Terpaksa Nikah Kontrak

Terpaksa Nikah Kontrak
BAB 30


__ADS_3

Wilona beranjak pergi.


"Mau kemana sayang? Percakapan kita belum selesai."


"Apanya yang belum selesai, bukannya tadi kamu bertanya aku berinvestasi dimana, kan sudah aku jawab hanya di perusahaan Star saja aku berinvestasi,"


Wilona di buat naik darah oleh Kaizer, ini privasinya seharusnya dia menghargai itu tidak semua harus di umbar kan.


Deg


"Kamu kenapa ngegas gitu bicaranya sih sayang, aku hawatir loh dengan kamu yang." Berusaha meluluhkan istrinya.


Namanya juga mood kadang naik kadang juga turun.


"Simpan rasa hawatir berlebihan mu itu sayang, aku mohon jangan terlalu mencintai ku seperti ini Kai. Apa kamu tau jika keadaan rumah tangga kita sedang tidak baik-baik saja ?" Wilona menatap nanar wajah Kaizer.


"Apa yang tidak baik-baik saja sayang, bukannya sekarang ini kita baik-baik saja hubungan ini tidak ada masalah lagi seperti sebelumnya !"


Wilona menggeleng.


"Justru akan datang lebih parah lagi Kai, apakah kamu tau itu?''


Hanya gelengan kepala dari Kaizer.


Wilona tersenyum, sedetik kemudian ia menatap Kaizer lama.


'Jika ini takdir maka harus di jalani, semoga kamu selalu mau menerima apa adanya bukan ada apanya. Aku sedih di posisi diriku yang selalu serba salah begini, aku takut kamu tidak akan pernah menganggap ku ada lagi dan mengantikan aku dengan yang lain.'


2 Minggu telah berlalu.


Wilona terpaku saat melihat foto-foto seorang wanita dengan Kaizer, bahkan Kaizer tidak segan-segan tersenyum sambil mendorong kursi roda wanita tersebut. Bahkan mereka saling bercakap-cakap mesra layaknya sepasang kekasih yang sedang kasmaran dan panas-panasnya.


"Ih ... yang ada hatiku yang tambah panas." Mengembalikan ke amplop coklat dan menutupnya kembali.


Wilona ingin protes tapi ia harus berpikir jernih dulu sebelum ia melabrak orang itu dan juga menanyai Kaizer.


Kaizer menatap ke arah ponselnya, tidak ada pesan masuk dari Wilona.


💬 Sayang

__ADS_1


Pesan itu terkirim ke nomor Wilona, Wilona menatap sekilas.


"Masih sempat-sempatnya ya bilang sayang sayang gundul mu sayang, makan tuh sayang. Aku pikir dia akan marah mengetahui identitas ku tapi nyatanya justru aku yang emosi, apa ini yang di namakan pemberontakan dalam diam dan bersikap romantis dan baik-baik saja." Ngomel-ngomel di depan layar ponselnya.


💬 Nikmati saja tuh harimu dengan wanita itu


Kaizer mengernyitkan dahinya.


"Eh, ada apa dengan nya? tumben ngamuk." Terheran-heran dong tentunya dengan Wilona.


Gak biasa-biasa nya dia begini marah, cuek dan dingin.


Dret


Dret


Panggilan masuk ke ponsel Wilona.


📞 ADA APA?


📞 Sayang aku salah apa sih, kamu ko gitu marah-marah gak jelas ke aku? (protesnya seperti tidak pernah melakukan kesalahan apa-apa)


📞 Kalau kamu gak menyalakan api dahulu gak mungkin aku semarah ini suamiku Kaizer yang kejam (tegas Wilona pada Kaizer)


Wilona tersenyum sinis di balik telponnya.


'Sok alim dan gak salah, orang salah itu selalu mencari-cari kesalahan orang lain guna menutupi kesalahannya yang fatal.' Kesal berselimut kecewa.


Kaizer bingung, apa jangan-jangan.


Tuing


Kaizer menerima pesan singkat.


Deg


Deg


Deg

__ADS_1


📞 Aku bisa jelasin sayang, aku akan segera pulang


Kaizer langsung beranjak pergi ke rumah, bisa jadi masalah besar jika Wilona sampai pergi dalam keadaan marah begini. Ia harus bisa mencegahnya jangan sampai terjadi apa-apa pada Wilona.


Wilona sudah menunggu di ruang tamu sambil menyilangkan kakinya tak lupa juga kedua tangannya. Suara derap sepatu pelan memenuhi ruangan yang sepi suara, Wilona yakin jika itu Kaizer.


"Cepat sekali pulangnya, apa wanita itu baik-baik saja saat kamu tinggalkan?" dingin dan sangat mendominasi suara Wilona.


Kaizer tersenyum getir, mati sudah kehidupannya.


"Em .. dia gak apa-apa aku tinggalin, gak masalah tadi bilangnya." Kikuk.


Wilona tersenyum miring, mana mungkin pelakor akan rela melihat kekasihnya pulang ke rumah istri sahnya, yang ada manja-manja sambil membujuk rayu.


"Yakin gak apa-apa, bukannya ada udang di balik batu. Jujur saja gak apa-apa, bila perlu urus saja perceraian kita. Aku sudah siap menandatangi nya saat ini juga, cinta lama bersemi kembali bukan." Wilona ingin sekali mencabik-cabik tubuh Kaizer terutama wajahnya agar tidak ada lagi wanita yang mau mendekatinya, dengan begini dirinya bisa memilikinya secara utuh tanpa berbagi dengan yang lain.


"Sayang, jangan berbicara sembarang begitu,"


"Terus ... aku harus berbicara apa, di tambah lagi dia mantanmu bukan. Jika tidak mana mungkin dia mengusap pipimu dengan lembut bahkan kamu gak segan-segan mencium keningnya, jika itu keluarga mu tentu saja tidak mungkin sebab kamu tidak punya sanak saudara dari keluarga almarhum ibumu." Tegasnya menohok.


Leher Kaizer tercekat.


"Kamu mengawasiku sayang?"


Wilona menggeleng.


"Justru kakekmu yang memata-matai kamu dan mengirimkan beberapa vidio kamu dan juga potret kamu, oh ... ya satu lagi jangan lupa siapa yang berhianat dirinya yang harus dengan rela menyerahkan semua harta benda dan aset-aset lainnya jadi kepemilikan orang yang tersakiti dalam hubungan ini, karena di sini aku yang tersakiti dan kamu yang berhianat jadi jangan lupa tanda tangan atas aset-aset yang akan segera berpindah tangan atas namaku!" jawab panjang lebar Wilona.


Padahal Kaizer belum menjelaskan apa-apa perihal wanita itu, kenapa Wilona menyimpulkan sejauh ini hubungan suci rumah tangga.


"Kenapa kamu jadi menyimpulkan seperti itu bahkan kamu berpikir jauh sekali dan politik." Protes.


"Lanjutin aja tuh protesnya, lagian bukti sudah ada. Kamu selingkuh dan bermesraan dengan mantan kamu, masih cinta? jika masih cinta aku akan mengirim mu ke dia. Apakah wanita itu masih mau dengan laki-laki kere gak punya apa-apa, aku yakin dia akan berpikir seribu kali untuk sama kamu," Wilona kesal.


Marahnya sudah sampai di ubun-ubun, sayang sekali jika tidak segera di salurkan ke Kaizer. Lagi pula jadi laki-laki plin plan sana sini mau seperti obral murah meriah.


"Sayang ... aku gak bermaksud begitu, aku hanya-- hanya-- sedikit melepas rindu ke dia."


Deg

__ADS_1


Hati Wilona merasakan sakit luar bisa, suaminya lagi-lagi begini. Jika dulu yang selalu datang adalah kekasih sementaranya atau hanya partner ke acara-acara, tapi kali ini berbeda 180 drajat dari sebelum-sebelumnya. Yang datang masa lalu Kaizer yang bisa di pastikan akan ada cinta yang belum kelar, sebab mereka dulu berpisah lantaran Kaizer mendapatkan kabar jika kekasihnya kecelakaan dan di kabarkan meninggal dunia di luar negri sana, tapi seolah-olah dunia sedang mempermainkannya kembali, ia bingung harus berbuat apa sekarang.


Jika dirinya di undurkan, sekuat hati jiwa dan raganya akan menerima dengan ikhlas, meski akan ada penuh tangis menyelimuti hubungannya.


__ADS_2