
Setelah sekian lama akhirnya Wilona di bebaskan tanpa syarat.
Kaya habis keluar dari sel tahanan aja 🙄
"Terimakasih sudah di hantarkan kembali, X ..." canggung.
"Untuk adikku tercinta, apa sih yang enggak," senyum khas wajah tampan nya.
Ia senang dengan ini, setidaknya sang adik gak stres sebab penuh pekerjaan di kantor belum lagi di tambah saat berada di rumah tanpa kebebasan, sebab hawatir suami bajinga* adiknya menemukan keberadaan adiknya.
Namun nyatanya sekarang berubah 180° aneh bukan, tapi buktinya nyata di depan mata.
Wilona begidik ngeri melihat si pria ini, ia memanggil nama pria tersebut dengan sebutan X saja. Tidak kurang tidak lebih dari kata X.
Tetapi sepertinya kemarin-kemarin pria yang selalu menyebutkan dirinya adalah sang kakak terus saja menghalangi dan tidak rela Wilona pergi.
.
"NONA." Teriak salah satu pembantu.
Wilona mengorek telinga nya, lama-lama bisa pecah gendang telinga nya.
"Ya ampun mbak, jangan teriak-teriak kenapa. Sakit telinga saya."
"E ... he ... he ... syukurlah nona jika nona baik-baik saja dan telinga nona masih normal," ucap pembantu muda dan lebih tepatnya masih remaja.
Tamatan SMP 3 tahun yang lalu, sebab Wilona tertolong oleh gadis itu saat dirinya tidak sengaja kecopetan saat belanja di pasar.
"Ya masih normal, makannya jangan teriak-teriak lagi. Takutnya beda cerita nanti, belum juga saya lancar menjalankan misi." Wilona meletakkan tasnya di salah satu sudut sofa dan dirinya merebahkan diri ke sofa.
Kartika yang mendengar teriakan Salma langsung berlari ke arah mana Salma berteriak nyaring.
Benar-benar hebat ya suara melengking Salma, tidak perlu sewa atau beli pengeras suara sudah ada solusinya yaitu Salma.
"Nona, nona punya misi apa?" tanya Salma kepo sambil berbisik.
Meski kepercayaannya tapi Wilona tidak akan mengeluarkan sesuatu atau unek-unek nya begitu saja, meski ya ... sudah di pastikan tidak bocor.
Pelindung anti bocor saja masih bisa bocor apalagi mulut.
"Nona Wilona " Kartika mendekati Wilona.
"Ibu Kartika " Wilona terkejut.
Kartika menangis sejadi-jadinya di pelukan Wilona, sedangkan Wilona juga ikut bingung bukan nangis malahan.
"Ibu Kartika, sudah ya. Saya baik-baik saja ini tanpa satu kekurangan apapun," berusaha melepaskan pelukan dari Kartika.
Kartika rela melepaskannya meski rasa hawatir tidak bisa di hilangkan, banyak sekali pertanyaan yang ingin di lontarkan tapi apa haknya.
Yang berhak bertanya dan orang pertama hanya tuan muda Kaizer nya saja, bukan dirinya.
"Syukurlah jika nona baik-baik saja, nona saya buatkan minum dulu ya." Pamit Kartika sambil membungkukkan badannya.
__ADS_1
"Iya terimakasih banyak ibu Kartika," tersenyum manis.
Wilona kembali membuang bobot tubuhnya di atas sofa, rasanya capek bukan main.
Hampir 3 jam lamanya dirinya satu mobil dengan Sastra Arga dan suasana tegang.
"Ah ... akhirnya bisa melonggarkan otot-otot beku ku." Wilona ada-ada saja tingkah lakunya.
Salma hanya tertawa kecil mendengar perkataan aneh dan terkadang absur tapi belum perkataan yang bar-bar.
Kartika yang berada di dapur langsung memberi tahukan perihal Wilona yang sudah kembali.
💬 Tuan muda, nona sudah kembali
Pesan singkat itu langsung menuju ke Kaizer.
Tuing
Kaizer menatap layar ponselnya.
"Dia pulang?" rasanya tidak percaya istri kontrak nya kembali.
Padahal beberapa hari ini di cari-cari tidak di temukan bahkan informasi nya saja hilang.
Kaizer bergegas dari pekerjaannya dan meminta sang asisten untuk memundurkan jadwal meeting nya dengan beberapa klien untuk di undur saja jadwalnya.
Tia baru saja sampai di kantor Kaizer.
"Tuan."
Tia berusaha merayu lagi Kaizer, agar di jadikan partner lagi.
Tapi tidak mudah seperti nya.
"Tolong dong tuan, saya di jadikan partner lagi. Bukannya tua ingin ber cerai dari istri tuan, saya siap membantu dengan senang hati tuan." Merayu semaksimal mungkin.
Tadi malam saja dirinya sukses mendapat uang ratusan juta dengan merayu salah satu bos besar, tapi sayangnya body dan wajah tidak seperti Kaizer yang rupawan.
Jadi percintaan semalam nya ia menjadikan Kaizer sebagai fantasinya.
"Tidak perlu, jangan dekat-dekat saya. Saya geli melihat anda, menjijikkan. Jangan lupa kita tidak ada hubungan apa-apa dari awal sampai sekarang."
Kaizer yang kejam akan bicara sesuai kenyataan saja tanpa basa-basi lagi.
Kaizer berhenti dan Tia tersenyum, pasti Kaizer akan berubah pikiran.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak, lihatlah di kaca toilet atau perlu di layar ponsel. Menjijikkan sekali." Tunjuknya pada leher Tia yang penuh dengan bekas merah-merah ciuman.
Tia terlupa dengan percintaan semalam nya.
"Sial, gagal lagi." Mengepalkan tangannya.
Untung saja tidak ada orang di tempat tersebut, jika ada di pastikan Tia kehilangan muka nya di depan umum.
__ADS_1
Sudah di tolak Kaizer, lalu bekas merah-merah membeludak.
Kaizer berjalan sampai keluar dari lobi kantor dan segera masuk ke dalam mobil, mobil yang biasa ia naik begitu cepat dan laju kali ini tidak seperti pagi tadi dan juga kemarin-kemarin.
Sang sopir tersenyum, ada apa gerangan dengan tuan mudanya. Apa ada kabar gembira hari ini, jika benar ia akan mengajukan bonusnya hari ini.
"Ini bonus untuk kamu." Memberikan 5 lembar uang berwarna merah.
Sang sopir membelalak kan matanya.
Padahal barusan hanya di angan-angan dan sekarang langsung mendapatkan nya.
'Ya ampun, ini bukan mimpi kah. Pantas saja tadi pagi sebelum berangkat aku kena kotoran burung, ternyata dapat lima ratus ribu. Alhamdulillah.' sopir tersebut tak berhenti mengucap syukur.
"Kenapa gak di jalankan, atau mau saya ambil uang nya. Dari tadi saya lihat hanya tersenyum saja melihat uang, matanya langsung ijo." Sindir Kaizer.
"Jangan tuan muda, ini bonus saya. Kalau anda mengambil nya kembali mata anda akan jadi timbilan tuan muda," ucap sang sopir membuat Kaizer terkejut.
"Timbilan, apa timbilan itu. Kamu jangan aneh-aneh ya ucapannya." Kaizer tidak suka sopirnya yang selalu bicara timbilan tapi tidak di jelaskan maknanya.
Ada-ada saja kelakuan satu sopir ini 🤣🤣
"Tidak aneh-aneh tuan muda, justru andalah yang aneh. Apa anda tidak tau apa itu timbilan?" masih di iringi gelak tawa sang sopir.
Kaizer tidak suka di tertawakan.
BUGH
"JALAN." Ketusnya setelah berhasil memukul kepala sang sopir muda dan nakal.
"Baiklah tuan," sambil menahan sakit di kepalanya.
Tidak terlalu keras, tapi cukup sakit.
.
Wilona bersiap-siap mandi, setelah keringat nya mengering.
Ia baru saja berolah raga sebentar sekitar 15 menitan setalah minum jus sehat buatan ibu Kartika.
"Ah ... segarnya."
Mengenakan handuk yang hanya menutupi bagian atas dan sampai setengah pahanya saja tidak sampai lutut.
Ceklek
"AAAAA"
Teriak Wilona nyaring, Kaizer tentu saja terkejut sampai dirinya terjengkang ke belakang.
"Dasar mes,um" melempar handuk pada Kaizer.
Ketip
__ADS_1
Ketip
Wah ... ada pemandangan indah di depan mata.