyuman manis setelah mendengarkan ucapan istrinya itu, tapi Datta merasa kurang lega sebab istrinya berbicara dengan begitu lirih sekali dan lagi pula Datta mulai candu dengan panggilan itu.


“Sayang, aku tak bisa mendengar,” ujar Datta sembari mengorek kupingnya sendiri. Sumpah demi apapun Khadijah merasa semakin malu sekarang.


“Sayang,” panggil Khadijah keras dan juga dengan begitu cepat. Khadijah langsung membuang pandangannya ke arah lain karena merasa kesulitan menyembunyikan rasa malunya di hadapan sang suami.


Khadijah melirik Datta yang kini tersenyum manis bahkan ketika tatapan Khadijah bertemu dengan sang suami, lelaki itu dengan sengaja langsung mengedipkan salah satu matanya membuat Khadijah segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Khadijah merasa kalang kabut jika melihat sikap sang suami yang nampak menggodanya.


“Sayang, malam ini tidur bersama denganku,” ajak Datta pada Khadijah.


“Mas … eh maksudnya, Sayang. Aku nggak bisa ….” Perkataan Khadijah mengambang di udara setelah Datta menyela kata-katanya.

__ADS_1


“Nggak bisa nolak kan, karena nolak suami itu dosa besar,” sambung Datta. Datta pintar sekali kalau memohon seseorang dan seperti Khadijah harus mulai belajar darinya.


Khadijah sampai mengucap istighfar di dalam hati ketika melihat tingkah suaminya ini. Kelakuan Datta sungguh membuat Khadijah menggelengkan kepala. Bagaimana mungkin Bos yang selama ini ia kenal memiliki sikap dingin dan juga kejam bisa berubah menjadi hello kitty seperti ini, sungguh berbanding terbalik sekali dengan awal Khadijah dan juga Datta bertemu waktu itu.


Ketika mengingat awal pertemuan mereka Khadijah masih merasakan sakit yang sama. Tapi Khadijah tak bisa menilai orang dari masa lalunya sebab musuh terbesar Rasullullah saat kini terbaring di samping makam beliau.


“Ya, Allah. Semoga Khadijah selalu bisa berpikir positif dan meninggalkan pemikiran negatif. Amin.”


***


Jika kalian ingin melihat visual Khadijah dan juga Datta ketika bangun tidur maka kalian bisa follow IG Khairin_junior. Di tunggu komentarnya pada foto kedua pasangan imut ini. Eheheh


Datta tak bisa memejamkan kedua matanya semalam. Ia tak bisa mengalihkan tatapannya dari makhluk cantik yang ada di sampingnya ini. Datta melihat ke arah wajah polos istrinya ketika sedang terlelap tidur. Rambut panjang yang terlihat berantakan dengan kulit seputih susu membuat Datta meneguk salivahnya sendiri.


Ya, semalam Khadijah tidur tanpa mengunakan gamis dan juga jilbabnya. Khadijah mengunakan piyama tidur yang selalu ia kenakan ketika berada di dalam kamar sendirian. Khadijah terpaksa menuruti permintaan Datta sebab sang suami mengatakan jika mereka tak akan melakukan apapun dan hanya tidur bersama saja. Ya, Khadijah masih menunggu usia pernikahan mereka satu bulan lebih dan untuk melihat apakah dia hamil atau tidak sebab jika sampai Khadijah hamil maka anak yang ada di dalam kandungannya ini tak akan bernasab, atau paling tepatnya nasabnya akan ikut Khadijah dan bukan Datta. Kalian pasti tahu jika anak yang terlahir dari hubungan terlarang maka nasabnya ikut sang Ibu dan bukan ayahnya.


Khadijah mulai mengerjapkan kedua matanya dan Datta langsung memejamkan kedua matanya. Sebab Datta tak ingin istrinya langsung terkejut ketika melihatnya telah memperhatikan wajah cantik nan polos itu. Datta mulai merasakan jika ada aliran listrik yang sekarang seakan dengan menjalar ke sekujur tubuhnya. Dan aliran itu berasal dari satu sentuhan-sentuhan istrinya.

__ADS_1


“Khadijah menyentuhku?” tanya Datta pada dirinya sendiri.


__ADS_2