
Jangan lupa Follow IG. Khairin_junior untuk melihat visual Datta dan juga Khadijah. Serta baca juga novel saya yang berjudul. "Menikahi Pangeran Sekolah." Di tunggu kunjungannya. Love-love sekebon jeruk.
Ketika Datta sedang sibuk membantu istrinya untuk mengenakan cadar tiba-tiba terdengarlah suara bel pintu yang terus-menerus dipencet oleh seseorang yang tak memiliki akal sepertinya. jikalau seseorang yang memiliki akal maka dia tak akan pernah melakukan kesalahan seperti ini ketika bertamu ke rumah orang lain.
"Siapa itu yang datang?" tanya Khadijah pada sang suami.
"Sepertinya orang gila!" ketus Datta tak suka ketika melihat kedekatannya dengan sang istri diganggu oleh seseorang yang tak dia ketahui. Datta merasa dia tak memiliki janji dengan siapapun.
"Kalau begitu coba lihatlah dahulu siapa itu yang datang, biarkan aku membenarkan cadar ini sendiri," bujuk Khadijah pada suaminya.
"Baiklah," jawab Datta dengan mengepalkan kedua tangannya.
Saat ini Datta melangkah menuju pintu utama rumah, ini kedua tangannya sudah terkepal dengan begitu kuat sekali seakan ia siap melayangkan tinjunya kepada seseorang yang sudah berani mengganggu kedekatannya dengan sang istri. Dan tidak hanya itu saja orang tersebut juga berani berlaku tidak sopan di tempatnya! dengan penuh emosi Datta membuka pintu rumahnya menggunakan kedua tangan dan terlihat telah wajah seorang lelaki yang membuatnya semakin emosi saja.
__ADS_1
"Datta, aku datang berkunjung," Kata Reza pada Datta sembari nyelonong masuk ke dalam rumah. Tanpa dipersilahkan sekalipun Reza akan langsung masuk dengan tak tahu dirinya, tetapi inilah tingkah Reza ketika berkunjung ke rumah sahabatnya.
"Sialan! Nggak punya sopan! Nggak punya tata krama. Main ke rumah orang mencet bel seenak jidat dan juga langsung masuk begitu saja tanpa menunggu aku persilahkan," maki Datta geram kepada Reza. Reza bukannya marah ketika mendengarkan ucapan Datta justru lelaki itu langsung menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan tamu rumah ini.
"Sejak kapan di dalam persahabatan kita mementingkan sopan santun dan sejenisnya?" tanya Reza balik pada Datta sembari menyilangkan kedua kakinya di atas meja dengan santai.
"Siapa yang datang?" tanya Khadijah seraya melangkah mendekati suaminya.
Tanpa disangka Reza langsung menurunkan kedua kakinya kemudian beranjak berdiri dan tersenyum manis pada Khadijah. Khadijah yang mengetahui jika tamu di rumah ini adalah seorang lelaki ia pun langsung menundukkan pandangannya dan lebih memilih menatap ke arah lantai daripada ke lawan jenis.
"Assalamualaikum," ujar Reza dengan suara yang terdengar lembut di telinga Datta.
Datta ingin sekali menendang wajah sahabatnya itu sekarang. Bisa-bisanya ia bersikap begitu manis ketika sang istri berada di antara mereka.
__ADS_1
"Waalaikumsalam," jawab Khadijah sembari menghentikan langkahnya di samping sang suami.
"Masya Allah, sungguh tipe perempuan idaman, semoga Allah masih menyisakan satu perempuan muslimah sepertimu, untukku pinang," Kata Reza sembari menatap ke arah Khadijah.
"Amin," jawab Hadijah.
Datta yang melihat cara sahabatnya itu menatap istrinya pun langsung merasa cemburu hingga membuat Datta menarik tubuhnya kehadapan sang istri seakan sedang menyembunyikan Khadijah di belakangnya sekarang.
Reza yang melihat akan hal itu pun tak terima. Reza ingin sekali menggoda Datta sebab sahabatnya itu dulu mengatakan jika ia tidak menyukai perempuan muslimah dan lihatlah tingkahnya sekarang, Datta bahkan tak rela jika melihat Reza mengamati istrinya padahal sekujur tubuh sang istri tertutup oleh kain yang berukuran besar hingga membuat lekuk tubuh istrinya tidak nampak sama sekali.
Reza dengan sengaja mengambil dua langkah ke kiri mencoba untuk memperhatikan Khadijah dan Datta pun langsung dengan sigap mengambil langkah yang sama untuk menutupi istrinya. Reza yang melihat akan hal itu tertawa terbahak-bahak.
"Bad boy tobat," ledek Reza pada Datta sembari mengedipkan satu matanya menggoda.
__ADS_1