Terpaksa Nikah Kontrak

Terpaksa Nikah Kontrak
BAB 15


__ADS_3

"Lagian anda sendiri sih, ngapain juga gak pakai handuk segala. Malah memperlihatkan tubuh yang tidak seberapa semok itu di hadapan saya."


Padahal dalam hati senang nya bukan main, bahkan ti tit nya saja sudah memberontak loh tadi saat pandangannya tertuju pada setiap lekukan tubuh Wilona yang molek dan aduhai,


istri kontrak yang ia cari-cari beberapa hari sampai dirinya hampir kehilangan kendali hidupnya kini ada di hadapannya secara langsung, bahkan tersuguhi dengan pemandangan luar biasa saat masuk.


Sungguh hari ini penyambutan yang sangat istimewa dan tidak pernah terlupakan oleh Kaizer.


"Apa anda bilang?" sambil menunjuk Kaizer.


"Iya, tidak semok dan gak aduhai. Bikin mata sakit melihatnya!" jawabnya santai.


"Sialan anda, sana pergi dari kamar saya. Lagian siapa juga yang mau memperlihatkan tubuh saya yang indah ini pada anda. Jangan banyak berpikir deh, apalagi kepedean." Mendorong tubuh Kaizer.


Kaizer tidak menyerah dengan dorongan dari Wilona, istri kecilnya.


Sebenarnya tidak kecil hanya saja Kaizer melihatnya seperti anak kecil yang imut dan menggemaskan untuk di mainkan.


"Saya tidak akan pergi, saya butuh kejelasan dari anda."


"KEJELASAN APA LAGI, BUKANNYA ANDA SENANG SAYA TIDAK ADA DI RUMAH INI. BUKANNYA ANDA BISA BEBAS DAN BERNAFAS LEGA SAYA TIDAK ADA, DAN MEMBAWA WANITA YANG ANDA CINTAI SESUKA HATI ANDA?"


Leher Kaizer tercekat, tidak percaya. Istrinya berteriak dan mengungkapkan isi hatinya selama ini.


Padahal ia hawatir bukan main saat tidak ada siapa-siapa didekat nya termasuk ibu Kartika.


"Saya hawatir pada anda." Kaku dan formal sekali.


"???"


'Orang ini masihkah orang yang sama, Kaizer yang kejam dan bermulut pedas. Kali ini bertanya tentang keadaanku dan hawatir, t*i a*u gak percaya. Lagian aku bukan wanita nya dan hanya istri kontrak yang ingin ia ceraikan setelah sukses mendapatkan harta keluarga Mahir'


Wilona segera menebah dadanya berkali-kali sebab berkata-kata kasar dalam hati, seharusnya di ucapkan langsung.


"Pembohongan publik, apa anda sadar dengan ucapan anda barusan?"


"Sadar, bahkan sesadar sadar nya saya bicara, apa ada larangan untuk saya tidak hawatir pada anda nona Wilona."


"Terserah deh, mau bicara apa. Saya capek,anda keluar saja dari kamar ini dan maaf saya tidak bisa mengantarkan anda sampai pintu," memalingkan wajahnya dan ia berjalan ke arah balkon.


Kaizer tidak pergi, justru ia mengekori Wilona.


Wilona yang masih di ikuti langsung berhenti.


"Apa anda tidak paham dengan kata-kata saya barusan tuan Kaizer Jameel?" dengan kesal.


"Saya dengar, tapi ... anda harus jujur pada saya!" sambil membisikkan sesuatu tepat di telinga Wilona.


"Ih .... harus jujur apa lagi sih, capek deh ngomong sama orang seperti anda. Satu bahasa tidak paham kah anda ini, tidak perlu penjelasan lagi dan tidak ada kejelasan. Saya sudah bilang anda tidak perlu tanya-tanya lagi selama beberapa hari ini saya pergi."


Kesalnya dan terus menerus mendorong tubuh Kaizer agar suami kontrak nya segera pergi dari hadapannya.

__ADS_1


SRET


Kaizer menarik baju Wilona yang hampir terlepas dari tubuhnya.


"Anda." menutupi perutnya yang barusan saja terekspos.


"Tidak usah berucap terimakasih, cukup dengan tindakan saja terimakasih nya," Kaizer dengan pedenya berbicara.


"Pede banget lagi, gak akan ada kata-kata terimakasih. Yang ada sedih, sebab sedari tadi anda mendapatkan keuntungan saja dari saya."


"Keuntungan yang mana ?"


Bugh


"Aduh ... sakit, jangan kasar dong." Kaizer pura-pura tertindas.


'Haduh ...' batin Wilona di iringi sesal mendalam.


"Dasar suami mes,um yang suka ambil keuntungan dari istrinya," gumam lirih Wilona.


Kaizer terkejut, kenapa tidak ada kata kontrak barusan. Apakah Wilona menganggap pernikahan ini asli bukan hanya sekedar kontrak hitam di atas putih.


Tiba-tiba senyum Kaizer melebar, sepertinya apa yang di katakan ibu Kartika benar. Akan ada perubahan di rumah ini, apakah yang di maksud ibu Kartika adalah pernikahan.


Yang jelas Kaizer senang bukan main.


Sedangkan Wilona begidik ngeri, ada apa dengan Kaizer.


Kenapa senyum-senyum gak jelas? apakah ???


Awalnya duduk di salah satu kursi balkon tidak jauh-jauh, tapi kini Wilona menjaga jarak takut tertular penyakit baru Kaizer, penyakit aneh namanya.


"Kenapa menjauh?"


Kaizer bingung dong tiba-tiba saja Wilona menjauh.


"Takut!" menutupi tubuhnya bagian atas dengan bantal kecil.


"Takut kenapa? saya tidak akan memakan anda sekarang." Tegasnya namun Wilona tidak percaya.


"Keluar lah dari kamar ini, saya mau istirahat," usir nya kembali.


Kaizer menggeleng saja.


"Tidak, kamar ini hak kita bersama. Jadi saya mau duduk di mana saja bukannya tidak ada masalah."


'Benar juga apa yang di katakan nya. Sial sekali satu atap dengan Kaizer, baru pulang tapi sudah di bikin panik begini di tambah lagi tadi insiden handuk, aduh .... malunya aku.'


Sambil menggigit bibir bawahnya.


Kaizer membaca gelagat Wilona.

__ADS_1


"Apa masih malu dengan kejadian barusan, soal handuk yang anda lemparkan ke saya?"


"Siapa bilang, enggak ya. Sekarang aja masih berani ko nunjukin nya!" jawabnya menantang Kaizer.


Kaizer lagi-lagi tersenyum, ia senang mengerjai Wilona sepertinya besok-besok harus di ulang lagi mengerjai Wilona.


Terlihat cantik saat pipinya bersemu kemerahan.


"Coba tunjukkin, atau perlu saya bantu." Tangannya sudah hampir sampai di tubuh Wilona.


Plak


"Tidak perlu, saya bisa sendiri," masuk ke kamar dan melepas baju bagian atas begitu saja.


Kaizer wajahnya jadi bersemu, ada-ada saja Wilona kelakuan absur nya.


Ketip


Ketip


"AAA ... dasar Kaizer me,sum."


Bantal melayang ke wajah Kaizer.


Bugh


Kaizer kesal, kenapa wanita ini menjadi seperti kucing liar saja jika di dekati.


"Anda ..." langkah kaki Kaizer semakin lebar.


Dirinya kesal sekali terhadap perlakuan Wilona, di mana Wilona yang dulu yang lemah lembut.


Memang selama ini Kaizer diam-diam memperhatikan Wilona, tapi beberapa waktu Wilona jadi berubah.


Lebih liar dan sedikit kasar dari sebelumnya, apakah ini sifat asli Wilona.


Kaizer menghentikan langkahnya saat tubuhnya tepat di depan Wilona.


"Anda sudah membangunkan milik saya, dan anda harus bertanggung jawab sekarang. Saya suami sah anda dan anda istri saya saya, tidak ada kata-kata penolakan, saya hanya butuh suara kenikmatan saja." Bisiknya pada Wilona.


Wilona panik dan berusaha mencari benda apapun yang ada di sekitar nya untuk menghentikan aksi Kaizer.


"Enggak mau," menolak.


Cup


Cup


Kaizer mencium sekilas bibir Wilona sebanyak 2 kali.


"Satu kata penolakan saya cium bibir anda, karena ada dua kata saya cium dua kali."

__ADS_1


Wilona diam di tempat.


Apa ini, kenapa Kaizer jadi gini. Apakah identitas CEO mendominasi merasukinya ?


__ADS_2