Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar

Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar
Tanpa Sadar Mengagumi Paras Itu


__ADS_3

Khadijah melihat wajah Datta yang kini sedang tertidur dengan begitu pulas sekali, lelaki ini terlihat begitu tampan dan mirip seperti bayi jika menutup kedua matanya seperti sekarang. Sejak dari awal Khadijah tak pernah memperhatikan wajah suaminya sebab ia terlalu takut berada di dekat lelaki ini, lelaki yang menjadi suaminya sekarang.


Tanpa sadar tangan Khadijah mulai terulur kemudian mengusap perlahan kelopak mata Datta yang sedang tertutup kemudian jemari tangan itu turun perlahan menyentuh hidung Datta yang terlihat mancung bak Pinokio. Khadijah membelai pipi Datta tanpa ia sadari, tangannya terasa gemetar, tetapi bagaikan ada aliran listrik yang sekarang sedang menjalar ke seluruh tubuhnya karena sentuhan ini.


Ketika Khadijah sedang sibuk melihat ke arah Datta, tanpa disangka kedua mata lelaki itu pun mulai terbuka. Khadijah begitu panik dan juga terkejut hingga ia langsung menarik tangannya kemudian membalikkan posisi tubuhnya membelakangi sang suami. Khadijah yang merasa malu menggengam kedua tangannya sendiri kemudian memejamkan mata sembari menarik selimut yang menutupi hingga sekujur tubuhnya, Khadijah sedang mencoba untuk menyembunyikan dirinya dari tatapan sang suami.


Datta bukannya marah ataupun terganggu melihat tingkah istrinya itu. Datta justru terkekeh geli melihat cara istrinya yang malu-malu seperti ini.


"Sayang, kenapa harus malu? jangankan menyentuh bagian wajah bahkan menyentuh yang lain juga boleh," kata Datta yang semakin gemas dan begitu suka sekali menggoda istrinya.

__ADS_1


"Sayang, jangan bikin aku bertambah malu." setelah bicara Khadijah langsung membuka selimutnya kemudian berlari masuk ke dalam kamar mandi.


"Dia begitu manis sekali," puji Datta sembari menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri. Saat ini Datta mulai menyentuh bagian wajahnya yang tadi sempat disentuh oleh Khadijah, terdapat perasaan aneh yang membahagiakan hingga membuat hatinya nampak hangat sekarang dan perasaan ini tidak pernah Datta rasakan sebelumnya ketika bersama dengan Felishia.


Datta tersenyum miris ketika ia baru menyadari jika selama ini dirinya tidak mencintai Felishia melainkan hanya kekaguman saja ketika melihat wajah cantik dan juga bentuk tubuh sempurna yang selama ini selalu memanjakan Datta.


***


"Sayang, aku bantu," kata Datta menawarkan diri untuk meringankan beban sang istri.

__ADS_1


"Tidak perlu, Sayang. Aku bisa melakukannya sendiri kamu duduk saja," jawab Khadijah. Khadijah mulai merasa nyaman ketika bersama dengan sang suami dan semua itu tidak luput dari perlakuan manis Datta pada Khadijah.


Terdengar suara bunyi bel dari luar apartemen. Khadijah dan juga Datta saling menatap satu sama lain.


"Aku akan membuka pintu, cepat kenakan cadar kamu," pinta Datta pada Khadijah-istrinya.


Datta meminta pada Khadijah untuk melepaskan cadarnya ketika ada di apartemen bersama dengannya, awalnya Khadijah tentu saja menolak karena merasa tidak nyaman ketika tak menggunakan cadar, tapi bukan Datta namanya jika tak bisa meyakinkan istrinya.


"Baiklah, aku akan cuci tangan terlebih dahulu," kata Khadijah.

__ADS_1


"Biar aku bantu," jawab Datta mencoba mengambil kesempatan untuk dekat lagi dengan Khadijah.


Datta nggak bisa jauh dari istrinya, entah mengapa ia merasa senang sekali ketika menghirup aroma sang istri dan juga berada di dekat Khadijah membuat hati Datta tenang. Cie ... ada yang bucin nih.


__ADS_2