
Perdebatan diantara kedua orang terjalin sampai masuk ke dalam mobil.
"Sudah saya bilang saya tidak mau, kenapa anda memaksa saya." Ketus.
"Anda masih istri sah saya, apa salahnya jika saya mengantar anda sampai ke tujuan yang anda tuju," sama sekali tidak mau mengalah.
"Saya tidak suka di paksa, kali ini saya akan menuruti anda. Tapi tidak lain kali." melipat kedua tangannya di depan perut.
"Terserah, jangan salahkan saya jika saya akan berperilaku baik pada wanita lain," menggertak Wilona.
Wilona diam.
Bukannya selama ini perlakuan Kaizer memang begitu, mengistimewakan orang lain tapi terhadap dirinya tidak.
"Ck, terserah anda. Bukannya selama ini anda memang begitu" Wilona menegaskan ucapannya.
"Apa anda tidak cemburu ?"
Wilona yang tadinya acuh langsung menatap tajam ke arah Kaizer.
"Benarkan anda cemburu dan terkejut sekarang." Berbangga diri.
"Tidak," kembali ke asal semula.
Kaizer pikir Wilona akan cemburu, ternyata istrinya ini memang berhati keras.
"Dasar, keras hati."
"Biarkan saja keras hati, dari pada saat hati lembut tapi di hancurkan dengan mudah. Bukannya akan sia-sia melunakkan hati untuk orang yang sudah membuat hati menjadi keras, bukankah begitu tuan Kaizer," jawaban menohok Wilona pada Kaizer.
.
.
Suasana hening sampai di tempat tujuan Wilona tuju yaitu mall dimana dirinya yang sekarang sibuk mengurus urusan dirinya, ia hendak investasi tapi ia ingin mensurvei dulu tempat yang hendak ia jadikan investasi diam-diam tanpa sepengetahuan keluarga Mahir dan juga Kaizer.
"Tuan." Salah satu seorang kepercayaan Kaizer hendak bertanya padanya.
"Kamu awasi dari jauh saja, jika ada apa-apa langsung bertindak," Kaizer melajukan mobil yang ia kendarai.
"Siap, tuan" berlalu pergi mengawasi Wilona dari kejauhan.
Wilona merasa ada yang mengawasi dirinya dari jauh.
"KELUAR." Wilona berteriak.
Tapi sunyi tidak keluar hanya beberapa orang berlalu lalang dengan menatap dirinya penuh keheranan, bahkan tidak sedikit yang membicarakan dirinya.
'Sial, mata-mata kaizer kali ini tidak dapat di remehkan. Aku harus hati-hati dalam setiap langkah, jangan sampai kecolongan. Karena kamu suka main petak umpet bagaimana jika kita main-main sedikit.' Wilona melanjutkan aksinya dan berpura-pura.
__ADS_1
Sang mata-mata terus memantau Wilona tapi dalam sekejap mata Wilona hilang di balik kerumunan orang banyak di area mall tersebut.
"Dimana nona Wilona ?" mencari kesana-kemari.
Ia menarik rambutnya kebelakang, kali ini tamat sudah riwayatnya jika sampai Wilona hilang dan bahkan keberadaannya sulit di lacak maka siap-siap akan di tendang dan langsung di kirim ke planet mars.
Wilona tersenyum puas saat dirinya terbebas dari pengawasan para pengawal Kaizer, lagian siapa sih yang betah hidup di tekan dan di awasi.
Sudah cukup 4 tahun lamanya terbelenggu.
.
.
PT MAHIR GEMILANG SENTOSA
Kaizer di sibukkan dengan pekerjaannya yang menumpuk, meski status calon pewaris satu-satunya tapi laki-laki ini masih banyak belajar dan harus rajin belajar lagi.
Tidak hanya satu tahun atau dua tahun, tidak mudah untuk masuk dan menguasai seluruhnya. Kaizer harus berpikir matang-matang lebih dahulu untuk menyelesaikan masalah satu dengan yang lain yang masih bersangkutan.
Berkali-kali ada pesan singkat masuk ke dalam ponselnya, tapi sama sekali tidak ia hiraukan keberadaan ponselnya.
Paling-paling dari orang-orang yang tidak berkepentingan, lagian ponsel itu bukan ponsel pribadinya melainkan ponsel pekerjaannya.
.
.
"Aman"
"Aku harus lebih cerdas dan selangkah lebih maju dan waspada." Gumam lirihnya.
Tapi belum juga beranjak pergi Wilona sudah di hadang orang-orang yang tidak ia kenal.
"Hey ... kalian siapa,"
Sore harinya.
BRAGH
"BAGAIMANA BISA KALIAN SEGINI BANYAKNYA SAMPAI KEHILANGAN JEJAK SATU WANITA SAJA, APA KALIAN BENAR-BENAR-BENAR BODO* MENJAGA SAJA." Kaizer melempar berkas di sembarang arah.
"DAN KENAPA KALIAN SEMUA BARU BILANG SEKARANG, DARI MANA SAJA KALIAN INI BERKERJA" Teriak-teriak seperti kesetanan.
Telpon dari Tia tidak di anggap, pikirannya sudah kacau balau sebab Wilona tidak ada kabar sama sekali.
Kaizer frustasi kemana perginya Wilona.
"KALIAN KELUAR, CARI SAMPAI KETEMU."
__ADS_1
"Siap tuan, permisi," jawab serempak 5 orang.
Suara pintu tertutup pelan.
"Kemana sih kamu, ini nih akibat ngeyel dan berusaha kabur dari pengawasan ku. Hilangkan jadinya, gimana ini kalau sampai kakek tau ..." Kaizer hawatir dengan berita hilangnya Wilona.
Para asisten yang berada di rumah juga mengabari jika nona Wilona belum kembali dari tadi pagi.
"Dasar wanita, tapi gak apa-apa deh setidaknya wajahku hari ini bisa fresh tidak melihat wanita jalan* itu." Merasa bahagia.
.
.
"Bisa tidak, hari ini saya pulang lebih dahulu ?" Wilona menatap laki-laki yang ada di hadapannya sekilas.
"Untuk apa, mau menemui bajinga* itu. Tidak akan !" tegasnya pada Wilona.
"Lah terus ... masa saya makan dan minum di sini bahkan mandi dan bera* disini juga." Memutar bola matanya dengan malas.
"Iya," santai dan tersenyum pria tersebut.
"Dasar aneh, apa anda mengenal saya dengan baik." Pertanyaan Wilona mendapatkan tatapan tajam.
"Tentu, dari anda lahir bahkan," memberikan album foto pada Wilona yang ia ambil dari salah satu laci di ruangan tersebut.
Wilona menatap satu persatu album itu, begitu banyak foto-foto keluarga di sana bahkan ada foto anak kecil dari lahir sampai umur sekitar 7 atau 8 tahunan.
"Dia?" sambil menunjukkan pada pria yang mengaku-ngaku sebagai kakaknya.
"Kamu, cantik dan masih sama sampai sekarang !" tersenyum manis.
Jika di lihat mereka serupa tapi tak sama, bedanya Wilona perempuan dan kakaknya laki-laki, tapi dari segi manapun mereka sama seperti kembar identik beda kelamin.
"Cukup, jangan mengada-ada lagi. Saya mau pulang." Wilona menutup album tersebut dengan keras dan meletakkannya di atas meja.
"Tapi ...,"
"Saya tidak suka di paksa, jika saya memang benar adik anda yang hilang. Ini, ada beberapa helai rambut saya. Ambilah dan di uji, jika anda berbohong saya akan laporkan anda." Wilona memberikan rambutnya pada pria itu.
Lalu pria itu juga tidak segan-segan memberikan beberapa helai rambut juga yang langsung di cabut di depan Wilona.
"Saya juga akan memberikan ini, mari sama-sama di uji. Jika benar kamu adalah adik saya yang hilang, kamu harus kembali ke rumah ini,"
Deg
Jantung Wilona terasa sakit mendengar hal itu, kembali ke rumah ini. Tapi bagaimana dengan pernikahan kontraknya dengan Kaizer, bukannya kaizer akan senang hati jika dirinya mundur.
Tidak, Wilona tidak akan membiarkan pria itu sukses menguasai kekayaan keluarga Mahir, ia ingin Kaizer jatuh sejauh-jauhnya dan kembali seperti dulu.
__ADS_1
Laki-laki kejam tidak pantas di lestarikan di dunia ini.