
Senyum mengembang di sudut bibir Kaizer bahkan sampai di meja makan.
Kartika gembira ria.
"Tuan muda, makan ini tuan agar stamina anda kuat."
Kartika memberikan makanan yang menurut Kaizer aneh, ada apa dengan ibu Kartika.
Ada beberapa makanan yang dapat meningkatkan stamina suami yaitu kacang arab, alpukat, telur, bayam, daging, pisang, kacang walnut, semangka, tiram, strawberry, yogurt, brokoli, oatmeal, terong, salmon, buah ceri , kacang mete, buah ara, bawang putih, kubis brussel, cabai, asparagus, biji wijen, pepaya, coklat hitam. Dan yang terakhir membuat koneksi emosional semakin kuat.
Sedangkan untuk wanita yaitu cokelat, daging merah, alpukat, pisang, semangka, ginseng, teh hijau, apel, cabai, buah beri.
Selain makanan yang tepat, ada cara menaikkan li,bido yaitu :
Berolahraga teratur
Rutin meditasi
Tidur yang cukup
Rutin melakukan cek kesehatan.
Tapi tetap ya, dalam porsi secukupnya.
Jadi jangan lupa untuk di coba wkwkwk ðŸ¤ðŸ¤
"Stamina???"
"Iya stamina, sepertinya akhir-akhir ini tuan muda seperti nya kurang enak badan deh tuan!" tanpa rasa bersalah.
Tidak mungkin kan jika bicara jujur tentang minuman semalam, meski takarannya tidak melebihi dosis.
"Masa sih ibu Kartika, perasaan ibu Kartika kali. Saya masih baik-baik saja dan stamina fit gak ada kurang-kurang nya bahkan." Kaizer tetap memakan beberapa makanan yang telah di berikan oleh Kartika.
'Apalagi kejadian semalam dan tadi.' Batinnya bahagia.
Kartika tersenyum melihat mimik wajah Kaizer ceria bahkan sangat ceria.
"Syukurlah tuan muda Kaizer, jika tuan tubuhnya baik-baik saja," Kartika segera pergi.
"Ibu Kartika, tunggu."
Keringat panas dingin keluar.
'Aduh ... bagaimana ini kalau nanti tuan muda tanya macam-macam' panik dalam hati Kartika.
"Iya ... tuan muda, ada apa ya," sambil cengengesan tapi hawatir.
"Ibu Kartika, apa tadi malam ibu Kartika menambahkan sesuatu pada minuman kami berdua?" Kaizer sudah curiga dengan minuman sebelum tidur.
Sepertinya tidak mungkin jika ibu Kartika berbuat macam-macam apalagi sampai memberi sesuatu pada minumannya.
Bingung dan panik.
"Em .. anu tuan, tidak ada. Memangnya kenapa tuan!"
'Tenang tenang jangan gelisah yang ada nanti tuan muda curiga'
"Oh ... ya sudah kalau begitu." Kaizer lanjut makan.
Kejadian tidak terlupa dari tadi malam memang menguras banyak tenaga nya bahkan Wilona saja belum keluar dari kamarnya.
__ADS_1
'Kenapa gak keluar dari kamar sih, apa masih sakit itunya.'
Kaizer jadi tidak fokus untuk sarapan pagi.
Ya mau fokus bagaimana jika pemandangan cantik setiap hari tidak ada di hadapannya.
Ia bergegas menyelesaikan sarapannya.
Sedangkan Wilona menatap tubuhnya di pantulan kaca besar.
"Gila ini ... benar-benar gila."
Menggeleng-geleng kepala, rasanya tidak percaya jika kejadian semalam dan pagi membuatnya harus berkerja keras untuk menutupi setiap warna merah yang terlukis jelas di setiap tubuhnya.
Hampir penuh bahkan yang tidak hanya bagian wajah saja.
Tok
Tok
Wilona cepat-cepat mengenakan syal untuk menutupi bagian lehernya.
"Iya sebentar." Berlari-lari kecil.
Ceklek
"Sarapan dulu, apa masih sakit milikmu ?" membawa nampan lengkap dengan isinya.
Wilona menatap aneh, tidak percaya dan terkejut.
'Ada apa sih dengan laki-laki ini, kenapa tiba-tiba jadi aneh begini. Tidak mungkin kan gara-gara percintaan lagi penyebab utamanya.'
Menajamkan tatapannya pada Kaizer.
"Iya geli, seperti ulat bulu. Menggelikan," menaikkan kedua pundaknya.
"Bukannya suka aku yang seperti ini." Kepedean.
"Terserah mau bicara apa, terserah anda saja," Wilona berjalan ke salah satu sofa dan duduk di atasnya.
"Kenapa sih kamu masih bicara se formal ini lagi, bicara anda atau saya itu di larang di antara kita. Apa kamu tidak paham dengan perkataan aku tadi malam ?"
"Paham ... tidak usah terlalu lebay deh, bagi saya ini hal baru di antara kita. Bisa gak sih biarkan saya beradaptasi pelan-pelan !" bad mood.
Padahal tadi barusan moodnya baik saat Kaizer begitu perhatian, tapi nyatanya palsu belaka saat suara Kaizer mulai meninggi dan protes begitu saja.
"Tapi paham kan dengan apa yang aku ucapkan, belajar lah Wilona. Kamu istri ku."
Wilona diam, sejak kapan istrinya.
Bukannya cuma istri kontrak demi ke untungan.
"Iya, akan aku usahakan. Tapi kalau lupa harap di maklumi ya ... ya ..." dengan wajah imut dan chubby.
Kaizer gemas melihatnya, rasanya ingin menerkam lagi.
Satu kali sudah masuk kenapa gak sekalian saja sering masuk bebas.
"Iya ... iya ..., tapi harus ada cium setiap pagi, siang, sore, malam. Gak boleh telat, kalau telat dapat hukuman."
.
__ADS_1
"Kaizer "
"Hem ... ada apa?"
"Kamu cinta banget ya sama aku, sejak kapan dan dimana ?"
"Sejak kapan ya ..." menggantungkan ucapannya.
"Kapan,"
"Gak tau deh, yang jelas tadi malam itu yang paling jelas. Apa kamu tidak bisa merasakannya."
"Bisa sih, tapi bingung," menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Oh ... kita ulang saja setiap hari bagaimana jika masih bingung." menawarkan hal-hal panas pada Wilona.
"Enggak deh, yang tadi malam dan pagi tadi masih berasa sakit waktu buang air kecil," tolaknya.
"Yah gagal deh jagung bakarnya, padahal masih anget-anget nya loh hubungan kita. Baru resmi pula." Kaizer marah seperti anak kecil.
"Jangan gitu dong, kan aku jadi gak tega ke kamu nya," mengusap rambut Kaizer.
Wajah memerah.
"Stop, aku mau ke kantor. Kamu ikut?"
"Tidak deh, kalau nanti orang-orang kantor tau kita jalan bersama dan sudah nikah bakalan kacau nanti primadona kamu di kantor!"
"Tapi aku juga ingin memperkenalkan kamu pada semua." sedikit kecewa.
"Jangan sekarang ya, please ...," menangkupkan tangannya.
"Ya sudah, cepat di habiskan. Nanti malam kita kencan berdua, oke." Mengacak-acak rambut Wilona.
"Aku tunggu," senang sekali hatinya.
.
'Ternyata menyenangkan hati perempuan mudah gak se sulit yang aku bayangkan.'
Sambil mengemudi.
Sesampainya di kantor Kaizer langsung menuju ke ruangannya.
"Tuan bukannya anda izin cuti tuan, tadi malam?" tanya sang asisten.
"Tidak jadi, tapi tolong nanti jadwalnya di atur sebaik mungkin dan saya ingin cepat-cepat pulang nanti sore!" duduk dan tidak lupa menyilangkan kedua kaki nya.
"Siap tuan."
Asisten Kaizer bernama Anton, tidak ada perincian tentang Anton. Ia seorang asisten tampan tapi tidak berewok seperti Kaizer dan umurnya tidak jauh dari Kaizer.
.
Wilona mensecroll layar ponselnya dan melihat-lihat pakaian kencan itu seperti apa bentuknya, sebab seumur-umur baru kali ini di ajak kencan dan kebetulan yang mengajak kencan adalah suami kontraknya.
"Tapi dia masih suami kontrak, apa mungkin status kontrak kita selama ini akan berakhir.
Jika berakhir bukannya dengan perceraian, apa jangan-jangan Kaizer sudah menyusun rencana untuk menceraikan aku dan sebelum itu ia membuat hal-hal romantis dulu supaya aku terperangkap dan terluka, bukannya selama ini ia sangat benci terhadapku ?" tanya pada dirinya sendiri.
Wilona bimbang iya atau tidak.
__ADS_1
Tapi apa salahnya di coba dulu, jika hari ini batas terakhir ya mau tidak mau ya harus terima.
Cerita cinta antara wanita miskin dan laki-laki kaya tidak mudah dan tidak pernah manis jika tidak seimbang.