
Baca yang runtut ya jangan lompat-lompat kayak kelinci, nanti bakalan nyesel gak tau alurnya.
Salam sopan santun dari emak 🥰🥰
.
"Bagaimana rasanya di sambut dengan baik, padahal kamu ini hanya anak ha,ram dari putraku yang sudah ma,ti puluhan tahun yang lalu setelah kamu hadir?" pertanyaan pedas Maher membuat Kaizer tersenyum kecut.
"Sangat bagus dan saya hampir tertipu tadi. Langsung saja pada intinya, saya paling tidak suka dengan yang namanya basa-basi di tempat megah nan neraka ini!" memiringkan kepalanya.
Maher mengepalkan tangannya.
"Dasar anak tidak tau berterima kasih pada orang yang lebih tua."
"Terimakasih untuk apa? karena lahir di luar pernikahan dan tidak di akui sejak dalam kandungan sampai lahir, begitu ?" membalikkan pertanyaan dan membuat Maher naik pitam
"KELUAR DARI SINI." Sambil menunjuk ke arah pintu keluar.
"Tidak masalah, asalkan rumah megah yang ada di salah satu sudut kota ini jadi milik saya. Gampang kan syaratnya," Kaizer enggan hormat pada laki-laki yang tidak perlu di hormati sama sekali.
Kejam dan kasar sekali ucapan nya.
Sudah setengah jalan dan tubuhnya terlanjur masuk ke air, lebih baik menceburkan diri semuanya ke dalam air.
"Catat, dan carikan tempat yang paling bagus dan nyaman di kota ini."
Kaizer tersenyum penuh kemenangan.
"Jangan senang dulu, kamu harus cari istri dan setelah satu tahun pernikahan berjalan saya akan serahkan semua aset yang ada di rumah itu dan juga perusahaan milik kamu, dengan satu catatan. Tidak ada perceraian, jika ada," Maher tidak melanjutkan ucapannya.
Fadlan mengurus semua tentang aset-aset milik Maher Mahir dan saat ini dirinya sedang mencatat semua apa yang perlu ia catat dan mengubah wasiat atas perintah dari Maher langsung.
"Saya paham. Terimakasih atas tanggapan anda terhadap saya, saya juga minta beberapa pembantu senior di rumah ini menjadi pembantu di rumah saya, secepat-cepatnya." Melangkah kan kaki dengan sombongnya.
Saat ini Wilona menatap dirinya yang tubuhnya basah kuyup, bukan tanpa sebab tapi penyebabnya tiba-tiba hujan deras mendadak muncul, seperti shooting yang ada di film-film.
Panas tapi hujan.
"Sialnya hari ini." Merutuki kesialannya.
Padahal hujan sendiri adalah anugerah dari Sang Maha Pencipta.
"Aku ini loh wanita limited edition bukan best seller yang mudah di dapatkan banyak laki-laki, tapi aneh ya jaman sekarang banyak laki-laki suka yang second dan best seller." Sambil menepuk jidatnya sendiri.
Tidak sengaja melihat ke arah resto ternama.
Keesokan harinya
Wilona seperti biasanya akan jalan-jalan ke toko-toko untuk mencari barang-barang yang di perlukan.
Ia membeli semua itu sesuai dengan pesanan orang-orang yang menyuruhnya untuk membeli barang dan mengantarkannya ke rumah,
__ADS_1
modal nekad dan sepeda motor yang di gunakan nya adalah pemberian dari bos bosnya yang kerja sama.
Mereka baik semua dan Wilona selalu bersyukur dengan apa yang ia dapatkan, sekecil apapun itu.
Wilona sedang menata kantong plastik besar yang berisikan pesanan itu di motor yang ada tas obrok motor.
Kaizer juga berkeliling mencari keberadaan wanita yang tidak sengaja ia temui kemarin.
Ia melihat kesana kemari tapi tidak ada tanda-tanda adanya Wilona di area tersebut.
Wilona kembali keluar dari toko dan bertepatan dengan Kaizer yang tidak sengaja menatap ke arah toko tersebut.
"WILONA." Teriak Kaizer mengejutkan Wilona.
Wilona menebah dadanya.
"Anda, ngapain kemari?" terheran-heran.
"Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan, tapi bukan di tempat ini!" menarik pergelangan tangan Wilona.
Padahal hari ini begitu banyak kegiatan yang harus segera ia laksanakan.
Restoran Kejora
"Kenapa membawa saya kemari?"
Wilona tidak suka bertele-tele.
"Ini, untuk anda. Baca-baca dulu, lalu putuskan. Saya butuh keputusan anda hari ini!" jawabnya sedikit arogan.
"Kekayaan, dan tidak perlu berkerja yang tidak ada untungnya sama sekali!" santai sambil menyilangkan kedua kakinya tak lupa tangannya di atas meja.
Wilona berpikir keras.
Uang dan kekayaan tanpa kerja.
'Kesempatan tidak datang dua kali, jika aku bisa mendapatkan kekayaan yang instan. Kenapa tidak, lagi pula pekerjaan ku sekarang duitnya tipis. Mau makan enak aja harus ngumpulin selama tiga Minggu lamanya, itu pun cuma ayam goreng.'
Kaizer menanti jawaban.
"Bagaimana, setuju tidak."
"Oke deh deal, lagian butuh juga," menandatangani setelah membaca keseluruhan isi kontrak.
"Setelah menikah buat saja,surat perjanjian agar di antara kita tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan."
"Oke, kapan pernikahannya ?" Wilona menanyakan acaranya kapan.
"Good, ini keputusan yang tepat. Besok lusa acaranya dan hari ini saya minta data-data anda dan segera saya proses, untuk urusan tempat tinggal menyusul. Mana ponsel anda." Meminta pada Wilona.
Wilona harap-harap cemas.
__ADS_1
"Ini," akhirnya memberikannya pada Kaizer.
"Jangan lupa nanti bertemu di tempat ini dan saya ingin semuanya sudah siap."
Kaizer mencatat cepat nomornya.
Wilona membelalak kan matanya.
"Kai love, untuk apa?" menunjukkan nama di layar ponselnya di sertai tanda love 2 biji.
"Ya agar terlihat meyakinkan dan romantis !" jawabnya enteng sekali.
"Haduh, merepotkan sekali anda ini. Jangan-jangan setelah menikah tambah parah lagi" bergumam.
"Anda bicara apa, nona Wilona ?"
"Tidak ada, jika sudah selesai saya pamit undur diri. Mau mengantar pesanan orang, dan nanti sore saya akan kemari lagi!" pergi begitu saja.
Kaizer menatap derap kaki Wilona yang semakin jauh dari pandangan nya.
Wilona menghirup nafas banyak-banyak untuk melegakan degupan jantung di dadanya.
"Ada-ada saja permainan hidup, tiba-tiba di ajak nikah kontrak dengan orang yang tidak pernah aku kenal. Di tambah lagi statusnya, haduh ..." Wilona segera melesat ke jalanan.
Pikirannya sekarang hanya fokus pada satu hal yaitu pernikahannya lusa.
Lusa dirinya benar-benar menjadi istri orang itu, istri seorang pria tampan dan mempesona.
Lagian hidup jaman sekarang cinta gak membawa bahagia, sebab segala kebahagiaan juga butuh uang.
Uang untuk sekedar membeli sesuap nasi baru bisa bahagia.
Itu adalah definisi orang yang pandai mensyukuri nikmat.
Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, acara sederhana dan hanya keluarga inti yang hadir.
Setelah pernikahan sederhana tanpa adanya media dari luar.
"Selamat atas pernikahan nya, dan ini menjadi hak kalian." Kakek Maher memberikan map pada Kaizer dan Wilona.
Wilona menatap map coklat tersebut.
"Anda sudah tau kan kamarnya ada di mana, silahkan." Kaizer mempersilahkan Wilona untuk menuju ke kamar nya.
Sedangkan Kaizer berbeda arah, ia lebih memilih pergi ke kantor.
Setelah membaca surat-surat wasiat itu membuat nya berambisi merebut semua tanpa terkecuali, bahkan map yang sedang di pegang oleh Wilona menjadi incarannya juga.
"Aku harus mendapatkan segalanya, tidak peduli dengan cara apapun itu." Pikirannya sudah di kuasai tentang harta dan harta lagi.
Flash back pun selesai.
__ADS_1
Sebab setelah itu kejadian demi kejadian berlanjut-lanjut terus sampai Wilona merasa bosan menghadapi Kaizer.
Dan pada akhirnya Wilona memilih memberontak dan lebih berani pada Kaizer.